Arsip Blog

Berapa Biaya Hidup di Polandia?

Polandesian sering banget ditanya oleh mahasiswa program student exchange yang akan berkunjung ke Polandia untuk urusan yang satu ini (Hallo, adik-adik AIESEC 🙂 ) “Berapa banyak uang saku yang harus saya bawa?” “Berapa biaya makan sehari?” “Kalau untuk transport, untuk entertainment, untuk oleh-oleh?” Oke deh, supaya memudahkan pencarian info biaya hidup ini, saya tuliskan saja di blog ini ya. Please note bahwa di bawah ini adalah perkiraan biaya hidup untuk seorang mahasiswa lajang (tidak bawa keluarga) di Warsawa. Untuk di kota-kota lain, biasanya biaya hidupnya sedikit lebih rendah daripada di ibukota Polandia ini.

As a note, mata uang Polandia adalah Zloty atau disingkat PLN. Saat ini 1 PLN = Rp 3.800 (pembulatan), sementara 1 USD = 3,2 PLN dan 1 EUR = 4,2 PLN.

Biaya Akomodasi dan Utilitas

Paling enak tentunya kalau akomodasi sudah disediakan, misalnya ikut program homestay di rumah penduduk setempat atau masuk asrama kampus, sehingga tidak bingung lagi mencari tempat tinggal. Sebenarnya masuk asrama kampus pun tetap ada bayarannya walaupun tentunya lebih terjangkau. Misalnya di University of Warsaw, biaya single room di dormitory kampus adalah sekitar 450 – 600 PLN per month (belum termasuk biaya utilitas seperti gas, listrik, internet). Sedangkan untuk sewa kamar kost (single room in a flat or a house) berkisar 600 – 800 Zloty per bulan untuk satu kamar. Sewa kamar kost ini berarti tinggal bareng dengan pemilik rumah atau apartemen ya.

Kalau mau nyaman (atau terpaksa karena nggak dapat dorm atau kost-an), dapat menyewa flat model studio dimulai dari harga 1500 PLN per bulan. As always, lokasi menentukan harga. Semakin di tengah kota, harga sewa flat pun semakin mahal. Jangan lupa ada biaya utilitas sekitar 400 PLN untuk pemakaian gas, listrik, air, dan pemeliharaan sampah di gedung flat yang kamu tempati. Ada landlord yang menerapkan sistem biaya utilitas fixed, ada juga yang sesuai besarnya pemakaian. Kabar baiknya, biaya langganan internet cepat terbilang murah di sini, hanya sekitar 40 – 60 PLN per bulan untuk langganan internet dengan kecepatan 6 MPbs.

Biaya Makan

Untuk makan, budgetkan sekitar 10 – 20 PLN per meal. Lunch di kantin kampus (student’s cafetaria), beli satu paket burger McD yang mengenyangkan, atau makan satu porsi kebab plus minum biasanya habis sekitar 15 PLN. Tentunya bisa lebih hemat lagi, misalnya dengan makan di mini foodcourt di dalam hipermarket Carrefour atau Tesco yang satu pizza besarnya cuma seharga 4 PLN plus minum aqua botol 1 PLN. Makin lama, pasti makin tahu tempat-tempat makan yang murah meriah. Kalau dirata-rata, sehari budgetkan untuk makan sekitar 30 PLN  ya.

Kalau sekali-kali pengen makan di restoran, siapkan sekitar 50 PLN ya. It should be enough for 1 meal course and 1 drink. Sementara untuk ngopi-ngopi di kafe misalnya di Coffee Heaven atau Starbucks, siapkan sekitar 15 PLN per glass. Hah, mau diam-diam coba Polish beer dan vodka? Ckckck… siapkan 8-12 PLN per 1 gelas piwo (bir Polandia) dan sekitar 18-25 PLN untuk 1 botol Vodka brand non-premium seperti Sobieski, Wyborowa atau Zubrowka.

Biaya Transport

Pastinya naik kendaraan umum dong. Tenang saja, seperti yang sudah pernah saya tuliskan sebelumnya, public transportation di Polandia itu sudah tertata rapi dan nyaman banget. Asal kita ingat nomor bus dan halte naik-turunnya, niscaya sampai di tujuan dengan tepat waktu. Asyiknya lagi, satu tiket kendaraan umum ZTM di Warsawa itu berlaku universal untuk naik bus, tram, maupun metro. Single-trip ticket ZTM seharga 4,4 PLN. Tetapi biar hemat, langsung saja beli tiket ZTM bulanan seharga 100 PLN atau tiket tiga-bulanannya seharga 250 PLN kalau memang sehari-harinya naik-turun bus/tram/metro. Makin hemat bila kamu bisa menunjukkan kartu mahasiswa international (ISIC Card) atau kartu mahasiswa dari universitas di Polandia karena akan dapat diskon 50% saat pembelian tiket ZTM ini.

Biaya Entertainment/Suvenir

Biaya yang ini sih tergantung gaya hidup ya. Kalau cuma untuk beli toiletries seperti sikat gigi, pasta gigi, sabun, shampoo, harganya sih mirip-mirip aja dengan di Indonesia yaitu sekitar 3 – 6 PLN per item. Kalau mau nonton di bioskop seperti Cinema City atau Multikino, tiketnya sekitar 25 PLN (untuk yang versi IMAX 3D tiketnya lebih mahal sekitar 35 PLN). Sementara masuk diskotek atau night club yang hip di kalangan anak muda biasanya ada HTM sekitar 20-30 PLN. Beli baju baru di mall untuk brands seperti H&M atau Zara biasanya berkisar 119,99 – 249,99 PLN, yah rata-rata 150 PLN lah. Sedangkan beli baju di Old Town (baju untuk oleh-oleh) harganya 35-50 PLN per shirt dan 25 – 35 PLN untuk topi. Kalau suvenir yang lebih kecil seperti magnet kulkas atau gantungan kunci sekitar 12 – 20 PLN. Yang paling murah sih beli postcard aja, 1 PLN per kartu hehehe…

Kesimpulan

Konklusinya, minimum diperlukan 1000 PLN/bulan (=240 Euro) untuk biaya hidup di Polandia, di luar akomodasi dan entertainment. Kalau memang harus mencari tempat tinggal sendiri, bayar listrik, air, dll sendiri, maka siap-siap dengan biaya hidup minimum 3000 PLN/bulan (=720 Euro/bulan). Mahal ya? Percayalah, ini belum seberapa dibanding tinggal di negara Eropa Barat yang sudah menggunakan mata uang Euro. Miłego pobytu w Polsce 🙂

Cakepnya Kaos-kaos Euro 2012 !

Masih dalam spirit menyambut EURO 2012, kali ini catatan saya adalah mengenai suvenirnya 🙂 Ternyata urusan cinderamata Liga Eropa ini banyak juga lika-likunya. Yang utama adalah urusan license! UEFA (Union of European Football) sebagai badan tertinggi persepakbolaan Eropa dan penyelenggara resmi EURO 2012 ternyata sangat strict dalam memberikan izin hak produksi dan distribusi merchandise resmi turnamen ini. Tentunya produsen suvenir yang dipilih adalah perusahaan komersial dengan reputasi bagus dan jaringan distribusi yang luas.

Uniknya, UEFA memilih sebuah perusahaan Amerika untuk memegang lisensi suvenir Liga Eropa ini. Perusahaan manakah itu? Warner Bros! Tetapi ah, ternyata Warner Bros sudah menjadi produsen resmi suvenir untuk EURO 2004 dan EURO 2008, sehingga sebenarnya kali ini adalah untuk ketiga kalinya dia menangani proyek merchandise Liga Eropa. Warner Bros tentunya tidak bekerja sendirian, melainkan melakukan kontrak kerjasama  dengan produsen lokal di Polandia dan Ukraina untuk memproduksi dan mendistribusikan suvenir tersebut. Daftar jenis-jenis produknya sendiri ditentukan langsung oleh UEFA. Sementaranya merchandise tersebut nantinya hanya akan dijual di gerai-gerai resmi (official retailer) produk-produk EURO 2012. Selektif banget kan?

Nah, ternyata di Polandia, koleksi resmi pertama cinderamata EURO 2012 telah diluncurkan sejak Juni 2011 yang lalu. Wah, telat juga saya tahunya! Tapi gpp deh, karena ini masih koleksi pertama. Masih akan ada koleksi merchandise lainnya yang akan menyusul (belum tahu kapan dan apa bentuknya).

Merchandise resmi EURO 2012 yang pertama ini berupa koleksi kaos-kaos yang diluncurkan oleh INTERSPORT di pusat perbelanjaan Zloty Tarasy di Warsawa pada tanggal 10 Juni 2011. Dalam kesempatan ini INTERSPORT, yang merupakan gerai resmi produk-produk EURO 2012, bekerjasama dengan ADIDAS untuk memproduksi kaos-kaos EURO 2012 yang ditujukan untuk pria, wanita, maupun anak-anak. Berita lengkapnya bisa dibaca di sini. Penasaran seperti apa desain kaosnya dan berapa harganya? Silakan lihat di bawah ini.

Slavek dan Slavko untuk Anak-anak

Kaos merah bergambar maskot EURO 2012: Slavek (di bagian depan kaos) dan Slavko (di bagian belakang kaos) ini ditujukan untuk anak-anak (ukuran 116 – 152 cm). Harganya 49.99 Zloty (setara Rp 150.000,-). So cute!

Bunga dan Bola untuk Wanita

Desain kaos untuk wanita juga tidak kalah cute, apalagi logo EURO 2012 sendiri memang sudah girly menurut saya (bayangkan, bola dan bunga!). Lihat saja beberapa pilihan kaosnya di bawah ini. Ada juga yang warna hitam, tapi tidak saya tampilkan di sini. Ukuran kaos untuk wanita adalah 36 (S) – 42 (XL) dan terbuat dari 100% cotton. Harganya berkisar dari 59.99 – 99.99 Zloty (setara Rp 180.000 – 300.000)

Hitam Putih untuk Pria

Kalau kaos untuk wanita punya pilihan warna ungu, kaos untuk pria hanya ada warna putih, hitam dan merah. Desainnya juga tidak jauh beda, sama-sama bergambar logo EURO 2012 dan ada satu yang bergambar peta Polandia dan Ukraina. Harganya juga berkisar dari 59.99 – 99.99 Zloty, dengan pilihan ukurannya dari S – XXL.

Ini baru koleksi merchandise yang pertama, kita lihat koleksi selanjutnya seperti apa. Tetapi dengan kualitas Adidas asli, harganya tidak berbeda dengan yang di Indonesia kan? Koleksi lengkapnya bisa dilihat di situs Intersport www.intersport.pl Selain di Warsawa, kaos-kaos ini juga bisa dibeli di Gdansk, Wroclaw, Poznan dan kota-kota besar Polandia lainnya. Tapi ya itu tadi, tidak dijual di sembarang toko, hanya ada di gerai resmi produk EURO 2012.

Lowiczanka, Si Gadis Kecil dari Lowicz

I have not been so productive in posting new notes in this blog for the last 2 months *sigh*. Dalam dunia blogging, kevakuman seperti ini tentunya bukan hal yang bagus. Saya merasakan betul, sekalinya kita malas menulis, jadinya bisa berkepanjangan deh. So I’m thinking, on the days when I have no time (or desire) to write a long note, I will instead put a “Photo of the Day” (except that the photo was not really taken on that day :)) Tujuannya jelas, saya ingin blog ini terus di-update dan memberikan gambaran tentang Polandia untuk teman-teman Indonesia baik melalui wacana teks maupun gambar. Tentunya semua foto yang akan diposting di sini ada hubungannya dengan Polandia, paling tidak dari kacamata saya.

So here’s the first Photo of the Day: “Lalka Łowiczanka”

Lalka Łowiczanka : salah satu cinderamata folk art yang bisa dengan mudah kamu temui di toko-toko suvenir di Polandia. Lalka berarti boneka, dan Łowiczanka (dibacanya: Wovichanka) berarti si gadis kecil dari kota Lowicz. Baju boneka ini adalah kostum tradisional dari region Łowicz yang terkenal dan dengan mudah menarik perhatian karena coraknya yang bergaris warna-warni cerah. Harga boneka ini tidak murah lho, yang ukuran kecil saja 18 Złoty, sementara yang berukuran sedang 35 Złoty. Foto diambil oleh Polandesian di kota Łowicz, 23 Juni 2011.

Shopping Mall di Warsawa Masih Kalah dengan Jakarta

Untuk urusan tempat belanja, ternyata Warsawa masih kalah jauh dengan Jakarta. Di Jakarta kita bisa menemukan berbagai macam pusat perbelanjaan: shopping mall, department store, grand plaza, ITC, sampai pasar-pasar tradisional.. semuanya ada dan banyak! Dan yang masuk kategori pusat belanja modern itu, wah di Jakarta megah-megah sekali. Memang benar kata penelitian yang menyebutkan orang-orang Indonesia cenderung konsumtif 🙂

Sementara di Polandia, sama seperti negara-negara Eropa Tengah dan Timur lainnya, terbilang minim dalam hal per-mall-an ini. Kebalikan dengan di Jakarta, di Warsawa ini jumlah taman jauh lebih banyak daripada mall! Fakta yang mengagumkan untuk saya yang berasal dari Jakarta 🙂 Kelihatan sekali kalau penataan kota di Warsawa lebih seimbang antara area hijau dan penduduknya. Kalau saya perhatikan, musim panas adalah musim paling sepi pengunjung bagi mall-mall karena orang-orang di sini lebih memilih aktivitas luar ruangan untuk menghabiskan waktunya selagi ada matahari dan panas. Mungkin kompensasi dari terbatasnya rekreasi outdoor selagi musim dingin di Polandia. Ingat kan catatan saya sebelumnya tentang suasana musim dingin di Polandia?

Balik lagi tentang dunia perbelanjaan. Di bawah ini beberapa shopping mall di Warsawa yang saya pikir cukup menarik untuk diketahui. Yang pasti sih, isinya mall-mall di sini tidak banyak berbeda dengan di Jakarta. Malah untuk urusan luas dan megahnya, jelas mall-mall di Jakarta lebih unggul. Sayang sekali pembangunan mall di Jakarta sering mengorbankan lahan hijau. Oh ya, pusat perbelanjaan dalam bahasa Polandia disebut Centrum Handlowe dan sering disingkat C.H.

1. C.H. ARKADIA

Masuk catatan karena… merupakan shopping mall terbesar di Polandia, bahkan di Eropa Tengah. (Btw, Eropa Tengah itu mana saja sih? Eropa Tengah itu antara lain meliputi Polandia, Ceko, Hungaria, Slovakia, Belarus, Romania, Serbia, Kroasia, Ukraina.) Tapi yah itu tadi, biarpun dibilang yang terbesar, jangan dibandingkan dengan Mal Taman Anggrek ya. Memang sangat lapang dengan luas 287,000 meter persegi (=2,87 hektar) tapi ‘cuma’ 3 lantai. Di lantai dasar dipenuhi oleh hipermarket-hipermarket seperti Carrefour, Saturn (alat-alat elektronik & multimedia) dan Leroy Merlin (alat-alat rumah & bangunan). Sementara di lantai 3 ada multipleks Cinema City.

Yang menarik buat saya, di mal ini ada kantor pos, toko buku bahasa Inggris American Bookstore dan klinik kesehatan Enel-Med (ini bukan klinik kecantikan lho, memang klinik tempat praktek dokter termasuk dokter gigi dan beberapa dokternya bisa berbahasa Inggris.) Di musim panas, banyak anak-anak yang bermain air di area air mancur (fontanna) yang terletak di depan pintu masuknya. Main airnya seru banget, sampai buka-buka baju segala 🙂

C.H Arkadia terletak di al. Jana Pawła II 82 dan buka pkl 10:00 – 22:00 (Senin-Sabtu) dan 10:00 – 21:00 (Minggu). Kalau mau ke sini, bisa naik tram no 1, 2, 16, 17, 19, 22, 33, 35 (banyak ya), turun di halte Rondo Radoslawa persis di depannya. Info lebih lanjut bisa cek situs mereka (ada versi bahasa Inggrisnya)  www.arkadia.com.pl

2. GALERIA MOKOTOW

Masuk catatan karena… merupakan tempat belanja bergengsi favorit-nya para ekspatriat di Warsawa. Luas gedungnya memang masih kalah dengan C.H Arkadia (‘hanya’ 1,5 hektar), namun suasana elegan dan eksklusifnya jauh lebih terasa. Masuk sini seperti masuk Plaza Senayan yang dipenuhi butik atau outlek dengan merek-merek terkenal baik di dunia internasional maupun di wilayah Eropa dan Polandia. Di lantai atas, ada tempat main bowling Atomica, area bermain anak Fikoland, serta multipleks Cinema City.

Galeria Mokotow terletak di ul. Woloska 12 dan buka pkl 10:00 – 22:00 (Senin-Sabtu) dan 10:00 – 20:00 (Minggu). Kalau mau ke sini, bisa naik tram no 10, 17, 18 atau bus no 117, turun di halte Rzymowskiego persis di depannya. Mau tahu butik-butik yang ada di Galeria ini, cek situs mereka (sayangnya hanya dalam bahasa Polandia) www.galeriamokotow.pl

3. ZLOTE TARASY

Masuk catatan karena… merupakan shopping mall di Centrum (tengah kota), dengan arsitekstur glass dome-nya yang unik. Zlote Tarasy terletak persis di sebelah stasiun kereta api Warszawa Centralna, di seberangnya Palace of Culture. Jadi benar-benar di tengah kota banget. Atapnya yang berdesain kubah berliuk-liuk dari kaca sangat menarik perhatian. Kalau baru tiba di Warszawa dengan kereta api, pasti bisa langsung menemukan mall ini. Termasuk mall baru, karena baru dibuka tahun 2007. Di sini ada Hard Rock Cafe Warsawa dan tempat ice skating (dalam bahasa Polandia disebut Lodowisko).

Di Zlote Tarasy ini juga ada toko suvenir khas Polandia, termasuk yang umum-umum seperti magnet kulkas, topi, kaos, gelas, piring pajangan dll yang bertuliskan Polandia. Jadi kalau tidak sempat berburu suvenir di Kota Tua, bisa mampir ke kios Warsaw Point Gallery yang terletak di lantai dasar.

Zlote Tarasy terletak di ul. Zlota 59 dan buka pkl 09:00 – 22:00 (Senin-Sabtu) dan 09:00 – 21:00 (Minggu). Kalau mau ke sini, tinggal naik semua tram atau bus yang melewati Centrum (banyak banget), atau naik bus #507 untuk turun pas di depannya. Info lebih lanjut bisa cek situs mereka (ada versi bahasa Inggrisnya) www.zlotetarasy.pl

Selain tiga mall yang saya ceritakan di atas, tentunya masih ada mall-mall lain seperti Blue City, Sadyba Best Mall, Promenada, dll tapi ya.. belum ketemu yang cukup menarik untuk diceritakan (mending langsung didatangi aja :). Selain shopping mall, di Warsawa ada juga pusat perbelanjaan baru ala ITC namanya CHT Marywilska 44. Nah, yang ini perlu ditulis di catatan tersendiri, karena ‘ITC’ ala Warsawa ini sebenarnya gusuran dari ‘pasar pagi ala Tanah Abang’ yang dulunya terletak di samping Stadion Nasional. Tunggu catatan saya tentang transformasi pasar pagi jadi ITC di Warsawa ya.

So kesimpulan dari catatan saya kali ini adalah … jangan mengira shopping malls di Warsawa lebih keren daripada di Jakarta ya! Tapi jangan lupa juga, Warsawa jauh lebih baik dalam menjaga keseimbangan tata kota dan area hijaunya dibanding Jakarta. Semoga akan lebih banyak taman kota yang dihidupkan kembali di Jakarta ya..