Arsip Blog

I Want To Tell You…

Kalau cuaca terang, paling enak jalan-jalan sore di Stare Miasto (Kota Tua) di Warsawa. Tak heran setiap sore di kala musim panas, suasana Stare Miasto terasa lebih hidup dengan banyaknya turis maupun warga lokal yang ingin menikmati keindahan kota tua sambil bersantai. Polandesian pun turut mengambil kesempatan ini. Ketika sedang melintasi jalan Krakowskie Przedmiescie, yaitu jalan panjang menuju Kota Tua Warsawa, mata tiba-tiba tertumbuk pada tulisan di atas trotoar dekat sepeda yang sedang diparkir. Bukan, isinya bukan peringatan lalu lintas atau rambu jalan, tetapi lebih mirip sebuah paragraf. Karena hati tertarik, mata pun mendekat…

Sekilas saya lihat baris pertamanya “Chcę Ci powiedzieć” yang artinya ‘I Want To Tell You’. Hmm, kok lebih mirip satu bait puisi ya? Karena buru-buru dan mumpung bawa kamera, saya jepret saja tulisannya untuk dilihat lebih jelas di rumah. Ini dia tulisan lengkapnya dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Puitis juga nih :)

Chcę Ci powiedzieć
jak bardzo Cię cenię

Chcę Ci powiedzieć
jak bardzo Cię podziwiam

Chcę Ci powiedzieć
uważaj na te drogi

Ale nie mam odwagi…

Saya ingin memberitahumu
betapa berharganya kamu

Saya ingin memberitahumu
betapa saya mengagumimu

Saya ingin memberitahumu
berhati-hatilah di jalan ini

Tetapi saya tidak punya keberanian…

Apakah memang ini sebuah puisi? Apakah ada hubungannya sama sepeda yang diparkir di dekat tulisan itu? Hahaha, ternyata enggak kok. Setelah saya cari tahu, ternyata ini adalah penggalan lirik lagu terkenal dari band punk rock asal Polandia, Kult. Judul lagunya “Lewe Lewe Loff” dari album Muj Wydafca yang beredar tahun 1994. Grup musik Kult memang sama sekali bukan band baru, dia sudah terbentuk sejak tahun 1982 (uzur banget ya…) dan dimotori oleh Kazik Staszewski. Lagunya memang kedengaran nge-punk sekaligus catchy. Kalau tertarik, lagunya bisa didengar di sini atau lihat videonya di YouTube. Untuk tahu lirik lengkap dari lagu ini, bisa dilihat di website-nya Kult.

Malam Mingguan di Warsawa? Ke Festival Jazz Aja..

Musim panas adalah saat yang mengasyikkan untuk menikmati suasana kota-kota di Eropa dan peradabannya. Di musim inilah, berbagai atraksi dan pertunjukan di ruang terbuka digelar untuk publik. Umumnya pada akhir pekan, free of charge dan selalu dipenuhi dengan orang-orang yang ingin bersantai sekaligus menikmati hiburan. Warsawa, sebagai ibukota Polandia, tentu tak mau kalah. Musim panas bagi kota ini adalah waktu yang tepat untuk mempromosikan dirinya sebagai kota budaya.

Tahun 2011 ini, kembali digelar International Open Air Jazz Festival di Kota Tua Warsawa untuk yang ke-17 kalinya! Nama resminya “XVII Międzynarodowy Plenerowy Festiwal Jazz Na Starówce“. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, konser musik jazz yang terbuka dan gratis untuk umum ini diadakan setiap hari Sabtu mulai pukul 7 malam, selama bulan Juli-Agustus. Musisi yang tampil berasal dari berbagai negara dan berbeda-beda setiap minggunya. Bagaimana? Ide yang tepat kan untuk menghabiskan malam minggu dengan murah meriah? :)

International Jazz Festival at Warsaw’s Old Town Square. Foto di atas diambil beberapa saat sebelum dimulainya pertunjukan pada hari Sabtu, 9 Juli 2011. Semakin malam, semakin banyak orang yang datang. Ratusan orang pun rela berdiri dan agak berdesak-desakan di Stary Rynek (Old Town Square) yang memang tidak seberapa luas untuk skala festival. Banyak juga yang memilih mendengarkan konser musik tersebut sambil duduk menikmati makanan/minuman di restoran-restoran yang ada di sekitar rynek. Saat musim panas, hampir semua restoran di Kota Tua menyediakan outside tables untuk yang ingin bersantap di luar ruangan (al fresco dining). Hari itu musisi yang perform adalah Naxos Quintet yang memadukan jazz dengan musik bernada Timur Tengah. Benar-benar kolaborasi yang unik, kalau tak mau dibilang aneh, hehehe… Untuk melihat program lengkap dari festival jazz ini, bisa cek www.jazznastarowce.pl

Hemat Jalan-jalan di Warsawa Dengan Bus #180

Masih dalam seri “Jalan-jalan di Warsawa”, tapi kali ini fokusnya pada kata “ngirit”. Cocok untuk para backpackers dan semua yang bermotto “berani nyasar asal bisa hemat” :)

Sebenarnya melihat-lihat tempat wisata menarik di Warsawa cukup dengan naik satu bus umum aja. Selain tentunya lebih irit di ongkos, jadwal kedatangan bus yang cukup sering membuat kita nggak perlu kelamaan nunggu. Wah, beneran nih? Yap, coba deh naik bus nomor 180 dengan rutenya yang melewati tempat-tempat menarik di Warsawa  bahkan sampai ke Istana Wilanow di ujung sana. Dengan modal tiket bus 24 jam (bilet ZTM dobowy) hanya seharga 9 Zloty (US$ 3), kamu bisa puas naik-turun bus ini seharian. Dan tidak perlu nunggu lama, karena bus ini beroperasi mulai pkl 05:00 – 23:00 dengan jadwal kedatangan per 12 menit (dalam 1 jam, busnya 5 kali lewat).

Mungkin karena punya rute wisata, bus #180 umumnya sudah dilengkapi dengan layar petunjuk rute dan nama-nama halte yang sedang dan akan dilewati oleh para penumpang. Jadi memudahkan sekali. Mari kita mulai berpetualang dengan bus ini :

  • Ingin jalan-jalan ke Old Town atau Stare Miasto? Turun di halte “Hotel Bristol” atau “Pl. Zamkowy“. Begitu turun di halte ini, taraaa.. sampailah kita di area Old Town. Dari sini juga sudah langsung kelihatan megahnya Royal Castle.
  • Mau iseng masuk ke Warsaw University? Silakan turun di halte “Uniwersytet” dan kita langsung sampai di depan gerbang universitas negeri no 1 di Warsawa ini.
  • Ingin menikmati pedestrian walk di jalan Nowy Swiat yang terkenal itu? Turun di halte “Foksal” dan sampailah kita di jalan Nowy Swiat yang dipenuhi dengan berbagai toko, butik, dan kedai kopi untuk para turis.
  • Tertarik mengunjungi Istana di Atas Air di Lazienki Park? Turun di halte “Lazienki Krolewskie” untuk langsung tiba di depan gerbang taman terluas di Warsawa ini.
  • Melihat-lihat Istana Wilanow yang cantik? Turun di halte “Wilanow” yang juga merupakan halte terakhir (terminal bus) dan dari sana tinggal jalan kaki menuju Istana Wilanow. Karena kompleks istana cukup luas, jangan bingung kalau jalan masuknya memang agak jauh.

Bagian nggak enaknya naik bus ini? Yah.. namanya juga bus umum, siap-siap aja kalau di jam sibuk (peak hours) agak berdesak-desakan dengan penumpang lain. Belum lagi potensi nyasar atau kebablasan halte, karena kan nggak ada tour guide khusus di dalam bus hehe.. Makanya jangan heran, kalau lagi musim semi atau panas, sering terlihat ada turis yang pegang-pegang peta di dalam bus ini :)

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Keliling Warsawa Dengan Warsaw Sightseeing Bus

Ini kelanjutan dari catatan saya sebelumnya tentang obyek-obyek wisata menarik di Warsawa. Namanya juga mau jalan-jalan, ya harus dipikirkan juga mau naik apa. Nggak mungkin kan jalan kaki terus.. Dan sayang juga kalau duitnya dipakai untuk berkeliling naik taksi, lebih baik buat beli oleh-oleh (atau bayar denda bandara karena bagasinya overweight :) )

Salah satu pilihan transportasi yang menurut saya cukup nyaman kalau mau city tour di Warsawa adalah Warsaw Sightseeing Bus.

Moda transportasi wisata yang satu ini memang semakin familiar. Nggak cuma di negara-negara Eropa dan Amerika, ternyata cabangnya di Singapura juga sudah ada. Caranya gampang. Kamu bisa beli tiketnya langsung sama supirnya, duduk manis di dek atas (biar mantap pemandangannya), lalu siap deh diantar melihat-lihat obyek-obyek wisata pilihan di Warsawa. Bis ini terkenal dengan sistem “hop on – hop off” (kok kayak kelinci ya), dimana kamu bisa naik-turun-naik lagi bis ini semaunya selama 24 jam atau 48 jam (tergantung tiket) pada halte obyek-obyek wisata yang dilewatinya.

Tiketnya berapa? Untuk dewasa, 60 PLN (setara US$20) untuk 24 jam dan 80 PLN untuk 48 jam. Bis ini mulai beroperasi mulai pkl 11:00 siang dan berangkat tiap 1 jam sekali sampai pkl 17:00 sore. Kalau kamu tiba di Warsawa via Dworzec Centralna (Stasiun Kereta Api Centralna), nah.. gampang sekali cari bus ini. Kalau keluar dari stasiun, langsung menuju ke arah Palace of Culture sebagai patokan (gedungnya Palace of Culture kan tinggi menjulang, jadi pasti gampang kelihatan). Halte awal Warsaw Sightseeing Bus ini ada di dekat Palace of Culture, di seberang stasiun Centralna.

Rute yang dilalui bus ini adalah: Palace of CultureNowy Swiat (nama jalan yang terkenal dengan banyak toko dan coffeeshop untuk para turis) – Old Town Pilsudki Square (di sini ada Tugu Pahlawan Tak Dikenal) – National MuseumLazienki Park – dan terakhir balik lagi ke Palace of Culture. Lumayan meng-cover obyek-obyek wisata yang telah saya tulis di catatan sebelumnya kan?

Nggak enaknya bus ini… walaupun sudah bersistem hop off – hop on ala kelinci, ya tetap aja nggak fleksibel. Selain karena kita terikat dengan jadwal bus (kalau ketinggalan bus, nunggunya lamaaa lagi), bus ini sebenarnya cuma beroperasi selama 6 jam, bukan beneran 24 jam atau 48 jam lho. Tapi sempat kok kalau mau foto-foto sebentar di depan obyek-obyek wisata (meski agak buru-buru sih..) selama busnya sedang ‘nunggu penumpang’ di halte.

Untuk info lebih lanjut, bisa cek situs mereka (tersedia versi Bahasa Inggris-nya) di www.city-sightseeing.pl/en Dua gambar di atas juga saya ambil dari situs tersebut.

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Yuk Jalan-jalan Satu Hari di Warsawa!

Kali ini saya mau mulai membahas tentang tempat-tempat yang menarik dikunjungi di Polandia. Soalnya saya yakin nggak banyak teman-teman di Indonesia yang punya gambaran, mau lihat apa sih di Polandia. Nah, kita mulai dengan jalan-jalan di ibukota-nya Polandia ya, kota Warsawa.

Warsawa sendiri lebih merupakan kota bisnis dan pemerintahan. Sebenarnya nggak banyak obyek wisatanya di sini, apalagi kalau kitanya nggak tertarik lihat-lihat museum :) Untuk kota turisnya lebih tepat kunjungi kota Krakow (kira-kira 3 jam kalau naik KA dari Warsawa). Tapi karena sekarang saya tinggalnya di Warsawa, ya kita mulai dari sini dulu.

Inilah obyek-obyek yang menarik kalau mau mengunjungi Warsawa:

1.  Kota Tua (Stare Miasto)

Yang satu ini nggak boleh dilewatkan kalau ke Warsawa! Kota Tua atau dalam bahasa Polandnya disebut Stare Miasto (dibacanya sama dengan ejaan bahasa Indo: Stare Miasto) adalah distrik bersejarah yang paling tua di Warsawa dan indah banget!. Dibangun pada abad ke-13, seluruh bangunan di tempat ini pernah dihancurkan sampai rata dengan tanah oleh tentara Jerman pada saat Perang Dunia II. Barulah tahun 1950-an dibangun kembali, brick-by-brick and so painstakingly sampai makan waktu > 10 tahun (tepatnya 1949 – 1963 dan 1970), dan sekarang termasuk daftar UNESCO World Heritage Site.

Di Kota Tua bisa puas-puasin mata banget deh, apalagi yang hobi fotografi. Soalnya banyak bangunan menarik di sini dan setiap sudut kotanya artistik banget.  Dimulai dari Royal Castle (Zamek Krolewski), Kolumn King Zygmunt, St Anna Church, dan St. John Cathedral sampai ke jantung kotanya yaitu Old Town Square (Rynek Starego Miasto) yang dikelilingi oleh bangunan ekletik berwarna-warni dan ditengahnya dibangun patung Syrena (putri duyung lambang kota Warsawa). Oh ya, untuk Royal Castle, worth it kok untuk dimasuki karena di sini boleh berfoto di dalamnya :) Tiket masuknya 22 PLN (sekitar $7).

Dari Old Town Square silakan nyambung terus ke Kota Baru (Nowe Miasto) yang dibatasi oleh Benteng Barbakan yang panjang dan berbata merah. Di Kota Baru ini juga banyak bangunan yang menarik, termasuk rumah masa mudanya Marie Curie (ilmuwan wanita terkenal yang memenangkan Nobel Fisika).

Aduh, banyak deh, dibahas lebih rinci di postingan tersendiri aja ya. Yang pasti, jalan-jalan di sini jangan buru-buru, karena di sinilah jantung hatinya Warsawa.

2. Istana Wilanow (Palac w Wilanowie)

Ini asli istana musim panas untuk keluarga raja-raja Polandia yang dibangun di abad ke-17 dan ajaibnya nggak ikut dihancurkan selama PD II. Ada juga kebun istananya yang bagus banget kalau lagi musim panas. Kalau bisa sempatkan masuk ke dalam istananya (tiket masuknya 16 PLN atau sekitar $5) dan melihat-lihat bagian dalamnya yang terdiri dari 2 lantai. Yang menarik sih lantai 1, soalnya kalau di lantai 2 isinya lebih ke koleksi lukisan portrait dari anggota keluarga kerajaan. Sayangnya di dalam istana nggak boleh ambil foto.

Kalau mau masuk ke Istana-nya, lebih baik pagi-pagi karena Istana tutup pkl 16:00 (pengunjung terakhir boleh masuk ke Istana pkl 15:00). Kalaupun tidak mau masuk (cuma lihat-2 atau berfoto di luar istana), ya tetap datang pagi soalnya lokasinya di ujung sendiri. Sementara obyek wisata yang lain lebih ke tengah kota hehehe..

3. Park Lazienki

Di Warsawa ada banyak taman (mungkin karena itu tingkat polusi udara di sini cukup rendah), dan Park Lazienki ini merupakan taman yang terbesar di Warsawa! Di sini harus kuat jalan kaki :) soalnya lumayan menjelajahi taman supaya bisa lihat 2 point of interests:

3.1) Istana Lazienki atau yang lebih dikenal dengan Istana di Atas Air karena memang dibangun di atas pulau kecil buatan di atas danau. Istananya sendiri nggak terlalu besar, dibangun abad 17 sebagai bathhouse untuk keluarga raja dan sekarang dipertahankan sebagai museum yang bisa dimasuki. Nggak perlu masuk sih menurut saya, lebih seru menikmati suasana sekitar danau yang asri karena inilah kompleks raja Poland dulu menikmati musim panasnya.

3.2) Patung Frederic Chopin, musisi klasik yang terkenal banget itu! Kalau musim panas, tiap hari Minggu pkl 12:00 dan pkl 16:00 ada konser musik Chopin (gratis!) yang digelar di dekat area patung itu. Kadang murni piano klasik, kadang udah dikolaborasi dengan musik pop dan rok. Bicara soal Chopin, wah.. orang Poland mah bangga banget ama musisi yang lahir dan besar di Poland itu. Di sini ada Chopin Museum, Chopin Music University, dan tiap tahun digelar Chopin Festival. Kalau suka musik klasik, sempatkan masuk museumnya deh.

4. Palace of Culture and Science (Palac Kultury i Nauki)

Inilah landmarknya kota Warsawa. Sering disingkat dengan sebutan Palace Culture atau PKiN. Dengan tinggi 231 m, inilah gedung tertinggi di Warsawa yang katanya bisa dilihat dari semua penjuru kota (bila cuaca cerah). Biarpun katanya landmark, sebenarnya orang-orang Polandia sendiri nggak suka dengan bangunan ini karena ternyata bangunan ini hadiah dari Joseph Stalin ketika Poland masih berada di bawah cengkraman Uni Soviet. Kabarnya, Stalin sang tirani kejam itu sengaja memerintahkan pembangunan Palace Culture ini pada tahun 1952-1955 sebagai simbol dominasi Uni Sovyet yang mengawasi tingkah laku orang-orang Polandia supaya ‘jangan macam-macam’ di era komunisme itu. Ingat jargon “The Big Brother is watching?

Sekarang Palace Culture ini dijadikan sebagai tempat perkantoran, gedung teater dan pameran, gedung pertunjukan, museum bahkan bioskop! Bisa juga naik ke lantai 30-nya (lantai Panorama) untuk lihat kota Warsawa dari atas, tapi jujur sih.. nggak worth it soalnya pemandangannya nggak bagus-bagus banget :) Tapi harus sempatkan foto di depan gedung ini ya, gimana pun juga kan landmark kota Warsawa.

Obyek lainnya yang juga menarik, andaikan punya waktu lebih di Warsawa, saya rekomen kunjungi:
- Museum Uprising Warsaw (Muzeum Powstania Warszawskiego)
- National Museum (Muzeum Narodowe), dan
- Copernicus Science Center (Kopernik Centrum Nauki)
Hayoo, suka museum dan iptek nggak? Hihihi..

So.. to resume this posting, ini rekomendasi saya untuk itinerary one-day trip in Warsaw. Oh ya, better you come in summer dimana siangnya lebih panjang jadi waktu jalan-jalannya bisa lebih lama *nggak mau rugi*:

1. Pagi (mulai pukul 09:00): mengunjungi Istana Wilanow.
2. Menuju ke Park Lazienki, pertama cari Patung Chopin yang bisa kelihatan dari pintu masuk taman, lalu masuk ke tengah-tengah taman untuk menemukan Istana di Atas Air (hahaha.. ini itinerary atau berburu harta karun sih).
3. Ke tengah kota (Centrum) untuk berfoto di depan Palace Culture (hihi, cukup foto doang)
4. Terakhir: puas-puasin ngubek Stare Miasto dan Nowe Miasto.

Oh ya, tips satu lagi, kalau emang tight-budget, ke Warsawa-nya hari Minggu aja, soalnya pada hari Minggu masuk Istana Wilanow dan Royal Castle di Kota Tua gra-tis! Horee..Tapi jumlahnya terbatas lho, jadi ya better come early deh.

Selamat berpetualang di Warsawa! :)

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.