Polandesian Masuk Istana Presiden!

Akhirnya, setelah 2 tahun lebih tinggal di Warsawa, Polandesian bisa juga masuk istana Presiden Polandia!🙂 Wow, kok bisa? Memangnya diundang acara apa sama Presiden Bronisław Komoroswki? Kan tidak sembarang orang bisa masuk Istana Presiden? Eits, tenang dulu… Polandesian tidak dapat undangan apa-apa dan tidak juga bertemu dengan Presiden Polandia saat ini. Hanya saja, di satu hari spesial di pertengahan bulan Mei ini, Istana Kepresidenan Polandia membuka pintu lebar-lebar untuk dikunjungi oleh masyarakat umum. Publik boleh masuk ke dalam istana tanpa ada undangan, cukup dengan menunjukkan ID Card saja. Yang unik, open house ini digelar bukan dalam rangka perayaan kenegaraan atau keagamaan, namun dalam rangka budaya yaitu memeriahkan acara Noc Muzeow atau Night of Museums.

Apa sih Night of Museums itu? Kalau diterjemahkan kan berarti “Malamnya Museum”, apa memang museum buka malam-malam pada hari itu? Yap… memang begitu adanya! Night of Museums memang merupakan acara budaya di Eropa dimana berbagai museum dan institusi budaya terbuka untuk dikunjungi publik dari senja hingga lewat tengah malam. Tujuannya tentu agar masyarakat umum lebih mengenal dan lebih akrab dengan tempat-tempat budaya tersebut. Kan sesuai kata pepatah “tak kenal maka tak sayang”. Dan mungkin supaya lebih disayang, pada waktu Night of Museums ini, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket masuk alias gratis! Dari yang saya perhatikan, nggak Asia, nggak Eropa, dengar gratisan pasti semangat deh…🙂

Antrian di depan Chopin Museum saat Noc Muzeow 2011 di Warsawa

Terus terang, saya kagum sekaligus iri ketika tahu bahwa Night of Museums ini adalah hasil pemikiran dan inisiatif bangsa Eropa yang terbilang belum lama (baru dimulai pada tahun 90-an) namun sangat terorganisir, diadakan setiap tahun di pertengahan musim semi, dan disambut secara antusias oleh masyarakatnya. Pikiran saya, orang-orang Eropa ini kok rela ya ngantri malam-malam cuma untuk masuk museum? Tapi di lain pihak, museum-museum di Eropa memang ‘niat’ banget  (pelayanannya profesional, isinya berkualitas, bahkan bisa jadi obyek wisata edukasi yang menarik), tidak seperti museum di Indonesia yang kadang terlihat ‘seadanya’ atau sering macet karena terbentur masalah dana, hiks…

Kegiatan ini pertama kali diadakan di Berlin, Jerman pada tahun 1997 dengan nama Lange Nacht der Museen, yang artinya Long Night of Museums, dan terbilang sangat sukses. Sejak itu, jumlah museum, galeri, institusi budaya yang berpartisipasi dalam kegiatan ini meningkat secara drastis, dan kini telah menyebar ke lebih dari 120 kota di benua Eropa. Selain di Jerman, kegiatan “Malam Museum” sekarang ini juga rutin digelar di Paris-Perancis (La Nuit des Musées), Amsterdam-Belanda (Museums-n8), Austria, Italia, Swiss, Budapest-Hungaria (Múzeumok Éjszakája), Kroasia (Noć muzeja), Praha-Ceko (Pražská muzejní noc), Bulgaria, Rusia, Rumania, dan tentunya Polandia (Noc Muzeów). Kepopuleran kegiatan ini pun telah menginspirasi negara lain di luar Eropa misalnya Argentina yang sejak tahun 2004 menggelar La Noche de los Museos di Buenos Aires; dan Pilipina yang mengadakan Gabii sa Kabilin (yang artinya Night of Heritage) di kota Cebu sejak tahun 2007. Keterangan lebih lanjut bisa dilihat di wikipedia.

Poster Noc Muzeow 2011

Di Polandia sendiri, Malam Museum atau yang disebut Noc Muzeów ini mulai diadakan sejak tahun 2003 di kota Poznań (Poznań terletak di pinggir Polandia yang berbatasan dengan Berlin, Jerman). Di tahun 2011 ini, ada 5 kota besar di Polandia yaitu Warsawa, Krakow, Poznań, Wrocław dan Łódź yang turut berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mau tahu lebih lengkap tentang program acara di masing-masing kota? Silakan cek situs www.noc-muzeow.pl, sayangnya hanya dalam bahasa Polandia.

Coba lihat poster Noc Muzeów untuk tahun 2011 ini (lihat gambar sebelah). Unik tapi juga serem-ngeri gimana gitu… Siapa sih wanita yang digambarkan sedang menguap itu? Ah, ternyata beliau adalah Maria Skłodowska-Curie, pemenang Nobel Kimia yang berasal dari Polandia. Beliau jadi figure untuk acara tahun ini karena kebetulan tahun 2011 ditetapkan oleh PBB sebagai “International Chemistry Year” dan sekaligus memperingati 1 abad diraihnya Nobel Kimia oleh Madame Curie.

Karena saya tinggalnya di Warsawa, saya mau sharing tentang suasana Malam Museum yang saya alami di ibukota Polandia ini. Tanggal yang dipilih tepat banget, 14 Mei, malam minggu. Yang jelas heboh banget, karena  ada lebih dari 200 institusi yang bisa dikunjungi di malam ini, mulai dari berbagai museum, galeri seni, pusat-pusat kebudayaan, Palace of Culture, juga tempat-tempat ibadah (gereja dan sinagoga). Bahkan ada beberapa tempat yang sebenarnya kurang berhubungan dengan kebudayaan yaitu Istana Kepresidenan (Pałac Prezydencki), Gedung Parlemen (Sejm), Bursa Efek Warsawa (Giełda Papierów Wartościowych w Warszawie) sampai Markas Garnisun Warsawa (Dowództwo Garnizonu Warszawa) ikut ambil bagian dalam acara ini. Nggak heran suasana kota Warsawa di tanggal 14 Mei 2011 (malam mingguan nih) terasa jauh lebih crowded dan hidup, beda sekali dengan biasanya. Tidak hanya orang dewasa, anak-anak bahkan yang masih bayi pun turut diajak menikmati event malam ini. Suasananya pun jadi sedikit mirip Jakarta Fair, minus pedagang kaki lima dadakan🙂

Tahun ini saya berniat banget memasuki Istana Kepresidenan dan Gedung Parlemen. Kapan lagi kan? Tahun lalu saya nggak ngeh bahwa dua pusat pemerintahan tersebut terbuka untuk publik saat Malam Museum. Di buku acara, tertulis open house Istana Kepresidenan dimulai pkl 19:00. Polandesian datang setengah jam sebelumnya, namun oh la la.. antrian sudah lebih dari 2 km! Panjang buanget! Ternyata banyak banget orang Polandia yang berniat sama, bahkan katanya antrian sudah dimulai dari pkl 5 sore! Walah, maunya Malam Museum kok jadi Malam Antrian..

Antrian puanjaang di depan Istana Kepresidenan Polandia saat Malam Museum, 14 Mei 2011

Setelah sabar menunggu (satu jam lebih), akhirnya bisa juga masuk. Namun terlebih dahulu harus melewati pemeriksaan yang ketat di pintu masuk. Pengunjung harus menunjukkan picture ID, melewati metal detector, dan tas besar atau ransel pun diperiksa isinya apakah terdapat benda tajam yang membahayakan. Sekitar 20 pengunjung lalu digabung menjadi satu grup dan dipandu oleh seorang staf Istana yang menjelaskan isi istana dalam bahasa Polandia. Dasar niatnya emang mau lihat-lihat dan foto-foto di dalam Istana, saya jadi nggak dengerin apa kata si pemandu (dan nggak ngerti juga sebenarnya dia ngomong apa :D). Untungnya diperbolehkan berfoto di dalam Istana, tetapi harus tanpa lampu kilat! Yang dibuka untuk umum ternyata hanya lantai dasar, itu pun tidak semua ruangan. Selain ruangan meja bundar untuk rapat, beberapa ruangan untuk jamuan makan, ruang dengan interior ksatria besi dan lembing, ada juga kapel kecil di dalam Istana ini. Di bawah ini beberapa foto sebagai oleh-oleh berkunjung ke Istana Kepresidenan Polandia.

Kesan saya, Pałac Prezydencki di Warsawa ini lebih cantik dilihat dari luar ketimbang masuk di dalamnya. Setelah masuk, ternyata isinya tergolong biasa-biasa saja untuk ukuran istana, kalah mewah dibandingkan interior Royal Castle atau Wilanow Palace. Nggak tahu deh kalau dibandingkan dengan Istana Presiden di Jakarta, malah belum pernah masuk ke situ🙂 Dari segi arsitektur, Istana Kepresidenan Polandia ini bergaya neoklasik dan sejak tahun 1818 telah digunakan sebagai gedung pemerintahan. Dari segi sejarah, istana ini menjadi tempat disusunnya Konstitusi Polandia-Lithuania tahun 1791, ditandatanganinya Pakta Warsawa tahun 1955 dan Perjanjian Warsawa antara Jerman Barat dan Polandia tahun 1970, serta Perundingan Meja Bundar antara Pemerintahan Komunis dan Tokoh Solidaritas tahun 1989. Wah, memang tempat ini bersejarah banget ya untuk bangsa Polandia.

Sebelumnya, Pałac Prezydencki ini memang menjadi kediaman atau tempat tinggal resmi Presiden Polandia. Namun sejak  Presiden Bronisław Komorowski menjabat (tahun 2010), tempat ini ‘hanya’ menjadi tempat kerja resmi Presiden dan berbagai pertemuan kenegaraan. Beliau sendiri saat ini tinggal di Istana Belvedere, yang sebelumnya menjadi wisma tamu-tamu penting kenegaraan. Kalau kamu lihat, di halaman depan Istana Kepresidenan Polandia ada patung ksatria berkuda (equestrian statue); itu adalah patung Józef Poniatowski, jenderal terkenal dari Polandia yang menjadi Marshall of France di bawah Napoleon. Nah, nggak kebayang kan, lagi ngomongin Istana Kepresidenan Polandia jadinya bisa nyambung ke eranya Napoleon sang panglima Prancis. Ribetnya sejarah Eropa…🙂

Posted on Mei 30, 2011, in Budaya, Wisata and tagged , , , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: