Arsip Blog

Kode Rahasia di Depan Pintu

Sebelumnya saya pernah bercerita tentang simbol toilet di Polandia yang bikin bingung (lihat catatan:  Main Tebak-tebakan di Depan WC). Nah, sekarang catatan saya adalah tentang ‘kode rahasia’ yang ditulis dengan kapur di depan banyak pintu rumah orang Polandia. Kode itu bisa ada sepanjang tahun di bagian atas pintu rumah, tetapi paling banyak akan muncul tanggal 6 Januari besok. Wah, memangnya ada apa dengan tanggal 6 January di Polandia? Dan kodenya seperti apa sih?

Kalau kamu datang ke Polandia pada tanggal 6 Januari 2012, pasti akan banyak melihat tulisan “20 K+M+B 12″ di pintu-pintu rumah (atau dengan urutan sedikit berbeda: K+M+B 2012). Sekilas memang seperti kode rahasia kan, tetapi kok ya serempak di banyak pintu. Ternyata pada setiap tanggal 6 Januari, rakyat Polandia merayakan Epiphany atau Hari Tiga Raja (bahasa Polandianya: Święto Trzech Króli). Ini hari raya apa ya? Saya sendiri sebenarnya juga baru tahu tentang hari raya ini setelah tinggal di Polandia.

Untuk yang beragama Kristiani, pasti tahu kan kisah bayi Yesus yang didatangi oleh 3 raja Majus dari Timur. Mereka datang untuk menyambut Kristus yang turun ke dunia. Nah, Epiphany merayakan peristiwa tersebut sekaligus menandakan berakhirnya periode Natal. Jadi di hari inilah, pohon-pohon Natal dan dekorasi Natal lainnya mulai diturunkan. Di Polandia maupun di negara-negara Eropa lainnya seperti di Jerman, Italia, Spanyol, Ceko, atau Hungaria; hari Tiga Raja ini umumnya dimeriahkan dengan epiphany carols dan pemberkatan rumah. Bahkan di beberapa tempat di Polandia, akan ada parade orang Majus secara besar-besaran. Misalnya tahun lalu di Poznan, Ephiphany dirayakan meriah dengan adanya parade Tiga Raja yang naik kuda dan anak-anak pun turut beraksi dengan memakai kostum berwarna-warni bagaikan raja dari timur sambil membawa hiasan bintang besar sebagai simbol Bintang dari Bethlehem.

Parade hari raya Epiphany (Tiga Raja) di Poznan, Polandia. Photo credit: www.wyborcza.pl

Kitab Suci menceritakan bahwa ketika 3 raja Majus datang ke Betlehem (tempat kelahiran Yesus), mereka datang membawa mas, kemenyan dan mur. Tradisi Epiphany di Polandia pun melibatkan hal ini. Orang-orang Polandia akan membawa kapur, cincin emas, wangi-wangian (incense), dan amber sebagai simbol persembahan orang Majus tersebut ke gereja untuk diberkati. Nah, biasanya kapur yang sudah diberkati itu yang dipakai untuk menuliskan kode K+M+B di pintu-pintu di rumah mereka. Tidak hanya di pintu luar lho, tetapi bisa di semua pintu di dalam rumah mereka. Dan tulisan itu bisa dibiarkan terus ada sepanjang tahun atau sampai terhapus dengan sendirinya.

Oke, tapi sebenarnya apa arti dari K+M+B itu? Nah, kabarnya kode itu berasal dari nama 3 raja Majus tersebut yaitu Kacper, Melchior dan Baltazar. Di sisi lain, kode tersebut juga berarti “Kristus Mansionem Benedicat” yaitu doa dari bahasa Latin yang berarti “Kristus memberkati rumah ini”. Sedangkan angka yang mengikuti ya maksudnya tahun yang bersangkutan. Jadi tulisan K+M+B 2011 maksudnya Epiphany tahun 2011. Kalau di Jerman atau Inggris, tulisannya menjadi C+M+B (dari Caspar, Balthasar and Melchior) tetapi maksudnya sama persis.

Tulisan K+M+B di pintu-pintu saat hari raya Tiga Raja, 6 Januari, di Polandia. Photo credit: www.pawelchrapowicki.pl

Kadang-kadang pada hari raya Epiphany ini, ada beberapa anak atau orang dari gereja yang datang ke rumah-rumah untuk menyanyikan epiphany carols. Tuan rumah akan memberikan donasi kepada mereka dan sebagai tanda terimakasih, mereka menuliskan kode itu di pintu. Saya sendiri pernah mengalami hal ini, bahkan yang datang mengetuk pintu flat saya adalah seorang pastur (romo) dari gereja di wilayah setempat. Waktu itu tahun pertama saya tinggal di Warsawa, jadi kebingungan juga menerimanya. Cuma dari pakaiannya, saya yakin dia adalah seorang pastur. Pasturnya sih nggak nyanyi, tetapi asyik nyerocos dalam bahasa Polandia dengan mimik muka yang simpatik sekali. Dengan pemahaman bahasa Polandia yang patah-patah, saya akhirnya ngerti deh maksud sang pastur itu. Pantas setelahnya di pintu flat saya ada tulisan K+M+B. Tahun berikutnya baru saya kedatangan 2 anak muda yang bernyanyi lagu-lagu  epiphany (in Polish, of course)… ya saya senang-senang aja ngedengerinnya. Mereka nyanyinya di depan pintu (dan emang nggak minta dipersilakan masuk kok), baru setelahnya kita kasih donasi serela hati kita.

Sebenarnya di Polandia, baru sejak tahun 2011 lalu hari raya Epiphany ini diresmikan menjadi hari libur nasional di Polandia!  Sebelumnya saat pemerintahan komunis di Polandia, hari raya ini dilarang dan dihapuskan. Jadi selama 50 tahun lebih, perayaan Epiphany ini tidak ada dalam kamus libur resmi pemerintahan. Baru sejak tahun 2011 hari Tiga Raja ini dinyatakan kembali sebagai hari libur resmi dan konsekuensinya kantor-kantor dan sekolah diliburkan, sementara toko-toko dan pusat perbelanjaan pun tutup pada hari ini. Enak dong hari liburnya bertambah? Ternyata nggak juga tuh, setidaknya bagi para pemilik perusahaan (employers) di Polandia. Banyak pemilik bisnis yang meminta ke pemerintah Polandia untuk membatalkan hari libur ini karena menurut mereka tambahan hari libur ini, yang artinya adalah kehilangan hari kerja, telah merugikan bisnis mereka sampai jutaan zloty.

Jadi kalau kamu tinggal di Polandia dan menemukan tulisan K+M+B di pintu rumah atau kamar kamu, don’t freak out! Itu hanya sekedar simbol bahwa rumah tersebut telah diberkati pada hari raya Epiphany, jadi bukan kode rahasia beneran kok :)

Tradisi Natal di Polandia

Mumpung masih dalam suasana Natal, Polandesian ingin mengucapkan “Wesołych Świąt”. Selamat Natal untuk rekan-rekan yang merayakannya.

Tradisi Natal di Polandia

Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, Natal adalah salah satu perayaan terpenting di Polandia. Tanggal 25-26 Desember dinyatakan sebagai hari libur resmi Polandia dan selama 2 hari ini, semua toko dan pusat perbelanjaan pun tutup. Kota-kota besar di Polandia pun terasa makin sepi, seperti di Warsawa ini, karena beberapa hari sebelumnya orang-orang Polandia sudah banyak yang pulang kampung untuk berkumpul dengan keluarganya (iya, pulang kampung alias mudik! Siapa bilang tradisi mudik cuma ada di Indonesia…)

Ini karena sebenarnya tradisi Natal yang utama di Polandia bukanlah perayaan pada hari Natal tanggal 25 Desember itu sendiri, melainkan pada malam Natal (Christmas eve) sehari sebelumnya. Pada tanggal 24 Desember, orang-orang Polandia berkumpul bersama keluarganya untuk merayakan tradisi malam Natal yang disebut Wigilia (dibacanya: Vigilia).

Momen Wigilia ini bukanlah sekedar jamuan makan malam biasa, namun ada kekhususannya. Meja makan ditutup dengan taplak putih dan dibawah taplak seringkali ditaruh beberapa jerami sebagai simbol palungan tempat Kristus dilahirkan. Juga selalu ada 1 kursi makan tambahan yang disiapkan bila sewaktu-waktu ada tamu atau orang asing yang tiba-tiba datang karena mencari makan atau tempat menginap. Tidak ada orang yang seharusnya sendirian pada malam Natal ini, begitu kata tradisi Polandia.

Wigilia, tradisi malam Natal di Polandia setiap tanggal 24 Desember. Photo credit: wikipedia

Sesuai tradisi, menu dalam hidangan Wigilia biasanya terdiri dari 12 masakan namun tidak boleh dari daging. Banyak banget ya harus 12 macam makanan… pantesan nini-nini (babcia) Polandia itu pintar masak! Menu yang populer disajikan adalah sup jamur atau bit, uszka (semacam dumpling/pastel isi jamur), pierogi (isinya bisa macam-macam: bisa sauerkraut, jamur, keju atau buah), ikan (biasanya ikan karp – baca catatan saya sebelumnya: “Ini Saatnya Berburu Ikan Karp“), ikan herring, mie dengan poppyseed, kue jahe dan semacam kolak dari buah kering. Ngebayanginnya saja sudah kenyang, apalagi menghabiskannya ya? Ternyata dalam hal perayaan-perayaan tradisional, orang Polandia itu mirip dengan orang Indonesia: pasti banyak makanan yang siap tersedia! :)

Opłatek, wafer Natal ala Polandia. Photo credit: wikipedia

Sebelum menyantap makan malam, semua orang akan memegang opłatek (dibacanya: opuwatek), semacam wafer putih tipis. Sekilas bentuknya mirip hosti di misa-misa Katolik, tetapi oplatek ini bukanlah hosti melainkan hanya simbol dari a shared meal. Setiap orang kemudian bergantian mengucapkan harapan/doa Natal mereka sambil saling memecahkan sedikit opłatek satu sama lain. Biasanya opłatek untuk malam Natal ini didapat dari gereja sehabis ibadah; meskipun tidak dijual dengan harga tertentu tetapi orang-orang biasanya memberikan donasi kecil ke gereja sebagai gantinya. Begitu populernya opłatek ini saat Wigilia, sehingga orang-orang Polandia kadang kala menyelipkan secuil opłatek di kartu Natal yang mereka kirim sebagai simbol berbagi jamuan malam Natal dengan saudara/keluarga mereka di luar negeri.

Apabila sudah selesai menyantap hidangan, acara biasanya dilanjutkan dengan bernyanyi lagu-lagu Natal (semacam Christmas carol) yang disebut kolędy dan membuka kado-kado Natal, utamanya untuk anak-anak. Tetapi berbeda dengan di Amerika, peran Santa Claus tidak menonjol di Polandia – jadi kado-kado Natal tersebut tidak disebutkan berasal dari Santa Claus. Setelah itu, banyak orang yang menyempatkan pergi ke gereja untuk mengikuti Misa Natal Tengah Malam (biasanya sampai jam 2 dini hari). Tidak heran, ujung-ujungnya orang-orang Polandia telat bangun justru pada saat hari Natalnya :)

Sepinya Natalan di Warsawa…

Seru ya mendengar tradisi Natal di Polandia ini. Sayangnya semua itu tidak saya alami (saya cuma baca dan dengar cerita teman yang menikah dengan orang Polandia), karena saya tidak punya saudara/kerabat orang Polandia yang mengundang saya ikut Wigilia selama saya hidup di Warsawa ini, hiks…

Jadilah yang saya alami selama 4x Natalan di Warsawa adalah kota sepi tanpa kehidupan, bahkan lebih sepi dari kota Jakarta ketika Lebaran. Semua toko/pusat hiburan tutup, jalanan kosong melompong karena orang-orang pada mudik, dan cuaca di bulan Desember yang dingin dan mendung semakin menambah kelabu kota ini. Tambah sedih karena tidak ada ibadah Natal di gereja internasional (gereja berbahasa Inggris untuk orang asing) pada tanggal 25 Desember-nya. Kebanyakan keluarga ekspatriat pada liburan Natal memang memilih berlibur pulang ke negaranya sampai tahun baru.

Di Warsawa ini memang lebih meriah saat menjelang Natal, dengan adanya Christmas Sale atau Christmas Market – tetapi itu semua tutup sejak sehari sebelum Natal (pada tanggal 24 Desember, biasanya toko-toko hanya buka sampai jam 4 sore). Kalau ada yang ingin mengalami White Christmas di Polandia, yah belum tentu juga saljunya turun saat Christmas – seperti 3 tahun terakhir ini saljunya nggak pernah turun tuh pada saat Natal. Pokoknya jauh deh dari bayangan kemeriahan Natal di luar negeri seperti yang diceritakan di film-film. Jadi siapa bilang Natal di Eropa lebih indah daripada di tanah air ?!?

Ini Saatnya Berburu Ikan Karp

Tiap kali  menjelang Natal, pasti ada pemandangan unik di supermarket-supermarket besar di Polandia. Bukan, bukan mengenai hiasan Natal yang dipasang dimana-mana, atau keramaian pengunjung yang membludak, atau Christmas Sale yang dinanti-nanti – kalau itu sudah pasti bisa ditebak deh (dan memang tidak jauh berbeda dengan suasana di mall-mall Jakarta saat ini kan?) Di Polandia, saat menjelang Natal adalah juga saat berburu ikan karp hidup-hidup!

Menjelang Natal, supermarket-2 di Polandia mulai ramai menjual ikan karp. Photo credit: www.gazetakaszubska.pl

Apaan tuh ikan karp? Berburunya di laut ‘gitu? Bukan, berburunya ya di supermarket dan di pasar… Asal tahu saja, di Warsawa ini sulit menemukan ikan hidup atau ikan segar, yang banyak dijual di supermarket maupun pasar rakyat adalah ikan beku (frozen fish). Namun sejak pertengahan Desember, di berbagai hipermarket di Polandia (seperti di Carrefour, Tesco, Real, Auchan) mulailah muncul bak-bak biru besar berisikan ikan-ikan karp hidup. Harganya terbilang murah  dibandingkan jenis ikan lainnya, hanya 9-11 złoty/kg (bahkan kalau lagi hari promosi hanya 6.9 złoty/kg). Tadinya saya pikir mungkin karena harganya yang murah itu makanya orang-orang rela antri puanjaang demi mendapatkan si ikan… tetapi ternyata bukan itu. Ternyata ada hubungan istimewa antara ikan karp dan hari Natal di Polandia.

Di Polandia, ada tradisi malam Natal atau Christmas Eve yang disebut Wigilia yang dirayakan pada tanggal 24 Desember. Pada malam sebelum Hari Natal ini, akan ada jamuan besar berupa 12 menu makanan bagi seluruh keluarga yang berkumpul. Nah, menu utamanya harus ikan (tidak boleh daging merah) dan ikan yang paling umum untuk disajikan adalah si ikan karp ini! Kata teman saya yang menikah dengan orang Polandia, sebenarnya sih sah-sah saja bila ikannya diganti dengan ikan lain misalnya ikan salmon, tetapi katanya nggak afdol (nggak tradisi)! Belum lagi, harga ikan salmon kan mahalnya berkali-kali lipat (di Warsawa, harga ikan salmon sekitar 50-60 złoty/kg) sedangkan yang mau dikasih makan kan sekeluarga besar alias banyak orang :)

Ada lagi yang unik tentang pembelian ikan karp ini. Dijualnya kan hidup-hidup, nah dibawa pulang pun hidup-hidup oleh si pembeli. Jadi tidak dimatikan dulu oleh si tukang ikannya. Kadang ada yang bawa pulang ikannya dalam ember berisi air, tetapi ada juga yang ikannya cukup dimasukkan saja di kantung plastik kresek (kebayanglah itu kantung kresek bergerak-gerak sepanjang jalan).

Ikan Karp dipelihara dulu di dalam bath tub! Photo credit: www.polishforums.com

Nah, selanjutnya… ini yang unik… ikan karp itu kabarnya dipelihara dulu di rumah dengan cara dimasukkan ke bath tub dan ini bisa berhari-hari tergantung keperluan!! Huahhh.. beneran nih?! Ini karena ikan karp-nya kan dibeli dari  jauh-jauh hari supaya tidak kehabisan stok, sehingga ikannya perlu dibiarkan hidup dulu (hidup = berenang-renang ria di bath tub) supaya masih segar menjelang hari H. Nah, yang bikin kita tambah senyam-senyum, si empunya rumah mandi dimana ya selama bath tub-nya dikuasai oleh si karp? :)

Ikan karp dalam bahasa Inggris disebut carp, sedangkan dalam bahasa Indonesia -menurut google translate- disebut ikan karper (saya juga baru tahu hehe…) Dari semua menu olahan ikan karp, yang paling populer adalah “karp w galarecie” atau dalam bahasa Inggrisnya disebut carp in aspic. Ini juga salah satu menu khas Polandia yang terasa unik buat saya, karena karp w galarecie itu singkatnya adalah “ikan agar-agar” dimana si ikan karp itu setelah dimasak, lalu disiram dengan jelly atau gelatin! Rasanya gimana? Not bad kok, rasa ikan karp itu mirip dengan ikan mas di Indonesia (alias sama-sama banyak duri dan banyak lemaknya!) sedangkan rasa gelatinnya tidak semanis yang kita pikir.

Karp w Galarecie - menu ikan karp yang populer di Polandia. Gambar kanan porsi 1 ikan utuh (from www.kobieta.pl), yang kiri porsi perorangan (from www.winebread.blogspot.com)

Perihal ikan agar-agar ini, nggak cuma ikan karp yang bernasib demikian.. intinya semua ikan bisa dimasak ala “w galarecie” di Polandia. Jadi siap-siap saja kalau suatu ketika di hidangan khas Polandia kamu akan menemukan ikan yang terperangkap dalam jelly agar-agar :)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.