Arsip Blog

Panduan Lengkap Jalan-jalan Ke Krakow

Ini pesan saya: kalau kamu cuma punya waktu (dan dana) terbatas untuk jalan-jalan ke Polandia, pilihlah mengunjungi Krakow! Serius, di kota inilah terpadu keindahan budaya Eropa Timur, keajaiban alam bawah tanah, sekaligus bukti kebiadaban umat manusia terhadap sesamanya. Semua aspek yang membuat Polandia menarik, masa jayanya sampai penderitaan masa perangnya, bisa kamu jalani di kota ini. Untuk dapat mereguk pengalaman ini, tidak cukup hanya sehari karena tempat-tempat yang dikunjungi agak berjauhan dan trust me, you don’t want to be in rush. Sisihkan waktu 2-3 hari di kota ini untuk dapat merasakan aura Eropa Timur yang indah, lebih santai, namun di baliknya menyimpan sejarah yang mencengangkan.

Secara umum, ada 3 obyek wisata dan budaya yang rugi banget kalau kamu nggak sempat kunjungi di Krakow, yaitu:

  • Pusat kota Krakow, terdiri dari Krakow Old Town, Kazimierz dan Wawel Castle. Krakow disebut-sebut sebagai salah satu kota terindah di Eropa Timur dan di sinilah kamu bisa buktikan pesonanya. Siapkan satu hari penuh kalau ingin mengunjungi semuanya, karena baik Old Town maupun Kazimierz adalah suatu distrik/area dengan banyak bangunan yang indah dan bersejarah, sedangkan Wawel Castle adalah istana raja-raja Polandia zaman dahulu yang luasnya minta ampun.
  • Tambang garam Wieliczka, salah satu UNESCO World Heritage yang benar-benar mengagumkan! Terletak 15 km dari Krakow dan bisa dicapai dengan bus umum, taxi, atau minibus khusus dari Krakow. Siapkan waktu dan energimu, karena tambang garam ini terletak puluhan km di bawah tanah dan kamu harus menuruni ratusan anak tangga untuk melihat keindahan di dalamnya. Tapi nggak akan menyesal, benar deh!
  • Kamp konsentrasi Autschwitz, memasukinya saja sudah membuat imajinasi dan rasa kemanusiaan kamu tersentuh. Kamp konsentrasi yang terbesar di dunia ini terletak 75 km dari Krakow, jadi untuk ke sana kamu harus naik bus umum atau ikut city tours dari Krakow. Minimal kamu akan menghabiskan waktu setengah hari untuk mengunjunginya.

Mari mulai menapaki kota Krakow ini. Untuk hari pertama, saya rekomendasikan langsung ke Autschwitz dan Tambang Garam Wieliczka, hari kedua baru putar-putar dalam kota. Wah, Polandesia kok recommend yang ‘serem’ duluan sih? Justru itu, di negara Eropa lain kan tidak akan kamu temui tempat seperti ini dan sekali kunjungan pun sudah sangat cukup untuk meninggalkan kesan mendalam tentang tragedi kemanusiaan yang benar pernah terjadi di dunia ini. Alasan praktis lainnya, tempat ini yang paling jauh dari Krakow. Jadi untuk tidak membuang-buang waktu, pergilah ke sana pagi-pagi (apalagi kalau kamu ingin mau mengunjungi Tambang Garam di hari yang sama).

Kamp Konsentrasi Autschwitz dan Autschwitz-Birkenau

Kamp Konsentrasi Auschwitz dengan tanda di pintu masuknya "Arbeit Macht Frei" dari bahasa Jerman yang berarti "Work Makes You Free"

Ini sekedar info singkat tentang Austcwitz yang kamu perlu tahu untuk mempermudah rencana perjalananmu. Kamp Auschwitz yang luas terdiri dari 2 area: Auschwitz I yang dulunya merupakan kamp konsentrasi dan sekarang dijadikan Museum dan Auschwitz-Birkenau yang merupakan perluasan dari kamp konsentrasi dan berfungsi sebagai kamp kerja paksa dan extermination. Sekitar 1,5 juta orang Yahudi, Polandia, Gypsy, dan para tahanan perang mati dibunuh di Auschwitz-Birkenau, membuat tempat ini terkenal sebagai pusat genocide oleh Nazi Jerman. Tidak heran kalau ada peringatan bahwa anak di bawah umur 14 tahun tidak disarankan mengunjungi tempat ini.

Beberapa cara untuk menuju Autschwitz dari pusat kota Krakow adalah dengan:

  • Ikut paket tur seperti dari Cracow City Tours. Ini cara paling mudah karena kamu nggak pusing-pusing lagi mikirin transport, tiket masuk dan tour guide selama di sana. Untuk tur Auschwitz dengan guide bahasa Inggris tersedia setiap hari, berangkat pukul 08:00 pagi dan 13:45 siang dari Matejki Square di Krakow Old Town. Harganya 90 zloty (setara US$30) dengan durasi tur 6 jam. Bisa beli tiketnya dadakan (hari itu juga). Cek info lengkapnya di sini.
  • Kalau mau berpetualang sendiri, bisa naik bus dari stasiun utama Krakow Główny menuju stasiun Oświęcim yang memakan waktu 1,5 jam dengan tiket bus seharga 10 zloty.  Krakow Główny adalah stasiun utama KA maupun bus di Krakow yang letaknya dekat sekali dengan Krakow Old Town; kalau kamu datang ke Krakow naik KA dari Warsawa ya turunnya di stasiun Krakow Główny ini . Sementara stasiun Oświęcim terletak dekat dengan Museum Auschwitz I, sehingga tinggal jalan kaki atau naik bus lokal untuk bisa sampai ke gerbangnya.

Masuk Auschwitz gratis setelah pkl 4 sore, tapi hal ini nggak saya sarankan karena selain sudah kesorean, you’ll probably get lost and confused. Antara pkl 9 pagi s.d 3 sore, pihak Museum Auschwitz pun mewajibkan pengunjung pribadi untuk bergabung di guided tour mereka dengan tiket 38 zloty plus 4 zl untuk headphone. Belinya di loket “Individual Guest”  (kalau pertama kali datang ke sana, jangan bingung ya melihat banyak banget loketnya). Guided tour oleh pihak museum ini berlangsung 3,5 jam dengan rincian 2 jam di Auschwitz I, setengah jam istirahat, lalu 1 jam ke Auschwitz Birkenau. Mengingat tur yang padat ini, jalan lupa sempatkan makan pagi dulu atau bawa bekal makan siang (tapi mana selera ya makan di kamp pembantaian..).

Tambang Garam Wieliczka (Kopalnia Soli Wieliczka)

Tempat ini.. amazing! Ini beneran tambang garam yang terbentuk secara alamiah 15 juta tahun yang lalu dan sampai sekarang pun masih berfungsi. Tambang ini terdiri dari 9 lantai yang terletak 64 – 237 meter di bawah tanah. Pengunjung dapat melihat sampai lantai 3 saja (kira-kira 150 meter di bawah tanah), tapi itu pun sudah sangat mengagumkan. Patung-patung, lampu-lampu chandelier, ukiran-ukiran pada dinding.. semua dibuat dari garam! Siapa yang membuatnya? Yah, para penambang dari masa lampau yang bekerja di tambang ini. Jadilah  tempat ini perpaduan keajaiban alam dan seni budaya manusia.

Kapel di dalam Tambang Garam Wieliczka yang mengagumkan. Semuanya dipahat dari garam.

Dalam bahasa Polandia, tambang garam Wieliczka ini disebut Kopalnia Soli Wieliczka. Tidak jauh dari Krakow, tempat ini mudah dicapai dengan naik bus umum no 304 yang berangkat dari halte Krakow Główny (seberangnya Galeria Krakowska di jalan Kurniki) dan turun langsung di halte Kopalnia Soli Wieliczka. Tiket busnya murah, hanya 3 zloty dan berangkat setiap 20 menit. Balik ke Krakow pun tinggal naik bus ini lagi dengan rute kebalikannya.

Tiket masuk tambang garam Wieliczka ini seharga 68 zloty (setara US$ 23) per orang. Ini sudah termasuk biaya guide dalam bahasa asing, karena masuk tempat ini memang harus dalam guided tour. Guide dalam bahasa asing tersedia untuk bahasa Inggris, Jerman, Perancis, Italia, Rusia dan Spanyol. Nggak bisa langsung masuk lho, ada time table serta batasan jumlah peserta.

Untuk guide yang berbahasa Inggris, untuk bulan Oktober – Mei (musim dingin) tersedia setiap 1 jam mulai dari pkl 9 pagi s.d 5 sore. Sementara pada bulan Juni – September tersedia setiap 1/2 jam  mulai dari pkl 8:30 pagi s.d 6 sore. Saat musim panas (Juni – Agustus), pengunjungnya ramai banget. Makanya meskipun guide-nya tersedia setiap 1/2 jam, tetap saja harus sabar menunggu antrian. Perhatikan juga supaya jangan sampai nyasar ke line antrian untuk bahasa lain. Info lebih lengkap, bisa dilihat di situs resminya www.kopalnia.pl

Kunjungan di tambang garam ini memakan waktu sekitar 3  jam. Selama di bawah tanah, suhunya akan lebih dingin jadi bawalah jaket. Di tambang garam ini ada juga toko suvenir dan restoran yang harganya surprisingly nggak mahal.  Selama guided tour, kita juga boleh mengambil foto tetapi terlebih dahulu harus membayar izin memotret (camera fee) sebesar 10 zloty (nggak mahallah.. yang penting kan kenangannya). Izinnya berupa stiker yang ditempel di baju dan bisa dibeli di loket ataupun  setelah masuk tambang garam. Pesan penting dari saya, bawalah kamera yang bagus hasilnya dalam ruangan yang minim cahaya. Sayang banget kalau udah capek-capek menapaki ratusan anak tangga tapi kenangannya hanya berupa foto buram.

Krakow Old Town, Kazimierz dan Wawel Castle

Pusat kota Krakow bisa dibagi atas 2 wilayah: Old Town (dalam bahasa Polandia disebut Stare Miasto) dan Kazimierz. Di antara 2 wilayah itu, terletak Wawel Castle yang megah. Old Town dan Wawel Castle sarat dengan keindahan dan sejarah Eropa, sementara Kazimierz memberikan nuansa yang berbeda. Mari kita mulai dengan menjelajahi Old Town:

Krakow Old Town

Krakow Old Town itu terletak dekat sekali dengan stasiun utama Krakow Główny, tinggal jalan kaki. Kalau kamu pergi ke Krakow naik kereta api dari Warsawa, Berlin, atau Praha, ya turunnya di stasiun Krakow Główny. Obyek wisata apa saja yang bisa dilihat di jantung kotanya Krakow ini? Banyak banget, sampai bingung mau mulai darimana. Yang prominent adalah Main Market Square (dalam bahasa Polandia disebut Rynek Główny).

Di tengah-tengah market square ini ada Cloth Hall atau Sukiennice yang merupakan pasar para pedagang di Polandia sejak abad 14, makanya sering disebut-sebut sebagai shopping mall pertama di dunia. Sampai sekarang Sukiennice pun masih mempunyai toko-toko yang menjual amber, kerajinan kayu, tekstil sampai berbagai cinderamata khas Polandia. Meskipun di daerah turis, harganya nggak terlalu mahal kok. Di dekat Sukiennice, ada gereja St Mary’s Basilica dengan arsitektur Gothic yang sangat terkenal. Di sisi lain market square ini ada Town Hall Tower setinggi 70 meter yang bisa kamu naiki. Yang unik sih, di dekat Town Hall Tower ini ada patung kepala orang yang besar banget (kepalanya terpancung gitu) dan kelihatan seperti terguling begitu saja di tengah jalan. Oleh si pematungnya, patung ini diberi nama resmi “Eros Bendato” tapi banyak orang menyebutnya sebagai Głowa Główny atau “The Head”. Keluar dari area Old Town, sempatkan melewati benteng Barbican dan Florianska Gate.

Wawel Castle

Jangan heran kalau Wawel Castle di Krakow menjadi royal residence bagi raja-raja Polandia zaman lampau. Dahulu ibukota Polandia adalah Krakow; baru pada akhir abad ke-16, raja Zygmunt III memindahkan ibukota ke Warsawa. Wawel Castle yang super luas ini dibangun di atas bukit Wawel, di tepi sungai Vistula sejak abad ke-11. Dari segi arsitektur, Wawel Castle ini termasuk bergaya gado-gado, mulai dari arsitektur Romanesque (abad 11-12), Gothic (abad 13-14),  Renaissance (abad 116) sampai Baroque (abad 17-18) ada di bagian-bagiannya.

Wawel Castle di Krakow, dilihat dari sungai Vistula. Photo credit: polandforall.com

Kalau mau masuk ke dalamnya, siapkan waktu yang banyak (habis luas banget) dan jumlah pengunjung di dalam istana pun dibatasi agar tidak terlalu menumpuk di dalam. Mulai dari Royal Chamber (lantai 2), Royal Private Apartments (lantai 1), Crown Treasury and Armory, beberapa exhibition, sampai yang paling seru ke Dragon’s Den! Legendanya dulu di Wawel ini ada naga, dan Dragon’s Den (bahasa Polandianya Smocza Jama ) memang berbentuk lorong gua yang panjang dan misterius di bawah istana Wawel. Nggak akan percaya kalau belum masuk sendiri.

Tiket masuk ke Wawel Castle ini dipilah-pilah berdasarkan area mana yang ingin kamu masuki. Misalnya tiket masuk untuk  Royal Chamber adalah 17 zloty, untuk Royal Private Room sebesar  24 zloty, untuk Crown Treasury sebesar 17 zloty, untuk exhibition sekitar 8 zloty, sedangkan untuk Dragon’s Den hanya 3 zloty (masuk yang ini saja! haha..)

Di kompleks Wawel Castle, ada juga Wawel Cathedral (dalam bahasa Polandia disebut Katedra Wawelska). Katedral ini menjadi tempat pentahbisan raja-raja Polandia (coronation site) sekaligus tempat peristirahatan terakhir mereka (royal tombs). Selain raja-raja Polandia, di sini juga dimakamkan pahlawan-pahlawan nasional bangsa Polandia seperti Tadeusz Kościuszko (tentara Polandia yang turut membantu Amerika saat Perang Revolusioner), Józef Piłsudski (panglima besar bangsa Polandia), dan Adam Mickiewicz (seniman ternama dari Polandia). Yang terakhir dimakamkan di sini adalah President Polandia Lech Kaczyński and istrinya Maria Kaczyńska yang meninggal karena kecelakaan pesawat di Smolensk April 2010. Baca juga catatan saya tentang “Peringatan 1 Tahun Tragedi Smolensk” ya. Untuk melihat isi Wawel Cathedral yang megah ini, kamu perlu membeli tiket masuk sebesar 10 zloty.

Untuk menuju ke Wawel Castle dari Krakow Old Town, kamu bisa naik tram no 10 atau 40 dan turun di halte “Wawel”. info lengkap tentang Wawel Castle dan Wawel Cathedral bisa dilihat di situs http://www.wawel.krakow.pl/en/

Kazimierz (Jewish Quarter)

Kazimierz merupakan bekas distrik Yahudi (Jewish Quarter) sehingga suasana jalan-jalan di Kazimierz tidaklah seelegan Krakow Old Town, tetapi inilah salah satu sudut penting kota Krakow. Nikmati suasana yang berbeda dengan mengunjungi Old Synagogue (Stara Synagoga), sinagoga/tempat ibadah orang Yahudi yang sesuai namanya telah sangat tua (dibangun abad 15) dan kini tak lagi berfungsi. Tiket masuknya 8 zloty, dan untuk kaum pria harus menutupi kepalanya dengan topi (bisa sewa di ticket box) bila memasuki sinagoga ini.

Di Kazimierz ini memang banyak sinagoga, misalnya Temple Synagogue, Isaac’s Synagogue bahkan pemakaman Yahudi (New Jewish Cemetery). Sebelum PD II, Polandia memang merupakan salah satu negara di Eropa yang banyak populasi Yahudi-nya, sehingga tidak heran sejarah Yahudi pun tetap dijaga baik-baik di negara ini. Jangan kaget pula kalau banyak orang keturunan Yahudi dari Eropa atau Amerika datang ke sini untuk berziarah.

Masih berhubungan dengan Yahudi dan Krakow, ada tokoh terkenal bernama Oskar Schindler. Pernah dengar film “Schindler’s List” yang disutradarai Steven Spielberg? Nah, shooting film itu dilakukan di distrik Kazimierz di Krakow ini dan Oskar Schindler sendiri memang tokoh nyata yang terkenal karena telah menyelamatkan 1200 orang Yahudi. Lewat pabriknya yang terletak di jalan Lipowa 4 di Podgórze (di pinggiran Kazimierz), dia menolong orang-orang Yahudi dengan memperkerjakan mereka di pabriknya sehingga mereka tidak jadi dibawa ke kamp konsentrasi.

Untuk menghormati jasa dan keberanian Oskar Schindler, sekaligus memperingati Krakow di masa pendudukan Nazi Jerman, bekas pabriknya di Podgórze telah dijadikan museum Fabrika Schindlera (Schindler’s Factory) yang baru saja dibuka bulan Juni 2010. Worth to visit if you’re interested to know more about history. Untuk menuju ke Fabrika Schindlera ini, dari Krakow Old Town naik tram no 3, 13 atau 24 dan turun di halte ‘Plac Bohaterow Getta’ dilanjutkan dengan jalan kaki menuju ul. Lipowa 4. Tiket masuknya sebesar 15 zloty per orang.

Saya rasa nggak banyak yang akan tertarik ke area Kazimierz ini. But who knows, you might want to see a different side of Europe. Intinya sih tetap, Krakow adalah kota yang sangat menawan dan pasti membuat kamu puas bila kamu dapat mengatur perjalanan dengan baik.

Oh wow, I think this is my longest post. I’ll stop here and let you plan your trip now… :)

Hemat Jalan-jalan di Warsawa Dengan Bus #180

Masih dalam seri “Jalan-jalan di Warsawa”, tapi kali ini fokusnya pada kata “ngirit”. Cocok untuk para backpackers dan semua yang bermotto “berani nyasar asal bisa hemat” :)

Sebenarnya melihat-lihat tempat wisata menarik di Warsawa cukup dengan naik satu bus umum aja. Selain tentunya lebih irit di ongkos, jadwal kedatangan bus yang cukup sering membuat kita nggak perlu kelamaan nunggu. Wah, beneran nih? Yap, coba deh naik bus nomor 180 dengan rutenya yang melewati tempat-tempat menarik di Warsawa  bahkan sampai ke Istana Wilanow di ujung sana. Dengan modal tiket bus 24 jam (bilet ZTM dobowy) hanya seharga 9 Zloty (US$ 3), kamu bisa puas naik-turun bus ini seharian. Dan tidak perlu nunggu lama, karena bus ini beroperasi mulai pkl 05:00 – 23:00 dengan jadwal kedatangan per 12 menit (dalam 1 jam, busnya 5 kali lewat).

Mungkin karena punya rute wisata, bus #180 umumnya sudah dilengkapi dengan layar petunjuk rute dan nama-nama halte yang sedang dan akan dilewati oleh para penumpang. Jadi memudahkan sekali. Mari kita mulai berpetualang dengan bus ini :

  • Ingin jalan-jalan ke Old Town atau Stare Miasto? Turun di halte “Hotel Bristol” atau “Pl. Zamkowy“. Begitu turun di halte ini, taraaa.. sampailah kita di area Old Town. Dari sini juga sudah langsung kelihatan megahnya Royal Castle.
  • Mau iseng masuk ke Warsaw University? Silakan turun di halte “Uniwersytet” dan kita langsung sampai di depan gerbang universitas negeri no 1 di Warsawa ini.
  • Ingin menikmati pedestrian walk di jalan Nowy Swiat yang terkenal itu? Turun di halte “Foksal” dan sampailah kita di jalan Nowy Swiat yang dipenuhi dengan berbagai toko, butik, dan kedai kopi untuk para turis.
  • Tertarik mengunjungi Istana di Atas Air di Lazienki Park? Turun di halte “Lazienki Krolewskie” untuk langsung tiba di depan gerbang taman terluas di Warsawa ini.
  • Melihat-lihat Istana Wilanow yang cantik? Turun di halte “Wilanow” yang juga merupakan halte terakhir (terminal bus) dan dari sana tinggal jalan kaki menuju Istana Wilanow. Karena kompleks istana cukup luas, jangan bingung kalau jalan masuknya memang agak jauh.

Bagian nggak enaknya naik bus ini? Yah.. namanya juga bus umum, siap-siap aja kalau di jam sibuk (peak hours) agak berdesak-desakan dengan penumpang lain. Belum lagi potensi nyasar atau kebablasan halte, karena kan nggak ada tour guide khusus di dalam bus hehe.. Makanya jangan heran, kalau lagi musim semi atau panas, sering terlihat ada turis yang pegang-pegang peta di dalam bus ini :)

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Keliling Warsawa Dengan Warsaw Sightseeing Bus

Ini kelanjutan dari catatan saya sebelumnya tentang obyek-obyek wisata menarik di Warsawa. Namanya juga mau jalan-jalan, ya harus dipikirkan juga mau naik apa. Nggak mungkin kan jalan kaki terus.. Dan sayang juga kalau duitnya dipakai untuk berkeliling naik taksi, lebih baik buat beli oleh-oleh (atau bayar denda bandara karena bagasinya overweight :) )

Salah satu pilihan transportasi yang menurut saya cukup nyaman kalau mau city tour di Warsawa adalah Warsaw Sightseeing Bus.

Moda transportasi wisata yang satu ini memang semakin familiar. Nggak cuma di negara-negara Eropa dan Amerika, ternyata cabangnya di Singapura juga sudah ada. Caranya gampang. Kamu bisa beli tiketnya langsung sama supirnya, duduk manis di dek atas (biar mantap pemandangannya), lalu siap deh diantar melihat-lihat obyek-obyek wisata pilihan di Warsawa. Bis ini terkenal dengan sistem “hop on – hop off” (kok kayak kelinci ya), dimana kamu bisa naik-turun-naik lagi bis ini semaunya selama 24 jam atau 48 jam (tergantung tiket) pada halte obyek-obyek wisata yang dilewatinya.

Tiketnya berapa? Untuk dewasa, 60 PLN (setara US$20) untuk 24 jam dan 80 PLN untuk 48 jam. Bis ini mulai beroperasi mulai pkl 11:00 siang dan berangkat tiap 1 jam sekali sampai pkl 17:00 sore. Kalau kamu tiba di Warsawa via Dworzec Centralna (Stasiun Kereta Api Centralna), nah.. gampang sekali cari bus ini. Kalau keluar dari stasiun, langsung menuju ke arah Palace of Culture sebagai patokan (gedungnya Palace of Culture kan tinggi menjulang, jadi pasti gampang kelihatan). Halte awal Warsaw Sightseeing Bus ini ada di dekat Palace of Culture, di seberang stasiun Centralna.

Rute yang dilalui bus ini adalah: Palace of CultureNowy Swiat (nama jalan yang terkenal dengan banyak toko dan coffeeshop untuk para turis) – Old Town Pilsudki Square (di sini ada Tugu Pahlawan Tak Dikenal) – National MuseumLazienki Park – dan terakhir balik lagi ke Palace of Culture. Lumayan meng-cover obyek-obyek wisata yang telah saya tulis di catatan sebelumnya kan?

Nggak enaknya bus ini… walaupun sudah bersistem hop off – hop on ala kelinci, ya tetap aja nggak fleksibel. Selain karena kita terikat dengan jadwal bus (kalau ketinggalan bus, nunggunya lamaaa lagi), bus ini sebenarnya cuma beroperasi selama 6 jam, bukan beneran 24 jam atau 48 jam lho. Tapi sempat kok kalau mau foto-foto sebentar di depan obyek-obyek wisata (meski agak buru-buru sih..) selama busnya sedang ‘nunggu penumpang’ di halte.

Untuk info lebih lanjut, bisa cek situs mereka (tersedia versi Bahasa Inggris-nya) di www.city-sightseeing.pl/en Dua gambar di atas juga saya ambil dari situs tersebut.

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Yuk Jalan-jalan Satu Hari di Warsawa!

Kali ini saya mau mulai membahas tentang tempat-tempat yang menarik dikunjungi di Polandia. Soalnya saya yakin nggak banyak teman-teman di Indonesia yang punya gambaran, mau lihat apa sih di Polandia. Nah, kita mulai dengan jalan-jalan di ibukota-nya Polandia ya, kota Warsawa.

Warsawa sendiri lebih merupakan kota bisnis dan pemerintahan. Sebenarnya nggak banyak obyek wisatanya di sini, apalagi kalau kitanya nggak tertarik lihat-lihat museum :) Untuk kota turisnya lebih tepat kunjungi kota Krakow (kira-kira 3 jam kalau naik KA dari Warsawa). Tapi karena sekarang saya tinggalnya di Warsawa, ya kita mulai dari sini dulu.

Inilah obyek-obyek yang menarik kalau mau mengunjungi Warsawa:

1.  Kota Tua (Stare Miasto)

Yang satu ini nggak boleh dilewatkan kalau ke Warsawa! Kota Tua atau dalam bahasa Polandnya disebut Stare Miasto (dibacanya sama dengan ejaan bahasa Indo: Stare Miasto) adalah distrik bersejarah yang paling tua di Warsawa dan indah banget!. Dibangun pada abad ke-13, seluruh bangunan di tempat ini pernah dihancurkan sampai rata dengan tanah oleh tentara Jerman pada saat Perang Dunia II. Barulah tahun 1950-an dibangun kembali, brick-by-brick and so painstakingly sampai makan waktu > 10 tahun (tepatnya 1949 – 1963 dan 1970), dan sekarang termasuk daftar UNESCO World Heritage Site.

Di Kota Tua bisa puas-puasin mata banget deh, apalagi yang hobi fotografi. Soalnya banyak bangunan menarik di sini dan setiap sudut kotanya artistik banget.  Dimulai dari Royal Castle (Zamek Krolewski), Kolumn King Zygmunt, St Anna Church, dan St. John Cathedral sampai ke jantung kotanya yaitu Old Town Square (Rynek Starego Miasto) yang dikelilingi oleh bangunan ekletik berwarna-warni dan ditengahnya dibangun patung Syrena (putri duyung lambang kota Warsawa). Oh ya, untuk Royal Castle, worth it kok untuk dimasuki karena di sini boleh berfoto di dalamnya :) Tiket masuknya 22 PLN (sekitar $7).

Dari Old Town Square silakan nyambung terus ke Kota Baru (Nowe Miasto) yang dibatasi oleh Benteng Barbakan yang panjang dan berbata merah. Di Kota Baru ini juga banyak bangunan yang menarik, termasuk rumah masa mudanya Marie Curie (ilmuwan wanita terkenal yang memenangkan Nobel Fisika).

Aduh, banyak deh, dibahas lebih rinci di postingan tersendiri aja ya. Yang pasti, jalan-jalan di sini jangan buru-buru, karena di sinilah jantung hatinya Warsawa.

2. Istana Wilanow (Palac w Wilanowie)

Ini asli istana musim panas untuk keluarga raja-raja Polandia yang dibangun di abad ke-17 dan ajaibnya nggak ikut dihancurkan selama PD II. Ada juga kebun istananya yang bagus banget kalau lagi musim panas. Kalau bisa sempatkan masuk ke dalam istananya (tiket masuknya 16 PLN atau sekitar $5) dan melihat-lihat bagian dalamnya yang terdiri dari 2 lantai. Yang menarik sih lantai 1, soalnya kalau di lantai 2 isinya lebih ke koleksi lukisan portrait dari anggota keluarga kerajaan. Sayangnya di dalam istana nggak boleh ambil foto.

Kalau mau masuk ke Istana-nya, lebih baik pagi-pagi karena Istana tutup pkl 16:00 (pengunjung terakhir boleh masuk ke Istana pkl 15:00). Kalaupun tidak mau masuk (cuma lihat-2 atau berfoto di luar istana), ya tetap datang pagi soalnya lokasinya di ujung sendiri. Sementara obyek wisata yang lain lebih ke tengah kota hehehe..

3. Park Lazienki

Di Warsawa ada banyak taman (mungkin karena itu tingkat polusi udara di sini cukup rendah), dan Park Lazienki ini merupakan taman yang terbesar di Warsawa! Di sini harus kuat jalan kaki :) soalnya lumayan menjelajahi taman supaya bisa lihat 2 point of interests:

3.1) Istana Lazienki atau yang lebih dikenal dengan Istana di Atas Air karena memang dibangun di atas pulau kecil buatan di atas danau. Istananya sendiri nggak terlalu besar, dibangun abad 17 sebagai bathhouse untuk keluarga raja dan sekarang dipertahankan sebagai museum yang bisa dimasuki. Nggak perlu masuk sih menurut saya, lebih seru menikmati suasana sekitar danau yang asri karena inilah kompleks raja Poland dulu menikmati musim panasnya.

3.2) Patung Frederic Chopin, musisi klasik yang terkenal banget itu! Kalau musim panas, tiap hari Minggu pkl 12:00 dan pkl 16:00 ada konser musik Chopin (gratis!) yang digelar di dekat area patung itu. Kadang murni piano klasik, kadang udah dikolaborasi dengan musik pop dan rok. Bicara soal Chopin, wah.. orang Poland mah bangga banget ama musisi yang lahir dan besar di Poland itu. Di sini ada Chopin Museum, Chopin Music University, dan tiap tahun digelar Chopin Festival. Kalau suka musik klasik, sempatkan masuk museumnya deh.

4. Palace of Culture and Science (Palac Kultury i Nauki)

Inilah landmarknya kota Warsawa. Sering disingkat dengan sebutan Palace Culture atau PKiN. Dengan tinggi 231 m, inilah gedung tertinggi di Warsawa yang katanya bisa dilihat dari semua penjuru kota (bila cuaca cerah). Biarpun katanya landmark, sebenarnya orang-orang Polandia sendiri nggak suka dengan bangunan ini karena ternyata bangunan ini hadiah dari Joseph Stalin ketika Poland masih berada di bawah cengkraman Uni Soviet. Kabarnya, Stalin sang tirani kejam itu sengaja memerintahkan pembangunan Palace Culture ini pada tahun 1952-1955 sebagai simbol dominasi Uni Sovyet yang mengawasi tingkah laku orang-orang Polandia supaya ‘jangan macam-macam’ di era komunisme itu. Ingat jargon “The Big Brother is watching?

Sekarang Palace Culture ini dijadikan sebagai tempat perkantoran, gedung teater dan pameran, gedung pertunjukan, museum bahkan bioskop! Bisa juga naik ke lantai 30-nya (lantai Panorama) untuk lihat kota Warsawa dari atas, tapi jujur sih.. nggak worth it soalnya pemandangannya nggak bagus-bagus banget :) Tapi harus sempatkan foto di depan gedung ini ya, gimana pun juga kan landmark kota Warsawa.

Obyek lainnya yang juga menarik, andaikan punya waktu lebih di Warsawa, saya rekomen kunjungi:
- Museum Uprising Warsaw (Muzeum Powstania Warszawskiego)
- National Museum (Muzeum Narodowe), dan
- Copernicus Science Center (Kopernik Centrum Nauki)
Hayoo, suka museum dan iptek nggak? Hihihi..

So.. to resume this posting, ini rekomendasi saya untuk itinerary one-day trip in Warsaw. Oh ya, better you come in summer dimana siangnya lebih panjang jadi waktu jalan-jalannya bisa lebih lama *nggak mau rugi*:

1. Pagi (mulai pukul 09:00): mengunjungi Istana Wilanow.
2. Menuju ke Park Lazienki, pertama cari Patung Chopin yang bisa kelihatan dari pintu masuk taman, lalu masuk ke tengah-tengah taman untuk menemukan Istana di Atas Air (hahaha.. ini itinerary atau berburu harta karun sih).
3. Ke tengah kota (Centrum) untuk berfoto di depan Palace Culture (hihi, cukup foto doang)
4. Terakhir: puas-puasin ngubek Stare Miasto dan Nowe Miasto.

Oh ya, tips satu lagi, kalau emang tight-budget, ke Warsawa-nya hari Minggu aja, soalnya pada hari Minggu masuk Istana Wilanow dan Royal Castle di Kota Tua gra-tis! Horee..Tapi jumlahnya terbatas lho, jadi ya better come early deh.

Selamat berpetualang di Warsawa! :)

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.