Arsip Blog
Mari Mencoba Makanan Khas Polandia
Sebelumnya saya sudah menulis tentang makanan pokok orang Polandia (baca catatan: Cari Daging? Di Sini Tempatnya…) Sekarang saya mau cerita tentang hidangan khas Polandia yang pasti akan kamu temui dan mungkin kamu mau coba selama berkunjung ke sini. Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, makanan khas Polandia umumnya mengandung daging. Jadi saya infokan juga deh halal tidaknya.
Ini beberapa sajian khas Polandia yang terkenal dan umumnya ada dalam menu restoran atau rumah makan yang menawarkan hidangan khas Polandia. Selamat menikmati…
1. Pierogi – Dumpling ala Polandia
Ini makanan yang pasti akan kamu temui di Polandia karena saking populernya. Pierogi ini sekilas bentuknya seperti pastel tutup di Indonesia, tetapi dengan warna adonan kulit yang lebih pucat. Biasanya pierogi ini direbus, tetapi ada juga yang digoreng.
Isi pierogi sangat bermacam-macam, bisa berisi buah-buahan (strawberry, apel, ceri, blackberry, dll), sayuran (bayam, asinan kubis, kol), kentang, jamur, berbagai macam daging, atau campuran dari bahan-bahan tersebut. Yang paling tradisional adalah Ruskie, yaitu pierogi dengan isi keju putih, kentang dan bawang bombay. Karena isinya yang bisa beraneka rupa itu, pierogi dapat dimakan sebagai snack, side dish, atau bahkan makanan utama. Kalau di restoran kamu pesan pierogi, biasanya 1 porsi terdiri dari 5-6 potong ukuran sedang atau 15-20 potong ukuran kecil, jadi pasti cukup mengenyangkan.
Rasanya? Lumayan enak, dan banyak pilihan filling sesuai seleramu.
Halal? Halal, kecuali yang isinya daging karena sebagian besar daging yang dipakai adalah daging babi. Jadi sebaiknya jangan pilih “pierogi z mięsem” (pierogi isi daging) kecuali kalau sudah pastikan ke pelayan restorannya.
2. Rosół – Sup Kaldu ala Polandia
Sekilas melihat rosół, pasti ingat sup mie di Indonesia. Namun yang utama dalam rosół ini adalah cita rasa kaldu di dalam kuahnya. Kaldu yang dipakai adalah kaldu ayam atau kaldu sapi atau campuran keduanya. Tidak heran bila rosół dikenal sebagai “Polish broth” (kaldu Polandia).
Rosół ini murni sebagai makanan pembuka, jadi tidak mengenyangkan dan hanya sebagai penghangat perut sebelum masuk ke hidangan utama. Tampilannya pun sederhana kan? Proses memasaknya pun mudah, di sini banyak dijual kaldu block, jadi tidak repot mendapatkan bahannya. Sup rosół ini sangat umum disajikan sebagai sup sehari-hari di rumah-rumah orang Polandia.
Rasanya? Yaaa… seperti makan kuah kaldu saja, tidak ada istimewanya. Jadi jangan pilih ini kalau makan di restoran Polandia, bakal kecewa berat.
Halal? Halal banget! Lah isinya cuma kaldu ayam atau kaldu sapi plus mie kuning. Tidak ada yang terbuat dari kaldu babi.
3. Flaki – Soto Babat ala Polandia
Untuk yang suka soto babat, nah ini ada sister food-nya di Polandia! Flaki, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut “tripe soup” adalah salah satu sup khas Polandia. Meskipun masuk dalam kategori makanan pembuka, tetapi karena berisi babat sapi yang disuwir-suwir plus wortel, jadinya cukup mengenyangkan.
Rasanya? Saya kurang suka babat, jadi buat saya sup ini tidak favorit. Tetapi rasa kuah supnya lumayan tasty kok, karena lumayan berbumbu (bumbunya garam, lada, marjoram, jahe, pala sampai paprika). Jadi untuk yang suka soto babat, ini pilihan yang cocok untuk dicoba. Apalagi kalau udara dingin dan sup ini dimakan panas-panas.
Halal? Halal. Kan terbuat dari babat sapi.
4. Zurek – Sup Gandum ala Polandia
Ini adalah sup khas Polandia yang paling terkenal! Bahan utamanya dari gandum hitam (rye) yang difermentasi dan umumnya berisi kentang, sosis atau ham, dan telur rebus. Sering kali di restoran, isi sup zurek ini bisa semakin ramai, karena ditambah potongan bacon, iga, peterseli, atau potongan roti.
Rasanya? Enak lho, asam-asam segar! Untuk yang tidak pantang makan babi, ini pilihan sup yang patut dicoba. Apalagi kalau udara dingin, makin enak makan sup ini hangat-hangat.
Halal? Nope, tidak halal. Umumnya zurek ini berisi sosis atau ham yang terbuat dari daging babi.
5. Bigos – Makanan Khas Polandia Paling Tradisional
Bigos, atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai “Hunter’s Stew“, adalah makanan Polandia paling tradisional! Konon makanan ini disajikan dalam pesta-pesta kerajaan atau seusai acara berburu. Bahan utamanya adalah asinan kubis (sauerkraut), kol (cabbage) dan pastinya daging. Daging yang dipakai di sini bisa heboh banget, mulai dari sosis, ham, daging sapi , jamur – semuanya masuk jadi satu.
Proses memasaknya pun nggak main-main, yaitu dengan dididihkan pelan-pelan (simmering) selama 2-3 hari supaya cita rasanya keluar. Setelah matang, biasanya bigos tidak langsung dimakan tetapi dipanaskan beberapa kali supaya makin mantap rasa dan aromanya. Bigos biasanya dimakan dengan roti dan sebagai teman minumnya adalah vodka dingin.
Rasanya? Sejujurnya saya langsung ilfil saat melihat tampilan si bigos ini yang kayaknya… hmm, kacau-balau (aduh maaf ya yang orang Polandia, tapi bener deh outlook-nya aja sudah nggak nafsuin banget). Jadi saya nggak pernah nyobain makanan khas Polandia yang satu ini. Tetapi kalau kamu punya pacar atau menikah dengan orang Polandia, pasti suatu ketika kamu akan disajikan makanan ini oleh keluarga mereka. It is, afterall, the oldest tradition of Polish cuisine!
Halal? Definitely not halal! Karena bahannya memakai sosis babi dan daging ham.
6. Gołąbki – Siomay ala Polandia
Ini dia siomay-nya Polandia, dibacanya “gowomki”. Yang unik, “gołąbki” dalam bahasa Polandia berarti “merpati kecil”. Lah, apa hubungannya? Ternyata memang tidak ada, cuma sekedar nama saja
Gołąbki adalah gulungan kol (cabbage roll) yang diisi nasi dan daging. Daging yang dipakai biasanya daging sapi. Gołąbki biasanya dimakan dengan saos tomat atau di atasnya ditaburi saos jamur. Karena berisi nasi dan daging serta berukuran cukup besar, makan 2 potong saja sudah kenyang.
Rasanya? Ya mirip siomay. Lumayan enak, tapi agak hambar kalau tidak ada saosnya. Jadi untuk selera Indonesia, makan Gołąbki ini enaknya pakai saos tomat yang banyak, kalau perlu pakai saos sambal!
Halal? Halal, kan isinya terbuat dari nasi dan daging sapi.
7. Kotlet Schabowy – Pork Schnitzel ala Polandia
Kotlet schabowy adalah salah satu menu makanan utama yang paling umum tersedia di Polandia. Saya sering sekali lihat menu ini di warung-warung makan maupun restoran di Polandia. Ini makanan simple, intinya sih daging babi yang digoreng tepung. Yah semacam pork schnitzel. Biasanya dimakan dengan kentang rebus/goreng dan sayuran berupa parutan kol putih atau bit merah.
Rasanya? Enak. Untuk yang tidak pantang makan babi, bisa coba makanan ini.
Halal? Ya enggaklah. Jadi untuk yang mau coba cutlet halal ala Polandia, coba pilih kotlet dari daging lain misalnya “kotlet z kurczaka” (ayam goreng tepung) atau “kotlet z ryby” (ikan goreng tepung)
—
Itulah 7 makanan khas Polandia yang saya lihat paling populer di Polandia. Ada sih satu lagi yaitu Bebek Panggang isi Apel (sudah pernah saya tulis sebelumnya). Kalau setelah membaca catatan saya ini, kamu tidak yakin cocok dengan makanan Polandia, jangan khawatir. Di kota-kota besar Polandia ada banyak kok restoran internasional atau fast food seperti KFC, McDonalds, Pizza Hut, Kebab, dll yang bisa kamu datangi. Jadi tidak perlu bingung mau makan apa… Selamat bertualang kuliner di Polandia!
Cari Daging? Di Sini Tempatnya…
Tidak lengkap rasanya blog Polandesia ini bila tidak bercerita tentang ciri-ciri makanan khas Polandia. Yang namanya makanan khas suatu negara pasti terkait erat dengan kondisi geografis dan iklim di negara tersebut. Polandia, sebagai negara 4 musim dimana musim dinginnya sering keterlaluan lamanya, tidak mempunyai banyak pilihan sayur-mayur maupun buah-buahan. Hanya pada saat musim panas saja ada variasi sayur-sayuran yang muncul di pasar. Setelah itu kembali lagi ke wortel, kol, selada, seledri, bit, atau brokoli. So boring! I don’t know how vegetarians will survive here.
Begitu pula dengan menu ikan, karena sebagian besar wilayah Polandia terletak jauh dari lautan, ikan yang banyak dijual di pasaran bukanlah ikan segar, melainkan ikan beku atau ikan yang sudah diasapi. Enaknya di Polandia ini banyak dijual ikan salmon yang bergizi tinggi itu (bahasa Polandianya “łosoś” – dibacanya “wosos”), tidak enaknya harga ikan salmon di sini juga sangat mahal. Jadi yaa… tetap saja tidak bisa sering-sering beli.
Jadi apa dong makanan pokok orang Polandia? Kentang dan berbagai macam daging, terutama sosis! Yang namanya daging di Polandia itu, wah… berlimpah! Mulai dari daging ayam, daging kalkun, daging sapi, daging bebek, sampai yang paling populer… daging babi! Yang namanya daging itu mudah sekali ditemukan di berbagai supermarket dan pasar-pasar. Warna dagingnya pun begitu segar, apalagi di Polandia ini tidak ada lalat – jadi kita bisa yakin akan kebersihan daging tersebut meskipun belinya di kios-kios daging di pasar rakyat.
Tidak heran bila makanan khas Polandia umumnya mengandung daging (tetapi tidak semuanya dari daging babi lho!) dan tentunya berkalori tinggi. Jadi siap-siap saja bila berat badan bertambah atau kolesterol naik setelah menyantap suatu hidangan khas Polandia. Biasanya menu daging tersebut dimakan dengan kentang rebus dan salad. Untuk penawar makanan yang sarat daging itu, sering kali dipilih anggur merah (red wine) sebagai minumannya Anggur merah kabarnya terkenal baik untuk menghambat penyerapan kolesterol jahat dalam tubuh dan mencegah kanker jantung.

Beginilah suasana toko daging (sklep miesny) di Polandia. Berbagai macam daging yang akan dijual dipajang di lemari pendingin. Photo credit: http://www.sklepmiesnymis.pl
Oh ya, untuk rekan-rekan Muslim yang tidak makan daging babi, tentunya perlu berhati-hati bila memilih daging. Bagusnya, di konter-konter daging baik di supermarket dan pasar-pasar di Polandia selalu ditulis keterangan jenis daging yang dijual. Ini memudahkan pembeli sehingga yakin tidak salah pilih, apalagi kalau penampilan dagingnya mirip, misalnya filet dada ayam yang susah dibedakan dengan filet dada kalkun.
Berikut kosa kata di dunia perdagingan Polandia yang perlu diingat supaya tidak salah beli.
| Bahasa Indonesia | Bahasa Polandia |
| Daging (meat) | Mięso Kalau lihat tulisan “sklep mięsny” itu berarti ”toko daging” |
| Daging ayam (chicken) | Kurczak Kalau lihat tulisan “filet z kurczaka” itu berarti ”filet ayam” |
| Daging kalkun (turkey) | Indyk Kalau lihat tulisan “filet z indyka” itu berarti ”filet kalkun” |
| Daging bebek (duck) | Kaczka |
| Daging sapi (beef) | Wołowina – sering disingkat ”woł.” Kalau lihat tulisan ”polędwicza wołowe” itu berarti beef tenderloin atau ”daging has dalam sapi”. Selain itu, ada beberapa keterangan lain yang biasanya merujuk ke daging sapi misalnya: - rostbef = roast beef - szponder = beef sirloin - antrykot = entrecote, atau rib eye steak |
| Daging sapi muda (veal) | Cielęcina |
| Daging domba (lamb) | Jagnięcina atau baranek Kalau lihat tulisan” udziec jagniecy” itu berarti “bagian paha domba” |
| Daging kambing (mutton) | Baranina |
| Daging babi (pork) | Wieprzowina – sering disingkat ”wp.” Kalau lihat tulisan ”mięsa mielonego z wieprzowiny” itu berarti ”daging giling babi”. Selain itu sering ditemui beberapa keterangan lain yang merujuk ke daging babi, misalnya: - szynka = ham atau smoked beef dari daging babi - boczek = bacon, bentuknya adalah daging yang disayat tipis-tipis - schab = pork chop - golonka = pork knuckle |
| Sosis | Kiełbasa Kiełbasa adalah sebutan umum untuk sosis ala Polandia, yang biasanya terbuat dari daging babi, atau campuran daging babi dan daging sapi. Kalau mencari sosis ayam, cari yang di kemasannya tertulis “kiełbasy z kurczaka” |
Ketika saya mengeluh tentang iklim di Polandia yang sangat dingin, teman saya (seorang wanita Polandia separuh baya) dengan serius menyarankan saya untuk berpindah pola makan seperti orang Polandia. Maksudnya memperbanyak makan daging, kentang, dan salad juga sedikit-sedikit minum anggur (1 sloki per hari) untuk memperkuat pertahanan tubuh selama musim dingin ini. Ada betulnya juga, mungkin karena itu orang-orang Polandia ini sudah terbiasa menghadapi cuaca di negara mereka yang sering mendung dan dingin. Yang pasti, dari banyaknya ketersediaan daging dan kentang di sini (kentang di Polandia banyak banget macamnya!), memang sudah terlihat gambaran makanan utama mereka.
Semoga catatan saya ini bermanfaat untuk yang akan mengarungi dunia perdagingan di Polandia
Kapan-kapan catatannya akan saya lanjutkan dengan info mengenai sajian khas Polandia yang sering saya lihat maupun yang pernah saya coba.

