Category Archives: Kesehatan

Stomatologia, Bukan Ilmu tentang Perut

Setelah beberapa minggu tinggal di Warsawa, saya semakin pede menjelajahi ibukota Polandia ini sendirian. Public transport ZTM yang nyaman menjadi teman bepergian saya sehari-hari. Dari kaca jendela tram atau bus, mulailah saya ngeh bahwa sering sekali terlihat papan nama “Stomatologia” atau “Lekarz Stomatolog” di pinggir jalan. Stomatologia? Stoma sounds like stomach alias perut. Logia pasti berasal dari kata logos alias ilmu. Dan saya tahu pasti bahwa lekarz adalah bahasa Polish yang berarti dokter. Ah, ini pasti dokter untuk masalah pencernaan, semacam internist atau dokter penyakit dalam, tebak saya dengan yakin.

Sesampainya di rumah, saya buka kamus dan tebakan saya ternyata salah besar! Arti kata Stomatolog adalah dokter gigi! Papan nama Stomatologia atau Gabinet Stomatologiczny yang sering saya lihat itu berarti klinik dokter gigi. Waduh, nggak nyambung banget ya 🙂 Tetapi tidak semua klinik dokter gigi di Polandia berlabel Stomatologia sih. Banyak juga yang memakai istilah Dental atau Dent (misalnya Eurodental, Dentestetica, Dentalux), Dental Clinic, Dentysta, atau Centrum Ortodoncji yang lebih jelas kaitannya dengan gigi.

Klinik Dokter Gigi di Polandia

Kali pertama di Polandia saya mencari dokter gigi pusingnya minta ampun, karena yang harus diperiksa giginya adalah si kecil yang baru berusia 3 tahun. Repotnya pun jadi 3 kali, pertama mencari dokter gigi di Polandia yang bisa berbahasa Inggris, kedua si dokter harus ramah dengan anak kecil, dan ketiga tampilan klinik harus bersih dan cerah sehingga si kecil tidak takut masuk ke dalamnya. Mengingat ada banyak stomatologia di wilayah tempat saya tinggal (waktu itu saya tinggal di Goclaw, Praga Południe), saya beranikan diri survey door-to-door ke beberapa klinik terdekat. Dengan kalimat andalan “Czy Pani Doktor mowi po angielsku?” (Apakah Bu Dokter bisa berbahasa Inggris?) dan menilai keramahan si dokter ketika menjawab, akhirnya saya reservasi jadwal dan ajak si kecil ke stomatologia pertamanya. Sukses? Niestety nie, sayangnya tidak. Meskipun Pani Dentysta-nya sabar membujuk, si kecil keburu ketakutan dan minta pulang ketika melihat peralatan tempur si dokter dinyalakan 😦

Fenomena Dental Tourism di Polandia

Semua orang tahu bahwa biaya pengobatan gigi itu muahal! Biaya stomatologia Polandia jelas lebih mahal dibandingkan biaya dentist di Jakarta, misalnya untuk ekstraksi/pencabutan gigi tetap dewasa di Jakarta sekitar IDR 100.000,- sementara di Polandia sekitar 100 PLN (dimana saat ini 1 PLN setara IDR 3.600). Namun ternyata biaya dental di Polandia ini masih jauh lebih murah dibandingkan di Eropa Barat, bahkan diklaim bisa menghemat biaya sampai 60% dibandingkan dengan biaya dental di UK yang gila-gilaan. Sebagai perbandingan, biaya ekstrasi gigi di Inggris itu sekitar GBP 100 (dimana saat ini 1 GBP setara 5,2 PLN). Tidak heran bila fenomena dental tourism ataupun medical tourism telah berkembang pesat di Polandia dan paling diminati oleh pasien dari UK.

Apa itu dental tourism? Sesuai namanya, dental tourism (Polish: turystyka stomatologiczna) menawarkan program wisata sekaligus berobat gigi. Sumber devisa yang satu ini ternyata selaras dengan kebijakan pemerintahan Polandia. Presiden Polandia saat ini, Bronislaw Komorowski, dikenal sangat mendorong komersialisasi sistem healthcare di Polandia. Apalagi sejak tahun 2004 Polandia telah bergabung dengan ke Uni Eropa dan menerapkan open-market capitalism dalam perekonomiannya. Faktanya sejak 2009, di Polandia telah didirikan beberapa klinik dan RS swasta modern berkualitas tinggi bagi kalangan domestik papan atas maupun pasien internasional, contohnya St Raphael’s Hospital di Krakow dan Medicover Hospital di Warsawa. Biaya RS atau klinik swasta ini jelas lebih mahal dan tidak ditanggung oleh sistem managed care nasional Polandia.

Untuk warganya sendiri, Polandia memang menerapkan sistem managed care dimana setiap warga negara Polandia mempunyai asuransi kesehatan NDZ (Narodowy Fundusz Zdrowia) atau Dana Kesehatan Nasional dari pemerintah, sangat mirip dengan sistem BPJS Kesehatan yang sedang diterapkan di Indonesia sejak tahun 2014 ini. Dan seperti umum terjadi, sistem asuransi nasional dengan premi murah ini mengakibatkan antrian puanjaang dengan kualitas perawatan yang relatif rendah. Sehingga industri kesehatan swasta menjadi alternatif bagi mereka yang rela membayar lebih secara pribadi demi mendapatkan kecepatan dan kualitas layanan yang lebih baik. Termasuk untuk menjaring minat pasien dari negara Eropa Barat, khususnya UK, yang biaya pengobatannya termasuk dental cost masih jauh lebih mahal dibandingkan Polandia.

dental-tourism-stats

Selain Polandia, negara-negara lain yang rajin mengenjot dental atau medical tourism ini adalah Hungaria, Turki, Bulgaria, sampai India dan Thailand. Menurut Revahealth.com, sebuah search engine untuk medical tourism, dental treatment yang paling banyak dicari adalah implan gigi yaitu gigi palsu dari bahan titanium yang ditanam di dalam tulang rahang. Di UK, biayanya rata-rata £2,000 per implant, sementara biayanya di Polandia atau Hungaria hanya sekitar £800 – £1,200 per implant. Di Indonesia sendiri, harga 1 implan gigi setelah saya googling sekitar Rp 10 Juta yang berarti setara dengan £520. Ah, tetap lebih murah di Indonesia ya.

Dalam hal kesehatan, sering terjadi paradoks harga vs kualitas. Mahal belum tentu berkualitas, namun terlalu murah pun seringnya bermutu rendah. Hasil survey British Dental Association (BDA) pada tahun 2008 memperlihatkan bahwa 29% dentists di UK harus mengobati ulang pasiennya karena terkena komplikasi dari dental treatment di luar negeri. Urusan memilih dentist ini memang susah-susah gampang, jangan terpukau dengan fasilitas klinik yang flashy dan modern saja, tetapi harus mengecek kualifikasi dan pengalaman dokternya. Worth it bayar mahal kalau dokternya memang pakar. Yang menyebalkan kalau sudah mahal (kadang pakai ditambah-tambahin treatment yang sebenarnya tidak perlu), tetapi hasilnya payah dan membuat kita harus kembali perawatan lagi.

Jadi Pilih Stomatologia Yang Mana?

Berkaitan dengan ini, ada satu pertanyaan yang masuk ke Polandesia (Halo, Mas Arswendy). Dia orang Indonesia yang tinggal di Norwegia dan tertarik untuk periksa gigi di Warsawa, Polandia. Bagi pasien internasional yang mencari dobra dentysta yang bisa berbahasa Inggris di Polandia, bisa merujuk ke beberapa website yang menawarkan pengurusan layanan dental di Polandia, misalnya:

 Di Polandia ini biasanya harus bikin appointment jauh-jauh hari dulu sebelum ketemu dokternya, malas banget deh. Jadi kalau urusan sakit gigi mendadak biasanya saya dan keluarga pasrah saja ditangani oleh stomatolog dekat rumah dengan broken English-nya hehehe… Tetapi di bawah ini ada beberapa stomatologia yang bisa direkomendasikan bila ada teman-teman dari Indonesia yang perlu berobat gigi di Polandia. Silakan klik websitenya jika mau tahu lebih banyak, untuk cari tahu harga/biaya per treatment cari tab yang bertulisan “Cennik”. Semoga cukup membantu ya.

EURODENTAL | website: http://www.eurodental.pl/

Eurodental punya 5 cabang di Warsawa. Polandesian pernah berobat ke kliniknya di Ulica Nowowiejska 37 (di distrik Ochota) karena tetap buka di hari Sabtu, sementara stomatologia yang lain biasanya hanya buka hari Senin – Jumat. Kebetulan hari Sabtu itu lumayan kosong, sehingga bisa langsung dilayani oleh dokternya. Dokternya baik dan bisa berbahasa Inggris kok, meskipun websitenya full Polish. Suasana klinik cukup serius, nggak cocok untuk pasien anak-anak. Sementara cabang yang cukup dekat dengan Palace Culture adalah yang di ul. Śniadeckich 12/16. Kalau ingin tahu tentang klinik ini dalam bahasa Inggrisnya, silakan buka situs ini http://www.whatclinic.com/dentists/poland/warsaw/euro-dental-nowowiejska-street

MM DENT | Grochowska 56/U7, Praga Poludnie, Warszawa

Masuk daftar ini karena beberapa orang di Polish Forum merekomendasikan stomatologia yang lokasinya tidak jauh dari flat saya. Nggak nyangka ternyata mereka bisa berbahasa Inggris padahal website-nya full Polish >> http://mmdent.waw.pl/

WELL NOW DENTAL CLINIC | ul. Stanisława Kostki Potockiego 2A, Wilanow, Warszawa

Bukan kliniknya sih yang penting, tetapi Dr. Tomasz Foik yang namanya berulang kali muncul di Polish Forum sebagai dokter gigi yang sangat direkomendasikan oleh para expats. Speaks very good English, experienced, dan nggak nge-charge biaya yang tidak perlu. Website: http://www.wellnow.pl/

DENTAL TRAVEL POLAND a.k.a NZOZ ‘Implant-Art’ Piotr Stępień | Puławska 228 lokal 11
02-670, Mokotów, Warszawa | Telp. +48 22 307 18 73 ext: 82982

Masuk daftar karena memang target marketnya adalah dental tourism. Website asli dalam bahasa Polish adalah http://www.implant-art.com.pl/ tetapi untuk keterangannya dalam bahasa Inggris bisa lihat di http://www.whatclinic.com/dentists/poland/warsaw/dental-travel-poland-warsaw. Kalau lilhat websitenya sih fasilitas mereka oke banget, dokter Stepien ternyata juga cukup punya nama di sini. Tinggal harganya aja cocok nggak dengan kantong kita.

Sedangkan kalau di Krakow, stomatologia yang paling direkomen adalah DENTESTICA. Kliniknya terletak di FRONTON Office Center lantai 4, Ul. Kamienna 21, 31-403 Kraków. Klinik dental ini termasuk salah satu destinasi dental tourism yang laris. Cek website yang sangat informatif di http://www.dentestetica.com/

Oke, cukup segini dulu ya. Yang paling penting memang menjaga kesehatan gigi. Jadi posting ini ditutup dengan nasehat dokter gigi yang klise tetapi penting, jangan lupa mengosok gigi 2 x sehari, di pagi hari dan malam sebelum tidur 🙂

Obat dan Alkohol: Sama-sama 24 Jam

Kalau ada toko yang berani buka 24 jam, pasti karena pemiliknya yakin barang-barang yang dijualnya cukup penting dan sering dicari pelanggan sewaktu-waktu di luar jam buka regular. Contohnya di Indonesia: tidak jarang saya temui minimarket dan apotek yang buka seharian penuh. Biasanya minimarket semacam ini terletak di jalan besar yang ramai sepanjang waktu, sementara apotek 24 jam terletak di dekat RS besar.

Di Polandia juga begitu. Ada minimarket dan apotek yang buka 24 jam. Bahkan tidak hanya minimarket, ada juga hipermarket yang buka 24 jam di daerah dekat tempat tinggal saya di Warsawa, namanya TESCO. Hipermarket yang terletak di mall C.H Goclaw ini dibuka sekitar bulan Juni 2010, dengan iklan super besar yang bertuliskan “Zapraszamy na zakupy 7 dni w tygodniu przez 24 H/dobę” (yang artinya: Selamat berbelanja 7 hari dalam seminggu selama 24 jam/seharian). Pokoknya kalau lihat tulisan ‘dobę’ atau ‘całodobowe’ itu artinya seharian alias 24 Hours.

Bagaimana dengan apotek? Di Warsawa sangat mudah ditemukan apotek, cukup cari tulisan ‘APTEKA’. Tidak jarang di suatu jalan protokol ada beberapa apotek yang hanya terpisah beberapa ratus meter. Dari yang saya baca, di Polandia yang jumlah penduduknya sekitar 38 juta orang, ada sekitar 13,000 apteki (apteki adalah bentuk jamak dari apteka). Banyak ya? Di antaranya tentu ada yang buka 24 jam. Salah satunya di daerah Saska Kępa, di dekat lokasi KBRI Warsawa. Ada juga yang di area Metro Centrum. Bahkan di area dekat flat saya ada 2 apteka yang buka 24 jam.

Untuk yang masih terbatas bahasa Polandianya, memang sebaiknya sudah tahu dulu apa nama obat yang mau kita beli di apteka. Ini karena 1) apoteker Polandia seringnya nggak bisa berbahasa Inggris dan 2) semua obatnya ditaruh di belakang konter! Termasuk obat-obat OTC yang sifatnya bebas dijual. Ini berarti kita sebagai customer harus bilang dulu ke apotekernya mau beli obat apa, dan nanti si apoteker yang ambilin obat tersebut. Nah lho, repot banget kan kalau kita udah keburu bingung duluan apa bahasa Polishnya ‘sakit kepala’ atau ‘batuk-batuk’. Tapi kalau cuma flu, demam, sakit gigi ringan, atau pusing/sakit kepala yang obatnya cukup parasetamol sih, di Apteka bilang aja mau beli ‘Panadol’ (sama kok dengan Panadol di Indonesia).

Apteka 24 Jam di Polandia

“Apteka Calodobowa”: si apotek 24 Jam dan suasana belanja obat di dalam apotek tersebut.

Kalau yang buka seharian itu minimarket dan apotek, itu masih lumrah lah. Di Indonesia kan juga begitu. Yang unik, di Polandia ada lagi toko yang jamak buka 24 jam, yaitu ALKOHOLE! Jreng, dari namanya sudah ketebak dong itu toko jual apaan. Tul, minuman beralkohol. Mulai dari beer, wine, spirit, sampai vodka, lengkap dah. Nama tokonya bisa bervariasi: Alkohole, Sklep z alkoholami, Swiat Alkoholi, Alkohole Swiata (dibolak-balik aja nih namanya) tapi intinya sih jualan alkohol.

Setelah mengalami sendiri buruknya cuaca dingin saat winter di Polandia, memang bisa dimengerti sih kenapa alkohol tak terpisahkan dari kehidupan orang Eropa. Dinginnya menusuk ke tulang-tulang, nggak heran mereka butuh cairan yang ampuh untuk menghangatkan badan. Saya paling sering ketemu orang mabuk di Polandia kalau sudah musim dingin. Apalagi yang tuna wisma. Umumnya sih mereka cuma teriak-teriak, nyanyi-nyanyi, senyum-senyum sok akrab padahal nggak kenal, sampai berani nyapa kita dengan bahasa Polandia kumur-kumur. Tetapi kita cukup menjauh aja untuk menghindari mereka. Mereka nggak akan sampai ngejar-ngejar kok.

Tetapi di satu pihak memang tak terpungkiri bahwa tingkat alkoholisme orang Polandia termasuk tinggi, walaupun masih kalah dengan orang Jerman, Ceko, atau Irish. Dengan populasi 38 juta orang, tingkat konsumsi alkohol di Polandia adalah 8 Liter/100% per capita dengan proporsi 32% vodka, 16% wine dan 54% beer. Selain cuaca, pendorong lain tingginya alkoholisme adalah harga minuman beralkohol di Polandia yang cukup rendah dan mudahnya menemukan minuman itu. Satu botol beer 0,5 Liter merk Warka atau Tatra tidak sampai 2 Zloty (kurang dari Rp 6,000). Sementara vodka merk Sobieski dengan kemasan botol yang oke hanya sekitar 22 Zloty per 500 ml. Kalau masuk ke supermarket bahkan minimarket manapun di Warsawa, pasti saya melihat ada minuman beralkohol yang dijual bebas di situ. Apalagi dengan adanya toko-toko alkohol 24 jam. Intinya sih, alkohol bagian tak terpisahkan dari masyarakat Polandia. Jadi jangan kaget (dan jangan tergoda pula ya kalau memang pantang minum alkohol) kalau melihat di banyak tempat di Polandia terpampang besar-besar: ‘ALKOHOLE 24 H’.

Tuna Wisma dan Toko Alkohol di Polandia

A great photo shoot from photographer Marcin Borkowski. Tak jarang saya lihat kondisi seperti ini saat musim dingin di Warsawa. Tuna Wisma yang duduk-duduk atau tertidur di dekat toko alkohol 24 jam. Photo credit: http://fotoblog.borkowscy.pl

Merokok Pun Sudah Dibatasi di Polandia

Pada Februari 2006, Pemda Jakarta sudah mengeluarkan larangan merokok di tempat-tempat umum. Saya masih ingat waktu itu banyak pro-kontra yang muncul, dimana sebagian besar pihak menilai perda tersebut belum dapat diimplementasikan secara efektif. Well.. saat ini usia aturannya sudah 5 tahun, ada yang bisa sharing bagaimana pelaksanaannya sekarang?

Di Polandia sendiri, merokok pun sudah dilarang di tempat-tempat umum. Larangan ini berlaku untuk seluruh Polandia lho, bukan cuma di ibukotanya. Namun bedanya dengan Jakarta, larangan ini baru berlaku efektif tanggal 15 November 2010 (masih gres, baru tahun lalu). Polandia menjadi negara anggota Uni Eropa ke-11 yang memberlakukan aturan ini setelah Inggris, Irlandia, Belanda, Perancis, Italia, Slovenia, Latvia, Swedia, Finlandia dan Bulgaria. Kabarnya aturan ini adalah tindak lanjut dari inisiatif Uni Eropa yang akan memberlakukan pembatasan merokok di semua kawasannya paling lambat tahun 2012.

Larangan merokok ini berlaku penuh untuk semua tempat-tempat umum seperti rumah sakit, sekolah, tempat rekreasi, taman, klub olahraga, stasiun, kendaraan umum, taksi, dll. Untuk restoran, bar, pub, cafe dan klub malam yang biasa dipenuhi oleh asap rokok, pemilik tempat tersebut harus menyediakan ruangan khusus untuk merokok yang terpisah oleh sekat dan mempunyai ventilasi memadai. Jika tidak dapat menyediakan smoking room khusus seperti itu, maka seluruh tempat tersebut dinyatakan sebagai non-smoking area.

Sama seperti di Jakarta, di Polandia pun timbul pro dan kontra menyambut regulasi ini. Menurut para pemilik pub atau klub malam, membangun ruangan merokok khusus dapat menghabiskan dana 20 – 50 ribu zloty. Sementara kalau ketahuan melanggar aturan ini, yaitu dengan memperbolehkan pelanggannya merokok di area non-smoking atau tidak menempel tanda “Zakaz Palenia” (dilarang merokok) pada area tsb, sang pemilik akan dikenai denda 2000 zloty. Bagaimana dengan rakyat Polandia-nya sendiri? Kabarnya ada 9 juta orang Polandia (hampir 1/4 populasinya) yang merupakan perokok aktif yang bisa menghabiskan 15-20 batang rokok per hari. Namun hasil survey menunjukkan mayoritas menyambut baik pembatasan merokok ini.

Jadi.. untuk para perokok yang mau berkunjung ke Polandia, sebaiknya dipatuhi ya aturan ini. Jika ketangkap basah merokok di tempat umum akan dikenai denda 500 zloty (setara US$170).