Boleh Parkir Asal Jangan Lupa Berdoa

Parkometry, mesin penjual tiket parkir di Polandia

Yang namanya lahan parkir di perkotaan pasti susah dicari. Sudah rebutan tempat, harus bayar bea parkir pula. Di Polandia pun tak jauh beda; di sini tempat parkir pun terbatas sekali, apalagi kalau di daerah ramai pada jam sibuk. Bedanya dengan di Indonesia, di Polandia hampir tidak ada tukang parkir karena umumnya bea parkir dibayar lewat parking tickets vending machine atau yang dalam bahasa Polandia disebut “parkometry“. Kita juga harus perhatikan baik-baik penanda batas-batas boleh parkir. Di Warsawa, petugas Straz Miejska (polantas-nya Polandia) sering terlihat sedang patroli dan memberi tiket tilang bagi mobil yang parkir sembarangan.

Setelah seseorang memarkir mobilnya di pinggir jalan, mereka harus segera menuju parkometry untuk membeli tiket parkir. Bea parkir di Polandia umumnya 3 zloty per jam (setara $1 per jam). Tapi kalau kita hanya perlu parkir 20 menit, ya cukup masukkan koin 1 zloty. Begitu pula kalau kita perkirakan akan parkir selama 1,5 jam maka perlu bayar 4,5 zloty (masukkan koin 4 zloty dan 50 groszy). Intinya, kalau bawa mobil di Polandia, jangan lupa siapkan uang receh hahaha.. Nanti setelah kita bayar, akan keluar secarik kertas sebagai receipt yang perlu kita taruh di dashboard mobil. Kenapa begitu? Ya supaya kelihatan sama Straz Miejska-nya kalau kita sudah bayar parkir.

Itu gambaran tentang cara bayar parkir yang umum di Polandia. Nah, baru-baru ini ada berita unik tentang perparkiran dari kota Lublin, sebuah kota menarik berjarak 175 km dari Warsawa (dekat lho, itu hanya 2,5 jam perjalanan naik bus). Diberitakan bahwa sebuah gereja di Lublin memperbolehkan orang-orang parkir di halaman gereja tanpa dipungut bayaran, asalkan mereka jangan lupa mengucapkan terimakasih kepada Tuhan yang telah menjaga mobil mereka. Unik ya?

Ide mulia ini digagas oleh Pastur Wieslaw Lenart dari gereja Wieczerzy Pańskie (Church of the Lord’s Supper). Menurut pastur Lenart, karena gerejanya terletak di daerah sibuk, banyak orang yang ingin memarkir mobil mereka di halaman gereja. Namun beliau tidak ingin menambah beban pengendara dengan memungut bayaran parkir, karena menurutnya gereja sudah cukup didanai oleh donasi jemaat di lingkungannya. Jadilah solusi “bayaran” parkir di lahan gereja adalah doa si pengendara. Harapan sang pastur, hal ini membawa solusi positif sekaligus meningkatkan keimanan seseorang.

Boleh Parkir Asal Jangan Lupa Berdoa ya.. Photo credit: moto.gadu-gadu.pl

Bagaimana tidak? Tempat parkir di gereja ini tidak ada penjaganya lho. Jadi gereja memandang para pengendara menitipkan mobilnya dalam penjagaan Tuhan YME sehingga layaklah mereka berterimakasih langsung kepada-Nya. Di papan pengumuman parkir, ditulis besar-besar himbauannya. “Parkir di sini tidak gratis!!! Pergi dan memasuki halaman gereja, Anda berserah kepada kasih Tuhan. Untuk berterimakasih atas pemeliharaan Tuhan, ucapkan 3 kali “Jezu Ufam Tobie” (artinya Yesus, Saya Mempercayaimu)”. Berdoanya bukan di depan mobil lho, tapi sudah disiapkan 2 buah meja di pintu masuk parkiran dimana pengendara dapat mengucapkan doanya.

What a nice way! Dan cara ini terbilang sukses lho karena sebagian besar penitip mobil mau mengikuti anjuran tersebut. Gimana ya kalau cara ini diterapkan di Indonesia? Ah, kayaknya enggak bakal efektif sih. Lah, sendal jepit di mesjid aja diembat, apalagi yang lebih mahal hahaha…

Posted on April 9, 2011, in Berita Unik, Budaya, Transportasi and tagged , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. mestinya muslim Indonesia harus nerapin kyk gini! Ngeliatnya, terbalik 180 derajat sama di Indonesia. Buat parkir bayarnya, ya… 11-12 sih. Tapi, kalo parkirnya di halaman mesjid?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: