Category Archives: Tata Kota

John Lennon di Pinggir Jalan

I grew up listening to Beatles. NO, not because I was born in 60’s (saya belum setua itu ah!) tetapi karena Abang saya adalah penggemar band musik fenomenal asal Liverpool itu dan dia punya banyak sekali kasetnya. Otomatis saya juga jadi familiar dengan nama John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr. Dengan merebaknya virus K-Pop/ girlband/ boyband/ Gangnam Style saat ini, saya nggak tahu deh anak-anak muda Indonesia sekarang pernah dengar nama The Beatles atau tidak, apalagi tahu John Lennon yang sudah mendiang itu. Tetapi buat saya, mereka definitely one of the best legendary band in the world. Undeniable.

Lalu, apa urusannya The Beatles dengan Polandia? The Beatles tidak berasal dari Polandia, dan selama masih terbentuk, grup band itu juga tidak pernah (diizinkan) tampil di Polandia. Saya juga nggak pernah kepikiran ada hubungan di antara mereka. Sampai suatu saat saya sekeluarga main-main di taman Ujazdowski di distrik Srodmiescie, di downtown kota Warsawa. Di gang pertama di belakang taman tersebut yang tembus ke Jalan Piekna, ada grafiti Give Peace A Chance yang mencolok tertera dindingnya. Itu adalah salah satu judul lagu John Lennon yang terkenal. And guess what, gang kecil itu diberi nama “Ulica Johna Lennona” yang artinya: Jalan John Lennon! Wow.

John Lennon Street in Warsaw Poland

Ini dia jalan di Warsawa yang didekasikan untuk frontman band musik The Beatles. The John Lennon Street!

Lihat saja mural John Lennon dengan kacamata bulatnya yang khas, foto-foto grupnya The Beatles, juga fotonya bersama Yoko Ono istrinya turut tertempel di pagar di pinggir jalan itu. Sekilas lihat, apalagi yang tahu The Beatles, langsung sudah bisa menebak jalan itu didedikasikan untuk pentolan grup musik itu. Pertanyaannya sekarang, how come?!

Ternyata ceritanya begini. Untuk mengenang setahun kematian John Lennon (dia meninggal karena ditembak oleh his crazy fans bernama Mark David Chapman pada tanggal 8 Desember 1980 di New York City), para penggemarnya di Polandia kumpul-kumpul dan marching down di jalan kecil itu sambil main-main gitar, nyanyi-nyanyi lagunya John Lennon terutama Give Peace A Chance, sama smoking pot (yang terakhir ini jangan ditiru ya). Saat itu, gang kecil tersebut belum ada namanya. Lalu mereka iseng-iseng punya ide dan membuat replika nama jalan itu sesuai nama idola mereka. Dari sekedar iseng di tahun 1981 itu, mereka lalu serius meminta pemda Warsawa untuk menyetujui pemberian nama John Lennon untuk jalan itu. Dan yang namanya usaha, 10 tahun kemudian (ada selingan sejarah Marshall Act dan seterusnya), pemerintah Polandia yang saat itu baru lepas dari komunisme beneran menyetujui permohonan itu.

Seru juga ya, Polandia ex-negara komunis, tetapi punya satu jalan yang khusus mengenang musisi band rock & roll modern. Give peace a chance! 🙂

Mengenal Distrik-distrik Terkenal di Warsawa

Sebenarnya kali ini Polandesian ingin menulis catatan tentang mencari tempat tinggal atau penginapan yang terjangkau di Warsawa. Tetapi supaya tidak bingung dan bisa mengira-ngira dimana lokasi tempat penginapan tersebut, ada baiknya kita tengok sebentar pembagian wilayah di ibukota Polandia ini. Pengetahuan tentang tata kota ini pastinya juga penting bila kamu memang akan merantau ke sini.

Sama seperti semua kota besar di dunia, Warsawa pun dibagi-bagi atas beberapa wilayah. Kalau DKI Jakarta mempunyai 5 kota madya, Warsawa mempunyai 18 distrik atau dalam bahasa Polandia disebut  “dzielnica” (dibacanya: jelnitsa). Banyak ya sampai 18? Tetapi tentunya tidak perlu diingat semua. Untuk yang mau melancong ke sini sebagai turis, tentunya cukup perlu tahu di distrik mana terletak obyek-obyek wisata yang menarik. Begitu juga untuk yang mau tinggal menetap di Warsawa baik jangka pendek maupun panjang, pusatkan perhatian ke distrik yang strategis saja (atau distrik dimana si calon pasanganmu tinggal :)).

Ini dia peta ke-18 distrik yang ada di Warsawa. Selanjutnya saya rangkum distrik-distrik yang cukup penting untuk diketahui kalau kamu mau berkunjung ke sini:

Peta Distrik-distrik yang ada di Warsawa, Polandia. Photo credit: wikitravel.org

Nama Distrik Yang Kira-kira Menarik atau Perlu Kamu Ketahui
Śródmieście:
Distrik paling penting untuk bisnis dan wisata di Warsawa
Distrik yang paling penting kamu kenali di Warsawa adalah distrik “Śródmieście” – itu tuh, yang letaknya persis di tengah-tengah kota Warsawa (lihat di bagian warna biru). Śródmieście ini memang distrik terpenting, di sinilah terletak “Centrum” (pusat kota Warsawa, ditandai oleh gedung Palace of Culture and Science) dimana banyak terdapat hotel mewah dan premis bisnis yang penting.

Selain itu, distrik ini juga dipenuhi oleh obyek wisata Warsawa yang terkenal, seperti Warsaw Old Town (Stare Miasto), New Town, Łazienki Park dengan patung Chopin dan Istana di Atas Air-nya, juga berbagai museum besar seperti Museum Nasional dan Museum Chopin. Kalau kamu cuma punya waktu singkat untuk berwisata ke Warsawa, biasanya ya ‘mutar-mutar’ di satu distrik ini saja.

Kalau datang ke Polandia untuk urusan bisnis dan kamu ditempatkan di hotel Marriott, Novotel, atau Intercontinental, bersyukurlah… Itu hotel-hotel bintang atas dengan lokasi paling strategis se-Warsawa. Strategis di sini tempatnya ya, kalau pemandangan sekitarnya sih hecticbanget dengan berbagai gedung tinggi dan lalu lintas yang padat.

Seperti bisa diduga, di wilayah ini biaya sewa flat untuk tempat tinggal lebih mahal dibanding distrik lainnya, meskipun flatnya masih bangunan lama dan lebih sempit. Begitu pula hotel atau penginapan kelas menengah ke bawah yang ada di distrik ini (apalagi yang di area Old Town), harga kamarnya pun lebih mahal dibandingkan hotel dengan bintang yang sama. Memang posisi menentukan prestasi.

Praga Południe
(Praga Selatan):

Wilayah pemukiman yang strategis dan cukup hijau

Distrik Praga terbagi dua: Praga Południe (Selatan) dan Praga Północ (Utara). Yang ‘masuk  hitungan’ sih Praga Południe saja, karena di distrik ini ada ‘kelurahan’ Saska Kępa tempat berdomisili banyak kedutaan asing yang tidak terlalu besar termasuk KBRI Warsawa. Selain itu, di Praga Południe terletak satu-satunya kebun binatang (Warsaw ZOO) yang menjadi tempat hiburan keluarga yang selalu ramai dikunjungi saat akhir pekan atau liburan sekolah. Satu lagi yang penting, di sinilah letak stadium sepakbola nasional (Stadion Narodowy) dimana akan dilangsungkan pembukaan Piala Eropa EURO 2012!

Untuk pemukiman, distrik ini juga termasuk favorit karena letaknya terbilang strategis (dekat dengan Centrum – hanya dipisahkan oleh Sungai Vistula), masih asri (banyak taman), dan disinilah tempat Polandesian tinggal selama merantau di Warsawa, hehehe…

Mokotow dan Wilanow
Distrik favorit hunian para ekspatriat bule
Ini distrik paling favorit untuk tempat tinggal para ekspatriat bule. Memang kedua distrik ini terbilang paling asri dan modern di Warsawa. Banyak gedung apartemen maupun rumah hunian yang besar-besar (mahal juga pastinya). Karena banyak bulenya, terutama yang berasal dari Amerika Serikat, umumnya sekolah-sekolah berbahasa Inggris ada di distrik ini, dari level pre-school sampai SMU. Misalnya International Preschool of Warsaw, Canadian School, atau British School.

Untuk wisatanya, Wilanow terkenal dengan Istana Wilanow (Polish: Pałac w Wilanowie), istana musim panas untuk raja-raja Polandia zaman dulu yang sampai sekarang masih dilestarikan dengan baik dan bisa dimasuki oleh wisatawan. Sedangkan di Mokotow ada Galeria Mokotow, kalau yang ini adalah shopping mall papan atas untuk yang hobi wisata belanja 🙂

Wola Untuk wisata yang ‘berbeda’, Wola adalah tempatnya. Di sini ada museum yang sangat dibanggakan warga Polandia yaitu Museum Uprising Warsaw (Polish: Muzeum Powstania Warszawskiego). Museum ini khusus dibangun untuk mengenang perjuangan heroik rakyat Polandia melawan tentara Nazi Jerman tahun 1944 yang sayangnya berakhir tragis dengan kekalahan total di pihak Polandia. Selain itu, di Wola ada Powązki Cemetary, ini kuburan untuk orang-orang Polandia terkenal zaman dulu yang dipenuhi dengan arsitektur nisan dan prasasti yang sangat indah! Satu lagi yang menarik, distrik Wola juga sarat dengan sejarah Yahudi Polandia karena dulu di sini ada perkampungan (ghetto) yang dibangun oleh Nazi Jerman untuk mengurung orang-orang Yahudi di Warsawa sebelum diangkut bertahap ke kamp konsentrasi, namun kini yang tersisa hanya reruntuhan tembok ghetto-nya.

Karena letaknya yang juga sangat dekat dengan pusat kota, distrik Wola juga punya banyak pilihan hotel misalnya hotel Hilton, hotel Westin atau hotel Ibis. Pemukiman di distrik ini juga berkembang dengan pesat.

Ursynow

Ini wilayah pinggiran Warsawa yang sangat luas. Di Ursynow ada trek pacuan kuda yang terkenal namanya Tor Służewiec, juga hutan Kabacki yang sangat luas (beneran masih hutan lho!). Tidak ada yang istimewa untuk obyek wisatanya, distrik ini lebih untuk tempat pemukiman dan bisnis.

Zoliborz

Di distrik inilah letak Arkadia, shopping mall terbesar se-Eropa Tengah dan Timur. Other than that, distrik Zoliborz ini lebih dikenal sebagai daerah pemukiman hijau dan tenang dengan taman-taman kotanya yang luas.

Distrik lain-lain Bielany, Białołęka, Bemowo, Ursus, Włochy, Targówek, Rembertów, Wesoła, Wawer: distrik-distrik ini jauh dari pusat kota Warsawa dan tidak ada obyek wisatanya yang cukup menarik untuk diceritakan di sini.

Keliling Polandia Naik Kereta Api

Dari segi geografis, memang Indonesia itu berbeda bentuknya dengan Polandia. Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan (archipelago), bahkan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau! Ini termasuk 9.638 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni… wah, banyak banget ya! Dari segi transportasi, fakta negara kepulauan ini sayangnya memberatkan kita bila ingin berkeliling Indonesia hanya melalui perjalanan darat, yaitu dengan bus atau kereta api.

Sampai saat ini, jaringan kereta api di Indonesia baru ada di pulau Jawa, dan jelas belum menjangkau keempat pulau besar lainnya di Indonesia. Pembangunan rel KA di pulau Kalimantan, Sulawesi, ataupun Sumatra baru sekedar wacana. Jadi kalau ada kerabat kamu dari luar pulau Jawa yang belum pernah naik kereta api, hal itu jangan diejek atau dipandang aneh ya. Meskipun katanya kendaraan rakyat, nyatanya sarana ini belum tersedia tuh di semua pulau besar di Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia memang jauh ketinggalan dengan Jepang yang sama-sama negara kepulauan. Jepang mempunyai sistem perkeretaapian di setiap keempat pulau besarnya, bahkan sudah mewujudkan jalur KA antarpulau dengan infrastruktur terowongan bawah lautnya yang canggih (pernah dengar Seikan Tunnel?).

Sementara di Eropa, kereta api sudah terkenal sebagai sarana transportasi utama yang efektif, baik di dalam negeri maupun antarnegara Eropa. Hal yang sama juga berlaku di Polandia, walaupun terus terang sarana-prasarana perkeretaapian di Polandia masih jauh kalah modern dibandingkan Jerman. Tetapi yang pasti, semua kota-kota besar di Polandia sudah terhubung dengan jalur kereta api dan mempunyai stasiun KA di tengah kota! Jadi bila kamu tinggal di Polandia dan ingin berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Polandia, jangan ragu untuk naik kereta api saja.

Sebelumnya mari kita mengenal dulu kota-kota besar di Polandia dan nama-nama stasiun KA sentralnya:

No Kota Besar di Polandia Nama Stasiun KA Sentral
1 Warsawa (Warszawa) Warszawa Centralna
2 Krakow Krakow Główny
3 Poznań Poznań Główny
4 Gdańsk Gdańsk Główny
5 Wroclaw Wroclaw Główny
6 Szczecin Szczecin Główny
7 Bydgoszcz Bydgoszcz Główny
9 Katowice Katowice
10 Rzeszow Rzeszow Główny

Berbagai Tipe Kereta Api di Polandia

Sebelum tahun 2001, hanya ada 1 pengelola KA di Polandia yaitu PKP (Polskie Koleje Państwowe) yang merupakan perusahaan negara. Sekarang ini, telah ada beberapa pengelola KA lainnya di Polandia, namun yang paling besar tetaplah PKP. Perlu diketahui bahwa ada beberapa tipe kereta api di Polandia, yaitu:

  • KA ekonomi (tipe Regio atau Osob) yang tidak nyaman dan lambat karena berhenti di banyak stasiun kecil, kondisi KA-nya banyak yang sudah tua, sehingga tak heran bila harga tiketnya paling murah.
  • KA semi-ekspres (tipe TLK, IR, RE, atau Posp.) yang berhenti di beberapa stasiun skala menengah, kalau terpaksa naik KA jenis ini misalnya dari Warsawa mau ke Łódź atau Lublin, ambillah yang kelas I.
  • KA ekspres (tipe EIC, IC, atau EC) – ini paling cepat dan tidak berhenti sampai tiba di stasiun tujuan.

Di Polandia saat ini banyak rel KA yang sedang diperbaiki, hal ini membuat semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan sehingga jadwal berangkat atau tibanya KA di Polandia tidak selalu tepat waktu. Karena itu, tentu saja saya menyarankan naik KA yang jenis ekspres dan langsung sampai di tujuan (direct connection), yaitu KA ekspres tipe EIC, IC, atau EC (Express Intercity, Intercity, atau Euro-City). Harga tiket KA Intercity memang relatif lebih mahal dibanding KA tipe lain, tetapi percayalah, ini yang paling nyaman dan aman apalagi untuk orang asing. Tidak perlu tiket kelas I, yang kelas II juga sudah cukup nyaman kok.

Berapa Harga Tiket KA Ekspres di Polandia?

Berikut ini gambaran harga tiket KA Intercity dari Warsawa ke kota-kota besar lainnya, beserta durasi perjalanannya. Informasi ini saya rangkum dari situs PKP.

No Rute Perjalanan (One Way) Harga Tiket KA tipe EIC
(Express Intercity) kelas II
(update tahun 2012)
Durasi perjalanan dan jauhnya
1 Warsawa – Krakow 123.00 Zloty 2 jam 50 menit (293 km)
2 Warsawa – Poznan 123.00 Zloty 2 jam 35 menit (302 km)
3 Warsawa – Gdansk 131.00 Zloty 5 jam 20 menit (446 km)
4 Warsawa – Wroclaw 131.00 Zloty 5 jam 05 menit(466 km)
5 Warsawa – Szczecin 131.00 Zloty 5 jam 20 menit (512 km)
6 Warsawa – Bydgoszcz 123.00 Zloty 3 jam 20 menit (286 km)
7 Warsawa – Katowice 113.10 Zloty (tipe EC) 2 jam 40 menit (298 km)
8 Warsawa – Rzeszow 127.50 Zloty (tipe EX) 6 jam 05 menit (451 km)

Untuk frekuensi keberangkatannya, semua KA ini beroperasi setiap hari, bahkan rute Warsawa-Krakow ada beberapa kali dalam satu hari ini. Jadi tinggal pilih jadwal yang sesuai dengan waktumu. Tiketnya ini bisa dibeli di stasiun KA sentral di setiap kota besar yang sudah saya sebutkan di atas, atau melalui online store-nya Intercity di internet. Sama seperti di Indonesia, tiket akan diperiksa di atas KA. Bila ketahuan tidak punya tiket yang sah, penumpang ybs akan dikenakan denda yang besar.

Kalau ingin tahu mengenai jadwal lengkap rute KA, lama perjalanan, sampai harga tiket kereta api di Polandia, bisa dicek di situs PKP di atas (ada versi bahasa Inggrisnya). Sayangnya, info harga tiket KA di situs ini hanyalah untuk perjalanan domestik. Kalau kamu ingin tahu harga tiket KA tujuan luar Polandia (misalnya ke Praha atau Berlin), kamu harus datang atau menelpon customer service yang ada di stasiun sentral untuk menanyakan harga tiketnya. Repot ya, ini karena harga tiket tersebut berfluktuasi: harga standarnya ditentukan dalam Euro, tetapi kemudian dikurs ke dalam Zloty bila akan dijual di Polandia.

Jadi begitulah sedikit cerita tentang lika-liku perjalanan domestik di Polandia dengan kereta api. Semoga membantu untuk yang ingin berkeliling Polandia naik kereta api. Tut tut tuutt…

I Want To Tell You…

Kalau cuaca terang, paling enak jalan-jalan sore di Stare Miasto (Kota Tua) di Warsawa. Tak heran setiap sore di kala musim panas, suasana Stare Miasto terasa lebih hidup dengan banyaknya turis maupun warga lokal yang ingin menikmati keindahan kota tua sambil bersantai. Polandesian pun turut mengambil kesempatan ini. Ketika sedang melintasi jalan Krakowskie Przedmiescie, yaitu jalan panjang menuju Kota Tua Warsawa, mata tiba-tiba tertumbuk pada tulisan di atas trotoar dekat sepeda yang sedang diparkir. Bukan, isinya bukan peringatan lalu lintas atau rambu jalan, tetapi lebih mirip sebuah paragraf. Karena hati tertarik, mata pun mendekat…

Sekilas saya lihat baris pertamanya “Chcę Ci powiedzieć” yang artinya ‘I Want To Tell You’. Hmm, kok lebih mirip satu bait puisi ya? Karena buru-buru dan mumpung bawa kamera, saya jepret saja tulisannya untuk dilihat lebih jelas di rumah. Ini dia tulisan lengkapnya dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia. Puitis juga nih 🙂

Chcę Ci powiedzieć
jak bardzo Cię cenię

Chcę Ci powiedzieć
jak bardzo Cię podziwiam

Chcę Ci powiedzieć
uważaj na te drogi

Ale nie mam odwagi…

Saya ingin memberitahumu
betapa berharganya kamu

Saya ingin memberitahumu
betapa saya mengagumimu

Saya ingin memberitahumu
berhati-hatilah di jalan ini

Tetapi saya tidak punya keberanian…

Apakah memang ini sebuah puisi? Apakah ada hubungannya sama sepeda yang diparkir di dekat tulisan itu? Hahaha, ternyata enggak kok. Setelah saya cari tahu, ternyata ini adalah penggalan lirik lagu terkenal dari band punk rock asal Polandia, Kult. Judul lagunya “Lewe Lewe Loff” dari album Muj Wydafca yang beredar tahun 1994. Grup musik Kult memang sama sekali bukan band baru, dia sudah terbentuk sejak tahun 1982 (uzur banget ya…) dan dimotori oleh Kazik Staszewski. Lagunya memang kedengaran nge-punk sekaligus catchy. Kalau tertarik, lagunya bisa didengar di sini atau lihat videonya di YouTube. Untuk tahu lirik lengkap dari lagu ini, bisa dilihat di website-nya Kult.

Vistula di Waktu Malam

Kalau Jakarta punya Kali Ciliwung, Warsawa punya Sungai Vistula. Meskipun sama-sama membelah ibukota (dan airnya sama-sama butek alias tidak jernih :(), Vistula jauh lebih panjang daripada Ciliwung. Vistula, yang dalam bahasa Polandia disebut Wisła, mengalir sepanjang 1.047 km (Ciliwung hanya 120 km), melewati berbagai kota besar seperti Warsawa, Krakow, Torun, Bydgoszcz, Gdansk dan akhirnya bermuara di Laut Baltik. Singkat kata, Vistula adalah sungai utama (the principal river) di Polandia.

Sungai Vistula dan Jembatan Świętokrzyski di Waktu Malam: Ada beberapa jembatan yang melintasi sungai Vistula di Warsawa, yang paling indah adalah ‘Most Świętokrzyski’ (‘Most’ artinya jembatan, ‘Świętokrzyski’ artinya holy cross atau salib suci). Jembatan sepanjang 479 m ini dibuka untuk publik sejak tahun 2000. Yang asyik, jembatan ini juga menyediakan lintasan khusus untuk pesepeda dan pejalan kaki di kedua sisinya. Buat saya, jembatan ini serius mengingatkan saya dengan jembatan Barelang di Batam, mirip banget! Cuma bedanya jembatan Barelang punya 2 tower (karena lebih panjang) sementara jembatan Świętokrzyski ini hanya punya 1 tower setinggi 90 m yang ditopang oleh 48 kabel.

Foto ini saya ambil dari jembatan Poniatowski (lho, jembatan mana lagi tuh? Poniatowski itu jembatan di seberangnya Świętokrzyski. Kan sudah saya bilang ada beberapa jembatan di atas sungai Vistula ini, hehehe..) pada bulan Agustus 2011.

Pohon Palem Di Tengah Jalan

Salah satu jalan protokol yang terkenal di Warsawa adalah Aleje Jerozolimskie (arti harafiahnya: ‘Jerusalem Avenues’). Ini jalan puanjang sekali (10,8 km), menghubungkan kotamadya Wola di sebelah barat dengan kotamadya Praga di sebelah timur dan melewati pusat kota (Centrum) dimana terletak bangunan Palace of Culture and Science yang menjadi landmark-nya Warsawa. Nama jalan ini memang berasal dari nama perkampungan Yahudi “Nowa Jerozolima” (artinya: ‘New Jerusalem’) yang dulu ada di daerah ini pada abad 18.

Di Al. Jerozolimskie ini, tepatnya di Bundaran (Rondo) Charles De Gaulle dekat Museum Nasional, ada satu pohon palem yang mencuri perhatian. Menjulang sendirian dengan tinggi 15 meter di tengah bundaran, tanpa ada sederetan palem-palem lain yang biasa menemani. Sebenarnya buat orang Indonesia, melihat pohon kelapa, nyiur, atau palem seperti ini bukanlah sesuatu yang istimewa. Tetapi di Polandia yang dingin ini tidak ada pohon palem yang tumbuh alami lho. Wah, jadi pohon palem yang ada di Al. Jerozolimskie ini..? Yap, itu adalah pohon palem artifisial alias hasil karya seni instalasi. Seniman yang membuatnya, Joanna Rajkowska, menamakan karyanya ini “Pozdrowienia z Alej Jerozolimskichyang artinya ‘Greetings from Jerusalem Avenue’.

Kenapa pohon palem yang dipilih? Pada saat itu, sang seniman baru saja berkunjung ke Israel dan terinspirasi oleh sejarah Al. Jerozolimskie, dia ingin menanamkan sedikit memori Israel ke landscape Al. Jerozolimskie lewat si pohon palem itu. Di sisi lain, ada idiom dalam bahasa Polandia yang mengatakan “palma odbija“ (‘palem memantul balik’) yang maksudnya: sesuatu yang tidak umum atau di luar akal sehat. Jadi lewat kehadiran si pohon palem ini di tengah kota Warsawa, sang seniman ingin mengingatkan kita bahwa cara bernalar yang umum diterima justru sering tidak cocok untuk dunia nyata.

Aslinya si pohon palem ini adalah bagian dari pameran seni kontemporer di Warsawa pada tahun 2002-2003. Dari situs palma.art.pl (seru ya, si pohon palem ini sampai punya situs resmi segala hahaha), saya baru tahu bahwa pohon palemnya ternyata tidak dibuat di Polandia, tetapi di Amerika tepatnya di kota Escondido oleh 2 orang pekerja Mexico. Setelah selesai pameran tahun 2003, si palem ini tidak jadi dipindahkan dan menjadi bagian tetap dari landscape Warsawa bahkan akhirnya dilindungi oleh Gubernur Warsawa. Karena sempat rontok, pohon palem ini akhirnya direstorasi total pada tahun 2007 supaya lebih tahan cuaca. Yah, namanya juga artifisial, daun-daunnya yang terbuat dari fiberglass dan polyurethane gloss perlu diganti secara berkala.

Jadi kalau jalan-jalan ke Warsawa, sempatkan deh berfoto di dekat pohon palem ini, lalu kirim fotonya ke orang rumah dengan judulnya “Salam dari Jalan Yerusalem di Warsawa” 🙂

Meski Terang, Tetap Harus Nyalakan Lampu

Yihaa.. sebentar lagi mau libur Paskah 🙂 A long weekend, sunny spring weather and interesting traditional celebrations to enjoy! Berbeda dengan di Jakarta yang suasana perayaan Paskahnya lebih bikin was-was karena isu bom (hikss..), di Polandia ini suasana menyambut Paskah terasa riang dan menyenangkan. Banyak hal yang menarik buat saya. Tunggu ya catatan saya tentang tradisi Paskah di Polandia. Hopefully I can take some photos to show you, too.

Sekarang ini saya mau menyampaikan info tentang aturan berkendaraan di Polandia. Lho kok nggak nyambung sama opening paragraph di atas? Hahaha… nyambung kok (meski sedikit :)) Karena mau libur Paskah, banyak orang yang mengambil kesempatan ini untuk berlibur ke luar kota, baik orang Polandia-nya maupun kaum ekspatriat yang ada di Warsawa sini. Jadi tentunya perlu diketahui tentang rambu-rambu mengendarai mobil di Polandia ini supaya jangan kena tilang. Maklum, beda negara, tentu beda pula traffic rules-nya.

Inilah beberapa hal penting yang perlu diketahui tentang aturan berkendaraan mobil di Polandia:
  • Kecepatan maksimum di area perkotaan: 50 km/jam dari pkl 05:00 – 23:00 dan 60 km/jam dari 23:00 – 05:00, di luar daerah perkotaan dan highways 90 km/jam, dan di jalur motor (motorways) 130 km/jam. Polandia memasang fotoradar untuk alat pengontrol kecepatan (kontrola prędkości) baik di jalan-jalan dalam kota maupun di highways. Kalau ketahuan ngebut, bisa dikenakan denda antara 50 – 500 Zloty.

Fotoradar yang dipasang untuk sensor kecepatan kendaraan di Polandia. Watch out your speed!

  • Maksimum kadar alkohol dalam darah adalah 0.2‰ atau 0.2 promilles. Untuk ukuran Eropa, ini batasan yang ketat sekali, karena minum 1 gelas bir saja sudah melampaui batas tersebut. Makanya tak jarang saya temui  pasangan suami-istri Polandia yang sudah janjian, giliran siapa yang tidak  boleh minum wine, bir atau vodka selama acara karena harus nyetir mobil.
  • Ini yang paling aneh buat saya: Lampu depan mobil (head lights) harus dinyalakan setiap saat, sepanjang tahun. Jadi pada saat musim panas atau siang hari yang terang benderang pun, lampu depan mobil tetap harus dihidupkan!
  • Sabuk pengaman (seatbelts) harus dikenakan oleh semua orang yang ada di mobil: si pengendara dan para penumpang di kursi depan maupun kursi belakang.
  • Anak-anak di bawah 12 tahun wajib duduk di atas children car seat yang dipasang di kursi belakang (tidak boleh di kursi depan). Makanya hal yang sangat umum bila di jok belakang mobil-mobil Polandia ini ada car seat untuk anak-anak.
  • Mobil harus dilengkapi dengan alat pemadam api, kotak P3K dan segitiga peringatan bahaya (hazard-warning reflexive triangle) dan dilarang menggunakan ponsel selama mengemudi.
  • Bus yang melaju dari halte dan tram di bundaran atau perempatan mendapat prioritas jalan. Hal ini berlaku dengan tertib lho, makanya saya nyaman banget naik kendaraan umum di sini karena bus dan tram-nya tidak harus ‘rebutan’ tempat dengan mobil-mobil pribadi di jalanan.
Selain traffic rule yang berbeda (lebih ketat), yang paling bikin kagok adalah tempat setir di mobil Polandia yang ada di sebelah kiri, sementara di Indonesia kan setirnya ada di sebelah kanan. Butuh waktu untuk membiasakan diri. Tapi dari pengamatan saya, kemampuan menyetir orang Indonesia umumnya lebih halus  daripada orang Polandia 🙂

Di sini orang-orang Polandia kalau menyetir cenderung kurang hati-hati, sering ngebut, dan kalau menyalip sering membuat kaget, apalagi kalau di highways ketika mau keluar kota. Masalah kekuranghati-hatian ini bisa dilihat dari tingginya tingkat kecelakaan lalu lintas di Polandia (apalagi kalau sedang long weekend) yang merupakan salah satu yang terburuk di Eropa! Namun meskipun begitu, para pengendara Polandia ini jarang membunyikan klakson kecuali kalau benar-benar penting dan kesal. Beda dengan pengemudi di Indonesia yang tidak segan-segan membunyikan klakson.  Kesimpulan saya, separah-parahnya pengendara Polandia, pasti akan shock kalau lihat kondisi lalu lintas di Jakarta yang lebih kacau lagi apalagi kalau ketemu sama model supir metromini maut…

Shopping Mall di Warsawa Masih Kalah dengan Jakarta

Untuk urusan tempat belanja, ternyata Warsawa masih kalah jauh dengan Jakarta. Di Jakarta kita bisa menemukan berbagai macam pusat perbelanjaan: shopping mall, department store, grand plaza, ITC, sampai pasar-pasar tradisional.. semuanya ada dan banyak! Dan yang masuk kategori pusat belanja modern itu, wah di Jakarta megah-megah sekali. Memang benar kata penelitian yang menyebutkan orang-orang Indonesia cenderung konsumtif 🙂

Sementara di Polandia, sama seperti negara-negara Eropa Tengah dan Timur lainnya, terbilang minim dalam hal per-mall-an ini. Kebalikan dengan di Jakarta, di Warsawa ini jumlah taman jauh lebih banyak daripada mall! Fakta yang mengagumkan untuk saya yang berasal dari Jakarta 🙂 Kelihatan sekali kalau penataan kota di Warsawa lebih seimbang antara area hijau dan penduduknya. Kalau saya perhatikan, musim panas adalah musim paling sepi pengunjung bagi mall-mall karena orang-orang di sini lebih memilih aktivitas luar ruangan untuk menghabiskan waktunya selagi ada matahari dan panas. Mungkin kompensasi dari terbatasnya rekreasi outdoor selagi musim dingin di Polandia. Ingat kan catatan saya sebelumnya tentang suasana musim dingin di Polandia?

Balik lagi tentang dunia perbelanjaan. Di bawah ini beberapa shopping mall di Warsawa yang saya pikir cukup menarik untuk diketahui. Yang pasti sih, isinya mall-mall di sini tidak banyak berbeda dengan di Jakarta. Malah untuk urusan luas dan megahnya, jelas mall-mall di Jakarta lebih unggul. Sayang sekali pembangunan mall di Jakarta sering mengorbankan lahan hijau. Oh ya, pusat perbelanjaan dalam bahasa Polandia disebut Centrum Handlowe dan sering disingkat C.H.

1. C.H. ARKADIA

Masuk catatan karena… merupakan shopping mall terbesar di Polandia, bahkan di Eropa Tengah. (Btw, Eropa Tengah itu mana saja sih? Eropa Tengah itu antara lain meliputi Polandia, Ceko, Hungaria, Slovakia, Belarus, Romania, Serbia, Kroasia, Ukraina.) Tapi yah itu tadi, biarpun dibilang yang terbesar, jangan dibandingkan dengan Mal Taman Anggrek ya. Memang sangat lapang dengan luas 287,000 meter persegi (=2,87 hektar) tapi ‘cuma’ 3 lantai. Di lantai dasar dipenuhi oleh hipermarket-hipermarket seperti Carrefour, Saturn (alat-alat elektronik & multimedia) dan Leroy Merlin (alat-alat rumah & bangunan). Sementara di lantai 3 ada multipleks Cinema City.

Yang menarik buat saya, di mal ini ada kantor pos, toko buku bahasa Inggris American Bookstore dan klinik kesehatan Enel-Med (ini bukan klinik kecantikan lho, memang klinik tempat praktek dokter termasuk dokter gigi dan beberapa dokternya bisa berbahasa Inggris.) Di musim panas, banyak anak-anak yang bermain air di area air mancur (fontanna) yang terletak di depan pintu masuknya. Main airnya seru banget, sampai buka-buka baju segala 🙂

C.H Arkadia terletak di al. Jana Pawła II 82 dan buka pkl 10:00 – 22:00 (Senin-Sabtu) dan 10:00 – 21:00 (Minggu). Kalau mau ke sini, bisa naik tram no 1, 2, 16, 17, 19, 22, 33, 35 (banyak ya), turun di halte Rondo Radoslawa persis di depannya. Info lebih lanjut bisa cek situs mereka (ada versi bahasa Inggrisnya)  www.arkadia.com.pl

2. GALERIA MOKOTOW

Masuk catatan karena… merupakan tempat belanja bergengsi favorit-nya para ekspatriat di Warsawa. Luas gedungnya memang masih kalah dengan C.H Arkadia (‘hanya’ 1,5 hektar), namun suasana elegan dan eksklusifnya jauh lebih terasa. Masuk sini seperti masuk Plaza Senayan yang dipenuhi butik atau outlek dengan merek-merek terkenal baik di dunia internasional maupun di wilayah Eropa dan Polandia. Di lantai atas, ada tempat main bowling Atomica, area bermain anak Fikoland, serta multipleks Cinema City.

Galeria Mokotow terletak di ul. Woloska 12 dan buka pkl 10:00 – 22:00 (Senin-Sabtu) dan 10:00 – 20:00 (Minggu). Kalau mau ke sini, bisa naik tram no 10, 17, 18 atau bus no 117, turun di halte Rzymowskiego persis di depannya. Mau tahu butik-butik yang ada di Galeria ini, cek situs mereka (sayangnya hanya dalam bahasa Polandia) www.galeriamokotow.pl

3. ZLOTE TARASY

Masuk catatan karena… merupakan shopping mall di Centrum (tengah kota), dengan arsitekstur glass dome-nya yang unik. Zlote Tarasy terletak persis di sebelah stasiun kereta api Warszawa Centralna, di seberangnya Palace of Culture. Jadi benar-benar di tengah kota banget. Atapnya yang berdesain kubah berliuk-liuk dari kaca sangat menarik perhatian. Kalau baru tiba di Warszawa dengan kereta api, pasti bisa langsung menemukan mall ini. Termasuk mall baru, karena baru dibuka tahun 2007. Di sini ada Hard Rock Cafe Warsawa dan tempat ice skating (dalam bahasa Polandia disebut Lodowisko).

Di Zlote Tarasy ini juga ada toko suvenir khas Polandia, termasuk yang umum-umum seperti magnet kulkas, topi, kaos, gelas, piring pajangan dll yang bertuliskan Polandia. Jadi kalau tidak sempat berburu suvenir di Kota Tua, bisa mampir ke kios Warsaw Point Gallery yang terletak di lantai dasar.

Zlote Tarasy terletak di ul. Zlota 59 dan buka pkl 09:00 – 22:00 (Senin-Sabtu) dan 09:00 – 21:00 (Minggu). Kalau mau ke sini, tinggal naik semua tram atau bus yang melewati Centrum (banyak banget), atau naik bus #507 untuk turun pas di depannya. Info lebih lanjut bisa cek situs mereka (ada versi bahasa Inggrisnya) www.zlotetarasy.pl

Selain tiga mall yang saya ceritakan di atas, tentunya masih ada mall-mall lain seperti Blue City, Sadyba Best Mall, Promenada, dll tapi ya.. belum ketemu yang cukup menarik untuk diceritakan (mending langsung didatangi aja :). Selain shopping mall, di Warsawa ada juga pusat perbelanjaan baru ala ITC namanya CHT Marywilska 44. Nah, yang ini perlu ditulis di catatan tersendiri, karena ‘ITC’ ala Warsawa ini sebenarnya gusuran dari ‘pasar pagi ala Tanah Abang’ yang dulunya terletak di samping Stadion Nasional. Tunggu catatan saya tentang transformasi pasar pagi jadi ITC di Warsawa ya.

So kesimpulan dari catatan saya kali ini adalah … jangan mengira shopping malls di Warsawa lebih keren daripada di Jakarta ya! Tapi jangan lupa juga, Warsawa jauh lebih baik dalam menjaga keseimbangan tata kota dan area hijaunya dibanding Jakarta. Semoga akan lebih banyak taman kota yang dihidupkan kembali di Jakarta ya..

Yuk Jalan-jalan Satu Hari di Warsawa!

Kali ini saya mau mulai membahas tentang tempat-tempat yang menarik dikunjungi di Polandia. Soalnya saya yakin nggak banyak teman-teman di Indonesia yang punya gambaran, mau lihat apa sih di Polandia. Nah, kita mulai dengan jalan-jalan di ibukota-nya Polandia ya, kota Warsawa.

Warsawa sendiri lebih merupakan kota bisnis dan pemerintahan. Sebenarnya nggak banyak obyek wisatanya di sini, apalagi kalau kitanya nggak tertarik lihat-lihat museum 🙂 Untuk kota turisnya lebih tepat kunjungi kota Krakow (kira-kira 3 jam kalau naik KA dari Warsawa). Tapi karena sekarang saya tinggalnya di Warsawa, ya kita mulai dari sini dulu.

Inilah obyek-obyek yang menarik kalau mau mengunjungi Warsawa:

1.  Kota Tua (Stare Miasto)

Yang satu ini nggak boleh dilewatkan kalau ke Warsawa! Kota Tua atau dalam bahasa Polandnya disebut Stare Miasto (dibacanya sama dengan ejaan bahasa Indo: Stare Miasto) adalah distrik bersejarah yang paling tua di Warsawa dan indah banget!. Dibangun pada abad ke-13, seluruh bangunan di tempat ini pernah dihancurkan sampai rata dengan tanah oleh tentara Jerman pada saat Perang Dunia II. Barulah tahun 1950-an dibangun kembali, brick-by-brick and so painstakingly sampai makan waktu > 10 tahun (tepatnya 1949 – 1963 dan 1970), dan sekarang termasuk daftar UNESCO World Heritage Site.

Di Kota Tua bisa puas-puasin mata banget deh, apalagi yang hobi fotografi. Soalnya banyak bangunan menarik di sini dan setiap sudut kotanya artistik banget.  Dimulai dari Royal Castle (Zamek Krolewski), Kolumn King Zygmunt, St Anna Church, dan St. John Cathedral sampai ke jantung kotanya yaitu Old Town Square (Rynek Starego Miasto) yang dikelilingi oleh bangunan ekletik berwarna-warni dan ditengahnya dibangun patung Syrena (putri duyung lambang kota Warsawa). Oh ya, untuk Royal Castle, worth it kok untuk dimasuki karena di sini boleh berfoto di dalamnya 🙂 Tiket masuknya 22 PLN (sekitar $7).

Dari Old Town Square silakan nyambung terus ke Kota Baru (Nowe Miasto) yang dibatasi oleh Benteng Barbakan yang panjang dan berbata merah. Di Kota Baru ini juga banyak bangunan yang menarik, termasuk rumah masa mudanya Marie Curie (ilmuwan wanita terkenal yang memenangkan Nobel Fisika).

Aduh, banyak deh, dibahas lebih rinci di postingan tersendiri aja ya. Yang pasti, jalan-jalan di sini jangan buru-buru, karena di sinilah jantung hatinya Warsawa.

2. Istana Wilanow (Palac w Wilanowie)

Ini asli istana musim panas untuk keluarga raja-raja Polandia yang dibangun di abad ke-17 dan ajaibnya nggak ikut dihancurkan selama PD II. Ada juga kebun istananya yang bagus banget kalau lagi musim panas. Kalau bisa sempatkan masuk ke dalam istananya (tiket masuknya 16 PLN atau sekitar $5) dan melihat-lihat bagian dalamnya yang terdiri dari 2 lantai. Yang menarik sih lantai 1, soalnya kalau di lantai 2 isinya lebih ke koleksi lukisan portrait dari anggota keluarga kerajaan. Sayangnya di dalam istana nggak boleh ambil foto.

Kalau mau masuk ke Istana-nya, lebih baik pagi-pagi karena Istana tutup pkl 16:00 (pengunjung terakhir boleh masuk ke Istana pkl 15:00). Kalaupun tidak mau masuk (cuma lihat-2 atau berfoto di luar istana), ya tetap datang pagi soalnya lokasinya di ujung sendiri. Sementara obyek wisata yang lain lebih ke tengah kota hehehe..

3. Park Lazienki

Di Warsawa ada banyak taman (mungkin karena itu tingkat polusi udara di sini cukup rendah), dan Park Lazienki ini merupakan taman yang terbesar di Warsawa! Di sini harus kuat jalan kaki 🙂 soalnya lumayan menjelajahi taman supaya bisa lihat 2 point of interests:

3.1) Istana Lazienki atau yang lebih dikenal dengan Istana di Atas Air karena memang dibangun di atas pulau kecil buatan di atas danau. Istananya sendiri nggak terlalu besar, dibangun abad 17 sebagai bathhouse untuk keluarga raja dan sekarang dipertahankan sebagai museum yang bisa dimasuki. Nggak perlu masuk sih menurut saya, lebih seru menikmati suasana sekitar danau yang asri karena inilah kompleks raja Poland dulu menikmati musim panasnya.

3.2) Patung Frederic Chopin, musisi klasik yang terkenal banget itu! Kalau musim panas, tiap hari Minggu pkl 12:00 dan pkl 16:00 ada konser musik Chopin (gratis!) yang digelar di dekat area patung itu. Kadang murni piano klasik, kadang udah dikolaborasi dengan musik pop dan rok. Bicara soal Chopin, wah.. orang Poland mah bangga banget ama musisi yang lahir dan besar di Poland itu. Di sini ada Chopin Museum, Chopin Music University, dan tiap tahun digelar Chopin Festival. Kalau suka musik klasik, sempatkan masuk museumnya deh.

4. Palace of Culture and Science (Palac Kultury i Nauki)

Inilah landmarknya kota Warsawa. Sering disingkat dengan sebutan Palace Culture atau PKiN. Dengan tinggi 231 m, inilah gedung tertinggi di Warsawa yang katanya bisa dilihat dari semua penjuru kota (bila cuaca cerah). Biarpun katanya landmark, sebenarnya orang-orang Polandia sendiri nggak suka dengan bangunan ini karena ternyata bangunan ini hadiah dari Joseph Stalin ketika Poland masih berada di bawah cengkraman Uni Soviet. Kabarnya, Stalin sang tirani kejam itu sengaja memerintahkan pembangunan Palace Culture ini pada tahun 1952-1955 sebagai simbol dominasi Uni Sovyet yang mengawasi tingkah laku orang-orang Polandia supaya ‘jangan macam-macam’ di era komunisme itu. Ingat jargon “The Big Brother is watching?

Sekarang Palace Culture ini dijadikan sebagai tempat perkantoran, gedung teater dan pameran, gedung pertunjukan, museum bahkan bioskop! Bisa juga naik ke lantai 30-nya (lantai Panorama) untuk lihat kota Warsawa dari atas, tapi jujur sih.. nggak worth it soalnya pemandangannya nggak bagus-bagus banget 🙂 Tapi harus sempatkan foto di depan gedung ini ya, gimana pun juga kan landmark kota Warsawa.

Obyek lainnya yang juga menarik, andaikan punya waktu lebih di Warsawa, saya rekomen kunjungi:
Museum Uprising Warsaw (Muzeum Powstania Warszawskiego)
National Museum (Muzeum Narodowe), dan
Copernicus Science Center (Kopernik Centrum Nauki)
Hayoo, suka museum dan iptek nggak? Hihihi..

So.. to resume this posting, ini rekomendasi saya untuk itinerary one-day trip in Warsaw. Oh ya, better you come in summer dimana siangnya lebih panjang jadi waktu jalan-jalannya bisa lebih lama *nggak mau rugi*:

1. Pagi (mulai pukul 09:00): mengunjungi Istana Wilanow.
2. Menuju ke Park Lazienki, pertama cari Patung Chopin yang bisa kelihatan dari pintu masuk taman, lalu masuk ke tengah-tengah taman untuk menemukan Istana di Atas Air (hahaha.. ini itinerary atau berburu harta karun sih).
3. Ke tengah kota (Centrum) untuk berfoto di depan Palace Culture (hihi, cukup foto doang)
4. Terakhir: puas-puasin ngubek Stare Miasto dan Nowe Miasto.

Oh ya, tips satu lagi, kalau emang tight-budget, ke Warsawa-nya hari Minggu aja, soalnya pada hari Minggu masuk Istana Wilanow dan Royal Castle di Kota Tua gra-tis! Horee..Tapi jumlahnya terbatas lho, jadi ya better come early deh.

Selamat berpetualang di Warsawa! 🙂

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini: