Suara Bertumpuk di TV Polandia

Tahu telenovela kan? Akhir tahun 80-an, Indonesia pernah dilanda demam sinetron ala Amerika Latin itu. Pada saat itu, sepertinya semua stasiun TV berlomba-lomba menayangkan telenovela yang di-dubbing atau disulihsuarakan ke bahasa Indonesia. Saking banyaknya, suara tokoh-tokoh utama di berbagai telenovela itu jadi terdengar mirip semua karena dubbers-nya ya itu-itu terus.

Di dunia pertelevisian Polandia, perihal penerjemahan film asing ini lebih unik lagi. Apa uniknya? Ini dia:

  • Yang namanya film asing itu bukannya dihilangkan suara aslinya lalu diganti dengan suara orang setempat (sulih suara), melainkan DITIMPA! Iya, ditimpa alias voice over (Polish: wersja lektorska). Jadi yang kita dengar di TV adalah suara dua orang yang bicara bersamaan: yang satu suara si bintang film dalam bahasa aslinya, dan yang satu lagi suara terjemahannya dalam bahasa Polandia. Itu keunikan pertama.
  • Keunikan kedua yang tambah bikin ilfil, suara si narator/penerjemah (dalam bahasa Polish disebut Lektor) tidak mengikuti intonasi si bintang film alias dataaaar aja sepanjang film.
  • Dan keunikan ketiga yang paling pol: hanya ada satu lektor yang membacakan terjemahan seluruh dialog di film itu dimana si lektor ini adalah selalu laki-laki, jadi dia juga yang menerjemahkan suara bintang film wanita!! #tepokjidat

Selera TV Polandia: Wersja Lektorska!

Di Eropa, metode voice over ini sebenarnya hanya diterapkan untuk program-program non-fiksi seperti tayangan dokumenter, interview, atau breaking news. Namun di TV Polandia, semua film asing baik fiksi maupun non-fiksi, semua dipukul rata penerjemahannya dengan cara voice over. Kebiasaan yang saya *and the rest of the world* anggap aneh ini nyatanya memang sudah mendarah daging di budaya Polandia. Pengelola stasiun-stasiun TV di Polandia bukannya tidak pernah mencoba menerapkan metode terjemahan teks (subtitling) atau sulih suara (dubbing) yang lebih umum. Namun berbagai survey yang dilakukan oleh pihak pengelola stasiun TV menunjukkan mayoritas pemirsa Polandia tetap lebih menyukai voice over.

02miedzyjezykowe

Metode subtitles ternyata paling tidak disukai oleh pemirsa TV di Polandia.

Studi Canal Plus (salah satu stasiun TV berbayar di Polandia) pada tahun 1995 menunjukkan bahwa 50.2% responden lebih menyukai voice over, lebih tinggi dibanding 43.3% yang memilih dubbing dan 8.1% yang memilih subtitling. Survei yang dilakukan beberapa tahun setelahnya oleh TVP (TVRI-nya Polandia) menunjukkan sedikit pergeseran dimana voice-over maupun dubbing dipilih oleh masing-masing 45% pemirsa dan 4% sisanya memilih subtitling. Yang paling pamungkas adalah riset dari BBC, stasiun TV terkenal dari Inggris, pada tahun 2000 yang memperlihatkan bahwa 52% penonton TV Polandia lebih menyukai voice-over dan hanya 4.5% yang memilih subtitles. Akhirnya berdasarkan riset itu, BBC memutuskan untuk menarik BBC Prime (channel berbahasa Inggris dengan Polish subtitles) dari TV Kabel Polandia karena jelas tidak cocok untuk market Polandia. Info survey dari sini.

Memangnya Tidak Pusing Mendengar Suara Bertumpuk?

Kenapa ya pemirsa TV Polandia bisa nyaman menonton film dengan suara bertumpuk begitu? Well, lagi-lagi penyebab utamanya adalah kebiasaan lama yang telah dibawa dari zaman komunis dimana hanya ada satu narator (lektor) yang membacakan seluruh dialog film dengan intonasi yang datar dan monoton sepanjang acara itu. Kebiasaan ini tentunya sulit dihapuskan, terbukti dari hasil survei di atas. Selain itu, metode voice over juga dianggap lebih cost effective daripada melakukan dubbing atau subtitling. Betul juga sih, wong lektor yang bertugas hanya satu orang. Bandingkan dengan dubbing telenovela di Indonesia yang harus melibatkan lebih dari 1 orang dubber untuk satu film.

Tomasz Knapik (11)

Tomasz Knapik, Polski Lektor yang paling terkenal. Photo credit: kocanblog.blogsot.com

Dari segi kerja otak, metode voice over ini bisa berhasil diterapkan karena native language pemirsa Polandia adalah bahasa Polish. Jadi otak akan menaruh konsentrasi ke suara asli bintang film, bukan ke suara lektor. Suara lektor sengaja tidak mengikuti intonasi dialog supaya otak hanya menganggapnya sebagai terjemahan secara berbisik di bagian latar. Bahkan setelah beberapa menit, otak bisa melupakan suara si lektor. Itulah sebabnya lektor berbicara dengan nada rendah dan datar agar lebih mudah ‘terlupakan’ oleh otak. Karena alasan ini pula, pria dengan suaranya yang rendah lebih dipilih sebagai lektor daripada wanita. Jadi wanita tidak bisa jadi lektor di Polandia? Bisa sih, tetapi lektor wanita biasanya dapat bagian hanya untuk program dokumenter tentang alam.

Hampir semua channel TV di Polandia memakai metode voice over saat menayangkan film asing. Sedikit sekali channel yang memutar film asing tanpa voice over, misalnya channel Ale Kino!, Discovery Travel & Living, National Geographic, tetapi itu pun hanya untuk beberapa film yang bahkan saya kurang minati. Walhasil tahun kedua saya putuskan saja berhenti berlangganan TV kabel di Polandia, habis saya sudah ilfil berat menonton serial Friends atau How I Met Your Mother dengan suara bertumpuk-tumpuk. Capek kan, mau nonton santai malah ‘disuruh’ belajar bahasa Polandia melulu… 😦

Iklan

Posted on Februari 2, 2013, in Berita Unik, Budaya and tagged , , , . Bookmark the permalink. 5 Komentar.

  1. Asli tetep mikir gimana caranya mrk tetep bisa enjoy

  2. Information tentang Polandia sangat membantu sekali untuk saya , someday saya ber cita2 ingin juga pergi ke Polandia , terima kasih untuk penulis

  3. #tepokjidat… bisa gitu yaaa…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: