Hari Buruh di Negara Asal Gerakan Solidaritas

Di banyak negara, tanggal 1 Mei diperingati sebagai Hari Buruh (Labour Day) yang berfokus pada kesejahteraan sosial dan perbaikan nasib buruh. Hari ini juga dikenal dengan sebutan May Day atau International Worker’s Day. Di Indonesia, meskipun bukan hari libur nasional, momentum 1 Mei sejak beberapa tahun terakhir (tepatnya setelah tumbangnya era Orde Baru) dimanfaatkan untuk melaksanakan long march, demontrasi, atau rally yang terorganisir guna menyampaikan tuntutan perbaikan nasib kaum pekerja. Aksi unjuk rasa yang besar-besaran ini tentunya membuat suasana kota Jakarta setiap tanggal 1 Mei terasa lebih waspada dan agak tegang.

Di wikipedia ditulis bahwa pada masa kepemimpinan Soeharto, peringatan Hari Buruh atau Labour Day dilarang karena dikonotasikan dengan ideologi komunis. Konotasi ini jelas tidak pas karena banyak negara di dunia yang tidak menganut paham komunis, misalnya Amerika Serikat, Canada, Spanyol, Mesir, Filipina, sampai Singapura, turut memperingati Labour Day sebagai salah satu hari libur nasional. Namun setelah saya tinggal di Polandia, baru saya tahu bahwa memang ada kaitan antara Labour Day dengan komunisme; dan hal ini menjadi kenangan buruk bagi sebagian besar rakyat Polandia. Penasaran ingin tahu lebih jauh?

Polandia sempat cukup lama dijajah Uni Soviet yang berpaham komunis, tepatnya dari tahun 1945 (setelah PD II) s.d tahun 1989. Sebenarnya Hari Buruh yang dalam bahasa Polandia disebut Święto Pracy sudah diperingati sejak tahun 1890, namun di bawah kekuasaan Soviet, peringatan Hari Buruh dipelintir menjadi hari untuk menghormati dan mendukung partai komunis dan oknum-oknumnya. Tidak hanya di Polandia, negara-negara di Eropa Tengah dan Timur lain yang saat itu juga berada di bawah cengkraman Uni Soviet juga harus melakukan parade semacam ini dengan pusat perayaan terbesarnya digelar di Moskow.

Parade 1 Mei pada era komunis di Polandia (tahun 70-an). Photo credit: surat kabar Gazeta Wyborcza.

Pada hari itu, parade besar-besaran digelar di kota-kota besar di Polandia dimana para pekerja, murid sekolah, perawat dan perwakilan Serikat Buruh melakukan march dengan membawa bendera merah, merpati kertas, foto-foto pemimpin partai komunis dan ‘bapak sosialisme’ dari Uni Soviet. Di barisan pertama parade, berdiri para veteran partai komunis atau janda mereka. Para hadirin yang menonton di pinggir jalan pun diwanti-wanti untuk memberikan salam hormat ketika barisan perwakilan partai komunis melewati mereka.

Perayaan Hari Buruh pada saat itu memang sarat dengan propaganda dan kepentingan politik kaum penguasa. Agar acara ini disambut positif oleh rakyat di Polandia, pemerintah komunis saat itu mengusahakan agar di toko-toko tersedia produk makanan dan daging yang biasanya sulit didapatkan dan barang-barang jualan lainnya diganti dengan kualitas yang lebih baik. Selain itu, beberapa hari sebelum perayaan, dilakukan pembenahan fasilitas umum dimana jalan-jalan dibersihkan, tanda zebra cross dicat ulang, serta tanaman hijau di pinggir jalan pun dipercantik. Setelah selesai parade, rakyat Polandia dapat menikmati hari libur ini dengan berpiknik bersama keluarganya.

Kemeriahan perayaan Hari Buruh pada era komunisme ini tentunya semu belaka. Hanya anak-anak kecil yang dapat menikmati gegap-gempita acara ini. Untuk kaum dewasa Polandia, acara ini adalah bentuk lain dari indoktrinasi dan terorisme moral dari Uni Soviet. Kehadiran di acara ini mutlak hukumnya. Bila ketahuan tidak mengikuti parade 1 Mei maka akan mendapat hukuman, misalnya untuk pekerja akan dipotong gajinya atau dikurangi haknya, sedangkan untuk murid sekolah tidak diizinkan mengikuti ujian. Pada masa kepemimpinan Stalin, hukuman ini bahkan lebih parah karena mereka yang membangkang akan dihukum penjara atau dihilangkan begitu saja.

Mayoritas rakyat Polandia sangat membenci parade Hari Buruh yang telah dipolitisir ini. Tak heran setelah gerakan Solidaritas oleh kaum buruh galangan kapal di Gdansk (Gdansk adalah kota pelabuhan di Polandia) yang dipimpin oleh Lech Wałęsa tanpa disangka-sangka mampu meruntuhkan komunisme di Polandia pada tahun 1989, parade semacam ini pun tidak digelar lagi. Bahkan sejak tahun itu, Sejm atau parlemen Polandia pun langsung mengganti nama peringatan 1 Mei dari Święto Pracy (Labour Day) menjadi nama hari libur yang lebih netral yaitu Święto Państwowe (State Holiday).

Jadi bagaimana rakyat Polandia saat ini merayakan Hari Buruh? Sekarang ini sebagian besar orang Polandia menganggap 1 Mei sebagai salah satu hari libur yang biasa-biasa saja, suatu kesempatan yang baik untuk berlibur keluar kota bersama keluarga atau menikmati cuaca yang mulai hangat di awal musim semi. Memang masih ada organisasi politik sayap kiri di Polandia yang menggelar parade anti-kapitalisme pada hari ini, namun skalanya sangat tidak signifikan dan tidak menarik perhatian banyak orang maupun media massa. Apalagi pada tahun 2011 ini, signifikansi Hari Buruh semakin menghilang ditelan oleh antusiasme rakyat Polandia menyambut beautifikasi Paus Yohanes Paulus II, mendiang pemimpin umat Katolik sedunia yang berasal dari Polandia. Berita-berita di koran dan TV penuh dengan liputan misa pentahbisan beliau menjadi ‘beato’ (orang yang terberkati) di Vatikan, Roma. Tidak ada yang tertarik membahas makna perjuangan awal Hari Buruh di sini. Ya, suasana 1 Mei di Polandia memang tidak pernah sama dengan di Indonesia.

Iklan

Posted on Mei 2, 2011, in Budaya, Pemerintahan and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. kak terus nulis tentang polandia yah…
    aq suka polandia…
    pengen kesana…
    lagi belajar bahasa polandia…
    🙂

    • Hai Ratna,

      terimakasih untuk komen dan kunjungannya. Lagi belajar bahasa Polandia? Wow, suprise saya mendengarnya! Belajar dari siapa? Sukses ya untuk pembelajarannya, dan terimakasih atas support-nya 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: