Arsip Blog
Pohon Palem Di Tengah Jalan
Salah satu jalan protokol yang terkenal di Warsawa adalah Aleje Jerozolimskie (arti harafiahnya: ‘Jerusalem Avenues’). Ini jalan puanjang sekali (10,8 km), menghubungkan kotamadya Wola di sebelah barat dengan kotamadya Praga di sebelah timur dan melewati pusat kota (Centrum) dimana terletak bangunan Palace of Culture and Science yang menjadi landmark-nya Warsawa. Nama jalan ini memang berasal dari nama perkampungan Yahudi “Nowa Jerozolima” (artinya: ‘New Jerusalem’) yang dulu ada di daerah ini pada abad 18.
Di Al. Jerozolimskie ini, tepatnya di Bundaran (Rondo) Charles De Gaulle dekat Museum Nasional, ada satu pohon palem yang mencuri perhatian. Menjulang sendirian dengan tinggi 15 meter di tengah bundaran, tanpa ada sederetan palem-palem lain yang biasa menemani. Sebenarnya buat orang Indonesia, melihat pohon kelapa, nyiur, atau palem seperti ini bukanlah sesuatu yang istimewa. Tetapi di Polandia yang dingin ini tidak ada pohon palem yang tumbuh alami lho. Wah, jadi pohon palem yang ada di Al. Jerozolimskie ini..? Yap, itu adalah pohon palem artifisial alias hasil karya seni instalasi. Seniman yang membuatnya, Joanna Rajkowska, menamakan karyanya ini “Pozdrowienia z Alej Jerozolimskich” yang artinya ‘Greetings from Jerusalem Avenue’.
Kenapa pohon palem yang dipilih? Pada saat itu, sang seniman baru saja berkunjung ke Israel dan terinspirasi oleh sejarah Al. Jerozolimskie, dia ingin menanamkan sedikit memori Israel ke landscape Al. Jerozolimskie lewat si pohon palem itu. Di sisi lain, ada idiom dalam bahasa Polandia yang mengatakan “palma odbija“ (‘palem memantul balik’) yang maksudnya: sesuatu yang tidak umum atau di luar akal sehat. Jadi lewat kehadiran si pohon palem ini di tengah kota Warsawa, sang seniman ingin mengingatkan kita bahwa cara bernalar yang umum diterima justru sering tidak cocok untuk dunia nyata.
Aslinya si pohon palem ini adalah bagian dari pameran seni kontemporer di Warsawa pada tahun 2002-2003. Dari situs palma.art.pl (seru ya, si pohon palem ini sampai punya situs resmi segala hahaha), saya baru tahu bahwa pohon palemnya ternyata tidak dibuat di Polandia, tetapi di Amerika tepatnya di kota Escondido oleh 2 orang pekerja Mexico. Setelah selesai pameran tahun 2003, si palem ini tidak jadi dipindahkan dan menjadi bagian tetap dari landscape Warsawa bahkan akhirnya dilindungi oleh Gubernur Warsawa. Karena sempat rontok, pohon palem ini akhirnya direstorasi total pada tahun 2007 supaya lebih tahan cuaca. Yah, namanya juga artifisial, daun-daunnya yang terbuat dari fiberglass dan polyurethane gloss perlu diganti secara berkala.
Jadi kalau jalan-jalan ke Warsawa, sempatkan deh berfoto di dekat pohon palem ini, lalu kirim fotonya ke orang rumah dengan judulnya “Salam dari Jalan Yerusalem di Warsawa”
Tradisi Paskah di Polandia
Sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Katolik, wajar bila Paskah menjadi salah satu perayaan penting di Polandia. Suasana menyambut Paskah di Polandia terasa jauh lebih riang, meriah, merakyat serta memakan waktu lebih lama dibandingkan di Indonesia. Apalagi perayaan ini berlangsung saat musim semi yang cuacanya hangat dan bersahabat. Tak heran, banyak acara masyarakat Polandia dalam menyambut Paskah pun dilakukan di ruang terbuka.
Baik di Indonesia maupun di Polandia, libur resmi dalam rangka Paskah membawa berkah long weekend. Bedanya, long weekend di Indonesia diakibatkan karena libur hari Jumat Agung (kematian Isa Al Masih), sedangkan di Polandia libur panjangnya karena libur hari Senin Paskah (hari kedua Paskah yang dalam bahasa Polandia dikenal dengan istilah Śmigus-Dyngus). Jadi long weekend Paskah di Indonesia adalah dari Jumat s.d Minggu, sedangkan long weekend di Polandia berlangsung dari Sabtu s.d Senin. Unik ya?
Ingin tahu bagaimana tradisi orang-orang Polandia merayakan Paskah di negaranya? Ini dia gambarannya berdasarkan apa yang saya alami selama libur Paskah tahun 2011 yang baru berlalu:
Minggu Palma (Niedziela Palmowa) – 17 April 2011 (seminggu sebelum Minggu Paskah)
Pada Minggu Palma atau Minggu Palem (Niedziela Palmowa), umat Kristiani merayakan peristiwa Yesus Kristus yang memasuki kota Yerusalem dimana orang-orang ramai menyambut-Nya dengan berseru ‘Hosanna Bagi Anak Daud’ sambil melambai-lambaikan daun palem sebagai tanda penghormatan. Minggu Palma ini menjadi awal dari Minggu Suci (Wielki Tydzien), yaitu minggu menuju kematian dan kebangkitan Yesus.
Di Polandia, Minggu Palma dirayakan dengan membawa palem yang sudah dihias ke misa gereja untuk diberkati. Yang disebut palem di sini bukan daun palem beneran lho (saya nggak pernah lihat pohon palem beneran selama di sini), namun hiasan dari bunga kering, rumput, ranting pohon willow, bulu, pita dan kertas berwarna. Supaya kebayang bentuknya seperti apa, bisa lihat gambarnya di sebelah. Bagus-bagus kan? Foto palem ala Polandia ini saya ambil ketika bazar Paskah (Jarmark Wielkanocny) di Kota Tua. Menjelang Minggu Palma, palem-palem ala Polandia ini banyak dijual di pasar-pasar, bazar dan dekat gereja. Harganya berkisar 10 – 25 zloty, tergantung besarnya.
Setelah diberkati di gereja, palem-palem ini kemudian dibawa pulang ke rumah dan biasanya ditaruh di belakang gambar santo/santa sampai Holy Week tahun berikutnya. Jadi nggak dibuang begitu saja lho, tapi disimpan sepanjang tahun. Sebenarnya apa sih makna palem itu bagi orang Katolik, kok sampai disimpan-simpan segala? Kata teman saya yang keturunan Polandia-Amerika, palem melambangkan kebangkitan (life after death) dan keabadian roh. Sedangkan palem yang diberkati adalah simbol dari nasib baik (good fortune) dan perlindungan dari bahaya. Wah, maknanya dalam ya!
Persiapan Minggu Palma ini merupakan tradisi yang masih lestari di Polandia. Kota Łyse, Kurpie dan Lipnica Murowana Carpathian di Polandia terkenal dengan kompetisi palem tahunan yang memperlombakan palem yang terindah dan terpanjang (panjangnya bisa mencapai 12 meter!). Ah, jadi ingin lihat langsung ke sana.
Sabtu dan Minggu Paskah (Wielkanoc) – 23-24 April 2011 (berbeda-beda setiap tahun namun umumnya pada bulan April)
Polandia mempunyai tradisi dan makanan khas Paskah yang berlaku mirip di seluruh pelosok.
Tradisi yang paling populer adalah telur paskah yang disebut pisanki. Bentuknya sih mirip dengan telur paskah pada umumnya yaitu telur yang kulit luarnya digambari dan diwarnai. Namun pisanki Polandia ini memakai teknik yang khas, yaitu dengan dyeing, scratching patterns in wax dan glueing applications. Tiap region atau daerah di Polandia punya kekhasan motif sendiri-sendiri, namun umumnya kaya dengan warna. Menjelang Paskah, pisanki ini mudah ditemukan di berbagai supermarket dan bazar. Ada yang terbuat dari telur sungguhan, kayu ataupun coklat. Telur paskah ini melambangkan hidup dan kelahiran kembali (rebirth).
Simbol lainnya dari Paskah adalah domba putih (baranek wielkanocny) dengan panji atau umbul-umbul. Domba putih mengingatkan akan pengorbanan Yesus Kristus sementara panji adalah simbol kemenangan. Biasanya si domba putih ini dihadirkan dalam bentuk patung kecil dari gipsum atau porselen atau bahkan kue bolu berbentuk domba.
Pada Sabtu Paskah, orang-orang Polandia membawa keranjang berisi makanan ke gereja untuk diberkati. Keranjang ini disebut swieconka dan biasanya berisi telur, kue bolu berbentuk domba, daging ham atau sosis, garam, merica, roti dan horseradish (semacam lobak pedas, sebagai simbol pahitnya penderitaan Yesus Kristus). Pemberkatan makanan ini dilakukan di semua gereja Katolik di Polandia dan berlangsung dari pagi hingga sore, setiap 1/2 jam. Makanya jangan heran kalau datang ke Polandia saat Sabtu Paskah, kamu bisa melihat orang-orang, baik anak kecil maupun orang dewasa, membawa keranjang berisi makanan ke dalam gereja.
Pada Minggu Paskah, banyak orang yang menghadiri misa Paskah dini hari. Bila pada misa Natal biasanya dipasang pohon Natal, pada perayaan Paskah gereja akan memasang dekorasi kuburan yang terbuka untuk mengumumkan kepada dunia tentang kebangkitan Yesus Kristus. Suasana kota biasanya akan lengang dan jalanan pun jauh lebih sepi dari biasanya, hampir semua restoran, mall, dan toko-toko tutup.
Senin Paskah (Smigus-Dyngus atau Lany Poniedziałek) – 25 April 2011
Hari Senin Paskah adalah hari libur resmi di Polandia! Konsekuensinya, sebagian besar toko dan pusat perbelanjaan masih melanjutkan tutup toko sampai hari ini. Sejarah Smigus-Dyngus agak panjang kalau mau dibahas di sini, lebih baik lihat langsung di wikipedia
Di Polandia, hari Senin Paskah ini dikenal dengan nama “Lany Poniedziałek” atau lebih tepatnya Senin Basah (Wet Monday). Istilah yang cocok karena ternyata pada hari ini, semua orang bebas untuk menyemprotkan atau menyiramkan air ke orang lain! Ini hari yang paling dimanfaatkan oleh anak-anak dan remaja, mereka siap-siap menyiramkan seember air atau menembak sembarang orang yang lewat di bawah apartemen mereka dengan pistol air atau balon air. Yang jadi targetnya ya siapa saja, namun terutama anak-anak gadis. Dan enggak boleh marah lho! Jadi ya siap-siap aja basah







