Bagaimana Mau Hemat Listrik?

Di Warsawa ini, saya jarang sekali mengalami mati lampu. Pernah sih, tapi hanya 2-3 kali dalam kurun waktu 3 tahun terakhir ini. Padahal kalau dibandingkan dengan Indonesia, konsumsi listrik di setiap rumah tangga di Polandia ini buesar sekali lho. Apalagi gedung flat saya ini terbilang baru karena dibangun setelah tahun 2000, sehingga semua kompor di gedung ini sudah memakai kompor listrik. Kabarnya hanya gedung-gedung flat lama di Warsawa yang masih memakai kompor gas (padahal untuk memasak makanan Indonesia lebih seru pakai gas ya…) Belum lagi kalau saya perhatikan besarnya konsumsi daya listrik di berbagai peralatan elektronik rumah tangga di Polandia, aduh bikin mata melotot deh!

Setrika Uap di Polandia, baik yang murah maupun yang mahal, rata-rata menghabiskan daya listrik 2000 Watt!

Kalau di Indonesia, sebuah rumah umumnya mempunyai daya listrik sebesar 2200 Watt, bahkan untuk rumah yang relatif kecil cukup 1300 Watt atau bahkan hanya 900 Watt. Sementara kalau di Polandia, untuk urusan menyetrika saja rata-rata menghabiskan daya listrik 2100 Watt! Memang hampir semua setrikaan yang dijual di Polandia adalah jenis setrika uap (steam iron, atau bahasa Polandianya: żelazko parowe) – tetapi tetap saja, setrika uap di Eropa ini lebih rakus memakan daya listrik. Di Polandia ini, setrika uap dengan konsumsi listrik paling kecil yang pernah saya temukan adalah 1700 Watt. Tetap luar biasa besar kan?

Ketel pemanas air elektronik di Polandia bisa menghabiskan daya 1200-3000 Watt

Contoh lainnya, kalau mau minum teh atau kopi tentunya butuh air panas kan. Kalau di Polandia biasanya untuk memanaskan air dipakai ketel pemanas air elektronik (nama Polandianya: czajnik), di sini jarang yang pakai termos untuk menyimpan air panas. Nah yang bikin kecut, ketel seperti ini umumnya memakan konsumsi listrik 2000 Watt untuk kapasitas 1,5 Liter air! Padahal harga belinya terbilang murah (mulai dari 40 Zloty), sangat praktis (kurang dari 1 menit untuk mendidihkan air) dan tampilannya pun modern. Tapi melihat watt-nya yang super gede itu, batal deh niat membawanya pulang ke Indonesia. Bayangkan saja, paling kecil konsumsi listriknya 1200 Watt (untuk kapasitas 0,7 liter air) bahkan saya pernah lihat ketel dengan daya 3000 Watt (untuk kapasitas 1,7 liter air).

Peralatan elektronik rumah tangga lainnya yang perlu diwaspadai adalah vacuum cleaner (bahasa Polandianya: odkurzacz). Alat pembersih yang satu ini rata-rata menghabiskan daya listrik 1500 Watt! Pemanggang roti atau toaster (bahasa Polandianya: tostery) biasanya menghabiskan daya listrik 900 Watt. Sementara pengering rambut atau hair dryer (bahasa Polandianya: suszarka do włosów) juga tak kalah hebohnya dengan umumnya memakan listrik sebesar 2000 Watt.

Vacuum cleaner di Polandia ini rata-rata memakan daya listrik 1500 Watt.

Begitu juga dengan pemanggang sate elektronik (grill elektryczny) yang pernah saya beli di Carrefour Warsawa (ceritanya waktu itu lagi kepengen masak sate ayam sendiri :)). Harga belinya sih nggak mahal hanya sekitar 80 Zloty, pemakaiannya pun mudah dan bersih (tidak perlu repot-repot pakai arang), pokoknya cocok sekali untuk pemakaian di rumah. Tetapi pas lihat konsumsi listriknya, yaahh lagi-lagi… 2000 Watt! Selamat deh, batal lagi niat memboyong alat praktis ini ke Indonesia.

Itulah catatan saya tentang beberapa alat elektronik rumah tangga di Polandia yang terkesan ‘kecil’ tetapi ternyata memakan daya listrik super besar! Tentunya tidak semuanya mengkonsumsi listrik secara besar-besaran, misalnya mikser untuk buat kue, blender, kipas angin (iya lho, kipas angin di Polandia tuh laku banget kalau lagi musim panas), atau pelurus/catokan rambut – kalau yang saya baru sebutkan barusan itu daya listriknya wajar-wajar saja. Kalau mau tahu harga-harga barang elektronik di Polandia beserta daya konsumsi listriknya, bisa cek situs RTV EURO AGD, salah satu toko elektronik ternama di Polandia. Barang-barang yang saya sebutkan di atas termasuk kategori “AGD małe” (barang elektronik rumah tangga berukuran kecil).

Intinya, kalau membeli barang elektronik rumah tangga di luar negeri, jangan lupa memperhatikan konsumsi listriknya. Waktu membeli, memang harganya terjangkau bahkan bisa lebih murah dengan kualitas lebih bagus dibandingkan di Indonesia. Tetapi jangan sampai setelah dipakai di Indonesia, tagihan listrik bulanan jadi melonjak atau bikin mati lampu terus di rumah🙂

Posted on Januari 10, 2012, in Energi & Listrik and tagged , , . Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. wattnya pada gede-gede banget ya?😦
    kayanya kalau dipake disini, dijamin listriknya langsung ngejepret. heehehe😀

    • Hahaha, iya pasti langsung byar-pet!
      Masa 1 barang elektronik model setrikaan aja watt-nya segede daya listrik 1 rumah di Indonesia.

      Thanks untuk kunjungannya ke blog saya ini ya…

  2. berasa ga adil ya mbak? di indo yg kaya sumber minyak dan gas bumi, malah disuruh hemat listrik. di eropa yg minyaknya mgkb beli dr indo malah bebas aj boros2..😀

    • Indonesia memang kaya migas, tetapi sayangnya belum sanggup melakukan pengelolaan dan penyulingan minyak besar-besaran. Makanya sejauh ini Indonesia cuma bisa jadi ‘raw oil exporter’ dengan harga standar tetapi kemudian, ini yang sedih, menjadi ‘refined oil importer’ (beli minyak olahan) dengan harga jauh lebih mahal dari negara lain. Thanks comment-nya ya, Iis…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: