Arsip Blog

Hemat Jalan-jalan di Warsawa Dengan Bus #180

Masih dalam seri “Jalan-jalan di Warsawa”, tapi kali ini fokusnya pada kata “ngirit”. Cocok untuk para backpackers dan semua yang bermotto “berani nyasar asal bisa hemat” :)

Sebenarnya melihat-lihat tempat wisata menarik di Warsawa cukup dengan naik satu bus umum aja. Selain tentunya lebih irit di ongkos, jadwal kedatangan bus yang cukup sering membuat kita nggak perlu kelamaan nunggu. Wah, beneran nih? Yap, coba deh naik bus nomor 180 dengan rutenya yang melewati tempat-tempat menarik di Warsawa  bahkan sampai ke Istana Wilanow di ujung sana. Dengan modal tiket bus 24 jam (bilet ZTM dobowy) hanya seharga 9 Zloty (US$ 3), kamu bisa puas naik-turun bus ini seharian. Dan tidak perlu nunggu lama, karena bus ini beroperasi mulai pkl 05:00 – 23:00 dengan jadwal kedatangan per 12 menit (dalam 1 jam, busnya 5 kali lewat).

Mungkin karena punya rute wisata, bus #180 umumnya sudah dilengkapi dengan layar petunjuk rute dan nama-nama halte yang sedang dan akan dilewati oleh para penumpang. Jadi memudahkan sekali. Mari kita mulai berpetualang dengan bus ini :

  • Ingin jalan-jalan ke Old Town atau Stare Miasto? Turun di halte “Hotel Bristol” atau “Pl. Zamkowy“. Begitu turun di halte ini, taraaa.. sampailah kita di area Old Town. Dari sini juga sudah langsung kelihatan megahnya Royal Castle.
  • Mau iseng masuk ke Warsaw University? Silakan turun di halte “Uniwersytet” dan kita langsung sampai di depan gerbang universitas negeri no 1 di Warsawa ini.
  • Ingin menikmati pedestrian walk di jalan Nowy Swiat yang terkenal itu? Turun di halte “Foksal” dan sampailah kita di jalan Nowy Swiat yang dipenuhi dengan berbagai toko, butik, dan kedai kopi untuk para turis.
  • Tertarik mengunjungi Istana di Atas Air di Lazienki Park? Turun di halte “Lazienki Krolewskie” untuk langsung tiba di depan gerbang taman terluas di Warsawa ini.
  • Melihat-lihat Istana Wilanow yang cantik? Turun di halte “Wilanow” yang juga merupakan halte terakhir (terminal bus) dan dari sana tinggal jalan kaki menuju Istana Wilanow. Karena kompleks istana cukup luas, jangan bingung kalau jalan masuknya memang agak jauh.

Bagian nggak enaknya naik bus ini? Yah.. namanya juga bus umum, siap-siap aja kalau di jam sibuk (peak hours) agak berdesak-desakan dengan penumpang lain. Belum lagi potensi nyasar atau kebablasan halte, karena kan nggak ada tour guide khusus di dalam bus hehe.. Makanya jangan heran, kalau lagi musim semi atau panas, sering terlihat ada turis yang pegang-pegang peta di dalam bus ini :)

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Keliling Warsawa Dengan Warsaw Sightseeing Bus

Ini kelanjutan dari catatan saya sebelumnya tentang obyek-obyek wisata menarik di Warsawa. Namanya juga mau jalan-jalan, ya harus dipikirkan juga mau naik apa. Nggak mungkin kan jalan kaki terus.. Dan sayang juga kalau duitnya dipakai untuk berkeliling naik taksi, lebih baik buat beli oleh-oleh (atau bayar denda bandara karena bagasinya overweight :) )

Salah satu pilihan transportasi yang menurut saya cukup nyaman kalau mau city tour di Warsawa adalah Warsaw Sightseeing Bus.

Moda transportasi wisata yang satu ini memang semakin familiar. Nggak cuma di negara-negara Eropa dan Amerika, ternyata cabangnya di Singapura juga sudah ada. Caranya gampang. Kamu bisa beli tiketnya langsung sama supirnya, duduk manis di dek atas (biar mantap pemandangannya), lalu siap deh diantar melihat-lihat obyek-obyek wisata pilihan di Warsawa. Bis ini terkenal dengan sistem “hop on – hop off” (kok kayak kelinci ya), dimana kamu bisa naik-turun-naik lagi bis ini semaunya selama 24 jam atau 48 jam (tergantung tiket) pada halte obyek-obyek wisata yang dilewatinya.

Tiketnya berapa? Untuk dewasa, 60 PLN (setara US$20) untuk 24 jam dan 80 PLN untuk 48 jam. Bis ini mulai beroperasi mulai pkl 11:00 siang dan berangkat tiap 1 jam sekali sampai pkl 17:00 sore. Kalau kamu tiba di Warsawa via Dworzec Centralna (Stasiun Kereta Api Centralna), nah.. gampang sekali cari bus ini. Kalau keluar dari stasiun, langsung menuju ke arah Palace of Culture sebagai patokan (gedungnya Palace of Culture kan tinggi menjulang, jadi pasti gampang kelihatan). Halte awal Warsaw Sightseeing Bus ini ada di dekat Palace of Culture, di seberang stasiun Centralna.

Rute yang dilalui bus ini adalah: Palace of CultureNowy Swiat (nama jalan yang terkenal dengan banyak toko dan coffeeshop untuk para turis) – Old Town Pilsudki Square (di sini ada Tugu Pahlawan Tak Dikenal) – National MuseumLazienki Park – dan terakhir balik lagi ke Palace of Culture. Lumayan meng-cover obyek-obyek wisata yang telah saya tulis di catatan sebelumnya kan?

Nggak enaknya bus ini… walaupun sudah bersistem hop off – hop on ala kelinci, ya tetap aja nggak fleksibel. Selain karena kita terikat dengan jadwal bus (kalau ketinggalan bus, nunggunya lamaaa lagi), bus ini sebenarnya cuma beroperasi selama 6 jam, bukan beneran 24 jam atau 48 jam lho. Tapi sempat kok kalau mau foto-foto sebentar di depan obyek-obyek wisata (meski agak buru-buru sih..) selama busnya sedang ‘nunggu penumpang’ di halte.

Untuk info lebih lanjut, bisa cek situs mereka (tersedia versi Bahasa Inggris-nya) di www.city-sightseeing.pl/en Dua gambar di atas juga saya ambil dari situs tersebut.

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Nyamannya Kendaraan Umum di Warsawa

I love the public transport in Warsaw! Nyaman banget, mudah, petunjuknya jelas, aman, dan relatif tepat waktu.. pokoknya well-developed! Benar-benar beda dari Jakarta (I’m sorry Jakarta, but your public transport..  sucks!). Nah, supaya dapat gambaran yang lebih jelas kenapa saya senang banget dengan transportasi massa di ibukota Polandia ini, ini sedikit uraiannya:

1. Tinggal pilih: Bus, Tram, atau Metro

Ada 3 moda transportasi dalam kota Warsawa: bus, tram dan metro. Yang paling banyak berseliweran di jalanan tentunya bus, namun yang paling cepat lajunya adalah si Metro (kereta bawah tanah). Semua bus umum di Warsawa berukuran besar dengan warna kuning-merah ngejreng, nggak bakalan salah dikenali :-) Kalau tram, ya namanya kereta listrik, berjalan di atas rel khusus dengan tuntunan kabel-kabel listrik di atasnya. Bus dan tram adalah kendaraan umum yang beroperasi di atas jalanan kota Warsawa, tunduk sama lampu lalu lintas, dan hanya mau berhenti di halte-halte untuk angkut/turun penumpang. Sedangkan untuk naik metro, kita harus turun ke stasiun metro yang letaknya di bawah tanah.

2. Pengelolaannya Tersentralisir

Semua moda transportasi di atas dikelola oleh satu perusahaan negara bernama Zarząd Transportu Miejskiego yang disingkat ZTM. Dari logonya (lihat gambar sebelah), langsung ‘ngeh kan kenapa warna-warna bus dan tram di Warsawa dominan kuning-merah.

Nyamannya lagi, karena pengelolaannya yang tersentralisir, cukup diperlukan satu tiket ZTM untuk bisa naik bus, tram ataupun metro. Jadi misalnya mau jalan-jalan keliling kota seharian, ya tinggal beli tiket 1 hari untuk bisa bolak-balik naik/turun bus, tram, ataupun metro sepuasnya selama satu hari itu. Sistem yang sama sebenarnya juga sudah lebih dulu diterapkan di negara-negara Eropa Barat. Kalau Jakarta kapan ya?

3. No Kenek, Beli dulu Tiket lalu Validasi

Kalau mau naik kendaraan umum di Warsawa, jangan lupa beli dulu tiket ZTM lalu nanti tiketnya divalidasi di dalam bus/tram atau sebelum masuk stasiun metro. Kalau ketahuan nggak punya tiket yang valid, bisa kena denda oleh petugas pemeriksa. Tiket ZTM disebutnya bilety ZTM (bacanya gampang: bileti ZTM), bisa dibeli di banyak tempat misalnya di ticket vending machine (mesin penjual tiket) atau di kios-kios seperti kios “Ruch” dan kios “Kopolter” yang sering ada di dekat halte bus. Kalau mau beli tiket bulanan, bisa dibeli di Biro Pelayanan Penumpang (bahasa dewanya: Punkt Obsługi Pasażerów).  Urusan tiket-tiket-an ZTM ini ada beraneka macam dan harganya, tapi di posting berikutnya aja ya.

Setelah yakin punya tiket, baru naik ke bus atau tram dan langsung cari mesin validasinya. Mesinnya yang mana sih? Itu tuh.. yang (lagi-lagi) warna kuning jreng! Di dalam setiap bus/tram, minimal ada 3 mesin (di bagian depan-tengah-belakang kendaraan), jadi biar penuh ya tetap nggak ada alasan nggak bisa validasi tiket. Caranya? Tinggal masukkan aja tiket tersebut ke dalam lubang (lubangnya yang warna merah – mustahil nggak lihat :-) ), lalu nanti langsung deh mesinnya mencetak tanggal dan jam berlakunya tiket itu sampai kapan. Keren ya? Kalau diberlakukan di Indonesia, berapa banyak kenek yang akan kehilangan lapangan pekerjaannya ya…

4. Petunjuk di Halte-nya Jelas Banget

Desain halte bus/tram di Warsawa sih 11-12 sama Jakarta, alias biasa-biasa aja. Beberapa halte malah cuma berupa tempat duduk kayu + palang papan, nggak ada shelter-nya. Tapi yang bikin hati tenang, di setiap halte pasti tertera dengan jelas bus/tram nomor berapa aja yang berhenti di halte tersebut. Dan di papan halte juga ditempel kertas petunjuk rute dan pukul berapa aja bus/tram tersebut tiba di halte ybs. Jadi kita bisa yakin udah nunggu di halte yang benar dan bisa tahu harus nunggu berapa lama lagi. Benar-benar aplikasi metode sistem antrian yang efektif ! Kemhub, bikin dong kayak begini di nusantara hikss..

Okay deh, ceritanya saya udahin dulu sampai di sini ya. Nanti posting-2 berikutnya pasti saya cerita lebih detail lagi soal transportasi massa di Warsawa, termasuk suka-dukanya kena pemeriksaan tiket, ketemu orang mabuk di bus, kesasar naik tram, ngejar-ngejar bus, hahaha… heboh sendiri deh…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.