Adakah PLT Nuklir di Polandia?

Dukaku Untuk Jepang…

Hari ini saya kembali menulis catatan di Polandesia ini, masih dengan rasa sedih dan prihatin melihat bencana gempa bumi dan tsunami di Jepang yang terjadi 10 hari lalu (Jumat, 11 Maret 2011). Tsunami saja sudah mengerikan, apalagi ditambah dengan meledaknya reaktor nuklir di PLTN Fukushima. Bahaya radiasi zat radioaktif pun tak pelak mengancam penduduk di wilayah tersebut dan sekitarnya.

Tak heran bila tak lama kemudian media memberitakan bahwa orang-orang asing di Tokyo, yang berjarak 373 km dari pusat gempa, banyak yang buru-buru mengungsi keluar negeri, tak peduli harus bayar tiket pesawat atau helicopter carteran yang berkali-kali lipat mahalnya. Meskipun tak sama persis, ledakan pabrik nuklir di Jepang ini memang langsung mengingatkan orang pada tragedi Chernobyl di Ukraina pada tahun 1986.

Di Indonesia, PLT Nuklir Baru Rencana

Di Indonesia pun langsung bergulir pembicaraan tentang kelanjutan rencana pembangunan PLT Nuklir di wilayah Bangka Belitung atau Kalimantan. Dua daerah tersebut memang menurut penelitian mempunyai resiko gempa yang rendah, sehingga dianggap cukup aman untuk lokasi PLTN. Namun dengan adanya musibah ledakan reaktor nuklir di Jepang ini, wajar banyak orang yang semakin takut dan ngeri membayangkan resiko keamanan dan keselamatan yang harus dihadapi bila benar Indonesia akan membangun PLTN.

Sementara di lain pihak, sudah terbukti bahwa energi nuklir adalah sumber energi alternatif yang dapat dihandalkan. Listrik yang dihasilkan dari PLT Nuklir harganya lebih murah dan tidak menghasilkan emisi carbon monoksida dalam prosesnya. Tapi ya itu, resiko radiasi nuklirnya itu lho.. apakah sebanding dengan manfaatnya? Apakah Indonesia telah sanggup membangun PLTN yang aman? Itu yang menjadi pertanyaan banyak orang.

Polandia Pernah Mencoba, Tetapi Tidak Selesai

Bagaimana dengan di Polandia? Berapa banyak PLTN yang dimiliki Polandia saat ini? Ternyata sampai saat ini Polandia belum mempunyai satupun PLT Nuklir (nuclear plant). Sebenarnya Polandia sudah punya rencana membangun PLTN sejak tahun 1972, bahkan pada tahun 1982 pembangunan pabrik nuklir yang pertama sudah dimulai (wow..)  Namanya PLTN Żarnowiec (Elektrownia Jądrowa Żarnowiec), lokasinya dekat Laut Baltik, sekitar 50 km dari kota Gdansk yang terkenal dengan gerakan Solidaritas-nya Lech Walesa.

Pembangunan pabrik nuklir pastinya memakan waktu bertahun-tahun. Belum selesai dibangun, pada tahun 1986 terjadilah musibah ledakan pabrik nuklir Chernobyl di Ukraina yang maha mengerikan! Sampai hari ini, tragedi Chernobyl adalah tragedi nuklir terburuk dalam sejarah dunia; satu-satunya yang mencapai level 7 (level accident  tertinggi) dalam International Nuclear Event Scale. Jauh melebihi ledakan pabrik nuklir di Jepang yang saat ini dinyatakan ada pada level 5.

Bisa dibayangkan setelah tragedi Chernobyl itu, protes keras berdatangan dari rakyat Polandia terutama dari organisasi lingkungan hidup. Posisi geografis Polandia memang berdekatan dengan Ukraina, hanya dibatasi oleh Belarus;  jadi wajar sekali mereka panik dan tidak ingin mengalami hal yang sama. Akhirnya pembangunan PLTN Żarnowiec pun resmi dihentikan pada tahun 1990 setelah hasil referendum di kota Gdansk menyatakan bahwa lebih dari 80% penduduk tidak ingin pembangunan PLTN dilanjutkan. Sampai saat ini, sisa-sisa pembangunan PLTN Żarnowiec yang tidak selesai masih bisa dilihat. Lebih lanjut tentang PLTN Żarnowiec bisa dibaca di Wikipedia.

Update: kata teman saya yang orang Polandia, faktor utama lainnya dari episode kegagalan PLTN Żarnowiec adalah karena PLTN tersebut merupakan prakarsa dari Rusia/Uni Soviet yang sebenarnya dibenci oleh orang-orang Polandia. Secara moral, masyarakat Polandia tidak menginginkan kehadiran PLTN tersebut karena dianggap tidak lebih dari cara lain Uni Soviet untuk semakin mencengkeram dan menguasai wilayah mereka.

Sisa pembangunan PLTN Zarnowiec yang tidak selesai - Photo credit: http://www.energetykon.pl

Setelah episode PLTN Zarnowiec yang gagal, Polandia pun tergantung pada batu bara (coal or lignite) sebagai sumber energi utama mereka. Selain batubara, energi di Polandia juga bersumber dari minyak, gas, dan tenaga air (hydropower). Hal ini tentu menimbulkan kendala di masa depan, karena ketiga sumber energi utama itu (batubara, minyak, dan gas) merupakan non-renewable sources dan mengeluarkan emisi CO2 yang berbahaya bagi lingkungan dalam proses pengolahannya. Kendala lainnya, Polandia juga sangat tergantung pada Rusia dalam mengimpor kebutuhan gas mereka. Iklim di Polandia yang dingin tentunya membutuhkan gas untuk pemanas dalam jumlah banyak.

Polandia Kini Berpikir Ulang

Tak heran bila pada beberapa tahun terakhir ini, Polandia kembali mengangkat wacana “program energi nuklir” NPPP (Nuclear Power Programme for Poland) dengan serius. Tujuan utamanya ada tiga, yaitu: memastikan suplai listrik, mempertahankan harga listrik yang terjangkau bagi rakyat, dan mengurangi emisi CO2, SO, NOx sesuai standar Uni Eropa. Saat ini pemerintah Polandia telah mempunyai rencana resmi untuk memiliki dua PLTN pada tahun 2020. Rencananya di tahun 2013 mereka akan menetapkan lokasi PLTN yang cocok, dan pada tahun 2016 pembangunan PLTN akan dimulai. Baca info lebih lengkap tentang NPPP di sini. Pada polling tahun 2008, mayoritas rakyat Polandia pun mendukung dibangunnya PLTN di negara mereka.

Tekad pemerintah Polandia untuk membangun PLT Nuklir ini rupanya memang sudah bulat. Musibah nuklir di Jepang yang terjadi baru-baru ini tidak membuat mereka perlu menunda kembali pembangunan PLTN tersebut. PM Polandia Donald Tusk pun menegaskan hal tersebut ketika bertemu dengan Presiden Uni Eropa baru-baru ini, seperti ramai diberitakan di media massa di sini. Tak peduli Jerman telah menyarankan Polandia dan negara-negara Eropa lainnya untuk membatalkan rencana pembangunan PLTN mereka.

Bagaimana dengan rakyat Polandia sendiri? Polling terakhir minggu lalu (setelah ledakan nuklir pertama di Jepang) menyatakan bahwa rakyat Polandia terbagi dua: 47% mendukung dibangunnya PLTN di Polandia dan 46% menentangnya. Lihat hasil pollingnya di sini.

Bingung juga ya… Memang masalah energi ini rumit, dilematis, dan harus dipikirkan masak-masak, karena hasil (atau resikonya) akan dirasakan oleh orang banyak untuk jangka panjang..

Iklan

Posted on Maret 22, 2011, in Energi & Listrik, Iklim & Cuaca, Pemerintahan and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: