Arsip Blog

Cari Daging? Di Sini Tempatnya…

Tidak lengkap rasanya blog Polandesia ini bila tidak bercerita tentang ciri-ciri makanan khas Polandia. Yang namanya makanan khas suatu negara pasti terkait erat dengan kondisi geografis dan iklim di negara tersebut. Polandia, sebagai negara 4 musim dimana musim dinginnya sering keterlaluan lamanya, tidak mempunyai banyak pilihan sayur-mayur maupun buah-buahan. Hanya pada saat musim panas saja ada variasi sayur-sayuran yang muncul di pasar. Setelah itu kembali lagi ke wortel, kol, selada, seledri, bit, atau brokoli. So boring! I don’t know how vegetarians will survive here.

Begitu pula dengan menu ikan, karena sebagian besar wilayah Polandia terletak jauh dari lautan, ikan yang banyak dijual di pasaran bukanlah ikan segar, melainkan ikan beku atau ikan yang sudah diasapi. Enaknya di Polandia ini banyak dijual ikan salmon yang bergizi tinggi itu (bahasa Polandianya “łosoś” – dibacanya “wosos”), tidak enaknya harga ikan salmon di sini juga sangat mahal. Jadi yaa… tetap saja tidak bisa sering-sering beli.

Jadi apa dong makanan pokok orang Polandia? Kentang dan berbagai macam daging, terutama sosis! Yang namanya daging di Polandia itu, wah… berlimpah! Mulai dari daging ayam, daging kalkun, daging sapi, daging bebek, sampai yang paling populer… daging babi! Yang namanya daging itu mudah sekali ditemukan di berbagai supermarket dan pasar-pasar. Warna dagingnya pun begitu segar, apalagi di Polandia ini tidak ada lalat – jadi kita bisa yakin akan kebersihan daging tersebut meskipun belinya di kios-kios daging di pasar rakyat.

Tidak heran bila makanan khas Polandia umumnya mengandung daging (tetapi tidak semuanya dari daging babi lho!) dan tentunya berkalori tinggi. Jadi siap-siap saja bila berat badan bertambah atau kolesterol naik setelah menyantap suatu hidangan khas Polandia. Biasanya menu daging tersebut dimakan dengan kentang rebus dan salad. Untuk penawar makanan yang sarat daging itu, sering kali dipilih anggur merah (red wine) sebagai minumannya  Anggur merah kabarnya terkenal baik untuk menghambat penyerapan kolesterol jahat dalam tubuh dan mencegah kanker jantung.

Beginilah suasana toko daging (sklep miesny) di Polandia. Berbagai macam daging yang akan dijual dipajang di lemari pendingin. Photo credit: http://www.sklepmiesnymis.pl

Oh ya, untuk rekan-rekan Muslim yang tidak makan daging babi, tentunya perlu berhati-hati bila memilih daging. Bagusnya, di konter-konter daging baik di supermarket dan pasar-pasar di Polandia selalu ditulis keterangan jenis daging yang dijual. Ini memudahkan pembeli sehingga yakin tidak salah pilih, apalagi kalau penampilan dagingnya mirip, misalnya filet dada ayam yang susah dibedakan dengan filet dada kalkun.

Berikut kosa kata di dunia perdagingan Polandia yang perlu diingat supaya tidak salah beli.

Bahasa Indonesia Bahasa Polandia
Daging (meat) Mięso
Kalau lihat tulisan “sklep mięsny” itu berarti ”toko daging”
Daging ayam (chicken) Kurczak
Kalau lihat tulisan “filet z kurczaka” itu berarti ”filet ayam”
Daging kalkun (turkey) Indyk
Kalau lihat tulisan “filet z indyka” itu berarti ”filet kalkun”
Daging bebek (duck) Kaczka
Daging sapi (beef) Wołowina – sering disingkat ”woł.”
Kalau lihat tulisan ”polędwicza wołowe” itu berarti beef tenderloin atau ”daging has dalam sapi”. Selain itu, ada beberapa keterangan lain yang biasanya merujuk ke daging sapi misalnya:
- rostbef = roast beef
- szponder = beef sirloin
- antrykot = entrecote, atau rib eye steak
Daging sapi muda (veal) Cielęcina
Daging domba (lamb) Jagnięcina atau baranek
Kalau lihat tulisan” udziec jagniecy” itu berarti “bagian paha domba”
Daging kambing (mutton) Baranina
Daging babi (pork) Wieprzowina – sering disingkat ”wp.”
Kalau lihat tulisan ”mięsa mielonego z wieprzowiny” itu berarti ”daging giling babi”. Selain itu sering ditemui beberapa keterangan lain yang merujuk ke daging babi, misalnya:
- szynka = ham atau smoked beef dari daging babi
- boczek = bacon, bentuknya adalah daging yang disayat tipis-tipis
- schab = pork chop
- golonka = pork knuckle
Sosis Kiełbasa
Kiełbasa adalah sebutan umum untuk sosis ala Polandia, yang biasanya terbuat dari daging babi, atau campuran daging babi dan daging sapi. Kalau mencari sosis ayam, cari yang di kemasannya tertulis “kiełbasy z kurczaka”

Ketika saya mengeluh tentang iklim di Polandia yang sangat dingin, teman saya (seorang wanita Polandia separuh baya) dengan serius menyarankan saya untuk berpindah pola makan seperti orang Polandia. Maksudnya memperbanyak makan daging, kentang, dan salad juga sedikit-sedikit minum anggur (1 sloki per hari) untuk memperkuat pertahanan tubuh selama musim dingin ini. Ada betulnya juga, mungkin karena itu orang-orang Polandia ini sudah terbiasa menghadapi cuaca di negara mereka yang sering mendung dan dingin. Yang pasti, dari banyaknya ketersediaan daging dan kentang  di sini (kentang di Polandia banyak banget macamnya!), memang sudah terlihat gambaran makanan utama mereka.

Semoga catatan saya ini bermanfaat untuk yang akan mengarungi dunia perdagingan di Polandia :) Kapan-kapan catatannya akan saya lanjutkan dengan info mengenai sajian khas Polandia yang sering saya lihat maupun yang pernah saya coba.

Judul Film Bioskop Pun Ikut Diterjemahkan

Ini postingan pertama di tahun 2012, jadi sebelumnya Polandesia mau mengucapkan “Szczęśliwego Nowego Roku… Selamat Tahun Baru untuk semuanya, terutama yang sudah rajin baca blog ini :)

Kali ini mau bercerita sedikit tentang keunikan dunia per-bioskop-an di Polandia. Terpikir untuk menulis catatan dengan topik ini karena selama masa liburan Natal dan Tahun Baru kemarin, apabila malas bertarung dengan udara dingin di luar ruangan, banyak orang di Polandia yang memilih pergi nonton bioskop saja.

Bioskop-bioskop di Polandia sebenarnya tidak berbeda jauh dengan sinepleks 21 di Indonesia. Sama-sama media hiburan, seringkali terletak di dalam pusat perbelanjaan (shopping mall), penontonnya banyak yang nonton sambil ngemil popcorn dan soft drink, dan pastinya sama-sama harus beli tiket nonton dulu hehehe… Namun pilihan film di bioskop Polandia lebih bervariasi: selain film lokal (Polski film), ada juga berbagai film dari negara-negara Eropa lainnya maupun dari Amerika Serikat. Tidak sulit untuk menemukan film-film box office dari Hollywood di sini.

Nah sekarang mari kita lihat keunikannya. Unik di sini maksudnya berbeda dengan yang biasa berlaku di bioskop Indonesia, tetapi sebenarnya umum terjadi di dunia perbioskopan Eropa. Apa itu?

Film Bioskop Pun Di-dubbing!

Kalau di bioskop Indonesia, film asing biasanya diberikan subtitles atau teks terjemahan dalam bahasa Indonesia kan? Sehingga penonton lokal bisa mengerti dialog para aktor di film asing tersebut. Hal yang sama berlaku juga di bioskop Polandia: film-film non Polandia diberikan subtitles bahasa Polandia. Uniknya, untuk kategori film anak-anak maupun film remaja yang populer, tidak diberikan subtitles melainkan disulihsuarakan alias sepenuhnya di-dubbing dalam bahasa Polandia!

Sebenarnya ini hal yang wajar, tidak jauh berbeda dengan film kartun di TV yang di-dubbed ke bahasa lokal supaya anak-anak yang menonton bisa mengerti jalan ceritanya. Tetapi yang bikin bete, film-film seperti Harry Potter and the Deathly Hallows atau Alice in Wonderland pun termasuk dalam kategori harus disulihsuarakan sepenuhnya ke jezyk Polski! Huaaa… batallah saya nonton film-film fiksi-fantasi itu di bioskop!

Poster film Harry Potter and The Deadly Hallows dan Alice in Wonderland dalam bahasa Polandia

Jadi, untuk yang kemampuan bahasa Polandianya masih minim seperti saya, jangan lupa untuk selalu cek keterangan film tersebut sebelum beli tiketnya:

  • Film z napisami : film dengan subtitles atau teks terjemahan bahasa Polandia. Kalau filmnya memakai bahasa Inggris, masih bisalah pilih nonton film ini apalagi kalau filmnya film action. Contohnya yang sekarang sedang tayang: Mission Impossible-Ghost Protocol, Moneyball, atau Sherlock Holmes 2.
  • Film z dubbingiem : film yang sepenuhnya di-sulihsuara-kan ke bahasa Polandia. Ini jenis film yang saya ceritakan sebelumnya di atas. Berani nonton film tipe ini? :)

Judul Film Bioskop Pun Diterjemahkan!

Keunikan lainnya langsung terbaca saat melihat-lihat judul film yang sedang tayang di bioskop: semua judul film asing pun diterjemahkan dalam bahasa Polandia! Walhasil, kalau ingin nonton suatu film Hollywood tertentu, harus cari tahu dulu judul film dalam versi Polandianya. Ternyata ‘menerjemahkan judul film asing ke bahasa lokal’ bukanlah hal asing di negara-negara Eropa. Kalau kamu tinggal di Jerman, Spanyol, Prancis, Denmark, Finland, Norwegia, Rusia, atau negara Eropa lainnya pasti juga akan menemui hal ini.

Film "Friends With Benefit" yang dibintangi Justin Timberlake dan Mila Kunis di bioskop Polandia menjadi "To Tylko Seks" (Ini Hanya Seks)

Nah serunya, judul film itu belum tentu diterjemahkan mentah-mentah, alias bisa saja tidak sesuai dengan judul aslinya. Memang agak susah ya menerjemahkan frase bahasa asing secara harafiah dan pada saat yang sama tetap menarik untuk penonton di negara setempat. Misalnya judul film “Die Hard“, masa mau diterjemahkan menjadi “Mati dengan Keras” atau “Sulit Mati”? Kan jadi aneh dan tidak masuk akal untuk budaya lokal. Yang lebih bahaya bila judul terjemahannya malah menimbulkan kesalahpahaman.

Ini beberapa contoh terjemahan judul film di Polandia yang terdengar “ajaib”:

  • The Terminator, filmnya Arnold Schwarzenegger tahun 1984, menjadi “Elektroniczny Morderca” (artinya: Pembunuh Elektronik)
  • Dirty Dancing, filmnya Patrick Swayze tahun 1987, menjadi “Wirujący Sex” (artinya: Seks Berputar). Gara-gara judul film ini, kalangan penonton bioskop Polandia sempat heboh karena mengira ini film mesum dari Amerika.
  • Reality Bites, filmnya Wynona Ryder tahun 1994, menjadi “Orbitowanie Bez Cukru” (artinya: Mengorbit Tanpa Gula)
  • Die Hard, filmnya Bruce Willis tahun 1998, menjadi “Szklana Pułapka” (artinya: Jebakan Kaca)
  • Fight Club, filmnya Brad Pitt tahun 1999, menjadi “Podziemny Krąg” (artinya: Lingkaran Bawah Tanah)

Kabarnya sih sekarang ini para penerjemah film di Polandia sebisa mungkin menerjemahkan judul film sesuai judul aslinya. Atau setidaknya menemukan judul ‘baru’ sesuai isi filmnya dan tetap bisa dimengerti oleh penonton setempat. Yang lucu, kadang-kadang nama karakter di film pun disesuaikan dengan nama orang Polandia. Misalnya “Alice in Wonderland” diterjemahkan menjadi “Alicja w Krainie Czarow” (nama Alice menjadi Alicja – lihat poster filmnya di atas).

The King's Speech di dalam bioskop Polandia menjadi Jak Zostać Królem (How to Become A King)

Tidak sangka kan, kalau perihal judul film pun bisa jadi salah satu alasan untuk kita lebih kenal bahasa Eropa setempat :) Sebagai  penutup, ini beberapa judul film terkenal lainnya yang pernah tayang di bioskop Polandia. Menurut kamu, cocok tidak terjemahannya dengan isi filmnya?

  • Anger Management, film komedinya Adam Sandler tahun 2003, menjadi “Dwóch Gniewnych Ludzi” (artinya: Dua Orang Pemarah)
  • Eternal Sunshine of Spotless Mind, filmnya Jim Carrey dan Kate Winslet tahun 2004, menjadi “Zakochany bez pamięci” (artinya: Kekasih Tanpa Ingatan)
  • Million Dollar Baby, filmnya Hilary Swank tahun 2004, menjadi”Za Wszelką Cenę” (artinya kira-kira: Dengan Cara Apapun)
  • Slumdog Millionaire, film peraih Oscar tahun 2009, menjadi “Slumdog, Milioner z Ulicy” (artinya: Slumdog, Sang Miliuner Dari Jalanan)
  • Revolutionary Road, filmnya Leonardo Dicaprio tahun 2008, menjadi “Droga do szczęścia” (artinya: Jalan Menuju Kebahagiaan)
  • Little Fockers, film komedinya Ben Stiller dan Robert De Niro tahun 2010, menjadi “Poznaj Naszą Rodzinkę” (Kenalkan Keluarga Kami)
  • The King’s Speech, film peraih Oscar tahun 2011, menjadi “Jak Zostać Królem” (artinya: Bagaimana Menjadi Raja)

Sebelum Berangkat, Hafalkan Ini Dulu

Kalau kalian akan berkunjung ke Polandia, ada baiknya mengenal beberapa kata (basic phrases) dalam bahasa lokal terlebih dahulu. Lumayan untuk mencairkan suasana, atau sekedar memperjelas kalau kita adalah orang asing yang tidak bisa berbahasa Polandia. Intinya untuk survival lah. Di bawah ini saya tuliskan beberapa kata bahasa Polandia yang bagusnya dihafal terlebih dahulu kalau kalian ingin berkunjung ke Polandia.

Bahasa Polandia Cara Bacanya Arti dan keterangan
Dzien dobry jin dobre “Selamat pagi/selamat siang/selamat sore”
Jadi cukup mengingat “Dzien Dobry” saja bila ingin menyapa orang Polandia, pada jam berapapun – bahkan saya masih sering dengar orang bilang “Dzien Dobry” pada saat malam.
Dobry wieczor dobre viechur “Selamat malam”
Ini bahasa sopannya untuk mengucapkan selamat malam. Malam di Polandia dimulai jam berapa? Ya tergantung musim. Tetapi pada dasarnya, bila cuaca sudah gelap (meski sebenarnya baru pukul 5 sore) kita sudah bisa mengucapkan “Dobry wieczor”
Przepraszam   psheh-prasham Bisa berarti “Permisi” (excuse me) atau “Maafkan saya” (I’m sorry)
Przepraszam” bisa kita ucapkan kalau kita ingin bertanya, maupun bila kita ingin minta maaf karena memang habis berbuat salah. Kalau merasa bersalah sekali (misalnya, habis menyenggol nenek tua di jalan) katakan dengan muka bersalah “Bardzo przepraszam” (I’m really sorry).
Prosze 

 


 


prosheh Bisa berarti “Saya mohon/saya minta” atau “Silakan”. Padanan yang cocok untuk kata “please” dalam bahasa Inggris.
Misalnya ingin bilang “saya minta tolong” kita katakan “prosze, mi pomoc”[prosheh, mi pomots]. Atau bila habis membeli sesuatu dan ingin minta bonnya (“mohon tagihannya”), kita katakan “prosze o rachunek” [prosheh o rahunek]. Kita juga mengatakan “prosze” bila ingin mempersilakan seseorang, misalnya “silakan masuk” = “prosze wstęp”.
Czy pan/pani mowi po angielsku Che pan/pani muvi po angielsku? “Apakah Bapak/Ibu bicara bahasa Inggris?”
Frase yang penting dihafal! Jangan lupa, sama seperti bahasa Indonesia, bahasa Polandia juga mengenal sapaan sopan untuk orang yang lebih tua atau dihormati. Pan = Bapak, Pani = Ibu.
Tak tak “Ya”
Nie niye “Tidak”
Dziękuję jinkuye “Terimakasih”
Kalau ingin lebih sopan lagi, ucapkan “Bardzo dziękuję” atau “Dziękuję bardzo” (thank you very much). Kalau ingin mengucapkan “terimakasih atas bantuannya”, katakan “Dziękuję za pomoc” [jinkuye za pomots]
Nie rozumiem niye rozumiem “Saya tidak mengerti”
Nie mowię po polsku niye muvieng po polsku “Saya tidak bicara bahasa Polandia”
Frase lain yang penting dihafal! :) Kalau memang tidak mengerti bahasa Polandia sama sekali, katakan saja “nie mowię po polsku” Ini lebih efektif, karena kalau bilang “nie rozumiem” biasanya orang Polandia akan mengulangi pertanyaannya/perkataannya dengan panjang lebar untuk memperjelas maksudnya.

Segini dulu ya, karena menurut saya inilah yang paling penting diketahui untuk pendatang baru di Polandia. Tentunya lebih baik kalau bisa curi start belajar bahasa Polandia sejak masih di Indonesia, tetapi setahu saya di Indonesia sama sekali tidak ada kursus bahasa Polandia ataupun toko buku yang menjual kamus Polandia – Bahasa Indonesia. Caranya ya dengan belajar dari internet saja. Bisa dengan googling “learn Polish online” atau langsung saja menuju ke situs http://www.skwierzyna.net/learn_polish.htm Situs ini adalah salah satu sumber yang sangat baik untuk mulai mempelajari bahasa Polandia yang terkenal sebagai salah satu bahasa tersulit di dunia.

Do zobaczenia… (sampai berjumpa lagi)

Apaan Sih Pn-Pt, So-Nd?

Masih berhubungan dengan waktu. Di catatan sebelumnya, saya sudah menuliskan tentang arti nama-nama bulan dalam bahasa Polandia. Kali ini adalah lanjutannya, yaitu nama-nama hari (days of the week). Sama seperti nama bulan, nama hari dalam bahasa Polandia juga dimulai dengan huruf kecil, bukan huruf kapital seperti bahasa Indonesia. Asal muasal katanya juga hampir semuanya berasal dari kata Polandia sendiri dan seringkali menunjukkan posisi atau urutan hari tersebut dalam seminggu.

Di bawah ini adalah catatan saya tentang nama-nama hari dalam bahasa Polandia, singkatan dan etimologinya. Saya tampilkan juga singkatannya karena umumnya jadwal perjalanan atau keterangan hari buka toko memakai singkatan Jadi kalau ditulis “Pn-Pt” itu maksudnya Senin-Jumat, sementara “So-Nd” ya Sabtu-Minggu. Di antara semuanya, saya paling suka arti dari hari Minggu dalam bahasa Polandia, it makes me smile :)

Indonesia Polandia Cara bacanya Singkatan Asal Muasal Kata (Etimologi)
Senin poniedziałek

(ponijawek)

pn.

Dari kata po yang berarti “setelah” dan niedziela yang berarti “hari Minggu”, jadi maksudnya: setelah hari Minggu (ya hari Senin kan? :))
Selasa wtorek

(wtorek)

wt.

Dari kata wtory yang berarti “kedua”, jadi maksudnya: hari kedua.
Rabu środa

(sroda)

śr.

Dari kata w środku yang berarti “di tengah-tengah”, jadi maksudnya: tengah minggu.
Kamis czwartek

(chvartek)

cz.

Dari kata czwarty yang berarti “keempat”, jadi maksudnya: hari keempat.
Jumat piątek

(piongtek)

pt.

Dari kata piąty yang berarti “kelima”, jadi maksudnya: hari kelima.
Sabtu sobota

(sobota)

so.

Dari kata Yahudi Sabbath, dimana hari Sabat pada tradisi Yahudi jatuh pada hari Sabtu. Dalam bahasa Spanyol, hari Sabtu disebut Sobado, kata tersebut juga berasal dari kata Sabbath.
Minggu niedziela

(niejela)

nd.

Dari kata nie yang berarti “tidak” dan działać yang berarti “bekerja”, jadi maksudnya: tidak bekerja. Setuju, esensi hari Minggu adalah istirahat, alias no work! :)

3 Cara Menulis Tanggal ala Polandia

Beberapa negara memang mempunyai cara atau kebiasaan tersendiri dalam menulis tanggal. Dalam bahasa Indonesia, urutan penulisan tanggal adalah tanggal-bulan-tahun (format dd-mm-yyyy). Sementara dalam bahasa Inggris, yang umum berlaku adalah penulisan tanggal dengan urutan bulan-tanggal-tahun (format mm/dd/yyyy). Sehingga tanggal 17 Agustus 1945 dalam penulisan bahasa Inggris ditulis sebagai August 17, 1945.

Bagaimana dengan bahasa Polandia? Ternyata ada 3 cara atau format penulisan tanggal ala jezyk polski namun semuanya memakai urutan tanggal-bulan-tahun, mirip dengan cara Indonesia. Tertarik untuk tahu lebih lanjut mengenai ketiga cara penulisan tanggal ini?

Cara #1. Memakai angka biasa yang dipisahkan dengan titik (format dd.mm.yyyy) Contohnya: tanggal 17 Agustus 1945 dituliskan sebagai 17.08.1945

Cara #2. Memakai angka Romawi untuk penulisan bulan dan tanpa titik. Dengan cara ini, tanggal 17 Agustus 1945 dituliskan sebagai 17 VIII 1945

Cara #3. Nama bulannya dituliskan panjang lebar. Namun yang bikin repot, nama bulan tersebut adalah dalam bentuk genitif dan bukan bentuk nominatif atau bentuk dasarnya. Ini karena dalam tata bahasa Polandia, penulisan tanggal dengan cara ini menggunakan angka ordinal atau tingkatan (seperti 17th of August) sehingga nama bulan sebagai suatu kata benda harus berubah bentuknya menjadi genitive case. Contohnya begini: Agustus dalam bahasa Polandia adalah sierpień, namun bila dipakai dalam penulisan tanggal misalnya 17 Agustus 1945, penulisannya menjadi 17 sierpnia 1945. Sierpnia adalah bentuk genitif dari sierpień. Saya perhatikan biasanya nama bulan dalam bahasa Polandia ditulis dalam huruf kecil, bukan huruf kapital seperti bahasa Indonesia.

Contoh penulisan tanggal yang tercetak di poster dan leaflet konser musik Chopin di Polandia

Otomatis untuk mengerti tanggal yang ditulis dengan cara #3 di atas, kita harus mengenal lebih dahulu nama-nama bulan dalam bahasa Polandia baik bentuk nominatif maupun genitif-nya. Di bawah ini adalah nama-nama bulan dalam bahasa Polandia dan asal muasal katanya. Menarik lho mengetahui etimologi dari suatu kata, pastinya lebih membantu kita untuk mengenali maksud dari kata tersebut.

Indonesia Polandia (nominatif) Polandia (genitif) Asal Muasal Kata (Etimologi)
Januari styczeń stycznia Dari kata styk yang berarti “penghubung”, jadi maksudnya bulan Januari ini menghubungkan (stykac) tahun yang lama dengan tahun yang baru)
Februari luty lutego Dari kata luty yang berarti “beku”. Bulan Februari di Polandia adalah saat musim dingin yang sedang dingin-dinginnya.
Maret marzec marca Dari kata Latin Martius atau Mars, salah satu dewa Romawi.
April kwiecień kwietnia Dari kata kwiecie yang berarti “mekar”. Bulan April di Polandia adalah saat awal musim semi dimana bunga-bunga mulai mekar.
Mei maj maja Dari kata Latin Maia, salah satu dewi Romawi.
Juni czerwiec czerwca Dari kata czerw yang berarti “larva” atau “cacing”. Konon bulan Juni merupakan saat orang-orang Polandia kuno mengumpulkan larva untuk dikeringkan dan dijadikan bahan dasar pewarna merah (merah dalam bahasa Polandia adalah czerwony).
Juli lipiec lipca Dari kata lipa yang berarti “pohon limun” (linden atau lime tree). Bulan Juli merupakan bulan dimana pohon-pohon limun bermekaran.
Agustus sierpień sierpnia Dari kata sierp yang berarti “pemotong gandum” (sickle). Rupanya bulan Agustus di Polandia adalah musim panen gandum.
September wrzesień wrzesnia Dari kata wrzos, yaitu nama bunga berwarna keunguan (heather) yang banyak muncul di awal musim gugur di bulan September.
Oktober październik października Dari kata pazdzierz yang berarti “sisa-sisa jerami” (shive). Konon bulan Oktober adalah waktunya pengolahan jerami untuk membuat kain linen sebagai bahan pakaian, sehingga pada bulan ini banyak terlihat sisa-sisa jerami yang diterbangkan angin.
November listopad listopada Dari kata liść yang berarti “daun” dan padać yang berarti “jatuh” (falling leaves, ceritanya). Bulan November memang merupakan puncaknya musim gugur, dimana banyak daun-daun yang berjatuhan atau berguguran.
Desember grudzień grudnia Dari kata gruda yang berarti “gumpalan tanah yang mengeras atau membeku”. Ini menggambarkan awal musim dingin dimana tanah-tanah mulai membeku.

32 Huruf dalam Alfabet Polandia

Saya baru saja baca sebuah posting di forum Kaskus yang mengatakan bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa tersulit ke-3 di Asia (setelah bahasa Jepang dan Mandarin) dan tersulit ke-26 di dunia. Masa sih? Sebagai orang Indonesia tulen, I don’t think Bahasa Indonesia is difficult. Apalagi kalau cuma untuk menguasai bahasa percakapan sehari-hari, grammar-nya mudah sekali. Bahasa Indonesia kan tidak mempunyai tenses (past atau future tense),  juga tidak punya konjugasi yang berganti-ganti tergantung subyeknya, dan tulisannya juga hanya memakai 26 karakter latin (a – z) yang umum dikenal dan tersedia di semua keyboard komputer.

Kalau belajar bahasa Polandia, nah itu yang susah setengah mati! Saya yakin baru bisa lancar kalau memang sudah tinggal lama dan intens berkomunikasi dengan orang-orang Polandia. Bayangkan ya, bahasa Polandia itu punya 32 characters, 7 grammatical cases, 7 verb conjugations, perfect vs imperfect forms, yang semuanya masih harus berubah tergantung tenses-nya! Pusiiing!! :(

Nah, di bawah ini sekedar perkenalan dengan 32 karakter atau huruf-huruf dalam alphabet Polandia. Kali saja membantu kalau kamu berminat mengenali lebih jauh bahasa Polandia.

Ada 9 huruf hidup (vowel) dalam bahasa Polandia yaitu: a, i, u, e, o, y, ó, ę dan ą.

  • Untuk a, i, u, e, o dibacanya sama persis dengan ejaan Indonesia (horeee! :)).
  • Untuk e dibacanya seperti e pada “sate” ya, sedangkan huruf y dibaca seperti e pada “keluar”.
  • Huruf ó dibaca sama persis seperti u, jadi wajar kalau kita nggak bisa bedain orang Polandia sedang mengucapkan huruf u atau ó. Ini yang disebut huruf ortografia, yaitu huruf yang ucapannya sama persis dengan suatu huruf yang lain, tetapi dipakainya berbeda dalam tulisan. Contohnya kata “ogórek” yang berarti ketimun, dibacanya “ogurek”.
  • Nah, yang huruf ę dan ą disebut nasal vowel. Untuk yang belajar bahasa Perancis pasti tidak asing dengan huruf ini. Huruf ę dibacanya “eng” dan huruf ą dibacanya “ong”.

Untuk huruf matinya, ada 23 konsonan dalam bahasa Polandia yang saya bagi dalam dua kelompok: yang masih normal (huruf Latin biasa) yaitu huruf b, c, d, f, g, h, j, k, l, m, n, p, q, r, s, t, v, w, x, z dan yang mulai aneh-aneh yaitu huruf: ć, ł, ń, ś, ż, ź. Yang perlu diingat adalah huruf yang cara bacanya berbeda dengan ejaan Bahasa Indonesia yaitu:

  • Huruf c dibacanya “ts” (misalnya kata “noc” yang berarti malam, dibacanya “nots”)
  • Huruf j dibacanya “y” (misalnya kata “jeden” yang berarti satu, dibacanya “yeden”)
  • Huruf w dibacanya “v” (misalnya kata “wiem” yang berarti saya tahu, dibacanya “viem”)
  • Huruf ł dibacanya “w” (misalnya kata “biały” yang berarti putih, dibacanya “biawe”)
  • Yang menarik, huruf q, v, dan x tidak pernah dipakai dalam kata-kata asli bahasa Polandia, mereka hanya dipakai dalam kata-kata yang berasal dari bahasa asing.

Selain itu ada juga yang disebut “Dwuznaki” (double marks) yaitu konsonan yang terdiri dari 2 huruf tetapi dibacanya satu, yaitu ch, cz, rz, sz, dz, dź, dż. Makin pusing kan? Dibawah ini beberapa cara membacanya.

  • Huruf “ch” dibacanya sama persis dengan huruf “h” (misalnya kata “chleba” yang berarti roti, dibacanya “hleba”). Yap, ini memang contoh lain dari huruf ortografia, yang menurut saya redundant dan cuma nambahin kerjaan. Ucapannya tidak bisa dibedakan tetapi dipakainya berbeda dalam tulisan.
  • Huruf “cz” dibacanya “ch” (misalnya kata “czas” yang berarti waktu, dibacanya “chas”)
  • Huruf “sz” dibacanya “sh” (misalnya kata “prosze” yang berarti silakan, dibacanya “proshe”)

Salah satu nama daerah di Polandia yang kebanyakan huruf mati. Melihatnya saja pusing, apalagi bacanya.. Ada yang bisa?

Dari sini kelihatan ya kalau bahasa Polandia banyak huruf matinya, terutama huruf zzzz.. yang membuat kita kedengaran sedang berdesis-desis atau bersin-bersin kalau belajar bahasa ini. Banyak orang asing yang kurang tertarik belajar bahasa Polandia karena selain sulit, juga tidak banyak dipakai di skala internasional. Bahasa Polandia hanya dipakai di Polandia, Belarus dan Lithuania. Namun di komunitas emigran asal Polandia di Inggris, AS, Kanada dan Irlandia, banyak yang masih menggunakan bahasa ini.

Sulit buat saya untuk menerangkan alphabet Polandia ini dalam tulisan. Untuk yang berminat (adakah?), mungkin lebih baik cari tutorial audio-visualnya di internet, seperti video tutorial dari videojug ini.

Tak berarti ‘Iya’, No artinya ‘Baiklah’

Seorang bijak pernah mengatakan, “iya” dan “tidak” merupakan kata-kata yang paling singkat sekaligus paling perlu dipikirkan masak-masak sebelum diucapkan. Benar juga. Seperti tertuang di diagram alir atau flowchart, iya dan tidak ini terkait masalah decision-making: jika memilih iya, teruskan ke proses A; jika tidak, ambil proses B atau bisa saja kembali ke proses awal. Intinya ada konsekuensi langsung dari mengucapkan iya atau tidak itu.

Dalam bahasa Indonesia, kata “tidak” sering disingkat menjadi “tak”. Nah dalam bahasa Poland, “tak” berarti “iya”. Sementara “tidak” dalam bahasa Poland adalah “nie“.

Yang lebih bikin bingung lagi, kata “no” yang dalam bahasa Inggris berarti “tidak”, dalam bahasa Poland berarti “baiklah”. Mereka sering bilang “No dobra” yang artinya kira-kira “well, okay”.

Satu lagi, kalau mereka ngomong “tak” atau “nie” vokalnya agak diayun atau dipanjang-panjangin. Jadilah yang kita dengar “taaak” atau “niyeee“. Ini khas banget. Waktu pertama-tama mendengarnya lucu juga sih, abis pada dasarnya cuma satu silabel tapi diucapkannya seperti sedang berpantun.

Pagi-Siang-Malam, Cukup Satu Sapaan

Kalau di Indonesia, sebelum menyapa orang kita perlu melihat dulu waktunya. Kalau masih pagi, ya kita bilang “Selamat pagi”; kalau siang “Selamat siang”, kalau sore “Selamat sore”, dan malam hari “Selamat malam”.

Hal yang sama juga berlaku di negara-negara berbahasa Inggris, dimana kita mengenal “Good morning”, “Good afternoon”; “Good evening”; dan “Good night”.

Nah kalau di Polandia, mau pagi/siang/malam, cukup satu sapaan aja yang dihafal yaitu “Dzien dobry (dibacanya: jin dobre). Arti harafiahnya: dzien = hari, dobry = baik, sehingga maksudnya hari yang baik atau “Good day“. Sesuai artinya, sapaan ini bisa dipakai sepanjang hari, meskipun lebih tepatnya dipakai selama hari masih terang atau matahari belum terbenam.

Kalau hari sudah gelap, lebih tepat kalau kita memakai sapaan “Dobry wieczor” (dibacanya: dobre vichur) yang berarti “Good evening”. Kalau benar-benar sudah malam, orang Polandia mengucapkan “Dobranoc” (dibacanya: dobranots) yang artinya “Selamat Malam” (noc = malam). Namun penggunaan dobranoc biasanya pada saat mau berpisah saja (waktu bertemu tetap bilangnya dobry wieczor) atau menjelang tidur di malam hari.

Intinya kalau ketemu orang Polandia, nggak usah bingung-bingung lihat jam, sapa aja dengan “Dzien dobry” (baca: jin dobre). Ntar dia juga akan balas dengan “Dzien dobry” (atau “Dobry wieczor” kalau hari sudah malam). Pengalaman saya, jarang banget ada orang Poland yang enggak mau membalas sapaan kita (kita di sini maksudnya orang asing). Mereka umumnya cukup friendly, walaupun terlihat menjaga jarak juga kalau belum kenal. Gpp, yang penting kan sudah pe-de ngomong satu kalimat sapaan dalam bahasa mereka :-)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 49 pengikut lainnya.