Arsip Blog
BBM dan Kebiasaan Berkendaraan di Eropa, Adakah Samanya Dengan di Indonesia?
Minggu terakhir bulan Maret 2012 adalah periode panas dalam sejarah politik dan perekonomian bangsa Indonesia. Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi mewarnai sebagian besar wajah pemberitaan Indonesia. Ngeri dan dinamis sekali kalau kita menonton rangkaian liputannya; mulai dari demo-demo mahasiswa dan buruh yang super anarkis, pemerintah yang susah payah menjelaskan alasan di balik pengurangan subsidi BBM, sampai kericuhan politik di rapat paripurna DPR. Semua dengan jelas mengambarkan betapa dilematis dan sensitifnya permasalahan harga BBM bersubsidi di Indonesia. Solusi yang akhirnya terwujud di pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 jadinya memang bersifat kompromistis: harga BBM bersubsidi memang tidak jadi naik pada saat ini, namun dimungkinkan naik 6 bulan kemudian apabila rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude oil Price atau ICP) naik di atas 15% dari asumsi harga saat ini. Hmmm..
Polandesian tentu saja tidak berminat untuk mendebat urusan energi yang satu ini. Namun tak urung hati tergelitik juga untuk menulis catatan kecil tentang kebijakan fuel pricing di Eropa yang jelas berbeda dengan Indonesia dan pengaruhnya terhadap habit berkendaraan di Eropa vs Indonesia. Untuk yang sering baca blog ini, pasti tahu bahwa saya suka mencatat persamaan dan perbedaan antara Indonesia dengan Polandia dari berbagai aspek. Nah, untuk kasus BBM, Eropa (termasuk Polandia) ternyata memang lebih banyak bedanya daripada samanya dengan Indonesia. Apa saja bedanya?
Pajak Tinggi vs Subsidi = Mahal vs Murah
Tidak ada negara di Eropa yang memberikan subsidi BBM bagi rakyatnya. Kebanyakan negara Eropa, apalagi yang sudah menjadi anggota Uni Eropa, menerapkan pajak yang tinggi untuk BBM. They impose high taxes on fuel, regardless the level of their own petrol production. Makanya jangan heran harga BBM di Eropa adalah yang tertinggi di dunia, sekitar 2x lipat harga BBM di USA dan 3-4 kali lipat harga BBM di Indonesia.
Di Polandia sendiri, pajak BBM-nya sebesar 23%, dengan harga jual BBM (tipe unleaded petrol atau Pb95) pada bulan April 2012 ini rata-rata seharga 5.87 Zloty/liter atau setara Rp 17.000/liter (cek www.e-petrol.com.pl untuk update harga BBM di Polandia). Mahal ya? Awal-awal datang ke Polandia saya pun hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat harga BBM di berbagai pom bensin di Warsawa. Padahal ini masih jauh dari yang termahal di Eropa lho.
Memangnya negara mana yang termahal? Berdasarkan update bulan April 2012 di situs http://www.mytravelcost.com/petrol-prices/, inilah 10 negara di dunia dengan BBM termahal: Turki (1.97 Euro atau sekitar Rp 23.700/liter), Norwegia, Italia, Belanda, Denmark, Yunani, Swedia, Belgia, Hong Kong, Portugal (1.77 Euro atau sekitar Rp 21.300/liter). Tuh kan, hampir semuanya negara Eropa! Jangan heran kalau biaya hidup di Eropa itu tinggi, wong harga bahan bakarnya juga yang termahal di dunia. Di kawasan Eropa, harga BBM yang relatif lebih murah ada di Rusia.
Indonesia jelas punya kebijakan nasional yang berbeda dalam hal fuel pricing ini, karena Indonesia memberikan subsidi untuk BBM. Memang ada beberapa negara lain yang juga memberikan subsidi BBM, yaitu Venezuela, Saudi Arabia, Mesir, Burma, Malaysia, Kuwait, Trinidad dan Tobago, Brunei, Mexico, dan Bolivia. Bisa ditebak, kebanyakan dari mereka adalah negara-negara dengan kekayaan minyak bumi yang berlimpah. Misalnya di Saudi Arabia, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, BBM dijual cukup dengan harga 0.15 Euro/liter atau Rp 1.800/liter. Selain itu, kondisi politik di negara tertentu juga memainkan peranan penting. Contohnya Venezuela, sebagai negara dengan harga BBM paling murah saat ini (hanya 0.02 Euro/liter atau sekitar Rp 241/liter!) Harga minyak yang luar biasa murah tersebut lebih disebabkan karena kebijakan Presiden Hugo Chavez yang beraliran sosialis dan menerapkan subsidi BBM super besar untuk menentramkan rakyatnya dari kekacauan politik.
Dengan adanya subsidi ini, Indonesia sendiri masih masuk Top 20 BBM termurah di dunia. Sayangnya, tingkat produksi minyak mentah di Indonesia terus menurun setiap tahun (tahun 2011 hanya sekitar 900.000 barel/hari) bahkan sekarang Indonesia telah menjadi net importer alias pembeli minyak olahan dari luar negeri. Belum lagi beban subsidi yang terus membengkak dan memberatkan keuangan negara.
Mahal vs Murah = Dihindari vs Diincar
Sudah merupakan hukum ekonomi dan sifat alami manusia: kalau barangnya mahal, pasti dihemat-hemat, bahkan kalau bisa dihindari pemakaiannya. Begitu juga di Eropa, sepertinya salah satu pendorong kemajuan dan kenyamanan transportasi umum di Eropa ini adalah harga BBM-nya yang mahal itu. Bahkan di beberapa ibukota Eropa seperti Amsterdam (Belanda) dan Kopenhagen (Denmark), para penduduknya terkenal lebih memilih naik sepeda daripada naik mobil pribadi untuk transportasi sehari-hari.
Di Polandia, saya pun menikmati betul pelayanan kendaraan umumnya yang nyaman dan handal ini. Saya sering melihat para wanita Polandia dengan gaya trendi atau staf kantor dengan dandanan jas rapi menggunakan transportasi umum. Banyak orang Polandia, terutama anak-anak sekolah, yang tidak sungkan naik bus, tram atau metro Warsawa meskipun sebenarnya di rumah mereka punya mobil. Ternyata, mahalnya BBM ini memang membuat orang bertindak lebih ramah lingkungan, disadari atau tidak.
Di lain pihak, kalau barangnya murah, pasti orang cenderung boros. Contohnya di Saudi Arabia, karena begitu murahnya bensin dan kayanya penduduk di sana, banyak mobil mewah berselinder besar (yang artinya tidak hemat bensin) berlalu-lalang di jalanan. Bensin murah juga menjadi incaran banyak orang. Sudah bukan rahasia lagi bahwa BBM premium bersubsidi di Indonesia justru turut dibeli oleh orang-orang kaya bahkan kaum ekspatriat. Bahkan yang lebih parah, BBM murah tersebut menjadi komoditas yang diselundupkan ke Filipina dan Singapura. Perihal penyeludupan BBM lebih murah ini memang bukan masalah Indonesia saja. Di daerah perbatasan USA-Mexico, banyak pihak yang rela menyeberang sesaat ke Mexico demi membeli BBM subsidi yang lebih murah, padahal BBM di Mexico itu aslinya dibeli oleh pemerintah Mexico juga dari USA.
Sering Naik vs Jarang Naik = Lebih Nerimo vs Rusuh Banget
Harga petrol atau gasoline di Eropa memang tergantung pada harga pasar, sehingga harganya bisa berfluktuasi naik/turun setiap hari. Variasi harga ini semakin ramai karena pom bensin yang berbeda dapat memberikan harga jual BBM yang berbeda (meskipun beda-beda tipis per liternya, tetapi kerasalah kalau beli banyak). Layaknya di Indonesia, di Polandia juga ada beberapa pom bensin atau fuel retailer seperti Orlen, BP, StatOil, LukOil, Bliska, atau Lotos. Di Polandia, sebagai wujud sensitivitas harga, orang banyak memanfaatkan portal internet untuk mencari tahu di gas station mana yang memberikan harga petrol/bensin atau diesel/solar termurah saat itu (salah satunya, bisa dicek http://www.cenapaliw.pl/)

Aksi protes nan tertib dari pengendara mobil di Polandia, Januari 2012. Photo credit: Gazeta Wyborcza
Selama di Polandia, saya tidak pernah mendengar ada demo besar-besaran tentang kenaikan harga BBM. Baru satu kali saya mengetahui ada protes terorganisir dari para pengendara mobil di Polandia, yaitu pada tanggal 28 Januari 2012, karena harga BBM di Polandia yang terus melonjak naik. Mereka ingin agar pemerintah Polandia mengintervensi harga jual BBM agar bisa turun. Tetapi cara protesnya sama sekali tidak rusuh, dimana para pengendara tersebut konvoi dengan kecepatan super lambat di jalan-jalan utama di kota Warsawa dan Lodz sehingga arus lalu lintas jadi padat merayap selama 2-4 jam. And that’s it, nggak ada aksi anarkisnya sama sekali. Bahkan kalau saya tidak baca berita, saya tidak tahu ada aksi protes semacam ini saking tertibnya. Beritanya bisa dibaca di sini.
Intinya sih, saya perhatikan orang Eropa lebih bisa nerimo alias lebih pasrah menerima kenaikan harga BBM yang mengikuti harga pasar. Tidak ada unjuk rasa yang berujung rusuh khusus untuk masalah BBM ini, yang menonjol adalah usaha penghematannya.
Sementara di negara-negara yang memberikan subsidi BBM, suasananya berbeda sekali. Sekalinya ada rencana pengurangan subsidi yang mengakibatkan harga BBM akan naik, mayoritas rakyat pun memprotes keras dan terjadilah kericuhan politik ekonomi. Ini ternyata bukan kasus di Indonesia semata. Beberapa contoh kekacauan di negara lain akibat rencana kenaikan BBM bisa dibaca di Wikipedia:
- Pada bulan Januari 2012, rakyat Nigeria beramai-ramai mogok kerja selama 8 hari dan menyebabkan kekacauan besar ketika pemerintahnya berencana menaikkan harga BBM subsidi dari US$0.406/liter menjadi US$0.88/liter. Akhirnya pemerintah Nigeria mencari jalan tengah dengan menaikkan BBM hanya menjadi US$0.6/liter.
- Pada bulan Desember 2010, pemerintah Bolivia berencana menghapuskan subsidi BBM di negara mereka yang telah berjalan selama 7 tahun. Mendengar harga BBM akan naik 83%, rakyat Bolivia pun mengadakan demo dan pemogokan secara meluas. Akhirnya rencana kenaikan BBM itu pun dibatalkan.
Lain Ladang Lain Belalang
Indonesia ternyata memang nyaris tidak ada samanya dengan Eropa dalam hal BBM ini. Kebijakan fuel pricing-nya beda, dampak dan respon masyarakatnya di dalam kehidupan sehari-hari juga berbeda. Jelas bukan perbandingan apple-to-apple. Yah, ini sekedar catatan untuk mengetahui seberapa prinsip perbedaan tersebut, sehingga kita bisa yakin bahwa Eropa tidak bisa dijadikan acuan rasionalisasi bila ada rencana perubahan harga BBM di Indonesia. Namun posting ini juga ingin menunjukkan bahwa setiap sistem atau kebijakan punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Dan kelemahan itu terbisik pelan di hati, “Indonesiaku, akankah engkau rusuh lagi di 6 bulan mendatang?”
Untuk Yang Butuh Koneksi Mobile Internet di Polandia
Internet Rumah vs Internet Mobile
Salah satu keuntungan hidup di zaman internet ini adalah kemudahan berkomunikasi. Meskipun merantau jauh di negeri orang, dengan mudah dan nyaman kita tetap bisa menjalin hubungan dengan keluarga, teman dan kolega di tanah air. Ya, apalagi kalau bukan dengan menggunakan internet rumah (Polish: internet stacjonarny atau disebut juga internet w domu). Dari pengalaman saya, biaya pemakaian internet rumah di Polandia jauh lebih murah daripada di Indonesia. Tarif perbulannya pun flat dengan kecepatan tinggi, mulai dari 0,5 MB sampai 16 MB, bahkan ada provider yang bisa sampai 32 MB. Hanya saja semua penyedia jasa home internet di Polandia ini mengharuskan kontrak perdana 12 bulan atau 24 bulan, jadi memang cocoknya untuk pemakaian jangka panjang. Kalau kamu akan menetap atau tinggal di Polandia selama lebih dari setahun, ya rugi banget kalau tidak memanfaatkan jasa internet rumah yang murah meriah dan handal ini.
Tetapi bagaimana untuk rekan-rekan yang akan mengunjungi Polandia hanya untuk beberapa hari atau beberapa minggu (jangka pendek) tetapi tetap membutuhkan akses internet yang bagus? Apa harus bolak-balik ke warnet atau ke café untuk cari wifi atau hotspot gratisan? Jangan-jangan di Polandia sudah tidak ada lagi warnet (warung internet), saking sudah umumnya orang sini punya akses internet di rumah masing-masing? Hahaha, ada kok warnet di Polandia ini, tetapi memang sedikit sekali. Kalau di Warsawa, paling adanya di Metro Centrum atau di dekat Politechnika. Kalau free wifi/hotspot banyak tersedia di berbagai cafe dan restoran termasuk restoran fast food seperti di banyak cabang KFC, Burger King atau McDonalds di Polandia.
Nah, kebetulan baru-baru ini ada pertanyaan yang masuk ke Polandesian mengenai hal ini, termasuk di dalamnya kemungkinan memakai mobile internet di Polandia (bahasa Polandianya: internet mobilny atau dikenal juga dengan sebutan internet na kartę). Itu lho, internet-an via ponsel atau pakai USB modem yang diisi SIM Card handphone. Sekarang di Indonesia model mobile internet seperti itu sudah umum kan? Sepertinya hampir semua provider GSM di Indonesia sudah menyediakan jasa ini, misalnya 3 Data, Telkomsel Flash, XL HotRod 3G, IM3 Seru, dll. Jadi sekalian saja saya coba ulas mengenai hal ini dan kasih rekomendasi.
Seluk Beluk Internet Mobile di Polandia
Kalau kamu bawa ponsel dari Indonesia, belum tentu jaringannya berfungsi dengan normal di Polandia ini. Seperti misalnya HP Blackberry seorang rekan dari Indonesia yang pernah berkunjung ke Warsawa, ternyata fungsi Blackberry Internet Service dan Blackberry Messenger-nya tidak beroperasi di Polandia ini (baru bisa kalau ada wifi). Tentunya ini merepotkan dan bisa jadi kendala untuk yang harus sering-sering mengirim berita ke Indonesia.
Kalau mau nyaman dan rela mengeluarkan sedikit biaya, ya sebaiknya beli SIM Card dari provider lokal di Polandia yang bisa untuk internet-an juga. Bahkan kalau mau lebih nyaman, beli sekalian paket starter-nya yang dibundel dengan USB modem agar bisa dipakai di laptop kamu. Dijamin dengan cara ini nggak perlu repot-repot lagi cari warnet atau wifi gratisan hehehe…
Sama seperti di Indonesia, hampir semua provider GSM di Polandia juga sudah menyediakan jasa prepaid mobile internet ini misalnya Play, Plus, T-Mobile, Orange, atau Heyah. Umumnya SIM Card prabayar ini dijual di berbagai kios, minimarket/supermarket atau outlet providernya langsung. Secara umum, SIM Card untuk ponsel di Polandia disebut “karta startowa”. Kalau yang juga bisa untuk internet, lebih spesifiknya disebut “internet na kartę”. Tapi intinya sih sama-sama SIM Card untuk handphone.
Bingung Mencari dan Memilih Provider Internet Mobile?
Ini dia rekomendasi saya tentang 3 provider internet mobile prabayar di Polandia yang lumayan bisa dihandalkan, berikut harga, kuota dan cara mendapatkannya. Untuk harganya, 1 PLN (1 Zloty) kira-kira setara dengan Rp 3000,- Semoga berguna ya bagi teman-teman Indonesia yang sedang cari-cari info mengenai koneksi internet di Polandia untuk jangka pendek.
1. PLAY: Play Online na kartę
Pilihan terbaik untuk menggunakan mobile internet di berbagai kota besar di Polandia! SIM Card prabayarnya (yang bisa untuk telepon sekaligus internet) dikenal dengan nama “Play Online na kartę”. Provider ini beroperasi pada frekuensi HSPA/HSPA+ 900/2100MHz. Jadi kalau kamu sudah punya modem yang men-support frekuensi ini, coba saja pakai modem punya kamu sendiri.
Berapa harganya? Kamu bisa memilih untuk membeli hanya SIM Card-nya saja, atau paket lengkap SIM Card + modem. Ini rinciannya:
- SIM Card seharga 9 PLN (berisi pulsa 9 PLN dan kredit/kuota awal internet sebesar 300 MB) berlaku untuk 7 hari.
- SIM Card seharga 19 PLN (berisi pulsa 19 PLN dan kredit/kuota awal internet sebesar 1 GB) berlaku untuk 30 hari.
- Paket SIM Card + modem seharga 129 PLN. SIM Card-nya berisi pulsa 19 PLN dan kuota awal internet 1 GB yang berlaku untuk 30 hari, sedangkan modemnya adalah modem Huawei E173-u2.
Dimana membelinya? SIM Card atau starter kit Play seperti di atas bisa dibeli di berbagai outlet Play (di Polandia, outlet GSM itu disebut ‘salon’, jadi cari saja yang namanya “Salon Play”). Tempat termudah kalau kamu di Warsawa, carilah di shopping mall C.H Zlote Tarasy (mall ini terletak di samping stasiun KA utama “Warszawa Centralna”). Di dalam mall ini ada beberapa toko yang menjual Play Online, yaitu di di toko buku Empik, toko elektronik Saturn, atau di Salon Play. Tempat lainnya adalah di toko buku Empik di jalan Nowy Świat 15-17, Warsawa. Kedua tempat tersebut buka setiap hari.
Setting internetnya? Tidak diperlukan username atau password. APN: internet.
Isi ulang pulsanya? Kalau habis pulsa, tinggal beli pulsa isi ulang (top-ups) di berbagai kios atau supermarket, miriplah seperti di Indonesia. Di Polandia, proses isi ulang pulsa hp disebut “doładowania”. Top-ups dimulai dari 5 PLN (150 MB, berlaku 3 hari), 10, 20, 30, 50, 75, sampai 125 PLN (15 GB, berlaku 120 hari).
Info lebih lengkapnya bisa dicek di website mereka langsung (unfortunately, only in Polish) http://www.play.pl/pl/oferta/internet/internet-na-karte/opcje/index.html
2. PLUS
Pilihan yang juga baik untuk ber-internet ria via handphone kamu, apalagi jika kamu mau travelling sampai ke kota-kota kecil di Polandia. Jaringan Plus memang telah menjangkau sampai ke berbagai pelosok Polandia. Tetapi kabarnya masih kalah dibanding Play dalam hal transfer data.
Berapa harganya? Ada berbagai pilihan harga untuk membeli SIM Card Plus. Yang penting diingat, jangan lupa mengaktifkan terlebih dahulu paket mobile internet iPlus dengan menekan kode aktivasi tertentu agar lebih hemat, yaitu sebagai berikut:
- 9 PLN untuk kuota 150 MB, berlaku 31 hari, kode aktivasi: *136*11*11# (otomatis diperpanjang setelah masa berlaku habis, untuk deaktivasi: *136*00*11#)
- 15 PLN untuk kuota 500 MB, berlaku 31 hari, kode aktivasi: *136*11*12# (otomatis diperpanjang setelah masa berlaku habis, untuk deaktivasi:*136*00*12#)
- Untuk mengecek sisa pulsa: *136#
Kalau tidak mengaktifkan paket iPlus di atas atau lupa mengisi ulang pulsa selama masa berlaku belum habis, maka kamu bisa terkena tarif regular akses internet sebesar 5 PLN per 1 MB yang tentunya jadi boros.
Setting internetnya? Sejauh ini, Plus tidak menjual paket SIM Card + modem. Jadi kamu bisa pasang SIM Card Plus yang saya sebutkan di atas pada USB modem yang universal (tanpa sim-lock). Setting internetnya tidak memerlukan login atau password. APN: Internet atau www.plusgsm.pl (tidak ada bedanya).
Dimana membelinya? Ada di berbagai kios, minimarket atau Salon Plus. Kalau ingin membeli SIM Card Plus, katakan saja “karta startowa Plus”
Info lebih lengkapnya bisa dicek di website mereka langsung (again, only in Polish) http://internet.plus.pl/indywidualni/internet-w-telefonie/internet-w-telefonie-w-plus-na-karte
3. Blueconnect dari T-MOBILE
T-Mobile adalah salah satu provider GSM di Eropa yang dulu bernama Era. Saat ini T-Mobile telah meluncurkan produk SIM Card prabayar yang ditujukan khusus untuk akses mobile internet bernama “Internet na karte Blueconnect”. Blueconnect ini beroperasi di frekuensi HSPA+/HSPA 2100MHz, maupun GPRS/EDGE 900/1800MHz. Jangkauan dan kinerja T-Mobile kurang lebih sama dengan Plus.
Berapa harganya? Tarif regular mobile internet Blueconnect ini adalah 0.30 PLN per 1 MB. Kamu bisa memilih untuk membeli hanya SIM Card-nya saja, atau paket lengkap SIM Card + modem. Ini rinciannya:
- SIM Card seharga 25 PLN berisi pulsa 25 PLN dan kuota awal 500 MB, berlaku 30 hari.
- SIM Card seharga 50 PLN berisi pulsa 50 PLN dan kuota awal 2 GB, berlaku 30 hari.
- Paket SIM Card + modem seharga 199 PLN. SIM Card berisi pulsa 50 PLN yang berlaku untuk 30 hari, sementara modemnya adalah modem Huawei E173.
Setting internetnya? Username: internet, password: internet, APN: internet
Dimana membelinya? SIM Card maupun modemnya bisa dibeli di outlet-outlet T-Mobile. Kalau di Warsawa, ada di shopping mall seperti Złote Tarasy, Galeria Mokotow, Arkadia. Tetapi untuk pulsa isi ulangnya, bisa dibeli di berbagai kios dan supermarket mulai dari 25 PLN (500 MB, berlaku 30 hari), 50, 100 sampai 150 PLN (2 GB, berlaku 30 hari).
Info lebih lengkapnya bisa dicek di website mereka langsung (lagi-lagi dalam bahasa Polandia) http://www.t-mobile.pl/pl/indywidualni/internet/komputer/starter
Okay deh, demikianlah seluk beluk dan rekomendasi Polandesian tentang koneksi internet mobile di Polandia. Mungkin nggak akan dibaca oleh banyak orang, tetapi semoga berguna untuk yang membutuhkan info ini
Cari Kerja Apa di Polandia?
Beberapa waktu lalu ada komentar dan email yang masuk ke Polandesia, intinya menanyakan tentang kesempatan kerja bagi orang Indonesia di Polandia. Well, saya bukan agen/penyalur tenaga kerja jadi jelas saya tidak akan dan tidak bisa menawarkan lowongan kerja apapun di Polandia ini. Yang bisa saya share adalah pengetahuan dan pengamatan saya selama tinggal di Polandia terkait hal ini. Postingan ini tentunya tidak ditujukan untuk rekan-rekan Indonesia yang memang ditempatkan/ditugaskan bekerja di Polandia dari kantor pusat, melainkan untuk mereka yang berencana pindah/menetap ke Polandia karena akan menikah dengan orang Polandia atau memang sedang berpikir-pikir untuk merantau sendirian guna mencari kerja secara independen di negara bekas komunis ini.
The bad news is, lapangan kerja yang tersedia di Polandia untuk orang Asia pendatang terbilang minim, apalagi kalau kamu berharap kerja kantoran. Pendidikan tinggi yang kamu dapatkan di akademi/universitas di Indonesia sangat mungkin tidak diakui atau tidak berguna di Polandia untuk mendapatkan kerja di sini, sekalipun kamu jago berbahasa Inggris. Hal ini disebabkan kantor-kantor bisnis di Polandia lebih memilih/memprioritaskan warga setempat atau kalaupun orang asing, orang asing tersebut harus bisa berbahasa lokal (bahasa Polandia). Intinya, kalau kamu di Indonesia sudah mempunyai pekerjaan mapan sebagai karyawan perkantoran atau wanita karier, sekalinya kamu pindah ke Polandia karena mengikuti istri/suami kamu yang merupakan warga Polandia, maka dengan pahit saya pastikan bahwa kecil sekali kemungkinannya kamu tetap bisa bekerja di perkantoran apalagi bila kamu tidak tinggal di kota besar di Polandia.
Bahkan kalau kamu lulusan dokter/dokter gigi/perawat dari Indonesia, pendidikan medis kamu sayangnya tidak berlaku di Polandia karena jenis-jenis penyakit di daerah tropis jauh berbeda dengan daerah sub-tropis, selain tentunya kendala bahasa tadi. Begitu juga untuk pekerjaan-pekerjaan semacam pelayan restoran/cafe, pelayan supermarket, kasir, cleaning lady atau babysitter yang termasuk low-skilled jobs, biasanya yang dicari adalah orang yang bisa berbahasa Polandia karena kebanyakan konsumennya ya adalah orang setempat.

Beberapa penduduk Polandia sedang mencari lowongan kerja (Polish: oferty pracy) di kantor tenaga kerja setempat. Di negara manapun, orang-orang harus berjuang mencari pekerjaan. Photo credit: strefabiznesu.echodnia.eu
Kalau saya perhatikan orang-orang Asia yang bisa survive di Polandia, maksudnya bisa mendapatkan pekerjaan dan memang ada work demand-nya di sini, adalah para pedagang skala kecil menengah (entrepreneur) atau profesional independen yang uniknya berhubungan dengan nuansa oriental. By ‘oriental’ notion, I mean such as yoga, spa/massage ala oriental, akupuntur, bahan makanan/bumbu-bumbu/kuliner Asia, dan hal-hal lain yang bercirikan Asia. Jadi dari yang saya amati, keberuntungan kerja orang Asia termasuk orang Indonesia di Polandia adalah menjadi:
- Koki/chef di restoran yang meyajikan menu masakan Asia
- Trainer/pelatih yoga atau pilates (lebih menyakinkan lagi kalau kamu punya sertifikasi mengajar dan pengalaman kerja sebelumnya di bidang ini)
- Praktisi akupunktur (tentunya butuh sertifikasi bahwa kamu telah menempuh pendidikan/pelatihan khusus di bidang ini)
- Masseuse atau pemijat di spa (bisnis spa untuk kecantikan dan kesehatan di Polandia memang sedang naik daun)
- Pemilik restoran Asia atau spa oriental (kabarnya peraturan di Polandia mengharuskan orang asing untuk mempunyai partner lokal dalam rangka membuka suatu bisnis di negaranya, selain tentunya pemilik bisnis seperti ini harus mempunyai modal besar)
- Pengajar bahasa Inggris di tempat les bahasa atau TK/SD setempat. Tantangannya, si employer tentunya lebih memilih native speaker dari UK atau USA. Jadi kalau tertarik mencari peruntungan di bidang ini, sebaiknya milikilah sertifikasi internasional untuk mengajar bahasa Inggris (misalnya sertifikasi CELTA – Certificate in English Language Teaching to Adults) dari institusi terpercaya di Indonesia sebelum datang ke Polandia. Tetapi kalaupun tidak, kamu masih bisa mengambil sertifikasi mengajar ini di Polandia, tepatnya di Bell Schools di Warsawa atau British Council di Krakow.
- Wedding photographer (secara independen atau freelance). Saya sering lihat pasangan pengantin Polandia yang mencari jasa ini. Banyak di antara mereka yang lebih memilih fotografer independen untuk menekan biaya. Kalau kamu jago fotografi dan sudah mengenal beberapa spot/lokasi yang menarik untuk latar belakang foto-foto pre-wedding di Polandia, bisa coba pasang iklan jasa kamu di internet atau tawarkan dari mulut ke mulut.
- Konsultan IT honorer untuk perusahaan consulting multinasional yang memang melayani klien-klien asing (bukan klien domestik). Sayangnya kesempatan ini sangat terbatas dan biasanya hanya untuk proyek IT tertentu, juga biasanya hanya ada di kota-kota besar.
- Catering kue ulang tahun. Kalau kamu pintar memasak, apalagi membuat kue-kue tart atau cup cakes yang cocok untuk pesta ultah anak-anak, bisa mulai jasa catering dari rumah. Di Polandia ini, sangat umum setiap dapur rumah punya oven yang bagus untuk memanggang kue, tidak seperti di Indonesia dimana oven masih menjadi perkakas dapur yang eksklusif. Namanya juga catering rumahan, waktu kerjanya tergantung pesanan/order dan pemasarannya via blog di internet. Saya kenal seorang wanita asing (non-Polandia) yang memulai bisnis kue tart rumahan di Warsawa lewat cara ini, awalnya produknya ditawarkan untuk kalangan keluarga ekspat (English-speaking people) di Warsawa karena dia sendiri belum lancar berbahasa Polandia. Ketika semakin ramai ordernya baru dia menggandeng temannya yang orang Polandia untuk berkomunikasi dengan calon klien lokal yang berbahasa Polandia. Kebayang kan maksud saya?
Kalau dicermati lebih lanjut, bidang-bidang di atas umumnya bukan hasil pendidikan akademisi yang tinggi, tetapi lebih merupakan hobi yang ditekuni atau hasil dari pelatihan dan sertifikasi khusus. Jangan lupa pula, seiring dengan semakin lamanya kamu akan menetap di Polandia, semakin mutlak kebutuhan kamu untuk belajar bahasa Polandia. Sesulit-sulitnya bahasa Polandia ini, lebih repot lagi hidup kamu di sini bila tidak menguasai bahasanya. Pesan ini untuk yang akan tinggal lama di Polandia ya, kalau cuma untuk jangka pendek mah masih bisa survive-lah dengan bahasa Polandia pas-pasan.
Jadi itulah catatan saya mengenai kesempatan kerja independen bagi orang Asia di Polandia. Semoga memberi gambaran dan bekal persiapan untuk rekan-rekan Indonesia yang sedang berpikir untuk pindah for good ke Polandia. Memang pepatah mengatakan “ada kemauan pasti ada jalan“, tetapi ingat juga bahwa “gagal untuk mempersiapkan berarti siap untuk gagal“, jadi ya… kemauan (tekad) dan persiapan matang (kerja keras/keuletan) pada akhirnya memang kunci untuk sukses di manapun, apalagi untuk berhasil di negeri orang.
Lagi-lagi Berduka
Tahun 2010, tepatnya 10 April 2010, Polandia sebagai suatu bangsa pernah mengalami cobaan berat. Pesawat kepresidenan Polandia mengalami kecelakaan di wilayah Smolensk, Rusia dan membunuh 96 penumpangnya, termasuk presiden Polandia saat itu Lech Kaczynski, ibu negara Maria Kaczynska, dan para pejabat negara penting lainnya termasuk beberapa pimpinan militer dan anggota parlemen Polandia. Selama satu minggu penuh di bulan April itu, seluruh bangsa Polandia dirundung duka yang mendalam.
Kini suasana yang sama kembali terasa, dan sama-sama disebabkan oleh kecelakaan transportasi. Pada hari Sabtu malam, 3 Maret 2012, sekitar pukul 21:15 waktu setempat, terjadi tabrakan kereta api di wilayah Szczekociny di bagian selatan Polandia yang menewaskan 16 orang dan membuat 58 orang terluka berat. Meskipun skalanya tidak sebesar tragedi Smolensk yang saya ceritakan di atas, peristiwa ini merupakan kecelakaan kereta api yang terparah di Polandia selama lebih dari 20 tahun terakhir. Tak urung Presiden Polandia saat ini Bronislaw Komorowski, dan Perdana Menteri Donald Tusk langsung mengunjungi tempat kejadian pada keesokan paginya bersama tiga menteri kabinet lainnya.
Tabrakan Maut Dua Kereta Api Polandia
Tabrakan ini terjadi antara dua KA yang berjalan di atas satu rel yang sama dari arah berlawanan. Yang satu KA dari Warsawa mau menuju Krakow, yang satu lagi KA dari Przemysl mau menuju Warsawa. Di daerah Szczekociny, kedua KA yang kabarnya sedang melaju dengan kecepatan tinggi (100-120 km/jam) akhirnya bertabrakan. Para penduduk di sekitar lokasi kecelakaan mengatakan tabrakan itu terdengar seperti ledakan bom yang luar biasa keras. Total kapasitas kedua KA adalah 350 penumpang di dalam 10 gerbong. Dampak terparah dari tabrakan ini terlihat pada 3 gerbong yang ringsek berat bahkan terbelah dua. Sejauh ini masih diberitakan upaya-upaya penyelamatan dan pencarian korban, namun sudah 16 orang yang dipastikan meninggal dan 58 orang yang terluka serius.

Tabrakan KA maut di Polandia pada tanggal 3 Maret 2012, telah membuat pemerintah Polandia menyatakan masa Berkabung Nasional selama 2 hari. Photo kredit: www.wiadomosci.wp.pl
Yang pertama-tama ditanyakan semua orang pastilah “How could this happen?” Bukankah sudah ada pengaturan agar setiap KA mempunyai jalur rel-nya sendiri selama durasi perjalanannya? Usut punya usut, ternyata pada hari itu ada perbaikan rel KA di stasiun Szczekociny, sehingga KA Warsawa-Krakow pindah jalur ke jalur rel yang tidak seharusnya yaitu jalur rel yang sama dengan KA Przemysl-Warsawa yang juga sedang beroperasi saat itu, sehingga terjadilah kecelakaan tragis itu. Selain warga Polandia, juga diberitakan ada warga negara lain yang menjadi korban meninggal yaitu seorang wanita Amerika dan seorang Ukraina.
Berkabung Nasional karena Kecelakaan Transportasi
Presiden Polandia akhirnya menetapkan hari Berkabung Nasional (Polish: Żałoba narodowa) selama 2 hari, yaitu tanggal 5-6 Maret untuk mengenang tragedi ini. Jadilah selama 2 hari ini mulai terlihat bendera-bendera yang dipasang setengah tiang dengan pita-pita hitam yang diikat di bawahnya. Begitupula stasiun-stasiun TV di Polandia masih ramai memberitakan update terbaru seputar kecelakaan ini.
Kalau di Indonesia, dimana jumlah penduduk dan wilayahnya jauh lebih besar dari Polandia, kecelakaan dengan korban ’16 warga sipil’ pastinya tidak akan masuk hitungan untuk mengumumkan hari berkabung nasional, apalagi sampai 2 hari. Beritanya pun bisa jadi muncul di TV cukup untuk 1-2 hari. Jangankan Presiden, Menteri Perhubungan saja belum tentu meyempatkan diri berkunjung ke TKP. Hal yang sangat berbeda dengan kondisi Polandia saat ini, dimana magnitude ’16 orang korban’ dari kecelakaan KA ini sudah cukup membuat Presidennya berkunjung ke lokasi dan tidak lama kemudian mengumumkan hari berkabung nasional. Memang mungkin saja hal ini ada kaitannya dengan pencitraan Polandia yang akan menjadi host Piala Eropa 2012 yang bergengsi. Pastinya juga karena warga Polandia jauh lebih sedikit daripada Indonesia (Polandia hampir 40 juta penduduk, sementara Indonesia sudah lebih dari 200 juta orang) sehingga kecelakaan sebesar ini menjadi sorotan publik bahkan dunia.
Namun lebih jauh lagi menurut saya, hal ini juga menjadi salah satu indikator bahwa kondisi perkeretaapian atau transportasi di Polandia sudah jauh lebih baik dari Indonesia, dan yang lebih penting lagi bagaimana Polandia lebih menghargai nyawa penumpang transportasi di negaranya. Di Indonesia, mana pernah ada hari berkabung nasional yg ditetapkan karena kecelakaan transportasi, apalagi yang jumlah korban meninggalnya ‘cuma’ belasan orang. Jadi dalam bidang transportasi, separah-parahnya pemberitaan kecelakaan KA umum di Polandia ini, dengan miris saya menyadari masih lebih parah dan lebih terbengkalai kondisi transportasi umum di Indonesia. Pada akhirnya, catatan duka ini saya tutup dengan doa saya untuk para keluarga korban di Polandia, juga harapan besar agar kondisi transportasi umum di Indonesia bisa membaik bahkan mendapat perhatian lebih dari pemerintah…
Hari Valentine dan Hari Wanita di Polandia
Mumpung masih dalam suasana Hari Kasih Sayang alias Hari Valentine, kali ini saya mau bercerita tentang Valentine’s Day di Polandia atau dalam bahasa Polandianya disebut Walentynki (bacanya: Valentinki). Kalau melihat suasana yang sengaja diciptakan di berbagai pusat perbelanjaan pada waktu ini, sepertinya hari Valentine di Polandia ini mirip-mirip saja dengan perayaannya di Indonesia. Gegap gempitanya sangat didorong oleh kalangan bisnis yang memanfaatkan momen ini. Sejak awal Februari, banyak sekali toko yang memajang dekorasi khas Valentine seperti hati, bunga, ataupun simbol-simbol cinta lainnya. Kartu-kartu Walentynki bertulisan “Kocham Cie” (bahasa Polish-nya “I Love You”), permen atau coklat yang berbentuk hati, sampai buket bunga mawar merah dengan mudah dijumpai dimana-mana. Juga banyak restoran bahkan bioskop yang menawarkan diskon atau program khusus untuk menyambut hari penuh cinta ini.
Sama dengan di Indonesia, Hari Valentine di Polandia juga lebih merupakan ‘acaranya’ kaum muda, dari yang remaja (masih pacaran) sampai dewasa muda (pengantin baru). Kalau yang sudah masuk kategori bapak-bapak/ibu-ibu apalagi kakek-nenek di Polandia sih relatif cuek bebek dengan budaya import ini. Ini wajar saja, mengingat sebenarnya gaung Hari Valentine baru masuk ke masyarakat Polandia setelah rezim komunisme jatuh dan Polandia membuka dirinya terhadap budaya asing, yaitu di awal tahun 1990-an. Jadi kalau ditanya ke kakek/nenek Polandia yang besar di era tahun 70-an, niscaya mereka tidak familiar dengan yang namanya Hari Valentine ini.
Gara-gara Novel Romans Harlequin
Ini ada info menarik dari situs globalpost tentang sejarah mulai populernya Hari Valentine di Polandia. Semasa era komunis, yang namanya romansa atau romance di Polandia pasti selalu dalam konteks patriotik, kisah-kisah asmara pun selalu dihubungkan dengan semangat kebangsaan atau militer kenegaraan. Setelah gerakan Solidaritas berhasil menjatuhkan rezim komunis dan Polandia mulai membuka dirinya terhadap negara-negara ex blok barat, seorang wanita pengusaha Polandia bernama Nina Kowalewska mulai menerbitkan novel-novel romans Harlequin di Polandia pada tahun 1991. Novel-novel ‘roman picisan’ ini adalah sesuatu yang asing untuk kaum wanita Polandia saat itu. Isinya yang ringan, menggoda, dan tidak ada sangkut-pautnya dengan suatu ideologi menjadikan novel ini menarik, dilirik sekaligus membuat bingung pembacanya. Bingung karena belum sesuai dengan budaya Polandia saat itu.
Karena novel-novel Harlequin ini pastinya berkisah tentang asmara dan asmara identik dengan Hari Valentine, Nina Kowalewksa kemudian memutuskan untuk mempopulerkan Hari Valentine di Polandia. Pada tanggal 14 Februari 1992, gedung tertinggi di Warsawa yaitu Palace of Culture di Warsawa untuk pertama kalinya didekorasi dengan hiasan hati berukuran super besar. Dia juga membeli slot waktu selama 6 jam di prime time TV Nasional Polandia untuk menyiarkan info tentang Hari Valentine, yang didalamnya termasuk wawancara dengan PM Polandia saat itu beserta istrinya untuk bicara tentang kasih asmara mereka. Selain itu, sebagai puncak acaranya, diselenggarakan juga red formal ball (itu lho, pesta dansa-dansi resmi ala Eropa) yang intinya sukses luar biasa. Sejak itu, hari Valentine semakin menjadi budaya yang diterima baik oleh kalangan muda Polandia. Apalagi Gereja Katolik Polandia juga tidak menentang perayaan ini.
Hari Valentine versus Hari Wanita
Tidak lengkap rasanya bicara tentang Hari Valentine di Polandia tanpa mengulas sedikit tentang Hari Wanita. Ya, sebelum masuknya hari Valentine di Polandia (era 90-an ke bawah), di Polandia juga sudah ada hari untuk mengungkapkan cinta dan penghargaan ke kaum wanita namanya “Dzien Kobiet” yang berarti ‘Hari Wanita‘. Perayaannya setiap tanggal 8 Maret dan masih berlaku sampai saat ini.
Pada Hari Wanita ini, semua perempuan dewasa di Polandia mendapat persembahan bunga carnation (anyelir). Para pegawai dan buruh wanita mendapatkan bunga dan ucapan apresiasi dari perusahaannya, anak-anak sekolah memberikan bunga untuk guru-guru wanita, dan demikian pula seorang ibu/istri akan mendapat bunga dari anak dan suaminya. Tetapi seperti sudah saya ceritakan di atas, sejarah Hari Wanita di Polandia ini (sayangnya) sarat dengan ideologi negara. Pada era komunis, Hari Wanita ini ternyata dijadikan momentum untuk meningkatkan produktivitas buruh wanita dan memperkuat kepatuhan kaum wanita di Polandia untuk menerima dan memajukan ideologi komunis di lingkungannya masing-masing. Nah, sekarang kamu bisa lihat kan, betapa berbedanya konsep Hari Wanita di Polandia dengan Hari Valentine dan mengapa sebaiknya jangan memilih bunga anyelir untuk diberikan kepada wanita Polandia.
Kalau Hari Valentine dirayakan setiap tanggal 14 Februari, Hari Wanita dirayakan setiap tanggal 8 Maret. Mengingat kedua hari ini cuma berjarak 3 minggu, yang kasihan adalah kaum pria muda Polandia. Iyalah, di bulan Februari, mereka harus beli bunga/hadiah untuk pacarnya, sementara 3 minggu kemudian, mereka kembali harus keluar uang untuk membeli bunga untuk ibundanya hehehe…
Sudah Mendarat, Ayo Kita Tepuk Tangan!
Setiap bangsa pasti punya kebiasaan unik yang terasa janggal bila dilakukan di negara lain. Misalnya, sebagai orang Indonesia, saya mengganggap makan dengan tangan itu hal yang biasa. Apalagi kalau makannya di restoran Sunda sambil duduk lesehan dengan menu ikan gurame goreng dan sambal terasi, wuah, justru lebih nikmat makan pakai tangan daripada pakai sendok-garpu! Sementara di Eropa ini, jangan coba-coba makan pakai tangan di restoran apalagi minta air kobokan ke pelayannya, bisa-bisa dipelototi dan dianggap tidak tahu table manner. Jangankan makan dengan tangan, makan dengan sendok-garpu pun tidak umum. Kebanyakan restoran Eropa pasti memberikan garpu-pisau sebagai utensil makan utama sementara sendok itu biasanya hanya untuk sup.
Nah, ini ada salah satu kebiasaan unik orang Polandia yang saya baru tahu setelah mengalaminya sendiri. Tidak ada hubungannya dengan makanan, tetapi masih berkaitan dengan tangan. Tahukah kamu, kalau orang Polandia itu dengan spontan bertepuk tangan setelah pesawat mendarat? :) Lucu deh, saya pikir sebagai bagian dari bangsa Eropa dengan teknologi lebih maju, mereka akan menganggap terbang dengan pesawat itu hal yang biasa-biasa saja. Eh, ternyata malah sempat-sempatnya bertepuk tangan ramai-ramai setelah pesawat berhasil mendarat.
Hal ini saya alami langsung ketika saya dalam penerbangan liburan musim panas dari Warsawa ke Spanyol. Waktu pesawat lepas landas sih tidak terjadi apa-apa. Situasi selama penerbangan pun mulus-mulus saja. Namun sesaat setelah pesawat mendarat (landing) di bandara tujuan, serempak para penumpang pesawat yang kebanyakan adalah orang Polandia, tanpa ada aba-aba pun, bertepuk tangan meriah. Jelas sekali ini sebagai penghargaan kepada pilot dan kru pesawat yang telah berhasil menerbangkan penumpang dengan sukses, dan mungkin juga tanda lega sudah berhasil sampai dengan selamat. Spontan saya ikut-ikutan bertepuk tangan sambil senyum-senyum sendiri. “Lucu juga ini kebiasaan orang Polandia”, pikir saya. Hal yang sama pun saya alami ketika pulang dari Spanyol ke Warsawa, kali ini pesawatnya sempat mengalami turbulensi minor. Setelah pesawat berhasil mendarat di bandara Frederic Chopin, para penumpang pun spontan bertepuk tangan sambil masih terduduk di tempat mereka masing-masing. Jadi tepuk tangan ini dilakukan sebelum orang-orang mulai melepaskan seat belt dan mengambil bagasi mereka masing-masing untuk turun dari pesawat.
Ternyata bagi orang Polandia, tepuk tangan sebagai tanda apresiasi bukan hanya dilakukan di pesawat. Saya pernah juga mengalaminya di moda transportasi lainnya di Polandia, namun hanya bila kondisinya lebih dramatis. Seperti waktu itu, bus umum yang saya tumpangi di Warsawa mengalami kemacetan parah di jalanan yang sempit. Bus berukuran besar itu berusaha untuk belok, tetapi karena sempitnya ruang, si supir harus bolak-balik naik-turun untuk mengecek celah yang ada dan pelan-pelan membelokkan kendaraannya. Cukup lama waktu yang dia habiskan untuk bisa melakukan hal sederhana ini, hampir 15 menit (lima belas menit yang membuat stress, tentu saja). Ketika akhirnya bus tersebut berhasil belok, seluruh penumpang pun spontan bertepuk tangan untuk menghargai usaha si supir bus!
Kebiasaan Orang Eropa atau Hanya di Polandia Saja?
Balik lagi ke perihal bertepuk tangan saat pesawat mendarat. Personally, I think this “clapping on landing” is such a nice appreciative gesture. Setelah saya baca-baca, kebiasaan ini dulunya memang umum dilakukan rakyat Eropa yaitu pada saat penerbangan masih termasuk moda transportasi yang langka dan tidak semua orang punya kesempatan naik pesawat. Namun seiring kemajuan zaman dan semakin banyaknya jumlah penerbangan massal, kebiasaan ini semakin surut dan tidak populer. Tetapi paling tidak kebiasaan ini masih dilakukan oleh orang-orang Polandia, dan juga orang-orang Italia. Bukan berarti setiap orang Polandia atau orang Italia akan bertepuk tangan waktu di pesawat ya! Ini merupakan kebiasaan kolektif, jadi umumnya terjadi di penerbangan yang mayoritas penumpangnya adalah orang-orang Polandia atau orang-orang Italia. Kalau kamu pernah naik chartered airlines bersama turis-turis Polandia lainnya, pasti kamu akan mengalami hal ini.
Tadi saya sudah katakan bahwa kebiasaan ‘bertepuk tangan saat pesawat mendarat’ sudah tidak populer lagi bagi kebanyakan orang Eropa. Bahkan cukup banyak bule yang berpendapat sinis (seperti yang pernah saya baca di forum aviasi sipil Eropa), “Nggak ada tuh yang bertepuk tangan bila supir bus berhasil sampai di terminal dengan selamat, ngapain juga perlu bertepuk tangan bila pesawat mendarat? Kesannya si pilot nggak bisa menerbangkan pesawatnya dengan baik, makanya perlu diselamati kalau berhasil mendarat.” (Duile, sensi banget opininya ya?) Tetapi lebih banyak lagi yang melihat kebiasaan ini sebagai sesuatu yang baik, apresiatif, dan pastinya tidak ada ruginya (harmless).
Kesimpulannya, perihal ‘clapping on landing’ ini bukanlah kebudayaan Eropa yang masih umum dilakukan. Jadi tidak di semua penerbangan Eropa kamu akan mengalami hal ini. Tetapi untuk orang-orang Polandia, ya, mereka masih ramai-ramai bertepuk tangan saat pesawat mendarat dan buat mereka ini bukan hal yang aneh. Saya pun senang-senang saja mengikuti budaya ini, siapa juga yang tidak happy bisa mendarat dengan selamat? Ladies and gentlemen, the airplanes has safely landed. Clap clap clap…
Mari Mencoba Makanan Khas Polandia
Sebelumnya saya sudah menulis tentang makanan pokok orang Polandia (baca catatan: Cari Daging? Di Sini Tempatnya…) Sekarang saya mau cerita tentang hidangan khas Polandia yang pasti akan kamu temui dan mungkin kamu mau coba selama berkunjung ke sini. Seperti sudah saya ceritakan sebelumnya, makanan khas Polandia umumnya mengandung daging. Jadi saya infokan juga deh halal tidaknya.
Ini beberapa sajian khas Polandia yang terkenal dan umumnya ada dalam menu restoran atau rumah makan yang menawarkan hidangan khas Polandia. Selamat menikmati…
1. Pierogi – Dumpling ala Polandia
Ini makanan yang pasti akan kamu temui di Polandia karena saking populernya. Pierogi ini sekilas bentuknya seperti pastel tutup di Indonesia, tetapi dengan warna adonan kulit yang lebih pucat. Biasanya pierogi ini direbus, tetapi ada juga yang digoreng.
Isi pierogi sangat bermacam-macam, bisa berisi buah-buahan (strawberry, apel, ceri, blackberry, dll), sayuran (bayam, asinan kubis, kol), kentang, jamur, berbagai macam daging, atau campuran dari bahan-bahan tersebut. Yang paling tradisional adalah Ruskie, yaitu pierogi dengan isi keju putih, kentang dan bawang bombay. Karena isinya yang bisa beraneka rupa itu, pierogi dapat dimakan sebagai snack, side dish, atau bahkan makanan utama. Kalau di restoran kamu pesan pierogi, biasanya 1 porsi terdiri dari 5-6 potong ukuran sedang atau 15-20 potong ukuran kecil, jadi pasti cukup mengenyangkan.
Rasanya? Lumayan enak, dan banyak pilihan filling sesuai seleramu.
Halal? Halal, kecuali yang isinya daging karena sebagian besar daging yang dipakai adalah daging babi. Jadi sebaiknya jangan pilih “pierogi z mięsem” (pierogi isi daging) kecuali kalau sudah pastikan ke pelayan restorannya.
2. Rosół – Sup Kaldu ala Polandia
Sekilas melihat rosół, pasti ingat sup mie di Indonesia. Namun yang utama dalam rosół ini adalah cita rasa kaldu di dalam kuahnya. Kaldu yang dipakai adalah kaldu ayam atau kaldu sapi atau campuran keduanya. Tidak heran bila rosół dikenal sebagai “Polish broth” (kaldu Polandia).
Rosół ini murni sebagai makanan pembuka, jadi tidak mengenyangkan dan hanya sebagai penghangat perut sebelum masuk ke hidangan utama. Tampilannya pun sederhana kan? Proses memasaknya pun mudah, di sini banyak dijual kaldu block, jadi tidak repot mendapatkan bahannya. Sup rosół ini sangat umum disajikan sebagai sup sehari-hari di rumah-rumah orang Polandia.
Rasanya? Yaaa… seperti makan kuah kaldu saja, tidak ada istimewanya. Jadi jangan pilih ini kalau makan di restoran Polandia, bakal kecewa berat.
Halal? Halal banget! Lah isinya cuma kaldu ayam atau kaldu sapi plus mie kuning. Tidak ada yang terbuat dari kaldu babi.
3. Flaki – Soto Babat ala Polandia
Untuk yang suka soto babat, nah ini ada sister food-nya di Polandia! Flaki, atau dalam bahasa Inggrisnya disebut “tripe soup” adalah salah satu sup khas Polandia. Meskipun masuk dalam kategori makanan pembuka, tetapi karena berisi babat sapi yang disuwir-suwir plus wortel, jadinya cukup mengenyangkan.
Rasanya? Saya kurang suka babat, jadi buat saya sup ini tidak favorit. Tetapi rasa kuah supnya lumayan tasty kok, karena lumayan berbumbu (bumbunya garam, lada, marjoram, jahe, pala sampai paprika). Jadi untuk yang suka soto babat, ini pilihan yang cocok untuk dicoba. Apalagi kalau udara dingin dan sup ini dimakan panas-panas.
Halal? Halal. Kan terbuat dari babat sapi.
4. Zurek – Sup Gandum ala Polandia
Ini adalah sup khas Polandia yang paling terkenal! Bahan utamanya dari gandum hitam (rye) yang difermentasi dan umumnya berisi kentang, sosis atau ham, dan telur rebus. Sering kali di restoran, isi sup zurek ini bisa semakin ramai, karena ditambah potongan bacon, iga, peterseli, atau potongan roti.
Rasanya? Enak lho, asam-asam segar! Untuk yang tidak pantang makan babi, ini pilihan sup yang patut dicoba. Apalagi kalau udara dingin, makin enak makan sup ini hangat-hangat.
Halal? Nope, tidak halal. Umumnya zurek ini berisi sosis atau ham yang terbuat dari daging babi.
5. Bigos – Makanan Khas Polandia Paling Tradisional
Bigos, atau dalam bahasa Inggrisnya dikenal sebagai “Hunter’s Stew“, adalah makanan Polandia paling tradisional! Konon makanan ini disajikan dalam pesta-pesta kerajaan atau seusai acara berburu. Bahan utamanya adalah asinan kubis (sauerkraut), kol (cabbage) dan pastinya daging. Daging yang dipakai di sini bisa heboh banget, mulai dari sosis, ham, daging sapi , jamur – semuanya masuk jadi satu.
Proses memasaknya pun nggak main-main, yaitu dengan dididihkan pelan-pelan (simmering) selama 2-3 hari supaya cita rasanya keluar. Setelah matang, biasanya bigos tidak langsung dimakan tetapi dipanaskan beberapa kali supaya makin mantap rasa dan aromanya. Bigos biasanya dimakan dengan roti dan sebagai teman minumnya adalah vodka dingin.
Rasanya? Sejujurnya saya langsung ilfil saat melihat tampilan si bigos ini yang kayaknya… hmm, kacau-balau (aduh maaf ya yang orang Polandia, tapi bener deh outlook-nya aja sudah nggak nafsuin banget). Jadi saya nggak pernah nyobain makanan khas Polandia yang satu ini. Tetapi kalau kamu punya pacar atau menikah dengan orang Polandia, pasti suatu ketika kamu akan disajikan makanan ini oleh keluarga mereka. It is, afterall, the oldest tradition of Polish cuisine!
Halal? Definitely not halal! Karena bahannya memakai sosis babi dan daging ham.
6. Gołąbki – Siomay ala Polandia
Ini dia siomay-nya Polandia, dibacanya “gowomki”. Yang unik, “gołąbki” dalam bahasa Polandia berarti “merpati kecil”. Lah, apa hubungannya? Ternyata memang tidak ada, cuma sekedar nama saja
Gołąbki adalah gulungan kol (cabbage roll) yang diisi nasi dan daging. Daging yang dipakai biasanya daging sapi. Gołąbki biasanya dimakan dengan saos tomat atau di atasnya ditaburi saos jamur. Karena berisi nasi dan daging serta berukuran cukup besar, makan 2 potong saja sudah kenyang.
Rasanya? Ya mirip siomay. Lumayan enak, tapi agak hambar kalau tidak ada saosnya. Jadi untuk selera Indonesia, makan Gołąbki ini enaknya pakai saos tomat yang banyak, kalau perlu pakai saos sambal!
Halal? Halal, kan isinya terbuat dari nasi dan daging sapi.
7. Kotlet Schabowy – Pork Schnitzel ala Polandia
Kotlet schabowy adalah salah satu menu makanan utama yang paling umum tersedia di Polandia. Saya sering sekali lihat menu ini di warung-warung makan maupun restoran di Polandia. Ini makanan simple, intinya sih daging babi yang digoreng tepung. Yah semacam pork schnitzel. Biasanya dimakan dengan kentang rebus/goreng dan sayuran berupa parutan kol putih atau bit merah.
Rasanya? Enak. Untuk yang tidak pantang makan babi, bisa coba makanan ini.
Halal? Ya enggaklah. Jadi untuk yang mau coba cutlet halal ala Polandia, coba pilih kotlet dari daging lain misalnya “kotlet z kurczaka” (ayam goreng tepung) atau “kotlet z ryby” (ikan goreng tepung)
—
Itulah 7 makanan khas Polandia yang saya lihat paling populer di Polandia. Ada sih satu lagi yaitu Bebek Panggang isi Apel (sudah pernah saya tulis sebelumnya). Kalau setelah membaca catatan saya ini, kamu tidak yakin cocok dengan makanan Polandia, jangan khawatir. Di kota-kota besar Polandia ada banyak kok restoran internasional atau fast food seperti KFC, McDonalds, Pizza Hut, Kebab, dll yang bisa kamu datangi. Jadi tidak perlu bingung mau makan apa… Selamat bertualang kuliner di Polandia!
Keliling Polandia Naik Kereta Api
Dari segi geografis, memang Indonesia itu berbeda bentuknya dengan Polandia. Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan (archipelago), bahkan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau! Ini termasuk 9.638 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni… wah, banyak banget ya! Dari segi transportasi, fakta negara kepulauan ini sayangnya memberatkan kita bila ingin berkeliling Indonesia hanya melalui perjalanan darat, yaitu dengan bus atau kereta api.
Sampai saat ini, jaringan kereta api di Indonesia baru ada di pulau Jawa, dan jelas belum menjangkau keempat pulau besar lainnya di Indonesia. Pembangunan rel KA di pulau Kalimantan, Sulawesi, ataupun Sumatra baru sekedar wacana. Jadi kalau ada kerabat kamu dari luar pulau Jawa yang belum pernah naik kereta api, hal itu jangan diejek atau dipandang aneh ya. Meskipun katanya kendaraan rakyat, nyatanya sarana ini belum tersedia tuh di semua pulau besar di Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia memang jauh ketinggalan dengan Jepang yang sama-sama negara kepulauan. Jepang mempunyai sistem perkeretaapian di setiap keempat pulau besarnya, bahkan sudah mewujudkan jalur KA antarpulau dengan infrastruktur terowongan bawah lautnya yang canggih (pernah dengar Seikan Tunnel?).
Sementara di Eropa, kereta api sudah terkenal sebagai sarana transportasi utama yang efektif, baik di dalam negeri maupun antarnegara Eropa. Hal yang sama juga berlaku di Polandia, walaupun terus terang sarana-prasarana perkeretaapian di Polandia masih jauh kalah modern dibandingkan Jerman. Tetapi yang pasti, semua kota-kota besar di Polandia sudah terhubung dengan jalur kereta api dan mempunyai stasiun KA di tengah kota! Jadi bila kamu tinggal di Polandia dan ingin berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Polandia, jangan ragu untuk naik kereta api saja.
Sebelumnya mari kita mengenal dulu kota-kota besar di Polandia dan nama-nama stasiun KA sentralnya:
| No | Kota Besar di Polandia | Nama Stasiun KA Sentral |
| 1 | Warsawa (Warszawa) | Warszawa Centralna |
| 2 | Krakow | Krakow Główny |
| 3 | Poznań | Poznań Główny |
| 4 | Gdańsk | Gdańsk Główny |
| 5 | Wroclaw | Wroclaw Główny |
| 6 | Szczecin | Szczecin Główny |
| 7 | Bydgoszcz | Bydgoszcz Główny |
| 9 | Katowice | Katowice |
| 10 | Rzeszow | Rzeszow Główny |
Berbagai Tipe Kereta Api di Polandia
Sebelum tahun 2001, hanya ada 1 pengelola KA di Polandia yaitu PKP (Polskie Koleje Państwowe) yang merupakan perusahaan negara. Sekarang ini, telah ada beberapa pengelola KA lainnya di Polandia, namun yang paling besar tetaplah PKP. Perlu diketahui bahwa ada beberapa tipe kereta api di Polandia, yaitu:
- KA ekonomi (tipe Regio atau Osob) yang tidak nyaman dan lambat karena berhenti di banyak stasiun kecil, kondisi KA-nya banyak yang sudah tua, sehingga tak heran bila harga tiketnya paling murah.
- KA semi-ekspres (tipe TLK, IR, RE, atau Posp.) yang berhenti di beberapa stasiun skala menengah, kalau terpaksa naik KA jenis ini misalnya dari Warsawa mau ke Łódź atau Lublin, ambillah yang kelas I.
- KA ekspres (tipe EIC, IC, atau EC) – ini paling cepat dan tidak berhenti sampai tiba di stasiun tujuan.
Di Polandia saat ini banyak rel KA yang sedang diperbaiki, hal ini membuat semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan sehingga jadwal berangkat atau tibanya KA di Polandia tidak selalu tepat waktu. Karena itu, tentu saja saya menyarankan naik KA yang jenis ekspres dan langsung sampai di tujuan (direct connection), yaitu KA ekspres tipe EIC, IC, atau EC (Express Intercity, Intercity, atau Euro-City). Harga tiket KA Intercity memang relatif lebih mahal dibanding KA tipe lain, tetapi percayalah, ini yang paling nyaman dan aman apalagi untuk orang asing. Tidak perlu tiket kelas I, yang kelas II juga sudah cukup nyaman kok.
Berapa Harga Tiket KA Ekspres di Polandia?
Berikut ini gambaran harga tiket KA Intercity dari Warsawa ke kota-kota besar lainnya, beserta durasi perjalanannya. Informasi ini saya rangkum dari situs PKP.
| No | Rute Perjalanan (One Way) | Harga Tiket KA tipe EIC (Express Intercity) kelas II (update tahun 2012) |
Durasi perjalanan dan jauhnya |
| 1 | Warsawa – Krakow | 123.00 Zloty | 2 jam 50 menit (293 km) |
| 2 | Warsawa – Poznan | 123.00 Zloty | 2 jam 35 menit (302 km) |
| 3 | Warsawa – Gdansk | 131.00 Zloty | 5 jam 20 menit (446 km) |
| 4 | Warsawa – Wroclaw | 131.00 Zloty | 5 jam 05 menit(466 km) |
| 5 | Warsawa – Szczecin | 131.00 Zloty | 5 jam 20 menit (512 km) |
| 6 | Warsawa – Bydgoszcz | 123.00 Zloty | 3 jam 20 menit (286 km) |
| 7 | Warsawa – Katowice | 113.10 Zloty (tipe EC) | 2 jam 40 menit (298 km) |
| 8 | Warsawa – Rzeszow | 127.50 Zloty (tipe EX) | 6 jam 05 menit (451 km) |
Untuk frekuensi keberangkatannya, semua KA ini beroperasi setiap hari, bahkan rute Warsawa-Krakow ada beberapa kali dalam satu hari ini. Jadi tinggal pilih jadwal yang sesuai dengan waktumu. Tiketnya ini bisa dibeli di stasiun KA sentral di setiap kota besar yang sudah saya sebutkan di atas, atau melalui online store-nya Intercity di internet. Sama seperti di Indonesia, tiket akan diperiksa di atas KA. Bila ketahuan tidak punya tiket yang sah, penumpang ybs akan dikenakan denda yang besar.
Kalau ingin tahu mengenai jadwal lengkap rute KA, lama perjalanan, sampai harga tiket kereta api di Polandia, bisa dicek di situs PKP di atas (ada versi bahasa Inggrisnya). Sayangnya, info harga tiket KA di situs ini hanyalah untuk perjalanan domestik. Kalau kamu ingin tahu harga tiket KA tujuan luar Polandia (misalnya ke Praha atau Berlin), kamu harus datang atau menelpon customer service yang ada di stasiun sentral untuk menanyakan harga tiketnya. Repot ya, ini karena harga tiket tersebut berfluktuasi: harga standarnya ditentukan dalam Euro, tetapi kemudian dikurs ke dalam Zloty bila akan dijual di Polandia.
Jadi begitulah sedikit cerita tentang lika-liku perjalanan domestik di Polandia dengan kereta api. Semoga membantu untuk yang ingin berkeliling Polandia naik kereta api. Tut tut tuutt…
Jadi Yang Lebih Bagus Adalah…
Selama tinggal di Polandia (2008-sekarang), tidak banyak saya temui mahasiswa Indonesia yang sedang berkuliah di sini. Tidak banyaknya memang benar-benar sedikit lho, hitungannya tidak sampai 10 jari. Umumnya mereka ke sini karena mendapatkan beasiswa S2/S3 atau sedang menjalani program semacam pertukaran pelajar (student exchange). Karena bahasa Polandia terkenal sulit, saya sempatkan bertanya ke mereka “Saat berkuliah atau mengerjakan thesisnya pakai bahasa pengantar apa”? Ah, ternyata dalam bahasa Inggris.
Di Polandia sampai saat ini memang tidak ada PPI (Perhimpunan Pelajar Indonesia). Jelas ini karena jumlah pelajar Indonesia di Polandia memang tidak signifikan. Padahal nyebrang sedikit ke negara tetangga yaitu Jerman, banyak sekali pemuda-pemudi Indonesia yang sedang menuntut ilmu di sana. Menurut data statistik, ada sekitar 2.400 pelajar Indonesia di Jerman untuk tahun akademik 2009/2010, dan banyak di antara mereka berkuliah dengan bahasa pengantar bahasa Jerman. Begitu pula dengan Belanda, jumlah pelajar Indonesia di sana pada tahun akademik 2009/2010 ada sekitar 1.250 orang dan tidak jarang mereka kuliah memakai bahasa Belanda. Jadi menurut saya, kendala bahasa lokal bukanlah alasan utama mengapa Polandia tidak menjadi salah satu negara tujuan pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi.
Dari situs apasih.com (sumber sebenarnya dari Kaskus, tetapi entah kenapa thread-nya sudah menghilang), kita bisa tahu 10 negara favorit tujuan pelajar Indonesia. Negara-negara tersebut adalah:
1. Amerika Serikat
2. Australia
3. Singapura
4. Malaysia
5. Jerman
6. Jepang
7. Inggris
8. Belanda
9. Mesir
10. Cina
Dari daftar tersebut kelihatan kan, bahwa pendidikan di Polandia dan negara-negara Eropa Tengah dan Timur lainnya belum dilirik oleh mahasiswa Indonesia. Boro-boro dilirik, dikenali juga belum tentu. Padahal salah satu universitas terbaik di Polandia yaitu Jagiellonian University in Kraków sudah berdiri sejak abad 14! Jadi mari kita kenalan dulu dengan si “Empat Besar” dalam dunia perkuliahan di Polandia saat ini. Keempatnya adalah state university alias universitas negeri yang punya tradisi dan pengalaman panjang. Siapa tahu ada yang akan melanjutkan kuliah di sini.
1. The University of Warsaw (Uniwersytet Warszawski) – UW
Universitas ini bisa diibaratkan sebagai UI-nya Polandia. Uniwersytet Warszawski atau disingkat UW merupakan universitas terbesar di Polandia yang sudah berdiri sejak tahun 1816. Lokasinya di Warsawa (ibukota Polandia) dan menawarkan program S1-S3 di berbagai bidang. Universitas ini mendapat rating pertama sebagai universitas terbaik di Polandia pada tahun 2010 dan 2011. Situsnya http://www.uw.edu.pl/en/
2. Jagiellonian University (Uniwesytet Jagielloński) – UJ
Universitas ini merupakan universitas negeri tertua di Polandia (berdiri sejak tahun 1364) dan terletak di kota Krakow. Karena paling tuanya itu, universitas ini bisa diibaratkan seperti UGM-nya Polandia. Universitas ini sering disingkat UJ dan setiap tahun selalu bersaing dengan UW untuk meraih peringkat pertama dalam ranking universitas di Polandia. Situsnya http://www.uj.edu.pl/en_GB/
3. Warsaw University of Technology (Politechnika Warszawska) – PW
Dari namanya saja, bisa ditebak ini adalah ITB-nya Polandia. Terletak di Warsawa dan sudah berdiri sejak tahun 1826. Sesuai namanya, 17 fakultas yang ada di universitas ini hampir semuanya mempelajari bidang ilmu dan teknologi. Menurut survey yang dilakukan oleh surat kabar Polandia “Rzeczpospolita”, sangat banyak lulusan dari universitas ini yang menjadi manajer dan eksekutif di perusahaan-perusahaan besar di Polandia. Situsnya: http://www.pw.edu.pl/
4. Adam Mickiewicz University (Uniwersytet im. Adama Mickiewicza) – UaM
Adam Mickiewicz adalah nama seniman Polandia yang sangat terkenal, namun universitas yang sudah berdiri sejak tahun 1919 ini mempunyai beragam fakultas, tidak hanya dalam bidang seni. Letaknya di kota Poznań, yaitu sebuah kota besar di perbatasan Polandia dengan Jerman. Yang menarik, di universitas ini sejak tahun 2004 dibuka mata kuliah “Bahasa Indonesia” di Fakultas Sastra mereka! Banyak mahasiswa Polandia yang mengikuti mata kuliah ini yang kemudian tertarik mengikuti program Darmasiswa ke Indonesia. Situsnya http://amu.edu.pl/en/home/about-us/newsletters
Peringkat Universitas Polandia di World University Ranking 2011/2012
Selanjutnya, mari kita lihat reputasi universitas-universitas terbaik di Polandia tersebut di kancah internasional secara keseluruhan. Kebetulan baru-baru ini tepatnya tanggal 5 September 2011, Quacquarelli Symonds (QS) mengeluarkan World University Ranking 2011/2012. Penilaian QS World University Ranking menggunakan 6 parameter yaitu reputasi akademik (40%), reputasi employer (10%), ratio mahasiswa/fakultas (20%), citations per faculty (20%), fakultas internasional (5%) dan mahasiswa internasional (5%).
Hasilnya? Hmm… bad bad news for Polish universities! Tidak ada satupun universitas Polandia yang berhasil menembus Top 300 tahun ini! Bahkan keempat universitas di atas semakin melorot peringkatnya dibandingkan tahun lalu. Jagiellonian University kini berada di peringkat #393, University of Warsaw di peringkat #401-450 sementara Politechnika Warszawska makin jatuh ke peringkat #500-550.
Bandingkan dengan Indonesia yang tahun ini berhasil menempatkan Universitas Indonesia (UI) sebagai satu-satunya universitas dari Indonesia di Top 300. Tahun ini UI menduduki peringkat #217, naik secara signifikan dari peringkat #236 di tahun 2010 sebelumnya. (Selamat ya buat keluarga besar UI!). Sementara UGM ada di peringkat #321 dan ITB di peringkat #401-450 (lah, kenapa itu nasib ITB kok sama kayak Politechnika Warszawska, makin melorot aja peringkatnya). Berita tentang peringkat UI bisa dibaca di situs dikti, sementara untuk lihat daftar lengkap QS World University Ranking 2011/2012 silakan cek situs resmi mereka di topuniversities.com
Nah, dari catatan saya di atas, tergambar kan mengapa tidak banyak pelajar Indonesia di Polandia saat ini. Dan kalau mau jujur, timbul juga pertanyaan dalam hati “Wah, jadi masih lebih bagusan pendidikan tinggi di Indonesia dong daripada di Polandia?!” Hehehe.. guess you can conclude it by yourself!
Selamat Berpuasa, Mohon Maaf Lahir dan Batin..
Bagi rekan-rekan yang menjalankan ibadah puasa, Polandesian ingin mengucapkan selamat menunaikan ibadah puasa Ramadhan 1432H. Mohon maaf lahir dan batin.
Sama seperti tahun kemarin, bulan Ramadhan tahun 2011 ini jatuh pada saat musim panas di Polandia. Notabene hal ini berarti durasi berpuasanya jauh lebih panjang daripada di tanah air. Sekitar pukul 2 pagi sudah sahur, sementara berbuka puasanya baru setelah pukul 8 malam. Dengan demikian durasi berpuasa tahun ini bisa mencapai 16 jam lebih. Waktu tarawih juga jadinya setelah pukul 10 malam (sudah larut sekali ya). Tentunya suatu tantangan tersendiri bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di negara sub-tropis yang sedang mengalami musim panas.
Di bawah ini adalah kalendar Ramadhan 1432 H (tahun 2011 sekarang) yang berlaku di Polandia. Kalendar atau jadwal puasa ini dikeluarkan oleh Liga Muzułmańska w RP (Moslem League in Republic of Poland). Semoga membantu untuk yang memerlukannya.









