Arsip Blog

Meski Terang, Tetap Harus Nyalakan Lampu

Yihaa.. sebentar lagi mau libur Paskah :) A long weekend, sunny spring weather and interesting traditional celebrations to enjoy! Berbeda dengan di Jakarta yang suasana perayaan Paskahnya lebih bikin was-was karena isu bom (hikss..), di Polandia ini suasana menyambut Paskah terasa riang dan menyenangkan. Banyak hal yang menarik buat saya. Tunggu ya catatan saya tentang tradisi Paskah di Polandia. Hopefully I can take some photos to show you, too.

Sekarang ini saya mau menyampaikan info tentang aturan berkendaraan di Polandia. Lho kok nggak nyambung sama opening paragraph di atas? Hahaha… nyambung kok (meski sedikit :) ) Karena mau libur Paskah, banyak orang yang mengambil kesempatan ini untuk berlibur ke luar kota, baik orang Polandia-nya maupun kaum ekspatriat yang ada di Warsawa sini. Jadi tentunya perlu diketahui tentang rambu-rambu mengendarai mobil di Polandia ini supaya jangan kena tilang. Maklum, beda negara, tentu beda pula traffic rules-nya.

Inilah beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang aturan berkendaraan mobil di Polandia:
  • Kecepatan maksimum di area perkotaan: 50 km/jam dari pkl 05:00 – 23:00 dan 60 km/jam dari 23:00 – 05:00, di luar daerah perkotaan dan highways 90 km/jam, dan di jalur motor (motorways) 130 km/jam. Polandia memasang fotoradar untuk alat pengontrol kecepatan (kontrola prędkości) baik di jalan-jalan dalam kota maupun di highways. Kalau ketahuan ngebut, bisa dikenakan denda antara 50 – 500 Zloty.

Fotoradar yang dipasang untuk sensor kecepatan kendaraan di Polandia. Watch out your speed!

  • Maksimum kadar alkohol dalam darah adalah 0.2‰ atau 0.2 promilles. Untuk ukuran Eropa, ini batasan yang ketat sekali, karena minum 1 gelas bir saja sudah melampaui batas tersebut. Makanya tak jarang saya temui  pasangan suami-istri Polandia yang sudah janjian, giliran siapa yang tidak  boleh minum wine, bir atau vodka selama acara karena harus nyetir mobil.
  • Ini yang paling aneh buat saya: Lampu depan mobil (head lights) harus dinyalakan setiap saat, sepanjang tahun. Jadi pada saat musim panas atau siang hari yang terang benderang pun, lampu depan mobil tetap harus dihidupkan!
  • Sabuk pengaman (seatbelts) harus dikenakan oleh semua orang yang ada di mobil: si pengendara dan para penumpang di kursi depan maupun kursi belakang.
  • Anak-anak di bawah 12 tahun wajib duduk di atas children car seat yang dipasang di kursi belakang (tidak boleh di kursi depan). Makanya hal yang sangat umum bila di jok belakang mobil-mobil Polandia ini ada car seat untuk anak-anak.
  • Mobil harus dilengkapi dengan alat pemadam api, kotak P3K dan segitiga peringatan bahaya (hazard-warning reflexive triangle) dan dilarang menggunakan ponsel selama mengemudi.
  • Bus yang melaju dari halte dan tram di bundaran atau perempatan mendapat prioritas jalan. Hal ini berlaku dengan tertib lho, makanya saya nyaman banget naik kendaraan umum di sini karena bus dan tram-nya tidak harus ‘rebutan’ tempat dengan mobil-mobil pribadi di jalanan.
Selain traffic rule yang berbeda (lebih ketat), yang paling bikin kagok adalah tempat setir di mobil Polandia yang ada di sebelah kiri, sementara di Indonesia kan setirnya ada di sebelah kanan. Butuh waktu untuk membiasakan diri. Tapi dari pengamatan saya, kemampuan menyetir orang Indonesia umumnya lebih halus  daripada orang Polandia :)

Di sini orang-orang Polandia kalau menyetir cenderung kurang hati-hati, sering ngebut, dan kalau menyalip sering membuat kaget, apalagi kalau di highways ketika mau keluar kota. Masalah kekuranghati-hatian ini bisa dilihat dari tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Polandia (apalagi kalau sedang long weekend) yang merupakan salah satu yang terburuk di Eropa! Namun meskipun begitu, para pengendara Polandia ini jarang membunyikan klakson kecuali kalau benar-benar penting dan kesal. Beda dengan pengemudi di Indonesia yang tidak segan-segan membunyikan klakson.  Kesimpulan saya, separah-parahnya pengendara Polandia, pasti akan shock kalau lihat kondisi lalu lintas di Jakarta yang lebih kacau lagi apalagi kalau ketemu sama model supir metromini maut…

Hemat Jalan-jalan di Warsawa Dengan Bus #180

Masih dalam seri “Jalan-jalan di Warsawa”, tapi kali ini fokusnya pada kata “ngirit”. Cocok untuk para backpackers dan semua yang bermotto “berani nyasar asal bisa hemat” :)

Sebenarnya melihat-lihat tempat wisata menarik di Warsawa cukup dengan naik satu bus umum aja. Selain tentunya lebih irit di ongkos, jadwal kedatangan bus yang cukup sering membuat kita nggak perlu kelamaan nunggu. Wah, beneran nih? Yap, coba deh naik bus nomor 180 dengan rutenya yang melewati tempat-tempat menarik di Warsawa  bahkan sampai ke Istana Wilanow di ujung sana. Dengan modal tiket bus 24 jam (bilet ZTM dobowy) hanya seharga 9 Zloty (US$ 3), kamu bisa puas naik-turun bus ini seharian. Dan tidak perlu nunggu lama, karena bus ini beroperasi mulai pkl 05:00 – 23:00 dengan jadwal kedatangan per 12 menit (dalam 1 jam, busnya 5 kali lewat).

Mungkin karena punya rute wisata, bus #180 umumnya sudah dilengkapi dengan layar petunjuk rute dan nama-nama halte yang sedang dan akan dilewati oleh para penumpang. Jadi memudahkan sekali. Mari kita mulai berpetualang dengan bus ini :

  • Ingin jalan-jalan ke Old Town atau Stare Miasto? Turun di halte “Hotel Bristol” atau “Pl. Zamkowy“. Begitu turun di halte ini, taraaa.. sampailah kita di area Old Town. Dari sini juga sudah langsung kelihatan megahnya Royal Castle.
  • Mau iseng masuk ke Warsaw University? Silakan turun di halte “Uniwersytet” dan kita langsung sampai di depan gerbang universitas negeri no 1 di Warsawa ini.
  • Ingin menikmati pedestrian walk di jalan Nowy Swiat yang terkenal itu? Turun di halte “Foksal” dan sampailah kita di jalan Nowy Swiat yang dipenuhi dengan berbagai toko, butik, dan kedai kopi untuk para turis.
  • Tertarik mengunjungi Istana di Atas Air di Lazienki Park? Turun di halte “Lazienki Krolewskie” untuk langsung tiba di depan gerbang taman terluas di Warsawa ini.
  • Melihat-lihat Istana Wilanow yang cantik? Turun di halte “Wilanow” yang juga merupakan halte terakhir (terminal bus) dan dari sana tinggal jalan kaki menuju Istana Wilanow. Karena kompleks istana cukup luas, jangan bingung kalau jalan masuknya memang agak jauh.

Bagian nggak enaknya naik bus ini? Yah.. namanya juga bus umum, siap-siap aja kalau di jam sibuk (peak hours) agak berdesak-desakan dengan penumpang lain. Belum lagi potensi nyasar atau kebablasan halte, karena kan nggak ada tour guide khusus di dalam bus hehe.. Makanya jangan heran, kalau lagi musim semi atau panas, sering terlihat ada turis yang pegang-pegang peta di dalam bus ini :)

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Nyamannya Kendaraan Umum di Warsawa

I love the public transport in Warsaw! Nyaman banget, mudah, petunjuknya jelas, aman, dan relatif tepat waktu.. pokoknya well-developed! Benar-benar beda dari Jakarta (I’m sorry Jakarta, but your public transport..  sucks!). Nah, supaya dapat gambaran yang lebih jelas kenapa saya senang banget dengan transportasi massa di ibukota Polandia ini, ini sedikit uraiannya:

1. Tinggal pilih: Bus, Tram, atau Metro

Ada 3 moda transportasi dalam kota Warsawa: bus, tram dan metro. Yang paling banyak berseliweran di jalanan tentunya bus, namun yang paling cepat lajunya adalah si Metro (kereta bawah tanah). Semua bus umum di Warsawa berukuran besar dengan warna kuning-merah ngejreng, nggak bakalan salah dikenali :-) Kalau tram, ya namanya kereta listrik, berjalan di atas rel khusus dengan tuntunan kabel-kabel listrik di atasnya. Bus dan tram adalah kendaraan umum yang beroperasi di atas jalanan kota Warsawa, tunduk sama lampu lalu lintas, dan hanya mau berhenti di halte-halte untuk angkut/turun penumpang. Sedangkan untuk naik metro, kita harus turun ke stasiun metro yang letaknya di bawah tanah.

