John Lennon di Pinggir Jalan

I grew up listening to Beatles. NO, not because I was born in 60’s (saya belum setua itu ah!) tetapi karena Abang saya adalah penggemar band musik fenomenal asal Liverpool itu dan dia punya banyak sekali kasetnya. Otomatis saya juga jadi familiar dengan nama John Lennon, Paul McCartney, George Harrison dan Ringo Starr. Dengan merebaknya virus K-Pop/ girlband/ boyband/ Gangnam Style saat ini, saya nggak tahu deh anak-anak muda Indonesia sekarang pernah dengar nama The Beatles atau tidak, apalagi tahu John Lennon yang sudah mendiang itu. Tetapi buat saya, mereka definitely one of the best legendary band in the world. Undeniable.

Lalu, apa urusannya The Beatles dengan Polandia? The Beatles tidak berasal dari Polandia, dan selama masih terbentuk, grup band itu juga tidak pernah (diizinkan) tampil di Polandia. Saya juga nggak pernah kepikiran ada hubungan di antara mereka. Sampai suatu saat saya sekeluarga main-main di taman Ujazdowski di distrik Srodmiescie, di downtown kota Warsawa. Di gang pertama di belakang taman tersebut yang tembus ke Jalan Piekna, ada grafiti聽Give Peace A Chance yang mencolok tertera dindingnya. Itu adalah salah satu judul lagu John Lennon yang terkenal. And guess what, gang kecil itu diberi nama “Ulica Johna Lennona” yang artinya: Jalan John Lennon! Wow.

John Lennon Street in Warsaw Poland

Ini dia jalan di Warsawa yang didekasikan untuk frontman band musik The Beatles. The John Lennon Street!

Lihat saja mural John Lennon dengan kacamata bulatnya yang khas, foto-foto grupnya The Beatles, juga fotonya bersama Yoko Ono istrinya turut tertempel di pagar di pinggir jalan itu. Sekilas lihat, apalagi yang tahu The Beatles, langsung sudah bisa menebak jalan itu didedikasikan untuk pentolan grup musik itu. Pertanyaannya sekarang, how come?!

Ternyata ceritanya begini. Untuk mengenang setahun kematian John Lennon (dia meninggal karena ditembak oleh his crazy fans bernama Mark David Chapman pada tanggal 8 Desember 1980 di New York City), para penggemarnya di Polandia kumpul-kumpul dan marching down di jalan kecil itu sambil main-main gitar, nyanyi-nyanyi lagunya John Lennon terutama Give Peace A Chance, sama smoking pot (yang terakhir ini jangan ditiru ya). Saat itu, gang kecil tersebut belum ada namanya. Lalu mereka iseng-iseng punya ide dan membuat replika nama jalan itu sesuai nama idola mereka. Dari sekedar iseng di tahun 1981 itu, mereka lalu serius meminta pemda Warsawa untuk menyetujui pemberian nama John Lennon untuk jalan itu. Dan yang namanya usaha, 10 tahun kemudian (ada selingan sejarah Marshall Act dan seterusnya), pemerintah Polandia yang saat itu baru lepas dari komunisme beneran menyetujui permohonan itu.

Seru juga ya, Polandia ex-negara komunis, tetapi punya satu jalan yang khusus mengenang musisi band rock & roll modern. Give peace a chance! 馃檪

Suara Bertumpuk di TV Polandia

Tahu telenovela kan? Akhir tahun 80-an, Indonesia pernah dilanda demam sinetron ala Amerika Latin itu. Pada saat itu, sepertinya semua stasiun TV berlomba-lomba menayangkan telenovela yang di-dubbing atau disulihsuarakan ke bahasa Indonesia. Saking banyaknya, suara tokoh-tokoh utama di berbagai telenovela itu jadi terdengar mirip semua karena dubbers-nya ya itu-itu terus.

Di dunia pertelevisian Polandia, perihal penerjemahan film asing ini lebih unik lagi. Apa uniknya? Ini dia:

  • Yang namanya film asing itu bukannya dihilangkan suara aslinya lalu diganti dengan suara orang setempat (sulih suara), melainkan DITIMPA! Iya, ditimpa alias voice over (Polish: wersja lektorska). Jadi yang kita dengar di TV adalah suara dua orang yang bicara bersamaan: yang satu suara si bintang film dalam bahasa aslinya, dan yang satu lagi suara terjemahannya dalam bahasa Polandia. Itu keunikan pertama.
  • Keunikan kedua yang tambah bikin ilfil, suara si narator/penerjemah (dalam bahasa Polish disebut Lektor) tidak mengikuti intonasi si bintang film alias dataaaar aja sepanjang film.
  • Dan keunikan ketiga yang paling pol: hanya ada satu lektor yang membacakan terjemahan seluruh dialog di film itu dimana si lektor ini adalah selalu laki-laki, jadi dia juga yang menerjemahkan suara bintang film wanita!! #tepokjidat

Selera TV Polandia: Wersja Lektorska!

Di Eropa, metode voice over ini sebenarnya hanya diterapkan untuk program-program non-fiksi seperti tayangan dokumenter, interview, atau breaking news. Namun di TV Polandia, semua film asing baik fiksi maupun non-fiksi, semua dipukul rata penerjemahannya dengan cara voice over. Kebiasaan yang saya *and the rest of the world* anggap aneh ini nyatanya memang sudah mendarah daging di budaya Polandia. Pengelola stasiun-stasiun TV di Polandia bukannya tidak pernah mencoba menerapkan metode terjemahan teks (subtitling) atau sulih suara (dubbing) yang lebih umum. Namun berbagai survey yang dilakukan oleh pihak pengelola stasiun TV menunjukkan mayoritas pemirsa Polandia tetap lebih menyukai voice over.

02miedzyjezykowe

Metode subtitles ternyata paling tidak disukai oleh pemirsa TV di Polandia.

Studi Canal Plus (salah satu stasiun TV berbayar di Polandia) pada tahun 1995 menunjukkan bahwa 50.2% responden lebih menyukai voice over, lebih tinggi dibanding 43.3% yang memilih dubbing dan 8.1% yang memilih subtitling. Survei yang dilakukan beberapa tahun setelahnya oleh TVP (TVRI-nya Polandia) menunjukkan sedikit pergeseran dimana voice-over maupun dubbing dipilih oleh masing-masing 45% pemirsa dan 4% sisanya memilih subtitling. Yang paling pamungkas adalah riset dari BBC, stasiun TV terkenal dari Inggris, pada tahun 2000 yang memperlihatkan bahwa 52% penonton TV Polandia lebih menyukai voice-over dan hanya 4.5% yang memilih subtitles. Akhirnya berdasarkan riset itu, BBC memutuskan untuk menarik BBC Prime (channel berbahasa Inggris dengan Polish subtitles) dari TV Kabel Polandia karena jelas tidak cocok untuk market Polandia. Info survey dari sini.

Memangnya Tidak Pusing Mendengar Suara Bertumpuk?

Kenapa ya pemirsa TV Polandia bisa nyaman menonton film dengan suara bertumpuk begitu? Well, lagi-lagi penyebab utamanya adalah kebiasaan lama yang telah dibawa dari zaman komunis dimana hanya ada satu narator (lektor) yang membacakan seluruh dialog film dengan intonasi yang datar dan monoton sepanjang acara itu. Kebiasaan ini tentunya sulit dihapuskan, terbukti dari hasil survei di atas. Selain itu, metode voice over juga dianggap lebih cost effective daripada melakukan dubbing atau subtitling. Betul juga sih, wong lektor yang bertugas hanya satu orang. Bandingkan dengan dubbing telenovela di Indonesia yang harus melibatkan lebih dari 1 orang dubber untuk satu film.

Tomasz Knapik (11)

Tomasz Knapik, Polski Lektor yang paling terkenal. Photo credit: kocanblog.blogsot.com

Dari segi kerja otak, metode voice over ini bisa berhasil diterapkan karena native language pemirsa Polandia adalah bahasa Polish. Jadi otak akan menaruh konsentrasi ke suara asli bintang film, bukan ke suara lektor. Suara lektor sengaja tidak mengikuti intonasi dialog supaya otak hanya menganggapnya sebagai terjemahan secara berbisik di bagian latar. Bahkan setelah beberapa menit, otak bisa melupakan suara si lektor. Itulah sebabnya lektor berbicara dengan nada rendah dan datar agar lebih mudah ‘terlupakan’ oleh otak. Karena alasan ini pula, pria dengan suaranya yang rendah lebih dipilih sebagai lektor daripada wanita. Jadi wanita tidak bisa jadi lektor di Polandia? Bisa sih, tetapi lektor wanita biasanya dapat bagian hanya untuk program dokumenter tentang alam.

Hampir semua channel TV di Polandia memakai metode voice over saat menayangkan film asing. Sedikit sekali channel yang memutar film asing tanpa voice over, misalnya channel Ale Kino!, Discovery Travel & Living, National Geographic, tetapi itu pun hanya untuk beberapa film yang bahkan saya kurang minati. Walhasil tahun kedua saya putuskan saja berhenti berlangganan TV kabel di Polandia, habis saya sudah ilfil berat menonton serial聽Friends atau How I Met Your Mother dengan suara bertumpuk-tumpuk. Capek kan, mau nonton santai malah ‘disuruh’ belajar bahasa Polandia melulu… 馃槮

PESEL Apaan Sih? Ditanyain Mulu…

Kali pertama saya berobat ke rumah sakit di Warsawa, saya langsung dibuat bingung di meja pendaftaran pasien baru. Si resepsionis rumah sakit bertanya dalam bahasa Polandia, berapa nomor PESEL saya? “Duh, PESEL itu apa ya? Nggak mungkin kan ada hubungannya sama wesel? Mungkin maksudnya nomor kepesertaan asuransi kesehatan kali ya,” begitu pikir saya. Ketika saya menggelengkan kepala sambil berujar “Nie mam” (artinya: saya tidak punya), gantian si resepsionis yang mukanya bingung. Akhirnya dia tanya saya mau bayar pakai apa. Karena saat itu saya belum bisa melafalkan uang tunai dalam bahasa Polandia, saya jawab saja “Zloty, Pani” sambil membuka dompet. Si resepsionis pun tersenyum-senyum mendengar jawaban saya lalu menanyakan berapa tanggal lahir saya.

Kalau kamu tinggal cukup lama di Polandia, pasti akan sering ketemu dengan si PESEL ini. Ketika berobat ke dokter, ketika mau membuka rekening atau kartu kredit di bank, ketika ingin memiliki nomor handphone pasca bayar, ketika mengajukan permohonan untuk passport Polandia, maupun ketika membeli mobil atau property di Polandia, pasti di formulirnya ada kolom isian nomor PESEL ini. Jadi sebenarnya apa itu PESEL? Dan apakah untuk orang asing, dalam hal ini orang Indonesia yang hanya tinggal sementara waktu di Polandia, juga perlu punya PESEL? Yuk, kita kenali lebih jauh si PESEL ini.

PESEL, Nomor KTP-nya Orang Polandia

PESEL ternyata merupakan singkatan dari Powszechny Elektroniczny System Ewidencji Ludno艣ci, yang berarti Sistem Elektronik Universal untuk Pendaftaran Populasi. Jadi PESEL ini merupakan nomor identifikasi penduduk secara nasional di Polandia dan telah berlaku sejak tahun 1979. Gampangnya, PESEL adalah no KTP-nya orang Polandia. Selain merupakan mandatory untuk warga negara Polandia, PESEL ternyata juga (hampir) wajib dimiliki oleh orang asing yang akan tinggal di Polandia selama lebih dari 3 bulan. Maksudnya hampir wajib? Jadi sebenarnya tidak wajib, melainkan sangat disarankan guna mempermudah urusan hal-hal yang telah saya sebut di atas itu.

Memang dari pengalaman saya dan teman-teman orang asing selama di Polandia ini, birokrasi jadi lebih berbelit kalau tidak ada PESEL. More paperworks and longer process time deh. Biasanya kami menunjukkan nomor passport sebagai pengganti PESEL. Kalau dalam hal administrasi RS seperti yang saya alami di atas, mempunyai PESEL itu juga berarti si pasien punya asuransi kesehatan nasional (social security) untuk pembayaran jasa medisnya. Jadi kalau kalian tidak punya PESEL dan harus berobat ke dokter di Polandia, jangan lupa bawa uang lalu katakan ke petugasnya: “z got贸wk膮” yang artinya “bayar tunai”.

Warga Polandia yang lahir setelah tahun 1979 langsung mendapatkan nomor PESEL secara otomatis sesaat setelah kelahiran mereka. Sementara untuk orang asing, permohonan untuk mendapatkan nomor PESEL dilakukan bersamaan dengan pendaftaran (zameldowanie / meldunek) untuk mendapatkan kartu tinggal terbatas (karta pobytu). Pendaftaran tersebut dilakukan di kantor walikota (urz膮d miasta) di wilayah domisili masing-masing.

PESEL selalu terdiri dari 11 digit dan masing-masing pemiliknya mempunyai nomor PESEL yang unik. Enam digit pertamanya diambil dari tanggal lahir orang tersebut dengan format yy-mm-dd. Misalnya si A lahir tanggal 25 Januari 1985, maka dia akan mempunyai nomor PESEL yang berawalan 850125. Ah, ternyata inilah mengapa di kolom PESEL saya (waktu saya bilang saya tidak punya nomor PESEL) kemudian diisi oleh petugas RS dengan tanggal lahir saya. Format PESEL ini sendiri dapat mencangkup rentang kelahiran sampai 5 abad, yaitu dengan penambahan di bulannya. Misalnya untuk tahun 2000 – 2099, bulannya ditambah 20. Jadi si B yang lahir tanggal 17 Agustus 1912 punya PESEL berawalan 120817, sementara si C yang lahir seabad kemudian tanggal 17 Agustus 2012 akan mempunyai PESEL berawalan 122817.

Antara Komunisme dan Halaman Belakang

Sebenarnya tidak ada yang aneh kan dengan keberadaan citizen ID semacam ini. Di berbagai negara, nomor penduduk juga umum dijadikan dasar identifikasi seseorang. Namun ternyata sejarah munculnya PESEL di Polandia tidaklah sepolos itu. PESEL pada awalnya adalah ciptaan pemerintahan komunis di Polandia untuk menyimpan dan melacak informasi-informasi personal para penduduknya. Sasaran utamanya adalah warga negara Polandia yang mempunyai gelar sarjana atau berpendidikan tinggi karena mereka dianggap punya pemikiran yang membahayakan kelanggengan sistem komunisme di Polandia dan Eropa. Wiih, ngeri-ngeri seru ya.. Tetapi itu sih dulu, sekarang fungsi PESEL ya sama saja dengan gunanya nomor KTP di Indonesia sebagai data kependudukan resmi.

KTP-nya Orang Poland

Contoh KTPnya Orang Polandia (dowod osobisty). Di halaman belakang, tercantum nomor PESEL yang sering ditanyakan itu… Credit photo: wikipedia

Untuk warga negara Polandia, nomor PESEL mereka tercantum di National ID Card mereka yang dalam bahasa Polandia disebut dow贸d osobisty (lihat gambar di atas). Kalau kamu perhatikan, di kartu dow贸d osobisty ini ada 2 nomor, yang satu adalah nomor kartu itu sendiri dan yang satu lagi barulah nomor PESELnya. Setelah membaca penjelasan di atas, bisa dong mengidentifikasi nomor mana yang merupakan nomor PESEL. Yap, justru nomor PESEL itu yang ada di kartu bagian belakang! Keanehan lain, di dow贸d osobisty ini turut dicantumkan nama orangtuanya. Lucu aja sih menurut saya, karena mirip dengan KTP yang baru bisa dibuat setelah seseorang berusia 17 tahun,聽dow贸d osobisty ini juga diberikan untuk penduduk Polandia yang telah berumur 18 tahun. Jadi sudah dewasa, tapi kok masih dicantumkan nama ortunya hehehe…

Untuk tahu lebih banyak tentang PESEL dan cara verifikasi nomornya, bisa cek sendiri di Wikipedia ya!

Sama, Warsawa Juga Pernah Banjir

Cze艣膰 wszystkim! Hallo semuanya….

Ah, sudah lama sekali ya saya tidak menambah postingan baru di blog ini. Lebih dari setengah tahun saya vakum dari dunia blogging. Mohon maaf untuk teman-teman yang sudah menulis komentar/pertanyaan tetapi belum sempat saya jawab. Sedikit update tentang saya: saat ini saya dan keluarga sudah kembali ke tanah air, my beautiful Indonesia, my hectic Jekardah… Tetapi tenang saja, masih banyak catatan-catatan kecil yang mau saya sharing tentang Polandia, tempat perantauan saya selama 3,5 tahun dari 2008 – 2012. Polandia yang ternyata menyimpan banyak cerita, Polandia yang ternyata juga masih belajar untuk membuka diri dan bertransisi, Polandia yang kaku dan dingin di permukaan, tetapi hangat dan sensitif di dalamnya…

Hari ini, 18 Januari 2013, adalah hari kedua Jakarta darurat banjir! Ternyata banjir besar 5 tahunan itu kembali datang, meski telat setahun. Saya bersyukur kali ini kompleks rumah saya tidak terkena banjir, tetapi area Sudirman tempat saya berkantor terkena dampak langsung curah hujan yang tinggi dan jebolnya tanggul Kanal Banjir Barat sejak kemarin. Sudirman-Thamrin dan khususnya Bundaran HI pun menjelma jadi lautan coklat kotor yang membuat ilfil, prihatin, sekaligus menjengkelkan. Aktivitas bisnis dan pemerintahan di ibukota lumpuh, media asing menyoroti Istana Presiden RI yang kebanjiran, dan sudah 12 orang dikabarkan tewas akibat banjir ini. Ribuan orang (beritanya sampai saat ini sudah 18.000 jiwa) terpaksa tinggal di tempat pengungsian seadanya. Kerugian finansial jangan ditanya, triliunan rupiah jumlahnya. Sebagai Indonesian diaspora yang baru kembali dari luar negeri, terus terang hati saya kecut. Tiga tahun berlalu, bukannya permasalahan banjir lebih teratasi, kok malah memburuk?

Banjir di Jakarta-Jan2013

Banjir di Bundaran HI Jakarta, 17 Januari 2013

Tetapi bicara musibah banjir besar-besaran, ibukota Polandia juga pernah mengalaminya lho. Saat itu sekitar pertengahan Mei 2010, hujan deras turun tiada henti selama berhari-hari, sungai Vistula meluap, dan beberapa kota di Polandia pun kebanjiran. Musibah banjir Mei 2010 itu sebenarnya tidak hanya menimpa Polandia, melainkan juga negara-negara lain di Eropa Tengah seperti Ceko, Slovakia, Hongaria dan Lithuania. Hanya saja dampak terparah adalah di Polandia, tepatnya di bagian selatan Polandia seperti kota Wroclaw, Sandomierz, Lublin, P艂ock, Bielsko, Gliwice, dan banyak distrik lainnya yang namanya susah disebut. Bahkan kota budaya Krakow mengumumkan situasi darurat (Polish: stan wyj膮tkowy) dan museum kamp konsentrasi Auschwitz-Birkenau yang terkenal itu terpaksa ditutup dan artefak-artefak sejarahnya diungsikan agar selamat.

Banjir di Polandia-Mei2010

Banjir di Polandia, Mei 2010. Credit photo: uk.reuters.com

Tanggal 20 Mei 2010, banjir pun mulai masuk ke Warsawa. Situasinya cukup kacau dan mengkhawatirkan, meskipun tidak sampai separah Jakarta. Banyak bus dan tram yang tidak bisa beroperasi, listrik padam di beberapa wilayah, dan kantor-kantor pun meliburkan karyawannya. Sejak beberapa hari sebelumnya para relawan dan tentara sibuk menaruh sandbags di sepanjang bantaran sungai Vistula untuk menahan air. Pemda Warsawa bahkan sudah bersiap-siap mengungsikan hewan-hewan dari Warszawa Zoo, yang letaknya memang dekat dengan sungai tersebut. Apa yang bisa saya lakukan pada situasi seperti itu? Akhirnya selama beberapa hari, saya pun mendekam saja di dalam flat yang syukurnya ada di lantai 3 sehingga tidak khawatir kemasukan air.

Dimana-mana banjir itu bikin susah: sekitar 25 korban tewas, 23.000 orang dievakuasi, dan kerugian sekitar 2,5 milyar Euro menjadi dampak dari banjir di Polandia tahun 2010 itu. Proses evakuasi besar-besaran juga menyimpan sisi yang unik: misalnya di Sokolniki, evakuasi sampai dilakukan dengan helicopter karena seluruh desa sudah terendam air. Ada juga korban yang tidak mau dievakuasi karena takut rumahnya kemalingan kalau ditinggalkan (kalau yang ini mirip di Jakarta sih hehehe鈥). Atau cerita seorang nenek yang bela-belain membawa tanaman kesayangannya untuk turut dievakuasi. Menghadapi musibah besar ini, Uni Eropa pun turun tangan memberikan financial aid聽sehingga kabarnya para korban banjir mendapatkan santunan sebesar 6.000 Zloty (setara Rp 18 juta) dan biaya perbaikan rumah sampai dengan 100.000 Zloty. Cukup besar sih santunannya, tetapi ya tetap lebih baik tidak menjadi korban bencana alam ini. Eh, banjir itu nggak murni bencana alam ya? Biasanya ada faktor kesalahan manusia yang tidak menjaga lingkungan.

Pada akhirnya, sebagai penduduk biasa, kita hanya bisa kembali ke nasehat klise tetapi tetap valid ini: Uwa偶aj pow贸d藕! Zachowaj czyste 艣rodowisko i nie wyrzuca膰 艣mieci. Awas banjir! Jagalah kebersihan lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan.

BBM dan Kebiasaan Berkendaraan di Eropa, Adakah Samanya Dengan di Indonesia?

Minggu terakhir bulan Maret 2012 adalah periode panas dalam sejarah politik dan perekonomian聽 bangsa Indonesia. Rencana kenaikan harga BBM bersubsidi mewarnai sebagian besar wajah pemberitaan Indonesia. Ngeri dan dinamis sekali kalau kita menonton rangkaian liputannya; mulai dari demo-demo mahasiswa dan buruh yang super anarkis, pemerintah yang susah payah menjelaskan alasan di balik pengurangan subsidi BBM, sampai kericuhan politik di rapat paripurna DPR. Semua dengan jelas mengambarkan betapa dilematis dan sensitifnya permasalahan harga BBM bersubsidi di Indonesia. Solusi yang akhirnya terwujud di pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 jadinya memang bersifat kompromistis: harga BBM bersubsidi memang tidak jadi naik pada saat ini, namun dimungkinkan naik 6 bulan kemudian apabila rata-rata harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude oil Price atau ICP) naik di atas 15% dari asumsi harga saat ini. Hmmm..

Polandesian tentu saja tidak berminat untuk mendebat urusan energi yang satu ini. Namun tak urung hati tergelitik juga untuk menulis catatan kecil tentang kebijakan fuel pricing di Eropa yang jelas berbeda dengan Indonesia dan pengaruhnya terhadap habit berkendaraan di Eropa vs Indonesia. Untuk yang sering baca blog ini, pasti tahu bahwa saya suka mencatat persamaan dan perbedaan antara Indonesia dengan Polandia dari berbagai aspek. Nah, untuk kasus BBM, Eropa (termasuk Polandia) ternyata memang lebih banyak bedanya daripada samanya dengan Indonesia. Apa saja bedanya?

Pajak Tinggi vs Subsidi = Mahal vs Murah

Tidak ada negara di Eropa yang memberikan subsidi BBM bagi rakyatnya. Kebanyakan negara Eropa, apalagi yang sudah menjadi anggota Uni Eropa, menerapkan pajak yang tinggi untuk BBM. They impose high taxes on fuel, regardless the level of their own petrol production. Makanya jangan heran harga BBM di Eropa adalah yang tertinggi di dunia, sekitar 2x lipat harga BBM di USA dan 3-4 kali lipat harga BBM di Indonesia.

Harga BBM di pom bensin Orlen di Polandia. Photo credit: motoryzacja.interia.pl

Di Polandia sendiri, pajak BBM-nya sebesar 23%, dengan harga jual BBM (tipe unleaded petrol atau Pb95) pada bulan April 2012 ini rata-rata seharga 5.87 Zloty/liter atau setara Rp 17.000/liter (cek www.e-petrol.com.pl untuk update harga BBM di Polandia). Mahal ya? Awal-awal datang ke Polandia saya pun hanya bisa geleng-geleng kepala ketika melihat harga BBM di berbagai pom bensin di Warsawa. Padahal ini masih jauh dari yang termahal di Eropa lho.

Memangnya negara mana yang termahal? Berdasarkan update bulan April 2012 di situs http://www.mytravelcost.com/petrol-prices/, inilah 10 negara di dunia dengan BBM termahal: Turki (1.97 Euro atau sekitar Rp 23.700/liter), Norwegia, Italia, Belanda, Denmark, Yunani, Swedia, Belgia, Hong Kong, Portugal (1.77 Euro atau sekitar Rp 21.300/liter). Tuh kan, hampir semuanya negara Eropa! Jangan heran kalau biaya hidup di Eropa itu tinggi, wong harga bahan bakarnya juga yang termahal di dunia. Di kawasan Eropa, harga BBM yang relatif lebih murah ada di Rusia.

Indonesia jelas punya kebijakan nasional yang berbeda dalam hal fuel pricing ini, karena Indonesia memberikan subsidi untuk BBM. Memang ada beberapa negara lain yang juga memberikan subsidi BBM, yaitu Venezuela, Saudi Arabia, Mesir, Burma, Malaysia, Kuwait, Trinidad dan Tobago, Brunei, Mexico, dan Bolivia. Bisa ditebak, kebanyakan dari mereka adalah negara-negara dengan kekayaan 聽minyak bumi yang berlimpah. Misalnya di Saudi Arabia, negara dengan cadangan minyak terbesar di dunia, BBM dijual cukup dengan harga 0.15 Euro/liter atau Rp 1.800/liter. Selain itu, kondisi politik di negara tertentu juga memainkan peranan penting. Contohnya Venezuela, sebagai negara dengan harga BBM paling murah saat ini (hanya 0.02 Euro/liter atau sekitar Rp 241/liter!) Harga minyak yang luar biasa murah tersebut lebih disebabkan karena kebijakan Presiden Hugo Chavez yang beraliran sosialis dan menerapkan subsidi BBM super besar untuk menentramkan rakyatnya dari kekacauan politik.

Dengan adanya subsidi ini, Indonesia sendiri masih masuk Top 20 BBM termurah di dunia. Sayangnya, tingkat produksi minyak mentah di Indonesia terus menurun setiap tahun (tahun 2011 hanya sekitar 900.000 barel/hari) bahkan sekarang Indonesia telah menjadi net importer alias pembeli minyak olahan dari luar negeri. Belum lagi beban subsidi yang terus membengkak dan memberatkan keuangan negara.

Mahal vs Murah = Dihindari vs Diincar

Balap Sepeda di Polandia ketika European Car Free Day. Photo credit: http://www.rower.byd.pl

Sudah merupakan hukum ekonomi dan sifat alami manusia: kalau barangnya mahal, pasti dihemat-hemat, bahkan kalau bisa dihindari pemakaiannya. Begitu juga di Eropa, sepertinya salah satu pendorong kemajuan dan kenyamanan transportasi umum di Eropa ini adalah harga BBM-nya yang mahal itu. Bahkan di beberapa ibukota Eropa seperti Amsterdam (Belanda) dan Kopenhagen (Denmark), para penduduknya terkenal lebih memilih naik sepeda daripada naik mobil pribadi untuk transportasi sehari-hari.

Di Polandia, saya pun menikmati betul pelayanan kendaraan umumnya yang nyaman dan handal ini. Saya sering melihat para wanita Polandia dengan gaya trendi atau staf kantor dengan dandanan jas rapi menggunakan transportasi umum. Banyak orang Polandia, terutama anak-anak sekolah, yang tidak sungkan naik bus, tram atau metro Warsawa meskipun sebenarnya di rumah mereka punya mobil. Ternyata, mahalnya BBM ini memang membuat orang bertindak lebih ramah lingkungan, disadari atau tidak.

Di lain pihak, kalau barangnya murah, pasti orang cenderung boros. Contohnya di Saudi Arabia, karena begitu murahnya bensin dan kayanya penduduk di sana, banyak mobil mewah berselinder besar (yang artinya tidak hemat bensin) berlalu-lalang di jalanan. Bensin murah juga menjadi incaran banyak orang. Sudah bukan rahasia lagi bahwa BBM premium bersubsidi di Indonesia justru turut dibeli oleh orang-orang kaya bahkan kaum ekspatriat. Bahkan yang lebih parah, BBM murah tersebut menjadi komoditas yang diselundupkan ke Filipina dan Singapura. Perihal penyeludupan BBM lebih murah ini memang bukan masalah Indonesia saja. Di daerah perbatasan USA-Mexico, banyak pihak yang rela menyeberang sesaat ke Mexico demi membeli BBM subsidi yang lebih murah, padahal BBM di Mexico itu aslinya dibeli oleh pemerintah Mexico juga dari USA.

Sering Naik vs Jarang Naik = Lebih Nerimo vs Rusuh Banget

Harga petrol atau gasoline di Eropa memang tergantung pada harga pasar, sehingga harganya bisa berfluktuasi naik/turun setiap hari. Variasi harga ini semakin ramai karena pom bensin yang berbeda dapat memberikan harga jual BBM yang berbeda (meskipun beda-beda tipis per liternya, tetapi kerasalah kalau beli banyak). Layaknya di Indonesia, di Polandia juga ada beberapa pom bensin atau fuel retailer seperti Orlen, BP, StatOil, LukOil, Bliska, atau Lotos. Di Polandia, sebagai wujud sensitivitas harga, orang banyak memanfaatkan portal internet untuk mencari tahu di gas station mana yang memberikan harga petrol/bensin atau diesel/solar termurah saat itu (salah satunya, bisa dicek http://www.cenapaliw.pl/)

Aksi protes nan tertib dari pengendara mobil di Polandia, Januari 2012. Photo credit: Gazeta Wyborcza

Selama di Polandia, saya tidak pernah mendengar ada demo besar-besaran tentang kenaikan harga BBM. Baru聽 satu kali saya mengetahui ada protes terorganisir dari para pengendara mobil di Polandia, yaitu pada tanggal 28聽 Januari 2012, karena harga BBM di Polandia yang terus melonjak naik. Mereka ingin agar pemerintah Polandia mengintervensi harga jual BBM agar bisa turun. Tetapi cara protesnya sama sekali tidak rusuh, dimana para pengendara tersebut konvoi dengan kecepatan super lambat di jalan-jalan utama di kota Warsawa dan Lodz sehingga arus lalu lintas jadi padat merayap selama 2-4 jam. And that’s it, nggak ada aksi anarkisnya sama sekali. Bahkan kalau saya tidak baca berita, saya tidak tahu ada aksi protes semacam ini saking tertibnya. Beritanya bisa dibaca di sini.

Intinya sih, saya perhatikan orang Eropa lebih bisa nerimo alias lebih pasrah menerima kenaikan harga BBM yang mengikuti harga pasar. Tidak ada unjuk rasa yang berujung rusuh khusus untuk masalah BBM ini, yang menonjol adalah usaha penghematannya.

Sementara di negara-negara yang memberikan subsidi BBM, suasananya berbeda sekali. Sekalinya ada rencana pengurangan subsidi yang mengakibatkan harga BBM akan naik, mayoritas rakyat pun memprotes keras dan terjadilah kericuhan politik ekonomi. Ini ternyata bukan kasus di Indonesia semata. Beberapa contoh kekacauan di negara lain akibat rencana kenaikan BBM bisa dibaca di Wikipedia:

  • Pada bulan Januari 2012, rakyat Nigeria beramai-ramai mogok kerja selama 8 hari dan menyebabkan kekacauan besar ketika pemerintahnya berencana menaikkan harga BBM subsidi dari US$0.406/liter menjadi US$0.88/liter. Akhirnya pemerintah Nigeria mencari jalan tengah dengan menaikkan BBM hanya menjadi US$0.6/liter.
  • Pada bulan Desember 2010, pemerintah Bolivia berencana menghapuskan subsidi BBM di negara mereka yang telah berjalan selama 7 tahun. Mendengar harga BBM akan naik 83%, rakyat Bolivia pun mengadakan demo dan pemogokan secara meluas. Akhirnya rencana kenaikan BBM itu pun dibatalkan.

Lain Ladang Lain Belalang

Indonesia ternyata memang nyaris tidak ada samanya dengan Eropa dalam hal BBM ini. Kebijakan fuel pricing-nya beda, dampak dan respon masyarakatnya di dalam kehidupan sehari-hari juga berbeda. Jelas bukan perbandingan apple-to-apple. Yah, ini sekedar catatan untuk mengetahui seberapa prinsip perbedaan tersebut, sehingga kita bisa yakin bahwa Eropa tidak bisa dijadikan acuan rasionalisasi bila ada rencana perubahan harga BBM di Indonesia. Namun posting ini juga ingin menunjukkan bahwa setiap sistem atau kebijakan punya kelemahan dan kelebihannya masing-masing. Dan kelemahan itu terbisik pelan di hati, 鈥Indonesiaku, akankah engkau rusuh lagi di 6 bulan mendatang?鈥

Batik Pun Hadir di Telur Paskah Polandia

Hari ini, 8 April 2012, umat Kristiani di seluruh dunia merayakan hari raya Paskah. Paskah di Polandia sendiri adalah peristiwa yang menarik untuk dialami atau diamati, terlepas dari apapun agama kamu, karena begitu kental dan meriahnya tradisi di Polandia terkait dengan hari raya ini. Saya sudah pernah menulis kisahnya di catatan sebelumnya (baca: Tradisi Paskah di Polandia).

Kalau Natal identik dengan pohon Natal, perayaan Paskah identik dengan telur paskah. Nah, ini ada suatu hal menarik yang pernah saya lihat tentang telur paskah Polandia. Mungkin kamu sudah tahu bahwa telur paskah dalam bahasa Polandia disebut pisanki. Pada saat menjelang Paskah, di Polandia ada banyak bazaar yang menjual dekorasi paskah termasuk pisanki ini. Nah, di Easter Fair tahun 2011 lalu saya pernah menemukan pisanki yang dihias dengan teknik batik. Semakin yakin itu batik karena memang telur paskah itu dipampang dengan keterangan “BATIK EASTER EGGS“, lebih tepatnya “Batik Easter Eggs from Suwa艂ki Hand Made” Tidak percaya? Lihat fotonya yang sempat saya ambil di bawah ini…

!

Ini dia telur paskah batik ala Polandia!

Sebagai orang Indonesia, saya jelas surprised dan bangga dong melihat ada nama ‘Batik’ tertera di telur paskah Polandia. Ya memang yang dimaksud Batik di atas hanyalah tekniknya, sedangkan motif atau polanya berasal dari region Suwa艂ki (suatu daerah di timur laut Polandia yang hampir berbatasan dengan Lithuania) yang memang tidak sama dengan motif batik Indonesia. Seperti bisa kamu lihat di gambar atas, ciri khas desain batik dari region Suwa艂ki ini adalah garis-garisnya yang membulat di ujungnya sehingga seperti air mata (tear-shaped).

Saya baca penjelasan dari seorang kurator dari Museum Etnografi di Wroc艂aw bahwa Batik memang merupakan teknik menghias telur yang sudah dikenal luas di Polandia bahkan di sepenjuru Eropa. Proses membatik untuk dekorasi telur pada dasarnya sama dengan proses membatik pada kain: sama-sama menggunakan lilin (namun untuk dekorasi telur ini, lilin yang digunakan adalah molten beeswax), sama-sama menggunakan alat khusus seperti canting untuk menorehkan lilinnya (tetapi yang dipakai di sini bukan canting beneran ya, bentuknya lebih seperti pena tajam atau jarum yang ditusuk ke suatu batang) dan sama-sama harus menempuh proses pencelupan yang berulang kali untuk mendapatkan warna dan desain yang diharapkan. Dan ternyata, telur batik paskah ini tidak hanya tradisi seni di region Suwa艂ki, tetapi juga ada di daerah-daerah lain di Polandia seperti region Hutsul, Opole, dan Rzesz贸w. Artikel selengkapnya bisa dibaca di sini.

Kejadian kecil ini membuat saya tersenyum. Ah, ternyata orang-orang Polandia tidak sungkan mengakui bahwa teknik mewarnai dengan lilin itu ya namanya memang ‘Batik’, dan entah mereka sadari atau tidak, Batik kan sudah ditetapkan UNESCO sejak 2 Oktober 2009 sebagai Intangible World Heritage dari Indonesia. Jadi siapa sangka, di Easter Fair Eropa malah kita bisa ketemu dengan sesuatu yang ‘Indonesia banget’ 馃檪

Sebagai penutup, Polandesian dengan tulus mau mengucapkan “Selamat Paskah” untuk kamu semua yang merayakannya, or as the Poles said to one another: Weso艂ego Alleluja!

Dalam Kegelapan… Menuju Piala Oscar

Ajang Academy Awards, atau yang lebih dikenal dengan Piala Oscar, memang telah sebulan berlalu. Perhelatan akbar para pekerja seni dan film tingkat dunia ke-84 itu telah digelar tanggal 26 Februari 2012 di Amerika Serikat. Namun ada catatan menarik yang menghubungkan Piala Oscar tahun ini dengan Polandia. Wah, apakah ada artis Polandia yang masuk nominasi? Even better! Salah satu film Polandia yang berjudul 鈥In Darkness鈥 (Polish: W ciemno艣ci) dinominasikan untuk kategori 鈥Best Foreign Language Film鈥!

Untuk Polandia yang relatif kurang terkenal karya-karya filmnya di kancah internasional, tentu ini prestasi yang membanggakan. Pantas saja sepanjang bulan Januari – Februari 2012, saya sering melihat film ini diputar di bioskop-bioskop Polandia, lengkap dengan tagline yang menarik perhatian: 鈥Polski Kandydat do Oscara鈥! Bahkan beberapa bioskop punya program 鈥榥onton bareng鈥 film ini untuk anak-anak sekolahan. Nama Agnieszka Holland sang sutradara film ini dan Robert Wieckiewicz sebagai pemeran utama film ini pun semakin melejit. Sebenarnya film ini bercerita tentang apa sih?

Dari judulnya sebenarnya bisa ditebak ini film drama serius, bukan komedi. Bahkan film ini berdasarkan pada peristiwa nyata yang terjadi di Polandia saat okupansi Nazi Jerman, pada masa Perang Dunia II. Film ini bercerita tentang Leopold Socha, seorang laki-laki Polandia di kota Lw贸w (sekarang: kota Lviv di Ukraina) yang menolong segerombolan pengungsi Yahudi dengan menyembunyikan mereka dalam selokan bawah tanah selama 14 bulan. Tidak heran bila poster film ini pun mengambarkan orang-orang yang mengintip dari bawah selokan (sewer). Orang-orang Yahudi itu berusaha menyelamatkan diri mereka karena tentara Nazi akan melancarkan aksi Holocaust dengan cara membunuh para penghuni Ghetto (perkampungan Yahudi) di Lviv atau membawa mereka ke kamp konsentrasi.

Awalnya si Leopold ini berusaha mengambil keuntungan dengan memungut biaya untuk jasa bantuannya. Namun apa yang bermula dari pamrih dan sifat oportunis, kemudian berubah menjadi hubungan yang kuat dan emosional antara si penolong dan yang ditolong. Film yang berdurasi selama 144 menit ini (lama banget ya, 2 jam lebih) memang berusaha menunjukkan karakter manusia yang sesungguhnya selama tragedi Holocaust. Nyatanya banyak orang yang berusaha 鈥榤engail di air keruh鈥 dengan memanfaatkan kekejian Holocaust untuk memperoleh uang. Demikian pula di antara para korban, ada yang tega mengkhinati keluarganya. Namun film ini juga menceritakan cinta seorang ayah yang sebenarnya takut mati, namun rela melakukan apa saja untuk menyelamatkan nyawa keluarganya.

Film ini merupakan produksi bersama Polandia, Kanada dan Jerman. Syutingnya dilakukan di berbagai kota, mulai dari Berlin, Leipzig, Lodz, Piotrkow Trybunalski dan Warsawa. Yang menarik, kebanyakan adegan memang disyut di selokan bawah tanah yang聽 sesungguhnya, bukan studio. Kebayanglah betapa sulitnya kondisi syuting tersebut, dan para aktor yang berasal dari berbagai negara pun harus bekerja sama lebih keras demi kelancaran produksi. Aslinya film ini di-shoot dalam bahasa Polandia, Yiddish, Ukraina dan Jerman, namun sang sutradara juga membuat versi bahasa Inggris untuk film ini karena dia memang menginginkan film ini mencapai audiens yang lebih luas.

So, apakah film 鈥淒alam Kegelapan鈥 dari Polandia ini berhasil memenangkan Piala Oscar? Nope, pemenang Film Berbahasa Asing Terbaik tahun ini diraih oleh film Iran berjudul 鈥A Separation鈥 yang disutradarai oleh Asghar Farhadi Kemenangan film Iran tersebut memang sudah banyak diprediksi oleh banyak kritis, sehingga sebenarnya publik dan para pecinta film di Polandia pun tidak terlalu berharap menang. Namun kebanggaan bahwa film Polandia bisa masuk nominasi Oscar tentunya tidak surut, bahkan membuat industri film di Polandia semakin percaya diri. Selamat untuk pekerja film Polandia! Untuk dunia film Indonesia, dengan sejarah Indonesia yang tak kalah menariknya untuk diangkat ke layar lebar, kunantikan saat-saat film Indonesia bisa masuk ajang nominasi Oscar鈥 entah kapankah itu鈥

Catatan terkait:

Untuk Yang Butuh Koneksi Mobile Internet di Polandia

Internet Rumah vs Internet Mobile

Salah satu keuntungan hidup di zaman internet ini adalah kemudahan berkomunikasi. Meskipun merantau jauh di negeri orang, dengan mudah dan nyaman kita tetap bisa menjalin hubungan dengan keluarga, teman dan kolega di tanah air. Ya, apalagi kalau bukan dengan menggunakan internet rumah (Polish: internet stacjonarny atau disebut juga internet w domu). Dari pengalaman saya, biaya pemakaian internet rumah di Polandia jauh lebih murah daripada di Indonesia. Tarif perbulannya pun flat dengan kecepatan tinggi, mulai dari 0,5 MB sampai 16 MB, bahkan ada provider yang bisa sampai 32 MB. Hanya saja semua penyedia jasa home internet di Polandia ini mengharuskan kontrak perdana 12 bulan atau 24 bulan, jadi memang cocoknya untuk pemakaian jangka panjang. Kalau kamu akan menetap atau tinggal di Polandia selama lebih dari setahun, ya rugi banget kalau tidak memanfaatkan jasa internet rumah yang murah meriah dan handal ini.

Tetapi bagaimana untuk rekan-rekan yang akan mengunjungi Polandia hanya untuk beberapa hari atau beberapa minggu (jangka pendek) tetapi tetap membutuhkan akses internet yang bagus? Apa harus bolak-balik ke warnet atau ke caf茅 untuk cari wifi atau hotspot gratisan? Jangan-jangan di Polandia sudah tidak ada lagi warnet (warung internet), saking sudah umumnya orang sini punya akses internet di rumah masing-masing? Hahaha, ada kok warnet di Polandia ini, tetapi memang sedikit sekali. Kalau di Warsawa, paling adanya di Metro Centrum atau di dekat Politechnika. Kalau free wifi/hotspot banyak tersedia di berbagai cafe dan restoran termasuk restoran fast food seperti di banyak cabang KFC, Burger King atau McDonalds di Polandia.

Nah, kebetulan baru-baru ini ada pertanyaan yang masuk ke Polandesian mengenai hal ini, termasuk di dalamnya kemungkinan memakai mobile internet di Polandia (bahasa Polandianya: internet mobilny atau dikenal juga dengan sebutan internet na kart臋). Itu lho, internet-an via ponsel atau pakai USB modem yang diisi SIM Card handphone. Sekarang di Indonesia model mobile internet seperti itu sudah umum kan? Sepertinya hampir semua provider GSM di Indonesia sudah menyediakan jasa ini, misalnya 3 Data, Telkomsel Flash, XL HotRod 3G, IM3 Seru, dll. Jadi sekalian saja saya coba ulas mengenai hal ini dan kasih rekomendasi.

Seluk Beluk Internet Mobile di Polandia

Kalau kamu bawa ponsel dari Indonesia, belum tentu jaringannya berfungsi dengan normal di Polandia ini. Seperti misalnya HP Blackberry seorang rekan dari Indonesia yang pernah berkunjung ke Warsawa, ternyata fungsi Blackberry Internet Service dan Blackberry Messenger-nya tidak beroperasi di Polandia ini (baru bisa kalau ada wifi). Tentunya ini merepotkan dan bisa jadi kendala untuk yang harus sering-sering mengirim berita ke Indonesia.

Kalau mau nyaman dan rela mengeluarkan sedikit biaya, ya sebaiknya beli SIM Card dari provider lokal di Polandia yang bisa untuk internet-an juga. Bahkan kalau mau lebih nyaman, beli sekalian paket starter-nya yang dibundel dengan USB modem agar bisa dipakai di laptop kamu. Dijamin dengan cara ini nggak perlu repot-repot lagi cari warnet atau wifi gratisan hehehe鈥

Sama seperti di Indonesia, hampir semua provider GSM di Polandia juga sudah menyediakan jasa prepaid mobile internet ini misalnya Play, Plus, T-Mobile, Orange, atau Heyah. Umumnya SIM Card prabayar ini dijual di berbagai kios, minimarket/supermarket atau outlet providernya langsung. Secara umum, SIM Card untuk ponsel di Polandia disebut 鈥karta startowa鈥. Kalau yang juga bisa untuk internet, lebih spesifiknya disebutinternet na kart鈥. Tapi intinya sih sama-sama SIM Card untuk handphone.

Bingung Mencari dan Memilih Provider Internet Mobile?

Ini dia rekomendasi saya tentang 3 provider internet mobile prabayar di Polandia yang lumayan bisa dihandalkan, berikut harga, kuota dan cara mendapatkannya. Untuk harganya, 1 PLN (1 Zloty) kira-kira setara dengan Rp 3000,- Semoga berguna ya bagi teman-teman Indonesia yang sedang cari-cari info mengenai koneksi internet di Polandia untuk jangka pendek.

1. PLAY: Play Online na kart
Pilihan terbaik untuk menggunakan mobile internet di berbagai kota besar di Polandia! SIM Card prabayarnya (yang bisa untuk telepon sekaligus internet) dikenal dengan nama “Play Online na kart臋”. Provider ini beroperasi pada frekuensi HSPA/HSPA+ 900/2100MHz. Jadi kalau kamu sudah punya modem yang men-support frekuensi ini, coba saja pakai modem punya kamu sendiri.

Berapa harganya? Kamu bisa memilih untuk membeli hanya SIM Card-nya saja, atau paket lengkap SIM Card + modem. Ini rinciannya:

  • SIM Card seharga 9 PLN (berisi pulsa 9 PLN dan kredit/kuota awal internet sebesar 300 MB) berlaku untuk 7 hari.
  • SIM Card seharga 19 PLN (berisi pulsa 19 PLN dan kredit/kuota awal internet sebesar 1 GB) berlaku untuk 30 hari.
  • Paket SIM Card + modem seharga 129 PLN. SIM Card-nya berisi pulsa 19 PLN dan kuota awal internet 1 GB yang berlaku untuk 30 hari, sedangkan modemnya adalah modem Huawei E173-u2.

Dimana membelinya? SIM Card atau starter kit Play seperti di atas bisa dibeli di berbagai outlet Play (di Polandia, outlet GSM itu disebut 鈥榮alon鈥, jadi cari saja yang namanya 鈥淪alon Play鈥). Tempat termudah kalau kamu di Warsawa, carilah di shopping mall C.H Zlote Tarasy (mall ini terletak di samping stasiun KA utama 鈥淲arszawa Centralna鈥). Di dalam mall ini ada beberapa toko yang menjual Play Online, yaitu di di toko buku Empik, toko elektronik Saturn, atau di Salon Play.聽 Tempat lainnya adalah di toko buku Empik di jalan Nowy 艢wiat 15-17, Warsawa. Kedua tempat tersebut buka setiap hari.

Setting internetnya? Tidak diperlukan username atau password. APN: internet.

Isi ulang pulsanya? Kalau habis pulsa, tinggal beli pulsa isi ulang (top-ups) di berbagai kios atau supermarket, miriplah seperti di Indonesia. Di Polandia, proses isi ulang pulsa hp disebut 鈥do艂adowania鈥. Top-ups dimulai dari 5 PLN (150 MB, berlaku 3 hari), 10, 20, 30, 50, 75, sampai 125 PLN (15 GB, berlaku 120 hari).

Info lebih lengkapnya bisa dicek di website mereka langsung (unfortunately, only in Polish) http://www.play.pl/pl/oferta/internet/internet-na-karte/opcje/index.html

2. PLUS
Pilihan yang juga baik untuk ber-internet ria via handphone kamu, apalagi jika kamu mau聽 travelling sampai ke kota-kota kecil di Polandia. Jaringan Plus memang telah menjangkau sampai ke berbagai pelosok Polandia. Tetapi kabarnya masih kalah dibanding Play dalam hal transfer data.

Berapa harganya? Ada berbagai pilihan harga untuk membeli SIM Card Plus. Yang penting diingat, jangan lupa mengaktifkan terlebih dahulu paket mobile internet iPlus dengan menekan kode aktivasi tertentu agar lebih hemat, yaitu sebagai berikut:

  • 9 PLN untuk kuota 150 MB, berlaku 31 hari, kode aktivasi: *136*11*11# (otomatis diperpanjang setelah masa berlaku habis, untuk deaktivasi: *136*00*11#)
  • 15 PLN untuk kuota 500 MB, berlaku 31 hari, kode aktivasi: *136*11*12# (otomatis diperpanjang setelah masa berlaku habis, untuk deaktivasi:*136*00*12#)
  • Untuk mengecek sisa pulsa: *136#

Kalau tidak mengaktifkan paket iPlus di atas atau lupa mengisi ulang pulsa selama masa berlaku belum habis, maka kamu bisa terkena tarif regular akses internet sebesar 5 PLN per 1 MB yang tentunya jadi boros.

Setting internetnya? Sejauh ini, Plus tidak menjual paket SIM Card + modem. Jadi kamu bisa pasang SIM Card Plus yang saya sebutkan di atas pada USB modem yang universal (tanpa sim-lock). Setting internetnya tidak memerlukan login atau password. APN: Internet atau http://www.plusgsm.pl (tidak ada bedanya).

Dimana membelinya? Ada di berbagai kios, minimarket atau Salon Plus. Kalau ingin membeli SIM Card Plus, katakan saja 鈥渒arta startowa Plus鈥

Info lebih lengkapnya bisa dicek di website mereka langsung (again, only in Polish) http://internet.plus.pl/indywidualni/internet-w-telefonie/internet-w-telefonie-w-plus-na-karte

3. Blueconnect dari T-MOBILE

T-Mobile adalah salah satu provider GSM di Eropa yang dulu bernama Era. Saat ini T-Mobile telah meluncurkan produk SIM Card prabayar yang ditujukan khusus untuk akses mobile internet bernama 鈥淚nternet na karte Blueconnect鈥. Blueconnect ini beroperasi di frekuensi HSPA+/HSPA 2100MHz, maupun GPRS/EDGE 900/1800MHz. Jangkauan dan kinerja T-Mobile kurang lebih sama dengan Plus.

Berapa harganya? Tarif regular mobile internet Blueconnect ini adalah 0.30 PLN per 1 MB. Kamu bisa memilih untuk membeli hanya SIM Card-nya saja, atau paket lengkap SIM Card + modem. Ini rinciannya:

  • SIM Card seharga 25 PLN berisi pulsa 25 PLN dan kuota awal 500 MB, berlaku 30 hari.
  • SIM Card seharga 50 PLN berisi pulsa 50 PLN dan kuota awal 2 GB, berlaku 30 hari.
  • Paket SIM Card + modem seharga 199 PLN. SIM Card berisi pulsa 50 PLN yang berlaku untuk 30 hari, sementara modemnya adalah modem Huawei E173.

Setting internetnya? Username: internet, password: internet, APN: internet

Dimana membelinya? SIM Card maupun modemnya bisa dibeli di outlet-outlet T-Mobile. Kalau di Warsawa, ada di shopping mall seperti Z艂ote Tarasy, Galeria Mokotow, Arkadia. Tetapi untuk pulsa isi ulangnya, bisa dibeli di berbagai kios dan supermarket mulai dari 25 PLN (500 MB, berlaku 30 hari), 50, 100 sampai 150 PLN (2 GB, berlaku 30 hari).

Info lebih lengkapnya bisa dicek di website mereka langsung (lagi-lagi dalam bahasa Polandia) http://www.t-mobile.pl/pl/indywidualni/internet/komputer/starter

Okay deh, demikianlah seluk beluk dan rekomendasi Polandesian tentang koneksi internet mobile di Polandia. Mungkin nggak akan dibaca oleh banyak orang, tetapi semoga berguna untuk yang membutuhkan info ini 馃檪

Cari Kerja Apa di Polandia?

Beberapa waktu lalu ada komentar dan email yang masuk ke Polandesia, intinya menanyakan tentang kesempatan kerja bagi orang Indonesia di Polandia. Well, saya bukan agen/penyalur聽 tenaga kerja jadi jelas saya tidak akan dan tidak bisa menawarkan lowongan kerja apapun di Polandia ini. Yang bisa saya share adalah pengetahuan dan pengamatan saya selama tinggal di Polandia terkait hal ini. Postingan ini tentunya tidak ditujukan untuk rekan-rekan Indonesia yang memang ditempatkan/ditugaskan bekerja di Polandia dari kantor pusat, melainkan untuk mereka yang berencana pindah/menetap ke Polandia karena akan menikah dengan orang Polandia atau memang sedang berpikir-pikir untuk merantau sendirian guna mencari kerja secara independen di negara bekas komunis ini.

Szukam pracy, bahasa Polandia yang berarti "saya mencari pekerjaan"

The bad news is, lapangan kerja yang tersedia di Polandia untuk orang Asia pendatang terbilang minim, apalagi kalau kamu berharap kerja kantoran. Pendidikan tinggi yang kamu dapatkan di akademi/universitas di Indonesia sangat mungkin tidak diakui atau tidak berguna di Polandia untuk mendapatkan kerja di sini, sekalipun kamu jago berbahasa Inggris. Hal ini disebabkan kantor-kantor bisnis di Polandia lebih memilih/memprioritaskan warga setempat atau kalaupun orang asing, orang asing tersebut harus bisa berbahasa lokal (bahasa Polandia). Intinya, kalau kamu di Indonesia sudah mempunyai pekerjaan mapan sebagai karyawan perkantoran atau wanita karier, sekalinya kamu pindah ke Polandia karena mengikuti istri/suami kamu yang merupakan warga Polandia, maka dengan pahit saya pastikan bahwa kecil sekali kemungkinannya kamu tetap bisa bekerja di perkantoran apalagi bila kamu tidak tinggal di kota besar di Polandia.

Bahkan kalau kamu lulusan dokter/dokter gigi/perawat dari Indonesia, pendidikan medis kamu sayangnya tidak berlaku di Polandia karena jenis-jenis penyakit di daerah tropis jauh berbeda dengan daerah sub-tropis, selain tentunya kendala bahasa tadi. Begitu juga untuk pekerjaan-pekerjaan semacam pelayan restoran/cafe, pelayan supermarket, kasir, cleaning lady atau babysitter yang termasuk low-skilled jobs, biasanya yang dicari adalah orang yang bisa berbahasa Polandia karena kebanyakan konsumennya ya adalah orang setempat.

Beberapa penduduk Polandia sedang mencari lowongan kerja (Polish: oferty pracy) di kantor tenaga kerja setempat. Di negara manapun, orang-orang harus berjuang mencari pekerjaan. Photo credit: strefabiznesu.echodnia.eu

Kalau saya perhatikan orang-orang Asia yang bisa survive di Polandia,聽 maksudnya bisa mendapatkan pekerjaan dan memang ada work demand-nya di sini, adalah para pedagang skala kecil menengah (entrepreneur) atau profesional independen yang uniknya berhubungan dengan nuansa oriental. By ‘oriental’ notion, I mean such as yoga, spa/massage ala oriental, akupuntur, bahan makanan/bumbu-bumbu/kuliner Asia, dan hal-hal lain yang bercirikan Asia. Jadi dari yang saya amati, keberuntungan kerja orang Asia termasuk orang Indonesia di Polandia adalah menjadi:

  • Koki/chef di restoran yang meyajikan menu masakan Asia
  • Trainer/pelatih yoga atau pilates (lebih menyakinkan lagi kalau kamu punya sertifikasi mengajar dan pengalaman kerja sebelumnya di bidang ini)
  • Praktisi akupunktur (tentunya butuh sertifikasi bahwa kamu telah menempuh pendidikan/pelatihan khusus di bidang ini)
  • Masseuse atau pemijat di spa (bisnis spa untuk kecantikan dan kesehatan di Polandia memang sedang naik daun)
  • Pemilik restoran Asia atau spa oriental (kabarnya peraturan di Polandia mengharuskan orang asing untuk mempunyai partner lokal dalam rangka membuka suatu bisnis di negaranya, selain tentunya pemilik bisnis seperti ini harus mempunyai modal besar)
  • Pengajar bahasa Inggris di tempat les bahasa atau TK/SD setempat. Tantangannya, si employer tentunya lebih memilih native speaker dari UK atau USA. Jadi kalau tertarik mencari peruntungan di bidang ini, sebaiknya milikilah sertifikasi internasional untuk mengajar bahasa Inggris (misalnya sertifikasi CELTA – Certificate in English Language Teaching to Adults) dari institusi terpercaya di Indonesia sebelum datang ke Polandia. Tetapi kalaupun tidak, kamu masih bisa mengambil sertifikasi mengajar ini di Polandia, tepatnya di Bell Schools di Warsawa atau British Council di Krakow.
  • Wedding photographer (secara independen atau freelance). Saya sering lihat pasangan pengantin Polandia yang mencari jasa ini. Banyak di antara mereka yang聽 lebih memilih fotografer independen untuk menekan biaya. Kalau kamu jago fotografi dan sudah mengenal beberapa spot/lokasi yang menarik untuk latar belakang foto-foto pre-wedding di Polandia, bisa coba pasang iklan jasa kamu di internet atau tawarkan dari mulut ke mulut.
  • Konsultan IT honorer untuk perusahaan consulting multinasional yang memang melayani klien-klien asing (bukan klien domestik). Sayangnya kesempatan ini sangat terbatas dan biasanya hanya untuk proyek IT tertentu, juga biasanya hanya ada di kota-kota聽 besar.
  • Catering kue ulang tahun. Kalau kamu pintar memasak, apalagi membuat kue-kue tart atau cup cakes yang cocok untuk pesta ultah anak-anak, bisa mulai jasa catering dari聽 rumah. Di Polandia ini, sangat umum setiap dapur rumah punya oven yang bagus untuk memanggang kue, tidak seperti di Indonesia dimana oven masih menjadi perkakas dapur yang eksklusif. Namanya juga catering rumahan, waktu kerjanya tergantung pesanan/order dan pemasarannya via blog di internet. Saya kenal seorang wanita asing (non-Polandia) yang memulai bisnis kue tart rumahan di Warsawa lewat cara ini, awalnya produknya ditawarkan untuk kalangan keluarga ekspat (English-speaking people) di Warsawa karena dia sendiri belum lancar berbahasa Polandia. Ketika semakin ramai ordernya baru dia menggandeng temannya yang orang Polandia untuk berkomunikasi dengan calon klien lokal yang berbahasa Polandia. Kebayang kan maksud saya?

Kalau dicermati lebih lanjut, bidang-bidang di atas umumnya bukan hasil pendidikan akademisi yang tinggi, tetapi lebih merupakan hobi yang ditekuni atau hasil dari pelatihan dan sertifikasi khusus. Jangan lupa pula, seiring dengan semakin lamanya kamu akan menetap di Polandia, semakin mutlak kebutuhan kamu untuk belajar bahasa Polandia. Sesulit-sulitnya bahasa Polandia ini, lebih repot lagi hidup kamu di sini bila tidak menguasai bahasanya. Pesan ini untuk yang akan tinggal lama di Polandia ya, kalau cuma untuk jangka pendek mah masih bisa survive-lah dengan bahasa Polandia pas-pasan.

Jadi itulah catatan saya mengenai kesempatan kerja independen bagi orang Asia di Polandia. Semoga memberi gambaran dan bekal persiapan untuk rekan-rekan Indonesia yang sedang berpikir untuk pindah for good ke Polandia. Memang pepatah mengatakan “ada kemauan pasti ada jalan“, tetapi ingat juga bahwa “gagal untuk mempersiapkan berarti siap untuk gagal“, jadi ya… kemauan (tekad) dan persiapan matang (kerja keras/keuletan) pada akhirnya memang kunci untuk sukses di manapun, apalagi untuk berhasil di negeri orang.

Lagi-lagi Berduka

Tahun 2010, tepatnya 10 April 2010, Polandia sebagai suatu bangsa pernah mengalami cobaan berat. Pesawat kepresidenan Polandia mengalami kecelakaan di wilayah Smolensk, Rusia dan membunuh 96 penumpangnya, termasuk presiden Polandia saat itu Lech Kaczynski, ibu negara Maria Kaczynska, dan para pejabat negara penting lainnya termasuk beberapa pimpinan militer dan anggota parlemen Polandia. Selama satu minggu penuh di bulan April itu, seluruh bangsa Polandia dirundung duka yang mendalam.

Kini suasana yang sama kembali terasa, dan sama-sama disebabkan oleh kecelakaan transportasi. Pada hari Sabtu malam, 3 Maret 2012, sekitar pukul 21:15 waktu setempat, terjadi tabrakan kereta api di wilayah Szczekociny di bagian selatan Polandia yang menewaskan 16 orang dan membuat 58 orang terluka berat. Meskipun skalanya tidak sebesar tragedi Smolensk yang saya ceritakan di atas, peristiwa ini merupakan kecelakaan kereta api yang terparah di Polandia selama lebih dari 20 tahun terakhir. Tak urung Presiden Polandia saat ini Bronislaw Komorowski, dan Perdana Menteri Donald Tusk langsung mengunjungi tempat kejadian pada keesokan paginya bersama tiga menteri kabinet lainnya.

Tabrakan Maut Dua Kereta Api Polandia

Tabrakan ini terjadi antara dua KA yang berjalan di atas satu rel yang sama dari arah berlawanan. Yang satu KA dari Warsawa mau menuju Krakow, yang satu lagi KA dari Przemysl mau menuju Warsawa. Di daerah Szczekociny, kedua KA yang kabarnya sedang melaju dengan kecepatan tinggi (100-120 km/jam) akhirnya bertabrakan. Para penduduk di sekitar lokasi kecelakaan mengatakan tabrakan itu terdengar seperti ledakan bom yang luar biasa keras. Total kapasitas kedua KA adalah 350 penumpang di dalam 10 gerbong. Dampak terparah dari tabrakan ini terlihat pada 3 gerbong yang ringsek berat bahkan terbelah dua. Sejauh ini masih diberitakan upaya-upaya penyelamatan dan pencarian korban, namun sudah 16 orang yang dipastikan meninggal dan 58 orang yang terluka serius.

Tabrakan KA maut di Polandia pada tanggal 3 Maret 2012, telah membuat pemerintah Polandia menyatakan masa Berkabung Nasional selama 2 hari. Photo kredit: http://www.wiadomosci.wp.pl

Yang pertama-tama ditanyakan semua orang pastilah “How could this happen?” Bukankah sudah ada pengaturan agar setiap KA mempunyai jalur rel-nya sendiri selama durasi perjalanannya? Usut punya usut, ternyata pada hari itu ada perbaikan rel KA di stasiun Szczekociny, sehingga KA Warsawa-Krakow pindah jalur ke jalur rel yang tidak seharusnya yaitu jalur rel yang sama dengan KA Przemysl-Warsawa yang juga sedang beroperasi saat itu, sehingga terjadilah kecelakaan tragis itu. Selain warga Polandia, juga diberitakan ada warga negara lain yang menjadi korban meninggal yaitu seorang wanita Amerika聽 dan seorang Ukraina.

Berkabung Nasional karena Kecelakaan Transportasi

Presiden Polandia akhirnya menetapkan hari Berkabung Nasional (Polish: 呕a艂oba narodowa) selama 2 hari, yaitu tanggal 5-6 Maret untuk mengenang tragedi ini. Jadilah selama 2 hari ini mulai terlihat bendera-bendera yang dipasang setengah tiang dengan pita-pita hitam yang diikat di bawahnya. Begitupula stasiun-stasiun TV di Polandia masih ramai memberitakan update terbaru seputar kecelakaan ini.

Kalau di Indonesia, dimana jumlah penduduk dan wilayahnya jauh lebih besar dari Polandia, kecelakaan dengan korban ’16 warga sipil’ pastinya tidak akan masuk hitungan untuk mengumumkan hari berkabung nasional, apalagi sampai 2 hari. Beritanya pun bisa jadi muncul di TV cukup untuk 1-2 hari. Jangankan Presiden, Menteri Perhubungan saja belum tentu meyempatkan diri berkunjung ke TKP. Hal yang sangat berbeda dengan kondisi Polandia saat ini, dimana magnitude ’16 orang korban’ dari kecelakaan KA ini sudah cukup membuat Presidennya berkunjung ke lokasi dan tidak lama kemudian mengumumkan hari berkabung nasional. Memang mungkin saja hal ini ada kaitannya dengan pencitraan Polandia yang akan menjadi host Piala Eropa 2012 yang bergengsi. Pastinya juga karena warga Polandia jauh lebih sedikit daripada Indonesia (Polandia hampir 40 juta penduduk, sementara Indonesia sudah lebih dari 200 juta orang) sehingga kecelakaan sebesar ini menjadi sorotan publik bahkan dunia.

Namun lebih jauh lagi menurut saya, hal ini juga menjadi salah satu indikator bahwa kondisi perkeretaapian atau transportasi di Polandia sudah jauh lebih baik dari Indonesia, dan yang lebih penting lagi bagaimana Polandia lebih menghargai nyawa penumpang transportasi di negaranya. Di Indonesia, mana pernah ada hari berkabung nasional yg ditetapkan karena kecelakaan transportasi, apalagi yang jumlah korban meninggalnya ‘cuma’ belasan orang. Jadi dalam bidang transportasi, separah-parahnya pemberitaan kecelakaan KA umum di Polandia ini, dengan miris saya menyadari masih lebih parah dan lebih terbengkalai kondisi transportasi umum di Indonesia. Pada akhirnya, catatan duka ini saya tutup dengan doa saya untuk para keluarga korban di Polandia, juga聽 harapan besar agar kondisi transportasi umum di Indonesia bisa membaik bahkan mendapat perhatian lebih dari pemerintah…