Nyamannya Kendaraan Umum di Warsawa

I love the public transport in Warsaw! Nyaman banget, mudah, petunjuknya jelas, aman, dan relatif tepat waktu.. pokoknya well-developed! Benar-benar beda dari Jakarta (I’m sorry Jakarta, but your public transport..  sucks!). Nah, supaya dapat gambaran yang lebih jelas kenapa saya senang banget dengan transportasi massa di ibukota Polandia ini, ini sedikit uraiannya:

1. Tinggal pilih: Bus, Tram, atau Metro

Ada 3 moda transportasi dalam kota Warsawa: bus, tram dan metro. Yang paling banyak berseliweran di jalanan tentunya bus, namun yang paling cepat lajunya adalah si Metro (kereta bawah tanah). Semua bus umum di Warsawa berukuran besar dengan warna kuning-merah ngejreng, nggak bakalan salah dikenali🙂 Kalau tram, ya namanya kereta listrik, berjalan di atas rel khusus dengan tuntunan kabel-kabel listrik di atasnya. Bus dan tram adalah kendaraan umum yang beroperasi di atas jalanan kota Warsawa, tunduk sama lampu lalu lintas, dan hanya mau berhenti di halte-halte untuk angkut/turun penumpang. Sedangkan untuk naik metro, kita harus turun ke stasiun metro yang letaknya di bawah tanah.

2. Pengelolaannya Tersentralisir

Semua moda transportasi di atas dikelola oleh satu perusahaan negara bernama Zarząd Transportu Miejskiego yang disingkat ZTM. Dari logonya (lihat gambar sebelah), langsung ‘ngeh kan kenapa warna-warna bus dan tram di Warsawa dominan kuning-merah.

Nyamannya lagi, karena pengelolaannya yang tersentralisir, cukup diperlukan satu tiket ZTM untuk bisa naik bus, tram ataupun metro. Jadi misalnya mau jalan-jalan keliling kota seharian, ya tinggal beli tiket 1 hari untuk bisa bolak-balik naik/turun bus, tram, ataupun metro sepuasnya selama satu hari itu. Sistem yang sama sebenarnya juga sudah lebih dulu diterapkan di negara-negara Eropa Barat. Kalau Jakarta kapan ya?

3. No Kenek, Beli dulu Tiket lalu Validasi

Kalau mau naik kendaraan umum di Warsawa, jangan lupa beli dulu tiket ZTM lalu nanti tiketnya divalidasi di dalam bus/tram atau sebelum masuk stasiun metro. Kalau ketahuan nggak punya tiket yang valid, bisa kena denda oleh petugas pemeriksa. Tiket ZTM disebutnya bilety ZTM (bacanya gampang: bileti ZTM), bisa dibeli di banyak tempat misalnya di ticket vending machine (mesin penjual tiket) atau di kios-kios seperti kios “Ruch” dan kios “Kopolter” yang sering ada di dekat halte bus. Kalau mau beli tiket bulanan, bisa dibeli di Biro Pelayanan Penumpang (bahasa dewanya: Punkt Obsługi Pasażerów).  Urusan tiket-tiket-an ZTM ini ada beraneka macam dan harganya, tapi di posting berikutnya aja ya.

Setelah yakin punya tiket, baru naik ke bus atau tram dan langsung cari mesin validasinya. Mesinnya yang mana sih? Itu tuh.. yang (lagi-lagi) warna kuning jreng! Di dalam setiap bus/tram, minimal ada 3 mesin (di bagian depan-tengah-belakang kendaraan), jadi biar penuh ya tetap nggak ada alasan nggak bisa validasi tiket. Caranya? Tinggal masukkan aja tiket tersebut ke dalam lubang (lubangnya yang warna merah – mustahil nggak lihat🙂 ), lalu nanti langsung deh mesinnya mencetak tanggal dan jam berlakunya tiket itu sampai kapan. Keren ya? Kalau diberlakukan di Indonesia, berapa banyak kenek yang akan kehilangan lapangan pekerjaannya ya…

4. Petunjuk di Halte-nya Jelas Banget

Desain halte bus/tram di Warsawa sih 11-12 sama Jakarta, alias biasa-biasa aja. Beberapa halte malah cuma berupa tempat duduk kayu + palang papan, nggak ada shelter-nya. Tapi yang bikin hati tenang, di setiap halte pasti tertera dengan jelas bus/tram nomor berapa aja yang berhenti di halte tersebut. Dan di papan halte juga ditempel kertas petunjuk rute dan pukul berapa aja bus/tram tersebut tiba di halte ybs. Jadi kita bisa yakin udah nunggu di halte yang benar dan bisa tahu harus nunggu berapa lama lagi. Benar-benar aplikasi metode sistem antrian yang efektif ! Kemhub, bikin dong kayak begini di nusantara hikss..

Okay deh, ceritanya saya udahin dulu sampai di sini ya. Nanti posting-2 berikutnya pasti saya cerita lebih detail lagi soal transportasi massa di Warsawa, termasuk suka-dukanya kena pemeriksaan tiket, ketemu orang mabuk di bus, kesasar naik tram, ngejar-ngejar bus, hahaha… heboh sendiri deh…

Posted on September 23, 2010, in Transportasi and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Di tram/bus bisa sekalian ngangetin badan ga kalo pas musim dingin? hehe..

    • Hahaha.. bisa banget! Kalau lagi musim dingin begini, saya juga sering bela-belain naik bus/tram yang pertama datang, biarin aja nanti nyambung lagi dengan bus/tram lain. Yang penting badan nggak kedinginan gara-gara kelamaan nunggu di halte🙂 Jangan heran juga, kalau di bus/tram malam kadang-2 ada orang tuna wisma yang sampai tertidur.

  2. Bagus bgt ko, kehidupan malem Kota Warsawa, ko enga disebutin, salam

    • Dari emailnya, saya tahu Alfi ini siapa!! Hahaha..

      Untuk topik kehidupan malam kota Warsawa, kita serahkan saja pada yang lebih ahli deh. Kapan bos Alfi, punya waktu biar saya wawancarai deh untuk Warsaw Night Life? Tapi awas ya kalau blog saya jadi dibredel! :p

  3. thanks ya untuk infonya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: