Arsip Blog

Batik Pun Hadir di Telur Paskah Polandia

Hari ini, 8 April 2012, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan hari raya Paskah. Paskah di Polandia sendiri adalah peristiwa yang menarik untuk dialami atau diamati, terlepas dari apapun agama kamu, karena begitu kental dan meriahnya tradisi di Polandia terkait dengan hari raya ini. Saya sudah pernah menulis kisahnya di catatan sebelumnya (baca: Tradisi Paskah di Polandia).

Kalau Natal identik dengan pohon Natal, perayaan Paskah identik dengan telur paskah. Nah, ini ada suatu hal menarik yang pernah saya lihat tentang telur paskah Polandia. Mungkin kamu sudah tahu bahwa telur paskah dalam bahasa Polandia disebut pisanki. Pada saat menjelang Paskah, di Polandia ada banyak bazaar yang menjual dekorasi paskah termasuk pisanki ini. Nah, di Easter Fair tahun 2011 lalu saya pernah menemukan pisanki yang dihias dengan teknik batik. Semakin yakin itu batik karena memang telur paskah itu dipampang dengan keterangan “BATIK EASTER EGGS“, lebih tepatnya “Batik Easter Eggs from Suwałki Hand Made” Tidak percaya? Lihat fotonya yang sempat saya ambil di bawah ini…

!

Ini dia telur paskah batik ala Polandia!

Sebagai orang Indonesia, saya jelas surprised dan bangga dong melihat ada nama ‘Batik’ tertera di telur paskah Polandia. Ya memang yang dimaksud Batik di atas hanyalah tekniknya, sedangkan motif atau polanya berasal dari region Suwałki (suatu daerah di timur laut Polandia yang hampir berbatasan dengan Lithuania) yang memang tidak sama dengan motif batik Indonesia. Seperti bisa kamu lihat di gambar atas, ciri khas desain batik dari region Suwałki ini adalah garis-garisnya yang membulat di ujungnya sehingga seperti air mata (tear-shaped).

Saya baca penjelasan dari seorang kurator dari Museum Etnografi di Wrocław bahwa Batik memang merupakan teknik menghias telur yang sudah dikenal luas di Polandia bahkan di sepenjuru Eropa. Proses membatik untuk dekorasi telur pada dasarnya sama dengan proses membatik pada kain: sama-sama menggunakan lilin (namun untuk dekorasi telur ini, lilin yang digunakan adalah molten beeswax), sama-sama menggunakan alat khusus seperti canting untuk menorehkan lilinnya (tetapi yang dipakai di sini bukan canting beneran ya, bentuknya lebih seperti pena tajam atau jarum yang ditusuk ke suatu batang) dan sama-sama harus menempuh proses pencelupan yang berulang kali untuk mendapatkan warna dan desain yang diharapkan. Dan ternyata, telur batik paskah ini tidak hanya tradisi seni di region Suwałki, tetapi juga ada di daerah-daerah lain di Polandia seperti region Hutsul, Opole, dan Rzeszów. Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

Kejadian kecil ini membuat saya tersenyum. Ah, ternyata orang-orang Polandia tidak sungkan mengakui bahwa teknik mewarnai dengan lilin itu ya namanya memang ‘Batik’, dan entah mereka sadari atau tidak, Batik kan sudah ditetapkan UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Intangible World Heritage dari Indonesia. Jadi siapa sangka, di Easter Fair Eropa malah kita bisa ketemu dengan sesuatu yang ‘Indonesia banget’ :)

Sebagai penutup, Polandesian dengan tulus mau mengucapkan “Selamat Paskah” untuk kamu semua yang merayakannya, or as the Poles said to one another: Wesołego Alleluja!

Kode Rahasia di Depan Pintu

Sebelumnya saya pernah bercerita tentang simbol toilet di Polandia yang bikin bingung (lihat catatan:  Main Tebak-tebakan di Depan WC). Nah, sekarang catatan saya adalah tentang ‘kode rahasia’ yang ditulis dengan kapur di depan banyak pintu rumah orang Polandia. Kode itu bisa ada sepanjang tahun di bagian atas pintu rumah, tetapi paling banyak akan muncul tanggal 6 Januari besok. Wah, memangnya ada apa dengan tanggal 6 January di Polandia? Dan kodenya seperti apa sih?

Kalau kamu datang ke Polandia pada tanggal 6 Januari 2012, pasti akan banyak melihat tulisan “20 K+M+B 12″ di pintu-pintu rumah (atau dengan urutan sedikit berbeda: K+M+B 2012). Sekilas memang seperti kode rahasia kan, tetapi kok ya serempak di banyak pintu. Ternyata pada setiap tanggal 6 Januari, rakyat Polandia merayakan Epiphany atau Hari Tiga Raja (bahasa Polandianya: Święto Trzech Króli). Ini hari raya apa ya? Saya sendiri sebenarnya juga baru tahu tentang hari raya ini setelah tinggal di Polandia.

Untuk yang beragama Kristiani, pasti tahu kan kisah bayi Yesus yang didatangi oleh 3 raja Majus dari Timur. Mereka datang untuk menyambut Kristus yang turun ke dunia. Nah, Epiphany merayakan peristiwa tersebut sekaligus menandakan berakhirnya periode Natal. Jadi di hari inilah, pohon-pohon Natal dan dekorasi Natal lainnya mulai diturunkan. Di Polandia maupun di negara-negara Eropa lainnya seperti di Jerman, Italia, Spanyol, Ceko, atau Hungaria; hari Tiga Raja ini umumnya dimeriahkan dengan epiphany carols dan pemberkatan rumah. Bahkan di beberapa tempat di Polandia, akan ada parade orang Majus secara besar-besaran. Misalnya tahun lalu di Poznan, Ephiphany dirayakan meriah dengan adanya parade Tiga Raja yang naik kuda dan anak-anak pun turut beraksi dengan memakai kostum berwarna-warni bagaikan raja dari timur sambil membawa hiasan bintang besar sebagai simbol Bintang dari Bethlehem.

Parade hari raya Epiphany (Tiga Raja) di Poznan, Polandia. Photo credit: www.wyborcza.pl

Kitab Suci menceritakan bahwa ketika 3 raja Majus datang ke Betlehem (tempat kelahiran Yesus), mereka datang membawa mas, kemenyan dan mur. Tradisi Epiphany di Polandia pun melibatkan hal ini. Orang-orang Polandia akan membawa kapur, cincin emas, wangi-wangian (incense), dan amber sebagai simbol persembahan orang Majus tersebut ke gereja untuk diberkati. Nah, biasanya kapur yang sudah diberkati itu yang dipakai untuk menuliskan kode K+M+B di pintu-pintu di rumah mereka. Tidak hanya di pintu luar lho, tetapi bisa di semua pintu di dalam rumah mereka. Dan tulisan itu bisa dibiarkan terus ada sepanjang tahun atau sampai terhapus dengan sendirinya.

Oke, tapi sebenarnya apa arti dari K+M+B itu? Nah, kabarnya kode itu berasal dari nama 3 raja Majus tersebut yaitu Kacper, Melchior dan Baltazar. Di sisi lain, kode tersebut juga berarti “Kristus Mansionem Benedicat” yaitu doa dari bahasa Latin yang berarti “Kristus memberkati rumah ini”. Sedangkan angka yang mengikuti ya maksudnya tahun yang bersangkutan. Jadi tulisan K+M+B 2011 maksudnya Epiphany tahun 2011. Kalau di Jerman atau Inggris, tulisannya menjadi C+M+B (dari Caspar, Balthasar and Melchior) tetapi maksudnya sama persis.

Tulisan K+M+B di pintu-pintu saat hari raya Tiga Raja, 6 Januari, di Polandia. Photo credit: www.pawelchrapowicki.pl

Kadang-kadang pada hari raya Epiphany ini, ada beberapa anak atau orang dari gereja yang datang ke rumah-rumah untuk menyanyikan epiphany carols. Tuan rumah akan memberikan donasi kepada mereka dan sebagai tanda terimakasih, mereka menuliskan kode itu di pintu. Saya sendiri pernah mengalami hal ini, bahkan yang datang mengetuk pintu flat saya adalah seorang pastur (romo) dari gereja di wilayah setempat. Waktu itu tahun pertama saya tinggal di Warsawa, jadi kebingungan juga menerimanya. Cuma dari pakaiannya, saya yakin dia adalah seorang pastur. Pasturnya sih nggak nyanyi, tetapi asyik nyerocos dalam bahasa Polandia dengan mimik muka yang simpatik sekali. Dengan pemahaman bahasa Polandia yang patah-patah, saya akhirnya ngerti deh maksud sang pastur itu. Pantas setelahnya di pintu flat saya ada tulisan K+M+B. Tahun berikutnya baru saya kedatangan 2 anak muda yang bernyanyi lagu-lagu  epiphany (in Polish, of course)… ya saya senang-senang aja ngedengerinnya. Mereka nyanyinya di depan pintu (dan emang nggak minta dipersilakan masuk kok), baru setelahnya kita kasih donasi serela hati kita.

Sebenarnya di Polandia, baru sejak tahun 2011 lalu hari raya Epiphany ini diresmikan menjadi hari libur nasional di Polandia!  Sebelumnya saat pemerintahan komunis di Polandia, hari raya ini dilarang dan dihapuskan. Jadi selama 50 tahun lebih, perayaan Epiphany ini tidak ada dalam kamus libur resmi pemerintahan. Baru sejak tahun 2011 hari Tiga Raja ini dinyatakan kembali sebagai hari libur resmi dan konsekuensinya kantor-kantor dan sekolah diliburkan, sementara toko-toko dan pusat perbelanjaan pun tutup pada hari ini. Enak dong hari liburnya bertambah? Ternyata nggak juga tuh, setidaknya bagi para pemilik perusahaan (employers) di Polandia. Banyak pemilik bisnis yang meminta ke pemerintah Polandia untuk membatalkan hari libur ini karena menurut mereka tambahan hari libur ini, yang artinya adalah kehilangan hari kerja, telah merugikan bisnis mereka sampai jutaan zloty.

Jadi kalau kamu tinggal di Polandia dan menemukan tulisan K+M+B di pintu rumah atau kamar kamu, don’t freak out! Itu hanya sekedar simbol bahwa rumah tersebut telah diberkati pada hari raya Epiphany, jadi bukan kode rahasia beneran kok :)

Selamat Berpuasa, Mohon Maaf Lahir dan Batin..

Bagi rekan-rekan yang menjalankan ibadah puasa, Polandesian ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432H. Mohon maaf lahir dan batin.

Sama seperti tahun kemarin, bulan Ramadhan tahun 2011 ini jatuh pada saat musim panas di Polandia. Notabene hal ini berarti durasi berpuasanya jauh lebih panjang daripada di tanah air. Sekitar pukul 2 pagi sudah sahur, sementara berbuka puasanya baru setelah pukul 8 malam. Dengan demikian durasi berpuasa tahun ini bisa mencapai 16 jam lebih. Waktu tarawih juga jadinya setelah pukul 10 malam (sudah larut sekali ya). Tentunya suatu tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di negara sub-tropis yang sedang mengalami musim panas.

Di bawah ini adalah kalendar Ramadhan 1432 H (tahun 2011 sekarang) yang berlaku di Polandia. Kalendar atau jadwal puasa ini dikeluarkan oleh Liga Muzułmańska w RP (Moslem League in Republic of Poland). Semoga membantu untuk yang memerlukannya.

Paus Yohanes Paulus II dan Tumbangnya Komunisme

Yang satu di benua Asia, yang satu di benua Eropa. Yang satu mayoritas penduduknya beragama Islam, yang satu mayoritas beragama Katolik. Namun dibalik perbedaan tersebut, Indonesia dan Polandia menyimpan kesamaan bahwa kedua negara tersebut sama-sama memandang penting arti religi atau agama dalam kehidupan mereka. Meskipun bukan negara agama, kehidupan di kedua negara tersebut sangat dipengaruhi dengan nuansa religi. Sama-sama punya banyak tempat beribadah di negaranya (yang masih berfungsi, tentu saja), sama-sama punya banyak hari libur keagamaan, dan sama-sama mempunyai tokoh-tokoh agama dan spiritual yang berpengaruh besar dalam sejarah perkembangan negara masing-masing.

Bicara mengenai tokoh agama, ada satu figur terkenal yang tak bisa terlepaskan dari kehidupan rakyat Polandia. Beliau adalah Paus Yohanes Paulus II, pemimpin umat Katolik sedunia yang berasal dari Polandia. Perihal gelar Paus-nya, setelah tinggal di sini saya baru ‘ngeh’ bahwa nama Yohanes Paulus II atau John Paul II mempunyai padanan dalam bahasa-bahasa lain; bahasa Latin: Ioannes Paulus PP. II, bahasa Italia: Giovanni Paolo II, dan bahasa Polandia: Jan Paweł II. Nama Paus Yohanes Paulus II ini sering disingkat dengan JP II.

Saya tentunya tidak akan membahas biografi beliau di blog ini, riwayat hidupnya secara lengkap dapat dengan mudah kamu temukan di Wikipedia. Yang ingin saya soroti adalah kecintaan dan pengaruh Paus JP II dengan tanah kelahirannya Polandia, serta bagaimana negara Polandia ini menghargai dan mengenang beliau. Bukankah pepatah mengatakan “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa pahlawannya”? Well.. dari yang saya perhatikan, Polandia adalah contoh negara yang tidak membiarkan sejarah bangsanya terlupakan (di sini kita mudah menemukan museum, tugu peringatan, arsip-arsip sejarah yang terpelihara dengan baik) dan dengan serius mengenang/memperingati tokoh-tokoh bangsa mereka.

Foto Yohanes Paulus II terpajang besar di Gereja St Anna di Old Town Warsawa

Paus Yohanes Paulus II adalah sosok yang amat sangat dicintai oleh rakyat Polandia, no doubt about it! Nama aslinya adalah Karol Wojtyla, lahir di Wadowice, Polandia pada tahun 1920. Sebelum menjadi Paus (Pope), beliau kuliah di Jagiellonian University di Krakow dan menjadi uskup agung (archbishop) di kota tersebut selama 15 tahun. Masyarakat Krakow memanggilnya “Wujek Lolek” (Paman Chuck), dan beliau dikenal sebagai pribadi yang ramah, suka humor, dan gemar berolahraga. Beliau sering bermain ski dan hiking bersama anak-anak muda! Tak heran, Krakow menjadi kota di Polandia yang paling banyak memiliki/membangun tempat-tempat historis yang berkaitan dengan beliau.

Ada kisah menarik mengapa JP II akrab disapa Wujek Lolek oleh masyarakat Krakow, terutama oleh kaum muda-mudi Katolik. Sapaan itu bermula pada masa JP II masih menjadi pastur muda di Krakow di tahun 1946. Dia sering bermain ski atau hiking bersama anak-anak muda tanpa mengenakan seragam pasturnya. Mengapa demikian? Karena pada masa itu, Polandia masih berada di bawah kekuasaan komunis dan tidak diizinkan mengadakan kegiatan ibadah secara terbuka. Romo atau pastur dilarang terlihat di depan publik bersama murid-muridnya, dan mereka juga tidak boleh dipanggil dengan sapaan “Romo” (Father) atau “Pastur” (Reverend). Dengan hanya menyebut “Paman” dan berpakaian biasa, Polisi Rahasia Komunis tidak akan curiga karena di saat itu memang umum bila seorang paman berkemping dengan keponakan-keponakannya. Selain untuk kesehatan jasmani, kegiatan hiking/ski trips tersebut juga dimanfaatkan JP II untuk menebar benih iman kepada kaum muda. Dari awal memang JP II sangat menentang komunisme, namun bukan dengan cara yang frontal.

Bagi dunia, Yohanes Paulus II terkenal sebagai Paus dari tahun 1978 sampai 2005 (lama sekali ya, 26 tahun..) dengan berbagai kiprahnya di bidang perdamaian terutama rekonsiliasi Katolik dengan agama-agama lainnya. Bagi rakyat Polandia, dia bukan sekedar pemimpin agama. Beliau adalah sosok inspiratif, seorang pahlawan yang berperan sangat penting dalam menumbangkan rezim komunis di tanah air Polandia dan akhirnya di seluruh Eropa Timur.

Momen epik tersebut dimulai ketika beliau berkunjung ke Polandia selama 9 hari pada tanggal 2-10 Juni 1979 dan melawat beberapa kota di Polandia termasuk Warsawa, Gniezno, Czestochowa dan Krakow.  Kunjungannya disambut meriah dan ratusan ribu warga pun rela berdesak-desakan untuk dapat menghadiri misa kudus bersama beliau. Pada saat itu Polandia masih berada di bawah cengkeraman komunis Uni Soviet yang represif tanpa ada kebebasan berbicara. Datang dalam konteks agama, Paus Yohanes Paulus II tidak berkhotbah tentang hal politik ataupun menganjurkan pendengarnya untuk menentang rezim komunis secara terang-terangan. Namun berkali-kali beliau mengingatkan tentang identitas spiritual, budaya, dan sejarah orang Polandia. “You are not who ‘they’ say you are,” kata sang Paus, “let me remind you who you really are.”

Dalam konteks bangsa yang tertekan, ucapan sang Paus tersebut (dan kunjungan-kunjungan beliau berikutnya) telah menguatkan rakyat Polandia bahwa mereka tidaklah sendirian dalam menghadapi penjajahan Uni Soviet. Kunjungan tersebut mampu menginspirasi bangsa Polandia bahwa mereka mempunyai spiritualitas dan sejarah hebat di masa lalu yang menguatkan mereka untuk meraih kebebasan mereka kembali.

Kunjungan JP II yang monumental di Polandia tahun 1979. Photo credit: homepage.mac.com

Foto di sebelah ini adalah ketika Paus Yohanes Paulus II berbicara di di hadapan 250.000 orang di Victoria Square, Warsawa pada tanggal 2 Juni 1979. Ucapan penutupnya yang menggelorakan semangat sangat terkenal bagi orang Polandia:

Let your Spirit descend.
Let your Spirit descend.
and renew the face of the earth,
the face of this land.

Kelanjutan dari kunjungan tersebut, seperti kita ketahui, adalah people power yang diwujudkan setahun kemudian dalam gerakan buruh Solidaritas yang dipimpin oleh Lech Walesa. Memang bukan proses yang singkat; namun tepat 1 dekade setelah kunjungan JP II di Polandia, gerakan Solidaritas mampu menumbangkan komunisme di Polandia tanpa kekerasan di tahun 1989. Untuk wacana lebih lanjut tentang keterkaitan Yohanes Paulus II dan tumbangnya komunisme di Polandia, bisa dilihat di sini atau ini.

Patung Yohanes Paulus II di kota Plock, Polandia

Paus Yohanes Paulus II wafat pada usia senja, 84 tahun, pada tanggal 2 April 2005. Sekitar 500.000 orang Polandia pun rela pergi ke Vatikan untuk menghadiri misa pemakamannya. Mereka pun meminta Gereja Katolik agar segera memulai proses kanonisasi beliau (pengangkatan menjadi santo/orang kudus), padahal biasanya proses tersebut baru dilakukan 5 tahun setelah orang ybs meninggal. Bagi umat Katolik di Polandia, Paus Yohanes Paulus II sudah menjadi santo di hati mereka. Tak heran, proses beautifikasi Yohanes Paulus II pada tanggal 1 Mei 2011 kemarin disambut hangat oleh rakyat Polandia.

Di banyak kota di Polandia, terutama di Krakow, terlihat banyak monumen, gambar, atau gedung yang dibuat untuk mengenang atau terinspirasi dari Yohanes Paulus II. Namanya pun telah diabadikan sebagai salah satu nama jalan protokol di Warsawa (aleja Jana Pawła II) dan nama bandara internasional di Krakow sejak tahun 2007 (Kraków Airport im. Jana Pawła II).

Dari sini kita belajar, seorang tokoh agama mampu menjadi agen perubahan (agent of change) suatu bangsa dengan menyentuh hati dan spirit masyarakatnya terlebih dahulu. Tentu saja beliau sendiri juga harus menjadi orang yang mempunyai integritas dan teladan prilaku yang memberikan inspirasi. Tidak semua orang Polandia menyetujui sudut pandang Paus JP II dalam berbagai hal, namun tidak ada orang Polandia yang tidak bangga dengan sosok beliau. Bagaimana dengan di Indonesia, siapakah tokoh agama dan spiritual yang menurutmu telah mampu mempengaruhi bangsa ini menjadi lebih baik?

Tradisi Paskah di Polandia

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, wajar bila Paskah menjadi salah satu perayaan penting di Polandia. Suasana menyambut Paskah di Polandia terasa jauh lebih riang, meriah, merakyat serta memakan waktu lebih lama dibandingkan di Indonesia. Apalagi perayaan ini berlangsung saat musim semi yang cuacanya hangat dan bersahabat. Tak heran, banyak acara masyarakat Polandia dalam menyambut Paskah pun dilakukan di ruang terbuka.

Baik di Indonesia maupun di Polandia, libur resmi dalam rangka Paskah membawa berkah long weekend. Bedanya, long weekend di Indonesia diakibatkan karena libur hari Jumat Agung (kematian Isa Al Masih), sedangkan di Polandia libur panjangnya karena libur hari Senin Paskah (hari kedua Paskah yang dalam bahasa Polandia dikenal dengan istilah Śmigus-Dyngus). Jadi long weekend Paskah di Indonesia adalah dari Jumat s.d Minggu, sedangkan long weekend di Polandia berlangsung dari Sabtu s.d Senin. Unik ya?

Ingin tahu bagaimana tradisi orang-orang Polandia merayakan Paskah di negaranya? Ini dia gambarannya berdasarkan apa yang saya alami selama libur Paskah tahun 2011 yang baru berlalu:

Minggu Palma (Niedziela Palmowa) – 17 April 2011 (seminggu sebelum Minggu Paskah)
Pada Minggu Palma atau Minggu Palem (Niedziela Palmowa), umat Kristiani merayakan peristiwa Yesus Kristus yang memasuki kota Yerusalem dimana orang-orang ramai menyambut-Nya dengan berseru ‘Hosanna Bagi Anak Daud’ sambil melambai-lambaikan daun palem sebagai tanda penghormatan. Minggu Palma ini menjadi awal dari Minggu Suci (Wielki Tydzien), yaitu minggu menuju kematian dan kebangkitan Yesus.

Palem Paskah di Polandia. Foto diambil saat Bazar Paskah di Warsaw Old Town.

Di Polandia, Minggu Palma dirayakan dengan membawa palem yang sudah dihias ke misa gereja untuk diberkati. Yang disebut palem di sini bukan daun palem beneran lho (saya nggak pernah lihat pohon palem beneran selama di sini), namun hiasan dari bunga kering, rumput, ranting pohon willow, bulu, pita dan kertas berwarna. Supaya kebayang bentuknya seperti apa, bisa lihat gambarnya di sebelah. Bagus-bagus kan? Foto palem ala Polandia ini saya ambil ketika bazar Paskah (Jarmark Wielkanocny) di Kota Tua. Menjelang Minggu Palma, palem-palem ala Polandia ini banyak dijual di pasar-pasar, bazar dan dekat gereja. Harganya berkisar 10 – 25 zloty, tergantung besarnya.

Setelah diberkati di gereja, palem-palem ini kemudian dibawa pulang ke rumah dan biasanya ditaruh di belakang gambar santo/santa sampai Holy Week tahun berikutnya. Jadi nggak dibuang begitu saja lho, tapi disimpan sepanjang tahun. Sebenarnya apa sih makna palem itu bagi orang Katolik, kok sampai disimpan-simpan segala? Kata teman saya yang keturunan Polandia-Amerika, palem melambangkan kebangkitan (life after death) dan keabadian roh. Sedangkan palem yang diberkati adalah simbol dari nasib baik (good fortune) dan perlindungan dari bahaya. Wah, maknanya dalam ya!

Persiapan Minggu Palma ini merupakan tradisi yang masih lestari di Polandia. Kota Łyse, Kurpie dan Lipnica Murowana Carpathian di Polandia terkenal dengan kompetisi palem tahunan yang memperlombakan palem yang terindah dan terpanjang (panjangnya bisa mencapai 12 meter!). Ah, jadi ingin lihat langsung ke sana.

Sabtu dan Minggu Paskah (Wielkanoc) – 23-24 April 2011 (berbeda-beda setiap tahun namun umumnya pada bulan April)

Polandia mempunyai tradisi dan makanan khas Paskah yang berlaku mirip di seluruh pelosok.

Pisanki, telur paskah dari Polandia yang berwarna-warni.

Tradisi yang paling populer adalah telur paskah yang disebut pisanki. Bentuknya sih mirip dengan telur paskah pada umumnya yaitu telur yang kulit luarnya digambari dan diwarnai. Namun pisanki Polandia ini memakai teknik yang khas, yaitu dengan dyeing, scratching patterns in wax dan glueing applications. Tiap region atau daerah di Polandia punya kekhasan motif sendiri-sendiri, namun umumnya kaya dengan warna. Menjelang Paskah, pisanki ini mudah ditemukan di berbagai supermarket dan bazar. Ada yang terbuat dari telur sungguhan, kayu ataupun coklat. Telur paskah ini melambangkan hidup dan kelahiran kembali (rebirth).

Simbol lainnya dari Paskah adalah domba putih (baranek wielkanocny) dengan panji atau umbul-umbul. Domba putih mengingatkan akan pengorbanan Yesus Kristus sementara panji adalah simbol kemenangan. Biasanya si domba putih ini dihadirkan dalam bentuk patung kecil dari gipsum atau porselen atau bahkan kue bolu berbentuk domba.

Swieconka, keranjang makanan saat Paskah yang dibawa ke Gereja untuk diberkati.

Pada Sabtu Paskah, orang-orang Polandia membawa keranjang berisi makanan ke gereja untuk diberkati. Keranjang ini disebut swieconka dan biasanya berisi telur, kue bolu berbentuk domba, daging ham atau sosis, garam, merica, roti dan horseradish (semacam lobak pedas, sebagai simbol pahitnya penderitaan Yesus Kristus). Pemberkatan makanan ini dilakukan di semua gereja Katolik di Polandia dan berlangsung dari pagi hingga sore, setiap 1/2 jam. Makanya jangan heran kalau datang ke Polandia saat Sabtu Paskah, kamu bisa melihat orang-orang, baik anak kecil maupun orang dewasa, membawa keranjang berisi makanan ke dalam gereja.

Pada Minggu Paskah, banyak orang yang menghadiri misa Paskah dini hari. Bila pada misa Natal biasanya dipasang pohon Natal, pada perayaan Paskah gereja akan memasang dekorasi kuburan yang terbuka untuk mengumumkan kepada dunia tentang kebangkitan Yesus Kristus. Suasana kota biasanya akan lengang dan jalanan pun jauh lebih sepi dari biasanya, hampir semua restoran, mall, dan toko-toko tutup.

Antrian Misa Paskah di Gereja St. Anna di Kota Tua Warsawa, April 2011.

Senin Paskah (Smigus-Dyngus atau Lany Poniedziałek) – 25 April 2011 
Hari Senin Paskah adalah hari libur resmi di Polandia! Konsekuensinya, sebagian besar toko dan pusat perbelanjaan masih melanjutkan tutup toko sampai hari ini. Sejarah Smigus-Dyngus agak panjang kalau mau dibahas di sini, lebih baik lihat langsung di wikipedia :)

Anak-anak Polandia heboh bermain perang-perangan air saat Senin Paskah.

Di Polandia, hari Senin Paskah ini dikenal dengan nama “Lany Poniedziałek” atau lebih tepatnya Senin Basah (Wet Monday). Istilah yang cocok karena ternyata pada hari ini, semua orang bebas untuk menyemprotkan atau menyiramkan air ke orang lain! Ini hari yang paling dimanfaatkan oleh anak-anak dan remaja, mereka siap-siap menyiramkan seember air atau menembak sembarang orang yang lewat di bawah apartemen mereka dengan pistol air atau balon air. Yang jadi targetnya ya siapa saja, namun terutama anak-anak gadis. Dan enggak boleh marah lho! Jadi ya siap-siap aja basah :)

Boleh Parkir Asal Jangan Lupa Berdoa

Parkometry, mesin penjual tiket parkir di Polandia

Yang namanya lahan parkir di perkotaan pasti susah dicari. Sudah rebutan tempat, harus bayar bea parkir pula. Di Polandia pun tak jauh beda; di sini tempat parkir pun terbatas sekali, apalagi kalau di daerah ramai pada jam sibuk. Bedanya dengan di Indonesia, di Polandia hampir tidak ada tukang parkir karena umumnya bea parkir dibayar lewat parking tickets vending machine atau yang dalam bahasa Polandia disebut “parkometry“. Kita juga harus perhatikan baik-baik penanda batas-batas boleh parkir. Di Warsawa, petugas Straz Miejska (polantas-nya Polandia) sering terlihat sedang patroli dan memberi tiket tilang bagi mobil yang parkir sembarangan.

Setelah seseorang memarkir mobilnya di pinggir jalan, mereka harus segera menuju parkometry untuk membeli tiket parkir. Bea parkir di Polandia umumnya 3 zloty per jam (setara $1 per jam). Tapi kalau kita hanya perlu parkir 20 menit, ya cukup masukkan koin 1 zloty. Begitu pula kalau kita perkirakan akan parkir selama 1,5 jam maka perlu bayar 4,5 zloty (masukkan koin 4 zloty dan 50 groszy). Intinya, kalau bawa mobil di Polandia, jangan lupa siapkan uang receh hahaha.. Nanti setelah kita bayar, akan keluar secarik kertas sebagai receipt yang perlu kita taruh di dashboard mobil. Kenapa begitu? Ya supaya kelihatan sama Straz Miejska-nya kalau kita sudah bayar parkir.

Itu gambaran tentang cara bayar parkir yang umum di Polandia. Nah, baru-baru ini ada berita unik tentang perparkiran dari kota Lublin, sebuah kota menarik berjarak 175 km dari Warsawa (dekat lho, itu hanya 2,5 jam perjalanan naik bus). Diberitakan bahwa sebuah gereja di Lublin memperbolehkan orang-orang parkir di halaman gereja tanpa dipungut bayaran, asalkan mereka jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang telah menjaga mobil mereka. Unik ya?

Ide mulia ini digagas oleh Pastur Wieslaw Lenart dari gereja Wieczerzy Pańskie (Church of the Lord’s Supper). Menurut pastur Lenart, karena gerejanya terletak di daerah sibuk, banyak orang yang ingin memarkir mobil mereka di halaman gereja. Namun beliau tidak ingin menambah beban pengendara dengan memungut bayaran parkir, karena menurutnya gereja sudah cukup didanai oleh donasi jemaat di lingkungannya. Jadilah solusi “bayaran” parkir di lahan gereja adalah doa si pengendara. Harapan sang pastur, hal ini membawa solusi positif sekaligus meningkatkan keimanan seseorang.

Boleh Parkir Asal Jangan Lupa Berdoa ya.. Photo credit: moto.gadu-gadu.pl

Bagaimana tidak? Tempat parkir di gereja ini tidak ada penjaganya lho. Jadi gereja memandang para pengendara menitipkan mobilnya dalam penjagaan Tuhan YME sehingga layaklah mereka berterimakasih langsung kepada-Nya. Di papan pengumuman parkir, ditulis besar-besar himbauannya. “Parkir di sini tidak gratis!!! Pergi dan memasuki halaman gereja, Anda berserah kepada kasih Tuhan. Untuk berterimakasih atas pemeliharaan Tuhan, ucapkan 3 kali “Jezu Ufam Tobie” (artinya Yesus, Saya Mempercayaimu)”. Berdoanya bukan di depan mobil lho, tapi sudah disiapkan 2 buah meja di pintu masuk parkiran dimana pengendara dapat mengucapkan doanya.

What a nice way! Dan cara ini terbilang sukses lho karena sebagian besar penitip mobil mau mengikuti anjuran tersebut. Gimana ya kalau cara ini diterapkan di Indonesia? Ah, kayaknya enggak bakal efektif sih. Lah, sendal jepit di mesjid aja diembat, apalagi yang lebih mahal hahaha…

Ternyata Masih Risih Juga..

Eropa memang terkenal bebas dan terbuka dalam hal penampilan. Kalau sudah musim panas, para wanitanya keluar rumah cukup dengan memakai atasan tank top dan short pant atau rok mini untuk berjalan-jalan santai menikmati hangatnya matahari. Aman, nggak ada yang ganggu atau iseng nyuitin. Di Indonesia mana bisa…

Namun ada batasannya juga lho. Di Polandia, dimana mayoritas rakyatnya masih memegang teguh agama Katolik, bila berpenampilan terlalu vulgar di jalanan ternyata bisa membuat mereka risih juga. Saking risihnya sampai merasa perlu melapor ke polisi. Berikut berita yang terjadi di Warsawa baru-baru ini.

Minggu lalu, tepatnya tangal 22 Maret 2011, masyarakat Warsawa dibuat heboh dengan sesi pemotretan fashion di tengah jalan dimana model wanitanya berpose tanpa sehelai benang pun alias bugil. Pemotretan dilakukan di jalan Zlota (tidak jauh dari Palace of Culture, jadi memang di area tengah kota) di bawah arahan langsung sang fashion designer, Piotr Krajewski. Awalnya pemotretan berjalan lancar dimana sang model, sesuai skenario, membuka bajunya lalu melenggang di tengah jalan dengan bertelanjang bulat. Kontan banyak mata pun langsung melotot menyaksikan pemotretan terbuka ini dan kemacetan pun sempat terjadi di daerah itu.

Ternyata tidak semua orang menikmati aksi seksi ini. Beberapa orang yang merasa risih dan tersinggung dengan ‘pornoaksi’ ini sampai memanggil polisi. Tak lama polisi pun datang dan menghentikan kegiatan tersebut. Mereka memberikan teguran bahkan mengenakan denda bagi sang desainer sebagai penanggungjawab kegiatan ini karena dianggap telah mengganggu ketertiban umum dan meresahkan masyarakat.

Pemotretan Yang Menghebohkan di Warsawa, Maret 2011. Photo credit: www.se.pl

Dengan kesal dan rasa tak percaya, sang desainer pun berkomentar ketika diwawancarai “Spytałem, co z niego za mężczyzna?! Gdybym ja spotkał na ulicy nagą kobietę, tobym się tylko z zachwytem jej przyjrzał, a nie wzywał policję” (Saya tanya ya, pria macam apa yang melaporkan hal ini? Jika saya bertemu wanita telanjang di tengah jalan, saya akan dengan senang hati melihatnya, bukannya melapor ke polisi!”).

Sang desainer pun memuji sang model yang telah berani tampil dalam acara pemotretan yang tak biasa ini. Siapakah sang model yang telah membuat heboh ini? Dia adalah seorang model Polandia berusia 24 tahun bernama Marta Siwak. Gadis ini sempat menjadi peserta dalam acara pemilihan model yang ditayangkan di TVN Polandia “Top Model. Zostan Modelka”, sebuah versi Polandia dari pertunjukan “American’s Next Top Model”-nya Tyra Banks. Meskipun kabarnya si Marta ini sudah cukup terkenal sebagai model, banyak juga orang Polandia yang berkomentar bahwa dia hanya mencari popularitas dan sensasi belaka lewat pemotretan ini.

Penasaran ingin lihat pose-posenya yang menantang? Waduh.. nggak berani saya kasih link-nya. Nanti blog-ku ini bisa dicekal atas dasar UU APP lagi. Namun saya hanya ingin mencatat bahwa di Eropa sekalipun, setidaknya di Polandia, masyarakatnya ternyata masih bisa risih juga bila ada pemotretan fashion yang terlalu vulgar di tempat umum. Kalau orang berciuman mesra di tempat terbuka, atau toko yang secara jelas menjual film-film biru di pinggir jalan, itu masih dianggap biasa dan bagian dari budaya mereka.

Bukan Hari Ulang Tahun, Tapi Hari Nama

Ini salah satu hal unik yang ada di Polandia. Kebanyakan dari mereka tidak merayakan hari ulang tahunnya, tetapi “Hari Nama” atau yang dalam bahasa Polandia dinamakan Imieniny. Wah, apa tuh yang dimaksud dengan “Hari Nama”?

Dalam tradisi agama Katolik, ada yang disebut kanonisasi atau proses diakuinya seseorang menjadi santo/santa oleh Gereja Katolik. Nah, Hari Nama itu sebenarnya adalah hari untuk memperingati kanonisasi tersebut. Kalau dalam penjelasan bahasa Inggris disebutkan bahwa “Name Day is the Feast Day of a Saint“. Karena tiap santo/santa punya tanggal kanonisasinya sendiri, ya jadilah setiap santo/santa punya Hari Nama yang berbeda-beda tanggalnya.

Nah, orang-orang Polandia yang mayoritas beragama Katolik ini umumnya memberi nama kepada anak-anaknya berdasarkan nama-nama santo/santa tersebut. Nama santo/santa yang dipilih biasanya yang Hari Nama-nya berdekatan dengan tanggal kelahiran atau baptisan si anak. Sebenarnya ini tradisi yang umum berlaku di banyak negara Eropa dan Amerika Latin. Hanya saja kalau di Polandia, Hari Nama ini populer banget sampai mengalahkan hari ulang tahun, bahkan untuk orang Polandia yang tidak beragama Katolik. Jadilah buat mereka merayakan Hari Nama atau Imieniny itu lebih penting daripada hari ulang tahun.

Salah satu bukti populernya Hari Nama bisa dilihat pada kalendar Polandia. Pada setiap tanggalnya juga dituliskan nama-nama santo/santa yang Hari Nama-nya sedang dirayakan pada hari itu. Otomatis itu juga menjadi Hari Nama untuk orang-orang Polandia yang bernama sama dengan santo/santa tersebut. Contohnya (lihat gambar tanggalan di bawah ini): tanggal 21 Januari adalah Hari Nama untuk Santa Agnieszka dan Santo Jaroslaw, maka hampir semua orang Polandia yang bernama Agnieszka dan Jaroslaw sedang merayakan Hari Nama mereka. Lucu juga ya, “ultah”nya serempak gitu..

Oh ya, tadi saya bilang “hampir semua”. Itu karena ada beberapa santa/santo yang bernama sama namun Hari Namanya berbeda-beda. Contohnya, ternyata Hari Nama untuk Santa Agnieszka ada pada tanggal 21 Januari, 28 Januari, 20 April dan 17 Juni. Jadi nggak cuma satu tanggal. Lalu, bagaimana orang Polandia yang bernama Agnieszka itu menentukan Hari Nama-nya? Yah dipilih yang paling dekat dengan tanggal lahir atau baptisannya, dan bukan untuk diganti-ganti ya. Jangan heran juga banyak banget wanita Polandia yang bernama depan Agnieszka. (I like that name!)

Seperti halnya ultah, Hari Nama juga mereka rayakan dengan kumpul-kumpul bareng keluarga atau teman untuk makan-makan atau sekedar minum-minum bersama. Untuk yang sedang merayakan Hari Nama-nya, biasanya juga mendapatkan kado kecil (only small gifts, not cake with candles!) seperti bunga, coklat, permen, perhiasan, sebotol minuman beralkohol atau hadiah kecil lainnya. Biasanya sih yang paling umum ya kasih kado rangkaian bunga. Dalam merayakan Hari Nama ini, pasti mereka menyanyikan lagu “ultah” Polandia yang terkenal banget yaitu “Sto Lat” yang berarti  “100 tahun” (sto = 100, lat = tahun). Lagunya pendek dan gampang dihafal. Kapan-kapan saya akan tulis catatan tersendiri mengenai lagu ini.

Contoh Kartu "Selamat Hari Nama" di PolandiaMeskipun dirayakan mirip hari ultah, tetap saja Hari Nama punya makna yang berbeda. Hari Nama tidak untuk merayakan pertambahan usia seseorang lho, melainkan signifikansi nama mereka. Dengan merayakan Hari Nama, yang menjadi pusat adalah mengenang teladan orang-orang kudus dan bukan umur si individu, sehingga ada unsur kedewasaan dan religi di dalamnya. Tidak heran Hari Nama ini lebih dipilih oleh orang-orang dewasa di Polandia. Kalau anak-anak dan remaja sih umumnya tetap merayakan hari ulang tahun mereka.

Daftar Hari Nama yang lengkap bisa kamu lihat di Wikipedia. Kalau kamu punya teman orang Polandia, coba deh cek Hari Nama-nya kapan dan pada hari itu kamu bisa ucapkan Selamat Hari Nama untuk dia. Gimana cara ngomongnya? “Wszystkiego najlepszego z okazji Imienin” –> Pasti ngeliat tulisannya udah puyeng duluan :) Dibacanya kira-kira begini: Vshistkiego Naylepshego z okazi imienin yang artinya “All the best on your Name Day

Dimana Hari Libur, Di Situ Toko-toko Tutup

Salah satu hal yang perlu diwaspadai kalau mau pergi ke Eropa adalah hari libur nasional dan hari Minggu. Lho, ada apa memangnya dengan hari Minggu? Di beberapa negara Eropa, hari Minggu dianggap sebagai hari istirahat dan semua toko-toko kompak menutup dagangannya. Otomatis hal ini membuat suasana di dalam kota terlihat lebih lengang dan terus terang menyulitkan bagi para wisatawan yang mau membeli oleh-oleh atau sekedar melihat-lihat obyek wisata seperti museum, gedung pertunjukan, ataupun shopping mall (Hehehe, shopping mall itu obyek wisata mata juga kan?).  Hal ini pernah saya alami waktu jalan-jalan ke Wina, Austria tahun lalu ketika hari Minggu. Aduh, kenyamanan lumayan terganggu juga, mau cari tempat makan siang saja susah benar karena tidak menemui restoran atau warung makan yang buka. Akhirnya, terpaksalah saya makan di cafe di area Istana Schonbrunn yang notabene hanya menyajikan kue-kue dan snack yang mahalnya iya kenyangnya tidak. :(

Nah, bagaimana dengan di Polandia? Syukurlah, pada hari Minggu supermarket, shopping mall, toko-toko souvenir bahkan beberapa museum dan istana tetap buka! Beberapa toko kecil seperti kios-kios di pinggir jalan atau di daerah perumahan memang tutup dan jam buka supermarket atau shopping mall lebih dipersingkat, tapi tetap mudah untuk kita membeli sesuatu yang kita cari.

Pengumuman Jadwal Buka Mall di Warsawa pada Akhir Tahun Jadi yang perlu diwaspadai, hanyalah hari-hari libur nasional dimana semua kantor, bank, mall, museum, istana, toko besar dan kecil serempak tutup! Untuk hal ini memang ada regulasi dari Pemerintah Polandia dimana pada hari-hari nasional yang ditetapkan sebagai non-working days (hari libur nasional), semua karyawan/pekerja berhak mendapatkan libur. Jadi kalau ada toko kecil yang buka, berarti itu pemiliknya langsung yang menjagai toko sementara karyawannya, bila ada, yah sedang diliburkan. Uniknya, hal ini tidak berlaku pada bioskop atau sinepleks yang berada di dalam mall karena mereka tetap buka pada hari libur nasional ini dengan jam putar film yang normal. Jadi toko-toko di mall-nya pada tutup, tapi bioskopnya buka.

Nah ini dia Hari-hari Libur Nasional di Polandia:

1 Januari : Tahun Baru
6 Januari : Hari “Tiga Raja” (Epiphany), suatu hari raya Katolik
Hari Raya Paskah (Minggu dan Senin):
tanggalnya berganti-ganti, namun biasanya di hari Minggu pertama di musim semi.
1 Mei: Hari Buruh.
3 Mei: Hari Konstitusi (memperingati proklamasi Konstitusi Polandia tahun 1791)
Corpus Christi: Hari Raya Katolik yang dirayakan pada hari Kamis, 9 minggu setelah Paskah. Pada hari ini, anak-anak umumnya menerima komuni pertama mereka dan kita bisa melihat prosesi para jemaat Katolik menuju Gereja.
15 Agustus: Ada 2 hal yang diperingati pada hari ini yaitu 1) Hari Tentara Polandia (Polish Army Day) untuk memperingati kemenangan Polandia dalam perang melawan Rusia tahun 1920 dan 2) Hari Bunda Maria (Assumption of Virgin Mary) yang dirayakan oleh umat Katolik
1 November: Hari Orang-orang Kudus (All Saints’ Day)
11 November: Hari Kemerdekaan Polandia (National Independence Day) untuk memperingati kemerdekaan Poland pada tahun 1918 yang diraih setelah mengalami partisi/dipecah-pecah wilayahnya selama 123 tahun.
25 – 26 Desember: Hari Natal

Dari daftar di atas, kelihatan ya kalau banyak hari libur nasional di Polandia yang merupakan hari perayaan bagi umat Katolik. Hal ini bisa dimaklumi karena mayoritas penduduk di Polandia (hampir 90%) memang beragama Katolik dan pengamalan hidup berkeagamaannya suprisingly still so strong! Nanti kalau jalan-jalan di Polandia, pasti lihat banyak bangunan gereja yang mana memang masih berfungsi sebagai gedung ibadah.

So, gimana menurutmu, lebih banyak mana hari libur di Poland dibanding di Indonesia?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.