Museum Seni pun Masuk di Program Belajar Remaja

Salah satu hobi saya dalam mengisi waktu dan wawasan selama tinggal di Warsawa adalah dengan mengunjungi museum. Menurut saya, ini salah satu hobi yang bermutu dan tidak mahal; ada banyak museum yang berkualitas bagus di Warsawa yang menawarkan free admission alias masuk gratis pada hari tertentu 🙂 Salah satu museum yang patut dikunjungi adalah Museum Nasional di Warsawa atau dalam bahasa Polandia punya nama resmi “Muzeum Narodowe w Warszawie“. Museum ini merupakan museum seni terbesar di Polandia yang menyimpan hampir 1 juta koleksi seni mulai dari lukisan, patung, sampai numismatika (koin atau medali yang berfungsi sebagai mata uang). Koleksinya dari seluruh dunia, tidak hanya dari Polandia saja, dan mempunyai rentang waktu 140 tahun, mulai dari seni zaman kuno, abad pertengahan sampai era modern. Benar-benar luas (ada 3 lantai) sehingga kalau ke sini saya tidak pernah selesai melihat-lihat semua koleksinya dalam satu waktu.

Suatu ketika, saya sedang asyik melihat-lihat (dan mencoba mengerti) koleksi lukisan Eropa di lantai 2 ketika sekelompok anak remaja masuk ke dalam ruangan dengan dipandu oleh guide dan guru pendamping. Suasana tentunya jadi agak ribut, tetapi staf museum yang berjaga di pojok dengan tampang serius sepertinya memaklumi hal ini. Murid-murid remaja itu pun diminta duduk di depan satu lukisan besar (saya lupa nama lukisannya apa, tetapi lihat saja, lukisannya sangat dramatis ya?) Setelah mereka duduk tenang, si pemandu pun mulai menerangkan tentang sejarah dan makna seni lukisan tersebut dalam bahasa Polandia yang di telinga saya terdengar seperti musik rap saking cepatnya dia bicara, hehehe… Cukup lama juga penjelasannya. Selesai dari lukisan ini, rombongan pun pindah ke lukisan monumental lainnya.

Dari Remaja Sudah Diajak Ke Museum Seni: Sekelompok anak-anak remaja setingkat SMP di Polandia sedang belajar seni dengan mengunjungi langsung Muzeum Narodowe. Foto diambil oleh Polandesian di Museum Nasional di Warsawa, 1 Maret 2011.

Pikiran saya, pantas saja orang-orang Eropa ini bisa lebih menghargai seni, dari usia belia saja sudah diajak menghargai produk-produk seni dengan melihatnya langsung, tidak hanya lewat buku teks di sekolah. Beneran lho, setelah melihat langsung suatu produk seni yang megah, barulah kita bisa menghargai penjelasannya yang panjang-lebar itu. Bagaimana dengan di Indonesia? Saya baca di internet, ada SD di Yogyakarta yang mengajarkan anak-anak didiknya membatik (praktek langsung dengan canting dan malam). Wah… bagus sekali itu, siapa lagi yang melestarikan budaya Indonesia kalau bukan bangsa sendiri?

Muzeum Narodowe w Warszawie buka pada hari Selasa – Minggu (Senin tutup) dimana setiap hari Selasa merupakan free admission mulai pkl 12:00 – 18:00. Museum ini terletak di tengah kota Warsawa, tepatnya di Al. Jerozolimskie 3. Kalau mau pergi ke sini gampang sekali karena ada banyak bus dan tram yang berhenti tepat di depannya (halte: Muzeum Narodowe) yaitu bus no 111, 117, 158, 507, 517, 521 dan tram no 7, 8, 9, 24, 25. Kalau tertarik lebih jauh, bisa juga cek situs museum ini (ada versi bahasa Inggrisnya) di www.mnw.art.pl

Iklan

Posted on Juli 5, 2011, in Budaya, Pendidikan, Photo of the Day and tagged , , , , , . Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: