Arsip Blog

Il Polacco di Monte Cassino Italiano

Musim panas 2011, Polandesian mengikuti paket tur wisata ke Italia dari agen perjalanan Polandia. Salah satu agenda di itinerary-nya  adalah mengunjungi Polski Cmentarz Wojskowy di Monte Cassino. Cmentarz? Kuburan? Lho, saya pikir di Monte Cassino mau sightseeing lihat kasino (asal nebak karena namanya mirip) ternyata malah diajak ziarah ke Pemakaman Militer Polandia. Jadilah saya takjub 2 kali: pertama karena ada momen ziarah di dalam paket summer holiday tour, dan kedua karena ternyata ada taman makam pahlawan Polandia di negara lain. Kalau saya ingat-ingat, Indonesia sendiri tidak punya makam militer di luar negeri.

Sebenarnya apa yang terjadi di Monte Cassino di Italia dan apa hubungannya dengan Polandia? Kalau sudah baca posting saya sebelumnya (Si Jasmine dan Si Poppy) pasti ngeh karena saya ceritakan di situ. Di bukit Monte Cassino ini ada biara (monastery) dari Benedictine Order yang ketika Perang Dunia II dicurigai dipakai oleh Jerman sebagai benteng pertahanannya. Pertempuran pun pecah antara Sekutu dan Jerman di tempat ini, yang dikenal sebagai “Battle of Monte Cassino” dan memakan waktu berbulan-bulan dari Januari sampai Mei 1944. Termasuk di dalamnya usaha Sekutu membombardir biara dengan 1.400 ton bom di mid-Februari, namun pasukan Jerman masih belum bisa ditaklukkan.

Barulah pada segmen terakhir di periode 11-18 Mei 1944, Jerman akhirnya menarik mundur pasukannya dan tentara Polandia yang bergabung dengan Sekutu berhasil menancapkan bendera di reruntuhan bukit Monte Cassino sebagai tanda kemenangan Sekutu. Perang memang selalu membuat kita susah membaca sejarahnya yang berlarut-larut, apalagi kalau merasakannya. Wikipedia mencatat ada 20.000 korban jiwa dari pihak Jerman dan 55.000 korban dari bala tentara Sekutu (AS, Inggis, Prancis, New Zealand, India, Polandia) dalam Battle of Monte Cassino ini, termasuk di dalamnya seribu tentara Polandia yang gugur pada seminggu pertempuran di bulan Mei 1944 itu.

Polish cemetery in Monte Cassino-3

Menghormati rekan-rekannya yang gugur, para tentara Polandia yang berhasil survive bahu-membahu membangun pemakaman yang layak di bekas tanah pertempuran. Dirancang oleh arsitek W. Hryniewicz dan J. Skolimowski, Polski Cmentarz Wojskowy diresmikan pada tanggal 1 September 1945 dan menjadi tempat peristirahatan terakhir bagi 1.051 tentara Polandia yang menjadi pahlawan Battle of Monte Cassino. Nama-nama mereka, pangkat, korps, tanggal lahir dan blad makam tertera rapi di papan informasi pemakaman dalam bahasa Polandia.

Catatan ini saya tuliskan setelah membaca berita Pangeran Harry berziarah ke Pemakaman Militer Polandia di Monte Cassino pada tanggal 18 Mei 2014 dalam rangka peringatan 70 tahun Perang Dunia II. Ternyata saya sudah pernah ke sana, meskipun karena ‘dipaksa’ oleh agenda tur yang saya ikuti. Bersama rombongan, pagi-pagi itu kami berangkat menuju Monte Cassino yang terletak sekitar 130 km tenggara dari kota Roma ibukota Italia. Dari kejauhan, di atas bukit sudah terlihat Biara Monte Cassino yang telah direkonstruksi ulang pada tahun 1960-an. Di jalan yang menuju ke atas bukit, menghadap ke Biara itulah terletak Cimitero militare polacco, pemakaman militer Polandia yang akan kami kunjungi. Polacco adalah bahasa Italia untuk Polandia.

Biara Monte Cassino yang terletak di atas bukit, terlihat dari Pemakaman Militer Polandia

Biara Monte Cassino yang terletak di atas bukit, terlihat dari Pemakaman Militer Polandia

Berbeda dengan suasana TPU biasa, taman makam ini bernuansa putih bersih, bersahaja, namun sekaligus kokoh. Saya menaiki anak tangga dan melihat makam-makam yang disusun rapi seperti bangku teater. Kebanyakan makam berbentuk salib yang menandakan si tentara adalah Katolik atau Protestan, tetapi ada juga yang berbentuk bintang Daud sebagai tanda si tentara adalah Yahudi Polandia. Pelataran diukir oleh lambang Polish Army dan di tengahnya ditempatkan makam Jenderal Władysław Anders, sang komandan yang memimpin pasukan Polandia di Battle of Monte Cassino 1944. Jenderal Anders sebenarnya meninggal di London tahun 1970, namun atas permintaan terakhirnya, dia dibaringkan di Monte Cassino ini bersama anak-anak buahnya dari II Polish Corps yang gugur dalam pertempuran tersebut.

Polish cemetery in Monte Cassino

Di pelataran itu, kami berkumpul dan mengheningkan cipta sesaat. Kemudian Pani Magda sebagai wakil dari rombongan tur kami meletakkan karangan bunga di makam Jenderal Anders sebagai tanda penghormatan. Suasana terasa haru. Semua orang menaruh hormat, termasuk peserta tur non-Polandia lainnya selain saya. Ada rasa patriotisme dan kemanusiaan yang bergema di taman makam pahlawan ini. Lalu diam-diam  ada rasa malu menyelinap di hati, karena selama di Indonesia saya bahkan belum pernah ke Taman Makam Pahlawan Kalibata...

Keliling Polandia Naik Kereta Api

Dari segi geografis, memang Indonesia itu berbeda bentuknya dengan Polandia. Indonesia terkenal sebagai negara kepulauan (archipelago), bahkan merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan 17.508 pulau! Ini termasuk 9.638 pulau yang belum diberi nama dan 6.000 pulau yang tidak berpenghuni… wah, banyak banget ya! Dari segi transportasi, fakta negara kepulauan ini sayangnya memberatkan kita bila ingin berkeliling Indonesia hanya melalui perjalanan darat, yaitu dengan bus atau kereta api.

Sampai saat ini, jaringan kereta api di Indonesia baru ada di pulau Jawa, dan jelas belum menjangkau keempat pulau besar lainnya di Indonesia. Pembangunan rel KA di pulau Kalimantan, Sulawesi, ataupun Sumatra baru sekedar wacana. Jadi kalau ada kerabat kamu dari luar pulau Jawa yang belum pernah naik kereta api, hal itu jangan diejek atau dipandang aneh ya. Meskipun katanya kendaraan rakyat, nyatanya sarana ini belum tersedia tuh di semua pulau besar di Indonesia. Dalam hal ini, Indonesia memang jauh ketinggalan dengan Jepang yang sama-sama negara kepulauan. Jepang mempunyai sistem perkeretaapian di setiap keempat pulau besarnya, bahkan sudah mewujudkan jalur KA antarpulau dengan infrastruktur terowongan bawah lautnya yang canggih (pernah dengar Seikan Tunnel?).

Sementara di Eropa, kereta api sudah terkenal sebagai sarana transportasi utama yang efektif, baik di dalam negeri maupun antarnegara Eropa. Hal yang sama juga berlaku di Polandia, walaupun terus terang sarana-prasarana perkeretaapian di Polandia masih jauh kalah modern dibandingkan Jerman. Tetapi yang pasti, semua kota-kota besar di Polandia sudah terhubung dengan jalur kereta api dan mempunyai stasiun KA di tengah kota! Jadi bila kamu tinggal di Polandia dan ingin berkunjung ke kota-kota besar lainnya di Polandia, jangan ragu untuk naik kereta api saja.

Sebelumnya mari kita mengenal dulu kota-kota besar di Polandia dan nama-nama stasiun KA sentralnya:

No Kota Besar di Polandia Nama Stasiun KA Sentral
1 Warsawa (Warszawa) Warszawa Centralna
2 Krakow Krakow Główny
3 Poznań Poznań Główny
4 Gdańsk Gdańsk Główny
5 Wroclaw Wroclaw Główny
6 Szczecin Szczecin Główny
7 Bydgoszcz Bydgoszcz Główny
9 Katowice Katowice
10 Rzeszow Rzeszow Główny

Berbagai Tipe Kereta Api di Polandia

Sebelum tahun 2001, hanya ada 1 pengelola KA di Polandia yaitu PKP (Polskie Koleje Państwowe) yang merupakan perusahaan negara. Sekarang ini, telah ada beberapa pengelola KA lainnya di Polandia, namun yang paling besar tetaplah PKP. Perlu diketahui bahwa ada beberapa tipe kereta api di Polandia, yaitu:

  • KA ekonomi (tipe Regio atau Osob) yang tidak nyaman dan lambat karena berhenti di banyak stasiun kecil, kondisi KA-nya banyak yang sudah tua, sehingga tak heran bila harga tiketnya paling murah.
  • KA semi-ekspres (tipe TLK, IR, RE, atau Posp.) yang berhenti di beberapa stasiun skala menengah, kalau terpaksa naik KA jenis ini misalnya dari Warsawa mau ke Łódź atau Lublin, ambillah yang kelas I.
  • KA ekspres (tipe EIC, IC, atau EC) – ini paling cepat dan tidak berhenti sampai tiba di stasiun tujuan.

Di Polandia saat ini banyak rel KA yang sedang diperbaiki, hal ini membuat semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk menempuh perjalanan sehingga jadwal berangkat atau tibanya KA di Polandia tidak selalu tepat waktu. Karena itu, tentu saja saya menyarankan naik KA yang jenis ekspres dan langsung sampai di tujuan (direct connection), yaitu KA ekspres tipe EIC, IC, atau EC (Express Intercity, Intercity, atau Euro-City). Harga tiket KA Intercity memang relatif lebih mahal dibanding KA tipe lain, tetapi percayalah, ini yang paling nyaman dan aman apalagi untuk orang asing. Tidak perlu tiket kelas I, yang kelas II juga sudah cukup nyaman kok.

Berapa Harga Tiket KA Ekspres di Polandia?

Berikut ini gambaran harga tiket KA Intercity dari Warsawa ke kota-kota besar lainnya, beserta durasi perjalanannya. Informasi ini saya rangkum dari situs PKP.

No Rute Perjalanan (One Way) Harga Tiket KA tipe EIC
(Express Intercity) kelas II
(update tahun 2012)
Durasi perjalanan dan jauhnya
1 Warsawa – Krakow 123.00 Zloty 2 jam 50 menit (293 km)
2 Warsawa – Poznan 123.00 Zloty 2 jam 35 menit (302 km)
3 Warsawa – Gdansk 131.00 Zloty 5 jam 20 menit (446 km)
4 Warsawa – Wroclaw 131.00 Zloty 5 jam 05 menit(466 km)
5 Warsawa – Szczecin 131.00 Zloty 5 jam 20 menit (512 km)
6 Warsawa – Bydgoszcz 123.00 Zloty 3 jam 20 menit (286 km)
7 Warsawa – Katowice 113.10 Zloty (tipe EC) 2 jam 40 menit (298 km)
8 Warsawa – Rzeszow 127.50 Zloty (tipe EX) 6 jam 05 menit (451 km)

Untuk frekuensi keberangkatannya, semua KA ini beroperasi setiap hari, bahkan rute Warsawa-Krakow ada beberapa kali dalam satu hari ini. Jadi tinggal pilih jadwal yang sesuai dengan waktumu. Tiketnya ini bisa dibeli di stasiun KA sentral di setiap kota besar yang sudah saya sebutkan di atas, atau melalui online store-nya Intercity di internet. Sama seperti di Indonesia, tiket akan diperiksa di atas KA. Bila ketahuan tidak punya tiket yang sah, penumpang ybs akan dikenakan denda yang besar.

Kalau ingin tahu mengenai jadwal lengkap rute KA, lama perjalanan, sampai harga tiket kereta api di Polandia, bisa dicek di situs PKP di atas (ada versi bahasa Inggrisnya). Sayangnya, info harga tiket KA di situs ini hanyalah untuk perjalanan domestik. Kalau kamu ingin tahu harga tiket KA tujuan luar Polandia (misalnya ke Praha atau Berlin), kamu harus datang atau menelpon customer service yang ada di stasiun sentral untuk menanyakan harga tiketnya. Repot ya, ini karena harga tiket tersebut berfluktuasi: harga standarnya ditentukan dalam Euro, tetapi kemudian dikurs ke dalam Zloty bila akan dijual di Polandia.

Jadi begitulah sedikit cerita tentang lika-liku perjalanan domestik di Polandia dengan kereta api. Semoga membantu untuk yang ingin berkeliling Polandia naik kereta api. Tut tut tuutt…

Hemat Jalan-jalan di Warsawa Dengan Bus #180

Masih dalam seri “Jalan-jalan di Warsawa”, tapi kali ini fokusnya pada kata “ngirit”. Cocok untuk para backpackers dan semua yang bermotto “berani nyasar asal bisa hemat” 🙂

Sebenarnya melihat-lihat tempat wisata menarik di Warsawa cukup dengan naik satu bus umum aja. Selain tentunya lebih irit di ongkos, jadwal kedatangan bus yang cukup sering membuat kita nggak perlu kelamaan nunggu. Wah, beneran nih? Yap, coba deh naik bus nomor 180 dengan rutenya yang melewati tempat-tempat menarik di Warsawa  bahkan sampai ke Istana Wilanow di ujung sana. Dengan modal tiket bus 24 jam (bilet ZTM dobowy) hanya seharga 9 Zloty (US$ 3), kamu bisa puas naik-turun bus ini seharian. Dan tidak perlu nunggu lama, karena bus ini beroperasi mulai pkl 05:00 – 23:00 dengan jadwal kedatangan per 12 menit (dalam 1 jam, busnya 5 kali lewat).

Mungkin karena punya rute wisata, bus #180 umumnya sudah dilengkapi dengan layar petunjuk rute dan nama-nama halte yang sedang dan akan dilewati oleh para penumpang. Jadi memudahkan sekali. Mari kita mulai berpetualang dengan bus ini :

  • Ingin jalan-jalan ke Old Town atau Stare Miasto? Turun di halte “Hotel Bristol” atau “Pl. Zamkowy“. Begitu turun di halte ini, taraaa.. sampailah kita di area Old Town. Dari sini juga sudah langsung kelihatan megahnya Royal Castle.
  • Mau iseng masuk ke Warsaw University? Silakan turun di halte “Uniwersytet” dan kita langsung sampai di depan gerbang universitas negeri no 1 di Warsawa ini.
  • Ingin menikmati pedestrian walk di jalan Nowy Swiat yang terkenal itu? Turun di halte “Foksal” dan sampailah kita di jalan Nowy Swiat yang dipenuhi dengan berbagai toko, butik, dan kedai kopi untuk para turis.
  • Tertarik mengunjungi Istana di Atas Air di Lazienki Park? Turun di halte “Lazienki Krolewskie” untuk langsung tiba di depan gerbang taman terluas di Warsawa ini.
  • Melihat-lihat Istana Wilanow yang cantik? Turun di halte “Wilanow” yang juga merupakan halte terakhir (terminal bus) dan dari sana tinggal jalan kaki menuju Istana Wilanow. Karena kompleks istana cukup luas, jangan bingung kalau jalan masuknya memang agak jauh.

Bagian nggak enaknya naik bus ini? Yah.. namanya juga bus umum, siap-siap aja kalau di jam sibuk (peak hours) agak berdesak-desakan dengan penumpang lain. Belum lagi potensi nyasar atau kebablasan halte, karena kan nggak ada tour guide khusus di dalam bus hehe.. Makanya jangan heran, kalau lagi musim semi atau panas, sering terlihat ada turis yang pegang-pegang peta di dalam bus ini 🙂

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Keliling Warsawa Dengan Warsaw Sightseeing Bus

Ini kelanjutan dari catatan saya sebelumnya tentang obyek-obyek wisata menarik di Warsawa. Namanya juga mau jalan-jalan, ya harus dipikirkan juga mau naik apa. Nggak mungkin kan jalan kaki terus.. Dan sayang juga kalau duitnya dipakai untuk berkeliling naik taksi, lebih baik buat beli oleh-oleh (atau bayar denda bandara karena bagasinya overweight :))

Salah satu pilihan transportasi yang menurut saya cukup nyaman kalau mau city tour di Warsawa adalah Warsaw Sightseeing Bus.

Moda transportasi wisata yang satu ini memang semakin familiar. Nggak cuma di negara-negara Eropa dan Amerika, ternyata cabangnya di Singapura juga sudah ada. Caranya gampang. Kamu bisa beli tiketnya langsung sama supirnya, duduk manis di dek atas (biar mantap pemandangannya), lalu siap deh diantar melihat-lihat obyek-obyek wisata pilihan di Warsawa. Bis ini terkenal dengan sistem “hop on – hop off” (kok kayak kelinci ya), dimana kamu bisa naik-turun-naik lagi bis ini semaunya selama 24 jam atau 48 jam (tergantung tiket) pada halte obyek-obyek wisata yang dilewatinya.

Tiketnya berapa? Untuk dewasa, 60 PLN (setara US$20) untuk 24 jam dan 80 PLN untuk 48 jam. Bis ini mulai beroperasi mulai pkl 11:00 siang dan berangkat tiap 1 jam sekali sampai pkl 17:00 sore. Kalau kamu tiba di Warsawa via Dworzec Centralna (Stasiun Kereta Api Centralna), nah.. gampang sekali cari bus ini. Kalau keluar dari stasiun, langsung menuju ke arah Palace of Culture sebagai patokan (gedungnya Palace of Culture kan tinggi menjulang, jadi pasti gampang kelihatan). Halte awal Warsaw Sightseeing Bus ini ada di dekat Palace of Culture, di seberang stasiun Centralna.

Rute yang dilalui bus ini adalah: Palace of CultureNowy Swiat (nama jalan yang terkenal dengan banyak toko dan coffeeshop untuk para turis) – Old Town Pilsudki Square (di sini ada Tugu Pahlawan Tak Dikenal) – National Museum –  Lazienki Park – dan terakhir balik lagi ke Palace of Culture. Lumayan meng-cover obyek-obyek wisata yang telah saya tulis di catatan sebelumnya kan?

Nggak enaknya bus ini… walaupun sudah bersistem hop off – hop on ala kelinci, ya tetap aja nggak fleksibel. Selain karena kita terikat dengan jadwal bus (kalau ketinggalan bus, nunggunya lamaaa lagi), bus ini sebenarnya cuma beroperasi selama 6 jam, bukan beneran 24 jam atau 48 jam lho. Tapi sempat kok kalau mau foto-foto sebentar di depan obyek-obyek wisata (meski agak buru-buru sih..) selama busnya sedang ‘nunggu penumpang’ di halte.

Untuk info lebih lanjut, bisa cek situs mereka (tersedia versi Bahasa Inggris-nya) di www.city-sightseeing.pl/en Dua gambar di atas juga saya ambil dari situs tersebut.

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini:

Yuk Jalan-jalan Satu Hari di Warsawa!

Kali ini saya mau mulai membahas tentang tempat-tempat yang menarik dikunjungi di Polandia. Soalnya saya yakin nggak banyak teman-teman di Indonesia yang punya gambaran, mau lihat apa sih di Polandia. Nah, kita mulai dengan jalan-jalan di ibukota-nya Polandia ya, kota Warsawa.

Warsawa sendiri lebih merupakan kota bisnis dan pemerintahan. Sebenarnya nggak banyak obyek wisatanya di sini, apalagi kalau kitanya nggak tertarik lihat-lihat museum 🙂 Untuk kota turisnya lebih tepat kunjungi kota Krakow (kira-kira 3 jam kalau naik KA dari Warsawa). Tapi karena sekarang saya tinggalnya di Warsawa, ya kita mulai dari sini dulu.

Inilah obyek-obyek yang menarik kalau mau mengunjungi Warsawa:

1.  Kota Tua (Stare Miasto)

Yang satu ini nggak boleh dilewatkan kalau ke Warsawa! Kota Tua atau dalam bahasa Polandnya disebut Stare Miasto (dibacanya sama dengan ejaan bahasa Indo: Stare Miasto) adalah distrik bersejarah yang paling tua di Warsawa dan indah banget!. Dibangun pada abad ke-13, seluruh bangunan di tempat ini pernah dihancurkan sampai rata dengan tanah oleh tentara Jerman pada saat Perang Dunia II. Barulah tahun 1950-an dibangun kembali, brick-by-brick and so painstakingly sampai makan waktu > 10 tahun (tepatnya 1949 – 1963 dan 1970), dan sekarang termasuk daftar UNESCO World Heritage Site.

Di Kota Tua bisa puas-puasin mata banget deh, apalagi yang hobi fotografi. Soalnya banyak bangunan menarik di sini dan setiap sudut kotanya artistik banget.  Dimulai dari Royal Castle (Zamek Krolewski), Kolumn King Zygmunt, St Anna Church, dan St. John Cathedral sampai ke jantung kotanya yaitu Old Town Square (Rynek Starego Miasto) yang dikelilingi oleh bangunan ekletik berwarna-warni dan ditengahnya dibangun patung Syrena (putri duyung lambang kota Warsawa). Oh ya, untuk Royal Castle, worth it kok untuk dimasuki karena di sini boleh berfoto di dalamnya 🙂 Tiket masuknya 22 PLN (sekitar $7).

Dari Old Town Square silakan nyambung terus ke Kota Baru (Nowe Miasto) yang dibatasi oleh Benteng Barbakan yang panjang dan berbata merah. Di Kota Baru ini juga banyak bangunan yang menarik, termasuk rumah masa mudanya Marie Curie (ilmuwan wanita terkenal yang memenangkan Nobel Fisika).

Aduh, banyak deh, dibahas lebih rinci di postingan tersendiri aja ya. Yang pasti, jalan-jalan di sini jangan buru-buru, karena di sinilah jantung hatinya Warsawa.

2. Istana Wilanow (Palac w Wilanowie)

Ini asli istana musim panas untuk keluarga raja-raja Polandia yang dibangun di abad ke-17 dan ajaibnya nggak ikut dihancurkan selama PD II. Ada juga kebun istananya yang bagus banget kalau lagi musim panas. Kalau bisa sempatkan masuk ke dalam istananya (tiket masuknya 16 PLN atau sekitar $5) dan melihat-lihat bagian dalamnya yang terdiri dari 2 lantai. Yang menarik sih lantai 1, soalnya kalau di lantai 2 isinya lebih ke koleksi lukisan portrait dari anggota keluarga kerajaan. Sayangnya di dalam istana nggak boleh ambil foto.

Kalau mau masuk ke Istana-nya, lebih baik pagi-pagi karena Istana tutup pkl 16:00 (pengunjung terakhir boleh masuk ke Istana pkl 15:00). Kalaupun tidak mau masuk (cuma lihat-2 atau berfoto di luar istana), ya tetap datang pagi soalnya lokasinya di ujung sendiri. Sementara obyek wisata yang lain lebih ke tengah kota hehehe..

3. Park Lazienki

Di Warsawa ada banyak taman (mungkin karena itu tingkat polusi udara di sini cukup rendah), dan Park Lazienki ini merupakan taman yang terbesar di Warsawa! Di sini harus kuat jalan kaki 🙂 soalnya lumayan menjelajahi taman supaya bisa lihat 2 point of interests:

3.1) Istana Lazienki atau yang lebih dikenal dengan Istana di Atas Air karena memang dibangun di atas pulau kecil buatan di atas danau. Istananya sendiri nggak terlalu besar, dibangun abad 17 sebagai bathhouse untuk keluarga raja dan sekarang dipertahankan sebagai museum yang bisa dimasuki. Nggak perlu masuk sih menurut saya, lebih seru menikmati suasana sekitar danau yang asri karena inilah kompleks raja Poland dulu menikmati musim panasnya.

3.2) Patung Frederic Chopin, musisi klasik yang terkenal banget itu! Kalau musim panas, tiap hari Minggu pkl 12:00 dan pkl 16:00 ada konser musik Chopin (gratis!) yang digelar di dekat area patung itu. Kadang murni piano klasik, kadang udah dikolaborasi dengan musik pop dan rok. Bicara soal Chopin, wah.. orang Poland mah bangga banget ama musisi yang lahir dan besar di Poland itu. Di sini ada Chopin Museum, Chopin Music University, dan tiap tahun digelar Chopin Festival. Kalau suka musik klasik, sempatkan masuk museumnya deh.

4. Palace of Culture and Science (Palac Kultury i Nauki)

Inilah landmarknya kota Warsawa. Sering disingkat dengan sebutan Palace Culture atau PKiN. Dengan tinggi 231 m, inilah gedung tertinggi di Warsawa yang katanya bisa dilihat dari semua penjuru kota (bila cuaca cerah). Biarpun katanya landmark, sebenarnya orang-orang Polandia sendiri nggak suka dengan bangunan ini karena ternyata bangunan ini hadiah dari Joseph Stalin ketika Poland masih berada di bawah cengkraman Uni Soviet. Kabarnya, Stalin sang tirani kejam itu sengaja memerintahkan pembangunan Palace Culture ini pada tahun 1952-1955 sebagai simbol dominasi Uni Sovyet yang mengawasi tingkah laku orang-orang Polandia supaya ‘jangan macam-macam’ di era komunisme itu. Ingat jargon “The Big Brother is watching?

Sekarang Palace Culture ini dijadikan sebagai tempat perkantoran, gedung teater dan pameran, gedung pertunjukan, museum bahkan bioskop! Bisa juga naik ke lantai 30-nya (lantai Panorama) untuk lihat kota Warsawa dari atas, tapi jujur sih.. nggak worth it soalnya pemandangannya nggak bagus-bagus banget 🙂 Tapi harus sempatkan foto di depan gedung ini ya, gimana pun juga kan landmark kota Warsawa.

Obyek lainnya yang juga menarik, andaikan punya waktu lebih di Warsawa, saya rekomen kunjungi:
Museum Uprising Warsaw (Muzeum Powstania Warszawskiego)
National Museum (Muzeum Narodowe), dan
Copernicus Science Center (Kopernik Centrum Nauki)
Hayoo, suka museum dan iptek nggak? Hihihi..

So.. to resume this posting, ini rekomendasi saya untuk itinerary one-day trip in Warsaw. Oh ya, better you come in summer dimana siangnya lebih panjang jadi waktu jalan-jalannya bisa lebih lama *nggak mau rugi*:

1. Pagi (mulai pukul 09:00): mengunjungi Istana Wilanow.
2. Menuju ke Park Lazienki, pertama cari Patung Chopin yang bisa kelihatan dari pintu masuk taman, lalu masuk ke tengah-tengah taman untuk menemukan Istana di Atas Air (hahaha.. ini itinerary atau berburu harta karun sih).
3. Ke tengah kota (Centrum) untuk berfoto di depan Palace Culture (hihi, cukup foto doang)
4. Terakhir: puas-puasin ngubek Stare Miasto dan Nowe Miasto.

Oh ya, tips satu lagi, kalau emang tight-budget, ke Warsawa-nya hari Minggu aja, soalnya pada hari Minggu masuk Istana Wilanow dan Royal Castle di Kota Tua gra-tis! Horee..Tapi jumlahnya terbatas lho, jadi ya better come early deh.

Selamat berpetualang di Warsawa! 🙂

Catatan-catatan lain yang terkait topik ini: