Dalam Kegelapan… Menuju Piala Oscar

Ajang Academy Awards, atau yang lebih dikenal dengan Piala Oscar, memang telah sebulan berlalu. Perhelatan akbar para pekerja seni dan film tingkat dunia ke-84 itu telah digelar tanggal 26 Februari 2012 di Amerika Serikat. Namun ada catatan menarik yang menghubungkan Piala Oscar tahun ini dengan Polandia. Wah, apakah ada artis Polandia yang masuk nominasi? Even better! Salah satu film Polandia yang berjudul “In Darkness” (Polish: W ciemności) dinominasikan untuk kategori ‘Best Foreign Language Film’!

Untuk Polandia yang relatif kurang terkenal karya-karya filmnya di kancah internasional, tentu ini prestasi yang membanggakan. Pantas saja sepanjang bulan Januari – Februari 2012, saya sering melihat film ini diputar di bioskop-bioskop Polandia, lengkap dengan tagline yang menarik perhatian: “Polski Kandydat do Oscara”! Bahkan beberapa bioskop punya program ‘nonton bareng’ film ini untuk anak-anak sekolahan. Nama Agnieszka Holland sang sutradara film ini dan Robert Wieckiewicz sebagai pemeran utama film ini pun semakin melejit. Sebenarnya film ini bercerita tentang apa sih?

Dari judulnya sebenarnya bisa ditebak ini film drama serius, bukan komedi. Bahkan film ini berdasarkan pada peristiwa nyata yang terjadi di Polandia saat okupansi Nazi Jerman, pada masa Perang Dunia II. Film ini bercerita tentang Leopold Socha, seorang laki-laki Polandia di kota Lwów (sekarang: kota Lviv di Ukraina) yang menolong segerombolan pengungsi Yahudi dengan menyembunyikan mereka dalam selokan bawah tanah selama 14 bulan. Tidak heran bila poster film ini pun mengambarkan orang-orang yang mengintip dari bawah selokan (sewer). Orang-orang Yahudi itu berusaha menyelamatkan diri mereka karena tentara Nazi akan melancarkan aksi Holocaust dengan cara membunuh para penghuni Ghetto (perkampungan Yahudi) di Lviv atau membawa mereka ke kamp konsentrasi.

Awalnya si Leopold ini berusaha mengambil keuntungan dengan memungut biaya untuk jasa bantuannya. Namun apa yang bermula dari pamrih dan sifat oportunis, kemudian berubah menjadi hubungan yang kuat dan emosional antara si penolong dan yang ditolong. Film yang berdurasi selama 144 menit ini (lama banget ya, 2 jam lebih) memang berusaha menunjukkan karakter manusia yang sesungguhnya selama tragedi Holocaust. Nyatanya banyak orang yang berusaha ‘mengail di air keruh’ dengan memanfaatkan kekejian Holocaust untuk memperoleh uang. Demikian pula di antara para korban, ada yang tega mengkhinati keluarganya. Namun film ini juga menceritakan cinta seorang ayah yang sebenarnya takut mati, namun rela melakukan apa saja untuk menyelamatkan nyawa keluarganya.

Film ini merupakan produksi bersama Polandia, Kanada dan Jerman. Syutingnya dilakukan di berbagai kota, mulai dari Berlin, Leipzig, Lodz, Piotrkow Trybunalski dan Warsawa. Yang menarik, kebanyakan adegan memang disyut di selokan bawah tanah yang  sesungguhnya, bukan studio. Kebayanglah betapa sulitnya kondisi syuting tersebut, dan para aktor yang berasal dari berbagai negara pun harus bekerja sama lebih keras demi kelancaran produksi. Aslinya film ini di-shoot dalam bahasa Polandia, Yiddish, Ukraina dan Jerman, namun sang sutradara juga membuat versi bahasa Inggris untuk film ini karena dia memang menginginkan film ini mencapai audiens yang lebih luas.

So, apakah film “Dalam Kegelapan” dari Polandia ini berhasil memenangkan Piala Oscar? Nope, pemenang Film Berbahasa Asing Terbaik tahun ini diraih oleh film Iran berjudul “A Separation” yang disutradarai oleh Asghar Farhadi Kemenangan film Iran tersebut memang sudah banyak diprediksi oleh banyak kritis, sehingga sebenarnya publik dan para pecinta film di Polandia pun tidak terlalu berharap menang. Namun kebanggaan bahwa film Polandia bisa masuk nominasi Oscar tentunya tidak surut, bahkan membuat industri film di Polandia semakin percaya diri. Selamat untuk pekerja film Polandia! Untuk dunia film Indonesia, dengan sejarah Indonesia yang tak kalah menariknya untuk diangkat ke layar lebar, kunantikan saat-saat film Indonesia bisa masuk ajang nominasi Oscar… entah kapankah itu…

Catatan terkait:

Iklan

Posted on Maret 22, 2012, in Budaya and tagged , , , . Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. wah, benaran di bawah tanah ya mbak,

    kalau di Indonesia, lagi booming film the raid, 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: