Arsip Blog

Ini Saatnya Berburu Ikan Karp

Tiap kali  menjelang Natal, pasti ada pemandangan unik di supermarket-supermarket besar di Polandia. Bukan, bukan mengenai hiasan Natal yang dipasang dimana-mana, atau keramaian pengunjung yang membludak, atau Christmas Sale yang dinanti-nanti – kalau itu sudah pasti bisa ditebak deh (dan memang tidak jauh berbeda dengan suasana di mall-mall Jakarta saat ini kan?) Di Polandia, saat menjelang Natal adalah juga saat berburu ikan karp hidup-hidup!

Menjelang Natal, supermarket-2 di Polandia mulai ramai menjual ikan karp. Photo credit: www.gazetakaszubska.pl

Apaan tuh ikan karp? Berburunya di laut ‘gitu? Bukan, berburunya ya di supermarket dan di pasar… Asal tahu saja, di Warsawa ini sulit menemukan ikan hidup atau ikan segar, yang banyak dijual di supermarket maupun pasar rakyat adalah ikan beku (frozen fish). Namun sejak pertengahan Desember, di berbagai hipermarket di Polandia (seperti di Carrefour, Tesco, Real, Auchan) mulailah muncul bak-bak biru besar berisikan ikan-ikan karp hidup. Harganya terbilang murah  dibandingkan jenis ikan lainnya, hanya 9-11 złoty/kg (bahkan kalau lagi hari promosi hanya 6.9 złoty/kg). Tadinya saya pikir mungkin karena harganya yang murah itu makanya orang-orang rela antri puanjaang demi mendapatkan si ikan… tetapi ternyata bukan itu. Ternyata ada hubungan istimewa antara ikan karp dan hari Natal di Polandia.

Di Polandia, ada tradisi malam Natal atau Christmas Eve yang disebut Wigilia yang dirayakan pada tanggal 24 Desember. Pada malam sebelum Hari Natal ini, akan ada jamuan besar berupa 12 menu makanan bagi seluruh keluarga yang berkumpul. Nah, menu utamanya harus ikan (tidak boleh daging merah) dan ikan yang paling umum untuk disajikan adalah si ikan karp ini! Kata teman saya yang menikah dengan orang Polandia, sebenarnya sih sah-sah saja bila ikannya diganti dengan ikan lain misalnya ikan salmon, tetapi katanya nggak afdol (nggak tradisi)! Belum lagi, harga ikan salmon kan mahalnya berkali-kali lipat (di Warsawa, harga ikan salmon sekitar 50-60 złoty/kg) sedangkan yang mau dikasih makan kan sekeluarga besar alias banyak orang :)

Ada lagi yang unik tentang pembelian ikan karp ini. Dijualnya kan hidup-hidup, nah dibawa pulang pun hidup-hidup oleh si pembeli. Jadi tidak dimatikan dulu oleh si tukang ikannya. Kadang ada yang bawa pulang ikannya dalam ember berisi air, tetapi ada juga yang ikannya cukup dimasukkan saja di kantung plastik kresek (kebayanglah itu kantung kresek bergerak-gerak sepanjang jalan).

Ikan Karp dipelihara dulu di dalam bath tub! Photo credit: www.polishforums.com

Nah, selanjutnya… ini yang unik… ikan karp itu kabarnya dipelihara dulu di rumah dengan cara dimasukkan ke bath tub dan ini bisa berhari-hari tergantung keperluan!! Huahhh.. beneran nih?! Ini karena ikan karp-nya kan dibeli dari  jauh-jauh hari supaya tidak kehabisan stok, sehingga ikannya perlu dibiarkan hidup dulu (hidup = berenang-renang ria di bath tub) supaya masih segar menjelang hari H. Nah, yang bikin kita tambah senyam-senyum, si empunya rumah mandi dimana ya selama bath tub-nya dikuasai oleh si karp? :)

Ikan karp dalam bahasa Inggris disebut carp, sedangkan dalam bahasa Indonesia -menurut google translate- disebut ikan karper (saya juga baru tahu hehe…) Dari semua menu olahan ikan karp, yang paling populer adalah “karp w galarecie” atau dalam bahasa Inggrisnya disebut carp in aspic. Ini juga salah satu menu khas Polandia yang terasa unik buat saya, karena karp w galarecie itu singkatnya adalah “ikan agar-agar” dimana si ikan karp itu setelah dimasak, lalu disiram dengan jelly atau gelatin! Rasanya gimana? Not bad kok, rasa ikan karp itu mirip dengan ikan mas di Indonesia (alias sama-sama banyak duri dan banyak lemaknya!) sedangkan rasa gelatinnya tidak semanis yang kita pikir.

Karp w Galarecie - menu ikan karp yang populer di Polandia. Gambar kanan porsi 1 ikan utuh (from www.kobieta.pl), yang kiri porsi perorangan (from www.winebread.blogspot.com)

Perihal ikan agar-agar ini, nggak cuma ikan karp yang bernasib demikian.. intinya semua ikan bisa dimasak ala “w galarecie” di Polandia. Jadi siap-siap saja kalau suatu ketika di hidangan khas Polandia kamu akan menemukan ikan yang terperangkap dalam jelly agar-agar :)

Bebek Panggang Pakai Apel

Kalau mampir di restoran yang menyajikan makanan Polandia (kuchnia Polska),  pasti ada menu ini. Ini memang salah satu resep makanan khas Polandia. Nama kerennya “Kaczka Pieczona z Jabłkami” yang artinya “Bebek Panggang dengan Apel”. Kadang-kadang menu ini disebut juga “Kaczka w Jabłkach”, kaczka (dibacanya: kachka) berarti bebek dan jabłka (dibacanya: yabuka) berarti apel.

Pada saat musim panas, banyak restoran lokal di area Kota Tua Warsawa yang mengandalkan menu ini untuk menarik minat para turis. Tulisan Roasted Duck with Apples pun menghiasi besar-besar papan menu di depan restoran, seperti yang bisa dilihat di foto ini.

Konon menu ini adalah makanan pilihan untuk kalangan kerajaan dan kaum aristokrat zaman dulu. Sausnya saja dibuat khusus dari buah cranberry segar (atau dari buah segar lainnya), lalu disajikan di dalam apel, unik deh. Kabarnya pula bebek panggang ini terasa semakin nikmat bila didampingi dengan segelas anggur merah. Belum lagi harganya yang memang relatif mahal (sekitar 40 – 60 Zloty). Tidak salah kan ketika ada kesempatan, saya tergiur ingin mencobanya. Sebelum makan, tampilannya saya foto dulu pakai kamera ponsel.

Kaczka Pieczona z Jabłkami, si bebek panggang ala Polandia. Dimakan dengan saus cranberry dan apel.

Wajib diketahui, porsi makanan di restoran Polandia itu besar-besar! Keluar dari restoran, perasaannya antara kenyang dengan keblinger, hahaha… Jadi kalau memang nggak ingin makan banyak, lebih baik skip saja appetizer atau dessert-nya. Nah, si bebek panggang ala Polandia ini juga termasuk yang gede banget, ukurannya satu paha full. Jangan tertipu sama foto ya, itu kelihatannya saja kecil karena piringnya jauh lebih besar daripada piring makan biasa. Selain si paha bebek, menu ini dilengkapi dengan salad beetroot ungu dan kentang panggang, komplit deh. Cocok buat yang hobi makan dan sebaiknya dihindari untuk yang sedang diet :)

Rasanya gimana? Nah, ini pertanyaan yang jawabannya subyektif banget. Makanan ini populer banget di kuliner Polandia, jadi rakyat sini pastinya pada suka makanan ini. Tapi karena ini blog saya, allow me to be honest that I did not enjoy this expensive meal.. Daging bebeknya memang lembut, tetapi kurang tasty untuk selera Asia. Kulit dagingnya agak basah, yang berarti kurang crispy di lidah saya. Saus cranberry-nya segar dan manis, tetapi jadi aneh untuk saya menikmati daging dengan saus manis. Dan tambah ilfil karena porsinya buesar! Jadi bisa kebayang kan makan makanan yang kurang dinikmati tetapi kok ya nggak habis-habis? Hahaha..

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.