2. Pengelolaannya Tersentralisir

Semua moda transportasi di atas dikelola oleh satu perusahaan negara bernama Zarząd Transportu Miejskiego yang disingkat ZTM. Dari logonya (lihat gambar sebelah), langsung ‘ngeh kan kenapa warna-warna bus dan tram di Warsawa dominan kuning-merah.

Nyamannya lagi, karena pengelolaannya yang tersentralisir, cukup diperlukan satu tiket ZTM untuk bisa naik bus, tram ataupun metro. Jadi misalnya mau jalan-jalan keliling kota seharian, ya tinggal beli tiket 1 hari untuk bisa bolak-balik naik/turun bus, tram, ataupun metro sepuasnya selama satu hari itu. Sistem yang sama sebenarnya juga sudah lebih dulu diterapkan di negara-negara Eropa Barat. Kalau Jakarta kapan ya?

3. No Kenek, Beli dulu Tiket lalu Validasi

Kalau mau naik kendaraan umum di Warsawa, jangan lupa beli dulu tiket ZTM lalu nanti tiketnya divalidasi di dalam bus/tram atau sebelum masuk stasiun metro. Kalau ketahuan nggak punya tiket yang valid, bisa kena denda oleh petugas pemeriksa. Tiket ZTM disebutnya bilety ZTM (bacanya gampang: bileti ZTM), bisa dibeli di banyak tempat misalnya di ticket vending machine (mesin penjual tiket) atau di kios-kios seperti kios “Ruch” dan kios “Kopolter” yang sering ada di dekat halte bus. Kalau mau beli tiket bulanan, bisa dibeli di Biro Pelayanan Penumpang (bahasa dewanya: Punkt Obsługi Pasażerów).  Urusan tiket-tiket-an ZTM ini ada beraneka macam dan harganya, tapi di posting berikutnya aja ya.

Setelah yakin punya tiket, baru naik ke bus atau tram dan langsung cari mesin validasinya. Mesinnya yang mana sih? Itu tuh.. yang (lagi-lagi) warna kuning jreng! Di dalam setiap bus/tram, minimal ada 3 mesin (di bagian depan-tengah-belakang kendaraan), jadi biar penuh ya tetap nggak ada alasan nggak bisa validasi tiket. Caranya? Tinggal masukkan aja tiket tersebut ke dalam lubang (lubangnya yang warna merah – mustahil nggak lihat :-) ), lalu nanti langsung deh mesinnya mencetak tanggal dan jam berlakunya tiket itu sampai kapan. Keren ya? Kalau diberlakukan di Indonesia, berapa banyak kenek yang akan kehilangan lapangan pekerjaannya ya…

4. Petunjuk di Halte-nya Jelas Banget

Desain halte bus/tram di Warsawa sih 11-12 sama Jakarta, alias biasa-biasa aja. Beberapa halte malah cuma berupa tempat duduk kayu + palang papan, nggak ada shelter-nya. Tapi yang bikin hati tenang, di setiap halte pasti tertera dengan jelas bus/tram nomor berapa aja yang berhenti di halte tersebut. Dan di papan halte juga ditempel kertas petunjuk rute dan pukul berapa aja bus/tram tersebut tiba di halte ybs. Jadi kita bisa yakin udah nunggu di halte yang benar dan bisa tahu harus nunggu berapa lama lagi. Benar-benar aplikasi metode sistem antrian yang efektif ! Kemhub, bikin dong kayak begini di nusantara hikss..

Okay deh, ceritanya saya udahin dulu sampai di sini ya. Nanti posting-2 berikutnya pasti saya cerita lebih detail lagi soal transportasi massa di Warsawa, termasuk suka-dukanya kena pemeriksaan tiket, ketemu orang mabuk di bus, kesasar naik tram, ngejar-ngejar bus, hahaha… heboh sendiri deh…

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.