Polandia Sudah Pakai Euro Belum Ya?

Kalau dengar mata uang Euro, pasti asosiasinya ‘mahal’! Ya memang sih, coba tengok negara-negara Eropa Barat yang sudah memakai Euro, biaya hidupnya cenderung menjadi lebih mahal dibanding ketika belum menggunakan Euro. Pemakaian Euro sebagai mata uang tunggal (single monetary currency) memang salah satu dari ketentuan Uni Eropa. Nah, Polandia kan sudah masuk Uni Eropa, tepatnya sejak bulan Mei 2004, apakah Polandia sekarang sudah memakai mata uang Euro?

Jawabannya: b-e-l-u-m! Sampai sekarang Polandia belum menggunakan Euro sebagai mata uangnya. Polandia belum menjadi bagian dari Eurozone yang saat ini terdiri dari 17 negara Uni Eropa yang sudah memakai Euro yaitu Austria, Belanda, Belgia, Cyprus, Estonia, Finland, Jerman, Irlandia, Italia, Luxembourg, Malta, Perancis, Portugal, Slovakia, Slovenia, Spanyol dan Yunani. Sekedar info, ada 3 negara Uni Eropa yang memang sengaja memilih (opt out) untuk tidak menggunakan Euro yaitu Inggris (tetap menggunakan Poundsterling – GBP), Swedia (tetap menggunakan Swedish Krona – SEK) dan Denmark (tetap menggunakan Danish Krone – DKK).

Buat saya yang pendatang, fakta bahwa Polandia belum menggunakan Euro merupakan hal yang bagus, ya dengan alasan di atas itu 🙂 Tapi jangankan saya yang pendatang di sini, sebagian besar rakyat Polandia ternyata juga masih enggan  berpindah ke Euro padahal wacana ini sudah bergaung sejak tahun 2008. Polling publik yang diadakan oleh CBOS di bulan Maret 2011 menunjukkan bahwa 60% rakyat Polandia menentang peralihan mata uang ke Euro dan hanya 32% yang menginginkannya.  Bedanya kalau beberapa tahun sebelumnya sikap ‘tidak setuju’-nya karena takut terjadinya hiperinflasi (lonjakan harga-harga barang yang memberatkan rakyat), tahun ini ‘tidak setuju’-nya semakin menguat karena melihat krisis hutang negara-negara Eropa yang memakai Euro sejak tahun 2010.

Sebagai info singkat, krisis moneter tersebut dinamakan 2010 European sovereign debt crisis dan penyebab utamanya adalah hutang-hutang negara Yunani, Spanyol dan Portugal yang menumpuk. Sebagai bagian dari Eurozone, krisis moneter di ketiga negara tersebut mau tak mau jadi menjatuhkan nilai mata uang Euro secara signifikan. Walhasil, seluruh Eurozone terutama negara Eropa yang ekonominya lebih sehat harus berusaha agar Euro tidak semakin terpuruk. Istilahnya “jatuh satu, jatuh semua” deh. Sampai sekarang pun, krisis hutang Eurozone ini belum bisa dibilang selesai.

Złoty, mata uang Polandia. Dari koin 1 groszy sampai uang kertas 200 złoty. Photo credit: http://www.nbp.pl

Jadi Polandia pakai mata uang apa dong? Yah masih pakai mata uangnya yang lama yaitu Złoty (dibacanya: zwoti). Yang unik, dalam bahasa Polandia Złoty itu berarti “emas“. Kode mata uang ini adalah PLN.

Kalau dalam mata uang US Dollar kan dikenal satuan ‘dollar’ dan ‘cent’ dimana 1 dollar = 100 cent, nah begitu juga Złoty. Ada satuan ‘złoty’ (disingkat: zl) dan ‘groszy’ (disingkat: gr) dimana 1 zloty = 100 groszy.

Sama seperti di banyak negara, mata uang Zloty pun ada yang bentuk koin dan bentuk kertas. Yang bentuknya koin adalah 1 gr, 2 gr, 5 gr, 10 gr, 20 gr, 50 gr, 1 zł, 2 zł, dan 5 zł. Sedangkan yang bentuknya kertas dimulai dari 10 zł, 20 zł, 50 zł, 100 zł dan paling besar nilainya 200 zł.

Kalau berbelanja di supermarket, harga-harganya kan tidak bulat sehingga sering si pembeli mendapat kembalian koin-koin groszy. Kalau saya perhatikan, penjaga kasir di minimarket paling ogah kalau terima uang 100 zł karena repot sekali cari kembaliannya. Di sisi lain, kalau pembelinya nenek-nenek atau kakek-kakek, kembalian 1 gr atau 2 gr pun ditungguin lalu dihitung dengan cermat sebelum meninggalkan kasir hehe..

Nilai kurs Złoty terhadap Rupiah sekitar 1 Złoty = Rp 3.000,- (saya bulatkan ke atas biar mudah). Jadi uang 1 grosz itu nilainya sekitar Rp 25,-. Koin 1 grosz itu fisiknya bahkan lebih kecil dan ringan dibanding uang Rp 25,- !

Berkaitan dengan besaran mata uang ini, saya mendukung sekali bila mata uang Rupiah Indonesia diredenominasikan. Malesss banget kalau mendengar kata ribuan atau jutaan rupiah.. Secara psikologis harga tersebut terasa mahal sekali, padahal kalau dikurs ke mata uang lain nilainya tidak seberapa. Akibatnya, kalau orang bule datang ke Indonesia mereka jadi ‘kaya’, sementara kita yang keluar negeri jadi ‘miskin’. Penyerdehanaan besaran mata uang ini juga pernah dialami Polandia pada tahun 1995. Sebagai akibat dari inflasi tinggi di awal tahun 1990-an, dilakukan redenominasi terhadap mata uang Złoty dimana pada tanggal 1 Januari 1995, uang 10.000 Złoty (lama) menjadi 1 Złoty (baru). Heboh ya, dari 10.000 jadi hanya 1. Pasti saat itu banyak orang langsung merasa kere mendadak…

Balik lagi ke masalah Euro. Pemerintah Polandia sendiri sudah mengkonfirmasi bahwa Polandia tidak bisa mengadopsi mata uang Euro pada tahun 2012 seperti yang direncanakan sebelumnya. Sepertinya pejabat Bank Nasional Polandia (NBP) juga telah menghitung dampak krisis hutang Eurozone ini terhadap kesehatan moneter di negaranya sehingga kembali menunda peralihan ke Euro. Kabar terbaru, Perdana Menteri Donald Tusk mengatakan bahwa Polandia baru berencana bergabung di Eurozone pada tahun 2015. Asyiik… masih lama. Masih cukup waktu untuk yang mau main ke Polandia 🙂

Iklan

Posted on Juni 5, 2011, in Keuangan, Pemerintahan and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. 10 Komentar.

  1. Lis..sebenarnya kamu di Polandia ini dalam rangka apa? Sorry, soalnya pas aku balik ke Indonesia kamu sudah disana jadi tak tahu beritanya….hehehe…

    • Hehehe juga…
      Pa kabar, Bang? Aku migrasi ke Polandia ikut suami.
      Rencananya di sini sampai tahun depan (2012) barulah kami balik lagi ke Indo.
      Abang sekarang kerja dimana nih? Sudah kembali ke Batavia nan macet?

      • Baik saja Lis…Oooo..sekolah atau kerja? aku balik ke Indo tahun 2008. Tadinya mau pergi lagi ke Paris dan Tashkent tapi aku pikir lebih baik nikah dulu. Sudah nikah dapat kerja di Abud Dhabi..eh istriku hamil…ya udah tambah lamalah aku stay di kota yang super macet ini….hehehe…

  2. terimakasih sharingnya, nambah info,
    rencana mau ke Poland 10 hari untuk training di warsawa

    • Halo Unidoncena (namanya unik sekali, apa artinya?)

      Terimakasih sudah berkunjung ke blog saya. Wah, di Poland 10 hari? Jangan lupa sempatkan berkunjung ke tempat-tempat yang saya rekomendasikan di catatan “Yuk Jalan-jalan Satu Hari di Warsawa” Kalau kamu akan berkunjung ke Warsawa pada bulan July – September, setiap Sabtu malam mulai pkl 7 malam di Old Town Square ada Jazz Festival (gratis) dan setiap hari Minggu pkl 12 siang dan 4 sore di Taman Lazienki ada Konser Musik Chopin (yap, gratis juga). Enjoy your trip!

  3. saya mau tanya untuk tugas kuliah kenapa 10 negara uni eropaa ini termasuk polandia tidak memakai euro..? danke schoen:)

    • Hai Icha,

      Pada dasarnya ada 2 alasan kenapa saat ini ada 10 negara EU yang tidak pakai Euro:

      1. Memang memilih tidak mau memakai Euro. Hal ini berlaku bagi 3 negara: UK, Sweden dan Denmark. Meskipun telah memenuhi kriteria, ketiga negara tersebut memilih “opt-out” (keluar) dari pasal Maastricht Treaty yang meminta negara-negara EU memakai Euro. Secara umum, alasan penolakannya adalah karena negara-2 tersebut tetap menginginkan hak otonomi untuk dapat mengatur sendiri kebijakan moneter termasuk interest rate di negaranya. Polling menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Inggris secara konsisten menolak mengadopsi Euro karena Poundsterling dinilai lebih kuat daripada Euro dan mereka tidak menginginkan otonomi moneter mereka direbut oleh ECB (European Central Bank – badan pusat pengelola Euro).

      2. Belum siap, karena belum memenuhi kriteria stabilitas ekonomi yang dipersyaratkan kalau mau bergabung ke Euro. Hal ini yang dialami oleh 7 negara lainya: Bulgaria, Ceko, Hungary, Latvia, Lithuania, Polandia, Romania. Ada 4 kriteria konvergensi yang harus dipenuhi: tingkat inflasi, defisit dan hutang pemerintahan, nilai tukar, dan tingkat bunga jangka panjang. Keempat kriteria ini sangat ketat dan butuh bertahun-tahun sebelum suatu negara EU yang baru dapat memenuhinya.

      Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa dengan adanya krisis Euro tahun 2010, negara EU yang belum mengadopsi Euro pun tidak ingin cepat-cepat mengganti mata uangnya. Mereka ingin memastikan dulu sampai krisis Euro ini betul-betul selesai. Info lengkapnya silakan dicari di Wikipedia.

      Begitu ya Bu Dosen Icha, semoga jawaban saya bisa membantu PR anda…

  4. halo mba lis, saya dian..artikelnya bagus sekali..mau nanya..domisili saya di jakarta..saya ingin memperoleh uang polandia..mohon sharing infonya..terimakasih..

    • Halo Dian,
      Terimakasih untuk kunjunganmu ke blog Polandesia 🙂

      Menjawab pertanyaanmu tentang mendapatkan uang Polandia di Jakarta, hmm.. dimana ya? Saya juga baru kenal uang Zloty ya setelah tiba di Warsawa. Tapi kalau search di google sih, ada tuh money changer di Jakarta yang menjual & membeli semua mata uang yang eksis di dunia, termasuk uang Zloty Polandia. Namanya PT Jakarta Currency Center, buka Senin – Sabtu, tetapi harus telepon dulu sebelum datang ke sana biar disiapkan uangnya. Alamatnya di Mediterania Garden Residences 2, Shophouse E3/EJ, Jl. Tanjung Duren Raya Kav. 5-9, Jakarta Barat 11470. Bisa dihubungi di no telepon: 021-98703010 / 021-56957102, mobile/hp: +62 89652299907 atau email: jakartacurrency@gmail.com More details, silakan ke website mereka di http://www.jakartacurrencycentre.com/

      Saya sendiri belum pernah ke sana, but hopefully the info can help you… Atau ada teman-teman pembaca Polandesia yang bisa bantu Dian?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: